Angesti CItra Asih 14140110286
Pengetahuan adalah keseluruhan pemikiran, gagasan, dan pemahaman yang dimiliki manusia tentang dunia dan segala isinya, termasuk manusia dan kehidupannya. Sebagai jawaban atas berbagai masalah, mitos dan pengetahuan pra-ilmiah telah lebih dulu berkembang sebelum filsafat dan ilmu pengetahuan. Namun, jawaban dari mitos dan pengetahuan sehari-hari itu tidak lagi memadai sehingga muncul upaya untuk menjelaskan fenomena alam dengan penjelasan rasional dan penjelasan yang didasarkan atas pengalaman untuk memberikan jawaban terhadap fenomena alam dan pengalaman hidup manusia.
Ā Pengetahuan (knowledge) lebih luas dibandingkan dengan pengetahuan ilmiah (science).
Pengetahuan ilmiah atau ilmu pengetahuan hanya salah satu jenis pengetahuan yang memiliki ciri-ciri khusus. Kemudian, terdapat perbedaan pula antara pengetahuan sehari-hari (commonsense) dengan pengetahuan ilmiah (science). Pengetahuan sehari-hari berguna untuk kehidupan sehari-hari, tanpa menggunakan metode, dan menggunakan bahasa yang ambigu. Sedangkan pengetahuan ilmiah bertujuan untuk menemukan kebenaran dan memperluas pemahaman, menggunakan metode kualitatif maupun kuantitatif, dan menggunakan bahasa yang lugas/tepat dan verifikasi/falsifikasi. Apabila pembuktian ilmiah dilakukan berkali-kali (diverifikasi) dan hasilnya tetap sama, maka dapat diberikan penjelasan (kausalitas) mengapa jamu dapat mengobati penyakit tersebut. Oleh karena itu, bila kita dapat memberikan pemaparan secara jelas, sistematis, dengan pernyataan yang dapat dibuktikan (dijustifikasi) berdasarkan pengalaman/eksperimen, maka pengetahuan biasa sudah meningkat menjadi pengetahua ilmiah. Berbeda dengan pengetahuan sehari-hari, tujuan pengetahuan ilmiah adalah untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi. Selain itu, untuk menjelaskan fenomena alam, maka pengetahuan ilmiah bertujuan untuk deskripsi/pemaparan, retrodiksi, prediksi, dan kontrol.
Ilmu pengetahuan pengetahuan yang memiliki ciri-ciri tertentu serta cara bagaimana memperoleh dan membuktikan kebenarannya.
Ā Ciri-ciri ilmu pengetahuan menurut Beerling terdiri dari anggapan bahwa pengetahuan berlaku umum, mempunyai kedudukan mandiri dalam mengembangkan norma-norma ilmiah, memiliki dasar pembenaran, bersifat sistematik, dan bersifat objektif. Ilmu atau bidang filsafat yang membahas tentang cara-cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan disebut metodologi.
Ā Metodologi termasuk bidang yang disebut dengan ātool studiesā atau mata pelajaran mengenai āalatā, yakni alat bagi mata pelajaran lain. Sedangkan mata pelajaran yang membahas bahan, materi atau isi pelajaran disebut ācontent studiesā, yakni mata pelajaran yang mengajarkan fakta-fakta, bahan-bahan atau informasi tentang mata pelajaran/kuliah tertentu. Metodologi dan logika keduanya terkait, yakni dua cabang filsafat yang memiliki kedekatan sehingga terkadang metodologi dimasukkan ke dalam kajian logika. Logika membicarakan bagaimana memperoleh atau menarik kesimpulan dengan valid dan benar. Dalam dunia ilmu pengetahuan ada dua model penalaran (logika) yang dominan, yaitu induktif dan deduktif. Ā Penalaran induktif adalah penarikan kesimpulan yang bertolak dari sejumlah data. Sedangkan penalaran deduktif adalah penalaran yang bertoak dari hal-hal umum lalu menarik kesimpulan yang lebih khusus.
