Setelah mengenal deskripsi dan kegunaan thinking tool, saatnya Anda mengenal beberapa diantaranya.
Mari mulai dari “Bus Stop”, thinking tool ini adalah strategi manajemen waktu yang efektif untuk mencari sudut pandang orang lain tentang tentang suatu masalah. Skenario dimana Bus Stop thinking tool akan bermanfaat mencakup :
Mengembangkan solusi inovatif terhadap masalah business kecil.
Membutuhkan pemahaman dari berbagai sudut pandang pada masalah sosial dan lingkungan: yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan
Perlu mengembangkan pemahaman yang rinci dan penuh tentang ide yang kompleks.
Mencari perspektif yang beragam tentang bagaimana mengalokasikan dana di projek pengembangan komunitas yang terbaik.
Topik yang dipilih untuk diinvestigasi, misalnya ‘kepemimpinan abad 21 Indonesia.’
Anda dapat melakukan hal ini di kelas atau di café, atau Anda bisa memilih untuk melakukannya di kelas yang tidak formal dan membagikan aktifitas di kelompok yang berbeda di kampus pada mata kuliah yang berbeda dalam satu minggu. Bus Stop boleh Anda artikan seperti halte bis, dimana setiap bus berhenti, selalu ada penumpang yang masuk dan keluar.
Langkah 1: Bagilah teman-teman Anda menjadi sejumlah kelompok (Jumlah kelompok tergantung pada banyaknya orang dan kedalam bahasan topik), misal pada kasus ini dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok itu anda umpamakan sebagai bis, sediakan 5 lembar kertas yang berbeda, tulskan judul-judul berikut ini pada di tengah lembar kertas, 1 kertas 1 tema (jadi setiap kelompok mendapat pokok masalah yang berbeda :
a. Pemimpin Indonesia yang saya kagumi adalah…….
b. Pemimpin Indonesia yang mempunyai pengaruh negative karena …
c. Kualitas pemimpin Indonesia yang efektif adalah…
d. Pemimpin masa depan Indonesia akan membutuhkan …
e. Beberapa masalah kunci yang dihadapi pemimpin Indonesia adalah…
Bagikan masing-masing satu kertas dengan satu judul ke kelompok 5 kelompok rekan kerja/ teman. Berikan mereka masing-masing (5 menit ) untuk membaca judul lalu kemudian mereka menuangkan ide nya ke dalam kertas tersebut.
Langkah 2: jika waktu 5 menit sudah habis, tiap kelompok akan menuju ke meja atau kertas kelompok lain selama 3 menit, atau kepada kelompok sebelahnya dan seterusnya. Ulangi hal ini sampai tiap kelompok kembali kemeja mereka semulai.
Langkah 3: jika tiap kelompok telah menuangkan ide nya ke masing – masing kertas disetiap meja, maka tiap kelompok harus mengolah kembali kertas mereka yang asli. Kemudian tiap kelompok mengambil kertas baru dan membuat ringkasan dari hasil yang mereka dapatkan. Kelompok harus:
Meyakinkan bahwa semua ide yang diterima telah dipahami.
Menyusun ide-ide tersebut menjadi sebuah tema atau kategori jika memunkinkan.
Berikan kesempatan bagi tiap kelompok untuk mempresentasikan kesimpulan mereka ke semua kelompok. Cobalah mempraktekkan bus stop ini, dan rasakan betapa efektifnya thinking tools ini.
Pertanyaan muncul, bagaimana bila Anda tidak mempunyai cukup ruang dan bahan-bahan yang dibutuhkan, sedang anda tetap ingin menyatukan ide tim Anda pada saat itu, bisa saja, dengan merubah implementasinya lewat online atau via email, bukan tatap muka di dalam kelas atau café. Caranya anda bisa mengunakan wall wisher atau padlet, silahkan buka link padlet.com atau dengan menggunakan google docs, dan mengerjakan secara online bersama-sama.
Setelah menguasai kedua bentuk bus stop, cobalah untuk membuat refleksi: Apakah anda melihat Bus Stop berhasil? Silahkan anda tuliskan dicatatan anda efektifitas dan apa yang akan anda lakukan di masa mendatang jika anda melakukan bus stop lagi, dengan tim yang yang bagaimana anda melakukan bus stop ini kedepan.
Edward De Bono’s Six Thinking Hats
De Bono’s six thinking hats adalah strategi untuk menuangkan berbagai pendapat dari berbagai sisi dalam mendiskusikan sebuah masalah.
Metode yang sistematis ini adalah sesuatu yang benar-benar baru dan berbeda yang akan memberikan Anda keahlian yang bisa aplikasikan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari.
