Autobiography: Kekuatan Suara dalam Sinema
Seperti yang kita tahu, film merupakan medium yang sangat powerful dalam menyuarakan sesuatu jika digunakan dengan tepat.
Puluhan tahun lalu, sebuah genre baru dalam khazanah musik Indonesia lahir karena hadirnya film-film India di Indonesia, perkawinan yang kemudian terjadi antara orkes Melayu dan India melahirkan sebuah genre baru musik bernama dangdut. Bayangkan, betapa kuatnya dampak sebuah film bagi sebuah budaya.
Melalui film-film yang kita tonton sejak kecil, kita kemudian mengenal Amerika sebagai negara adidaya. Korea Selatan maju dengan pesat berkat film, beberapa set film dan Drama Korea bahkan menjadi destinasi wajib bagi para turis. India berhasil menjual mimpi melalui film-film Bollywoodnya dan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pembangunan negerinya.
Berapa tahun silam, saya dan teman kecil saya memutuskan bertemu di salah satu mall di BSD. Kami kemudian berbincang mengenai masa kecil kami dulu. Teman saya ini, merupakan anak tukang bangunan di sebuah desa kecil yang sangat terpelosok. Kini, dia telah meraih gelar magister di Bristol Inggris, melalui jalur beasiswa LPDP, dan nasib baik ini berawal dari kecintaannya pada film Harry Potter.
Saat menonton film Autobiography yang disutradarai oleh Makbul Mubarak malam ini, saya merasakan kekuatan yang sangat besar dari film ini terhadap penonton, dan masa depan perfilman Indonesia.
Sepanjang perjalanan pulang menuju kosan saya merasakan sebuah percikan api semangat bahwa suatu hari nanti saya akan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menyuarakan sesuatu selantang film yang baru saja saya tonton. Saya berani taruhan, ada banyak api semangat lain yang berkobar di relung hati para penonton, dan tanpa mereka sadari cinematic experience yang baru saja mereka alami telah menjadi trigger yang mungkin akan membawa mereka kepada suatu perjalanan hidup atau sudut pandang hidup yang baru.
Bagi saya, film yang sesungguhnya tidak hanya sekedar menghibur secara emosional, namun juga mampu membekali penonton suatu perenungan untuk dibawa pulang hingga berhasil merangsang penonton pada sebuah kesadaran baru.