Adapun aspek-aspek yang menjadi fokus utama dalam bahasan filsafat ilmu pengetahuan, antara lain:Ā
1. Studi tentang konsep-konsep, pengandaian-pengandaian serta metodologi ilmu, analisis konsep-konsep dan bahasa yang digunakan, serta ekstensi dan rekonstruksi bagi aplikasi yang lebih konsisten dalam memperoleh ilmu pengetahuan,
2. Studi dan justifikasi proses penarikan kesimpulan yang digunakan ilmu pengetahuan sertaĀ struktur simboliknya.
3. Studi tentang keragaman bidang ilmu serta sifat saling keterkaitannya, persamaan, perbedaan, serta persoalan paradigmanya.
4. Studi tentang konsekuensi pengetahuan ilmiah bagi persepsi kita tentang realitas, pemahaman kita tentang fenomena alam, hubungan logika dan matematika dengan realitas, status entitas-entitas teoretis.
5. Analisis tentang berbagai konsep dan masalah.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Definisi konseptual adalah definisi yang menggunakan konsep-konsep tertentu untuk mendefinisikan konsep lain, misalnya āpowerā didefinisikan secara konseptual sebagai ākemampuan aktor memengaruhi pikiran dan tingkah laku orang lain sehingga mau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak disukainyaā. Definisi konseptual tidak bisa dinilai benar atau salah, walaupun tetap dapat dipertanyakan baik-buruk definisinya. Definisi konseptual biasanya berkaitan dengan konsep yang abstrak atau yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Agar konsep yang abstrak dapat ditingkatkan ke wilayah observasional atau ke tingkah laku (fenomena empiris), maka konsep abstrak itu mesti dirumuskan dalam bentuk definisi operasional.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Metode ilmiah adalah hasil yang telah diupayakan manusia dalam waktu yang cukup lama. Metode ilmiah didasarkan pada sejumlah asumsi-asumsi yang biasanya diterima begitu saja. Beberapa asumsi yang terdapat dalam metode ilmiah, antara lain:
1. Ada peristiwa atau fenomena yang terjadi secara berulang kembali atau peristiwa yang mengikuti alur/pola tertentu.
2. Ada keyakinan bahwa ilmu pengetahuan adalah lebih utama dari kebodohan.
3. Ada keyakinan bahwa pengalaman memberikan dasar yang dapat dipercaya bagi kebenaran ilmu pengetahuan.
4. Ada tatanan kausalitas dalam fenomena alam dan fenomena sosial dan manusia.
5. Ada asumsi yang berkaitan dengan pengamat seperti dorongan untuk memperoleh pengetahuan, pengamat/peneliti mampu menarik hakikat yang ada, dan masyarakat ilmiah mendukung metode empiris sebagai dasar pencarian ilmu pengetahuan.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Karl Raimund Popper membedakan secara tegas antara epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan. EpistemologiĀ Problem Solvingyang ia kemukakan adalah identik dengan teori pengetahuan ilmiah. Namun pada filsuf post-positivisme, epistemologi tidak dibedakan secara tegas dengan filsafat ilmu. Penggunaan istilah epistemologi yang tidak terlalu dibedakan secara tegas dengan filsafat ilmu ini terkait dengan pemikiran filsuf tiga dasawarsa. Ini mungkin disebabkan oleh semakin tidak jelasnya batas-batas antara kriteria ilmu dan non-ilmu.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Seperti sebelumnya, logika adalah cabang filsafat yang membicarakan bagaimana cara untuk menarik kesimpulan dengan benar/tepat. Ada aturan-aturan/prinsip-prinsip yang harus diikuti apabila kita melakukan penarikan kesimpulan. Dalam logika dibahas cara penarikan kesimpulan yang bersifat umum, seperti logika induktif dan deduktif. Sementara itu, metodologi membicarakan tentang berbagai cara untuk memperoleh/mengembangkan ilmu pengetahuan. Metodologi berarti ilmu yang membicarakan berbagai macam cara, jalan, atau metode