Thinking tool ini merupakan teknik yang efektif yang membantu Anda menjadi semakin produktif. Anda dan rekan anda bisa belajar bagaimana memisahkan pemikiran ke dalam 6 kategori. Masing-masing kategori disesuaikan dengan warna topi DeBono. Dengan mengingat warna topi, Anda bisa fokus, mengingat kembali ide, pembicaraan atau meeting.
De Bono percaya bahwa dengan berbagai hat dapat membantu Anda dan tim Anda untuk:
Membawakan meeting tanpa emosi atau ego akan menghasilkan keputusan yang buruk.
Menghindari keputusan yang mudah tapi kurang bagus dengan mengetahui bagaimana cara menggali lebih dalam.
Meningkatkan produktifitas dan bahkan lebih efekftif.
Memutuskan solusi yang kreatif.
Maksimumkan dan kenali pendapat dan ide masing-masing orang. Dan solusi yang diputuskan bersama.
PMI thinking tool akan bermanfaat pada saat mengevaluasi ide dan pendapat. Tool ini memberi kesempatan kepada pemikir secara sistematis mengidentifikasi ide positif dan negatif terkait dengan yang diperlukan pada saat pengambilan keputusan.
Inti dari thinking tools ini adalah :
Aspek Plus dimana anda mampu mengidentifikasi aspek positif sebuah ide atau isu, kemudian aspek Minus atau negatif yakni segala hal yang negatif dari isu atau sebuah ide, setelah itu aspek interesting, dimana Anda melakukan investigasi tentang semua pertanyaan yang mungkin muncul, dan observasi tentang potensi dampak yang mungkin terjadi.
Untuk membiasakan Anda, silahkan memilih satu topik dibawah ini untuk mengetahui aspek positif, negatif dan yang menarik dari sebuah ide!
Merokok harusnya dilarang dari semua bangunan baik pribadi maupun umum
Badan PBB harus mengikutsertakan delegasi yang tetap dari semua negara.
Pemimpin bisnis haruslah bekerja pada setiap divisi dari bisnis.
Negara di Asia Tenggara haruslah membuat blok yang mirip dengan Uni Eropa.
Setiap korporat harus mempunya perwakilan konsumen independen pada posisi direktur
Merupakan hal yang wajar jika Anda ingin selalu belajar dan tahu tentang hal yang baru, baik itu di kampus, atau dipekerjaan sekalipun. Tetapi pernahkah Anda berpikir, bahwa setelah menerima hal yang baru, apakah sudah sesuai dengan ekspektasi Anda sebelum menerima pembelajaran itu?.
Thinking Tool KWL atau what i Know (Apa yang sudah saya tahu) , What I want to know (Apa yang ingin saya pelajari) dan what I have Learnt (Apa yang sudah saya pelajari) akan membantu Anda untuk merencanakan dan merefleksi pembelajaran.
KWL adalah cara yang cerdas untuk mengatur bagaimana pengetahuan Anda pada saat ini dapat membantu investigasi kita, menentukan strategi pembelajaran yang kita inginkan, dan mengukur dampak dari usaha Anda melalui dokumen tentang apa yang telah dipelajari.
Kolom W membutuhkan cara berfikir yang kreatif dan kritis. Berdasarkan pengetahauan dan keterbatasan ide yang Anda punya terkait topkc, bagaimana anda bisa mengatakan apa yang ingin anda dapatkan? Pertanyaan ini akan menentukan mutu dari pembelajaran anda.
Sekarang, setelah memahami konsep thinking tool ini cobalah berpikir tentang sebuah sesi mata kuliah yang Anda pernah ambil bagi yang masih kuliah, atau bagi pekerja, pikirkan tentang training yang sudah Anda dapat, buatlah tabel dengan 3 kolom, kolom K, W dan L, tempatkan topik kuliah atau training diatas tabel KWL. Lalu mulailah menginput setiap kolom, jelaskan pengetahuan anda saat ini di kolom K, dan apa yang ingin anda dapatkan tentang topik itu dikolom W, dan apakah setelah Anda menerima training atau sesi kuliah tersebut menjawab apa yang Anda butuhkan tempatkan dikolom L.
KWL juga bisa gunakan untuk sesi atau training atau rencana belajar yang akan Anda tempuh, dengan begitu Anda akan sadar dengan kualitas apa yang Anda punya (K), kualitas apa lagi yang Anda harapkan (W), dan kualitas seperti apa yang ternyata Anda dapatkan setelah selesai dengan sesi tersebut (L).
Thinking Tool – SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Put on another use, Eliminate and Reverse)
SCAMPER thinking tool adalah sebuah alat brainstorming yang kreatif yang membantu Anda mengeluarkan pendapat tentang produk dan jasa yang baru dengan mendorong untuk mencoba berfikir tentang bagaimana cara memperbaiki produk dan jasa yang ada dengan cara yang efektif.
Tool ini akan membantu anda melihat peluang dari sebuah ide atau produk yang telah tercipta. Dibawah ini penjelasan detailnya:
Substitute = Mengganti, memuat beberapa hal:
Bahan atau sumber apa yang anda bisa ganti atau kembangkan dalam produk atau jasa tersebut?
Produk atau proses lain apa yang anda bisa gunakan?
Aturan-aturan apa yang bisa anda ganti?
Bisa tidak anda menggunakan produk ini dilain konteks? atau sebagai ganti produk lain?
Apa yang terjadi jika anda merubah rasa atau sikap dengan produk ini?
Combine atau mengkombinasikan, poin ini meliputi:
Apa yang terjadi bila anda mengkombinasikan produk ini dengan yang lain untuk menciptakan produk baru
Bagaimana bila anda mengkombinasikan tujuan dan maksud pada sebuah produk dengan produk yang lain
Apa yang anda bisa kombinasikan untuk memaksimalkan produk ini?
Bagaimana anda bisa mengkombinasikan keahlian dan sumber daya untuk menciptakan pendekatan baru terhadap produk anda?
Adapt = beradaptasi, tahap ini meliputi:
Bagaimana produk anda bisa menyesuaikan kembali atau beradaptasi untuk digunakan untuk maksud lain
Produk ini seperti apa lagi nantinya?
Siapa atau produk apa yang bisa anda amati untuk disesuaikan dengan produk anda?
Kontek seperti apa lagi yang bisa dimasukkan pada info produk anda?
Produk atau lain apa yang bisa anda digunakan untuk inspirasi?
Modify = memodifikasi, bagian ini akan meliputi penjelasan berikut :
Bagaimana anda bisa merubah bentuk, rupa atau rasa produk anda?
Apa yang bisa ditambahkan untuk memodifikasi produk anda?
Apa yang bisa ditekankan atau difokuskan untuk menciptakan nilai tambah?
Unsur apa pada produk lama yang bisa anda gunakan untuk menguatkan produk baru yang hendak diciptakan?
Put to another use = menggunakan nya untuk fungsi yang lain, bagian ini dijelaskan dalam poin-poin berikut:
Dapatkan produk ini digunakan ditempat lain atau industri lain?
Siapa lagi yang bisa menggunakan produk ini?
Bagaimana produk ini diberlakukan berbeda di pengaturan atau konteks lain?
Bisakan mendaur ulang sisa produk ini untuk dijadikan sesuatu yang baru?
Eliminate = mengurangi/menghilangkan, bagian ini akan meliputi:
Bagaimana menyederhanakan atau memangkas produk anda?
Tampilan, bagian, atau aturan apa yang bisa anda hilangkan?
Apa yang bisa dinaikan atau direndahkan?
Bisa tidak dibuat lebih kecil, lebih cepat. lebih ringan atau lebih menyenangkan?
Apa yang akan terjadi bila bagian tertentu produk ini dihilangkan?
Reverse = membalikkan, bagian ini meliputi aspek-aspek?
Apa yang terjadi bila proses atau urutan produk ini dibalik?
Bagaimana mencoba membalikkan fungsi dari produk yang sedang dibuat?
Komponen apa yang bisa diganti untuk merubah tatanan produk ini?
Peranan apa yang bisa anda tukar atau balikkan dalam produk ini?
Bagaimana and mengorganisir ulang produk ini?
Tool ini digunakan dengan mengajukan pertanyaan tentang produk yang ada saat ini, menggunakan ke tujuh bentuk di atas. membiasakan diri Anda dengan pertanyaan ini membantu untuk berfikir kreatif dan mengembangkan ide baru atau memperbaharui produk yang telah ada.
Catatan:
Ingat bahwa kata : “produk” tidak selalu berarti barang yang memiliki bentuk fisik. Produk bisa saja proses, jasa dan bahkan orang. Anda bisa mengadaptasikan teknik ini ke jangkauan situasi yang lebih luas.
Untuk menguji kreatifitas anda dengan tool ini, cobalah mempraktekkan dengan menganalisi suatu produk yang sederhana yang ada disekitar anda, misal ball point atau handphone.
SWOT atau strength, weakness, opportunity, threat (kekuatan, kelemahan, kesempatan, ancaman) adalah thinking tool yang paling lazim digunakan baik secara personal maupun untuk mengevaluasi ide bisnis.
Gunakan SWOT Analysis untuk menganalisa kemampuan Anda sendiri sebagai seorang pemimpin. Anda bisa mencari sumber lain di YouTube dan gunakan pertanyaan yang diberikan untuk membantu anda menyempurnakan SWOT. Howard Gardner, dalam bukunya yang berjudul Extraordinary Minds, menyimpulkan bahwa pribadi yang menonjol memiliki kemampuan untuk mengidentfikasi kelemahan dan kelebihannya , karena artinya mereka mempunyai mindset untuk terus berkembang.