untuk memperoleh/mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena ada berbagai metode yang dibicarakan dalam metodologi, maka metodologi membicarakan aturan/cara yang ditempuh dalam mencapai pengertian baru pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Bila logika membicarakan bagaimana proses penarikan kesimpulan secara umum, maka metodologi membahas secara lebih rinci langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan penelitian pada bidang ilmiah tertentu. Oleh karena itu, metode juga dipandang sebagai bagian dari logika.Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā
Ilmu pengetahuan dapat diklasifikasi atas:
1. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata fisio-kimiawi
2. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata biotik yang mempelajari organisme yang hidup
3. Ilmu yang mempelajari strata psikis; ilmu yang mempelajari psike (jiwa: persepsi, naluri, emosi) dan tingkah laku manusia
4. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata khas manusia, yaitu kenyataan manusia sebagai makhluk yang unik dan multidimensional
Adapun aspek-aspek yang menjadi fokus utama dalam bahasan filsafat ilmu pengetahuan, antara lain:
1. Studi tentang konsep-konsep, pengandaian-pengandaian serta metodologi ilmu, analisis konsep-konsep dan bahasa yang digunakan, serta ekstensi dan rekonstruksi bagi aplikasi yang lebih konsisten dalam memperoleh ilmu pengetahuan,
2. Studi dan justifikasi proses penarikan kesimpulan yang digunakan ilmu pengetahuan sertaĀ struktur simboliknya.
3. Studi tentang keragaman bidang ilmu serta sifat saling keterkaitannya, persamaan, perbedaan, serta persoalan paradigmanya.
4. Studi tentang konsekuensi pengetahuan ilmiah bagi persepsi kita tentang realitas, pemahaman kita tentang fenomena alam, hubungan logika dan matematika dengan realitas, status entitas-entitas teoretis.
5. Analisis tentang berbagai konsep dan masalah.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Metode ilmiah adalah hasil yang telah diupayakan manusia dalam waktu yang cukup lama. Metode ilmiah didasarkan pada sejumlah asumsi-asumsi yang biasanya diterima begitu saja. Beberapa asumsi yang terdapat dalam metode ilmiah, antara lain:
1. Ada peristiwa atau fenomena yang terjadi secara berulang kembali atau peristiwa yang mengikuti alur/pola tertentu.
2. Ada keyakinan bahwa ilmu pengetahuan adalah lebih utama dari kebodohan.
3. Ada keyakinan bahwa pengalaman memberikan dasar yang dapat dipercaya bagi kebenaran ilmu pengetahuan.
4. Ada tatanan kausalitas dalam fenomena alam dan fenomena sosial dan manusia.
5. Ada asumsi yang berkaitan dengan pengamat seperti dorongan untuk memperoleh pengetahuan, pengamat/peneliti mampu menarik hakikat yang ada, dan masyarakat ilmiah mendukung metode empiris sebagai dasar pencarian ilmu pengetahuan.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Karl Raimund Popper membedakan secara tegas antara epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan. EpistemologiĀ Problem Solvingyang ia kemukakan adalah identik dengan teori pengetahuan ilmiah. Namun pada filsuf post-positivisme, epistemologi tidak dibedakan secara tegas dengan filsafat ilmu. Penggunaan istilah epistemologi yang tidak terlalu dibedakan secara tegas dengan filsafat ilmu ini terkait dengan pemikiran filsuf tiga dasawarsa. Ini mungkin disebabkan oleh semakin tidak jelasnya batas-batas antara kriteria ilmu dan non-ilmu.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Seperti sebelumnya, logika adalah cabang filsafat yang membicarakan bagaimana cara untuk menarik kesimpulan dengan benar/tepat. Ada aturan-aturan/prinsip-prinsip yang harus diikuti apabila kita melakukan penarikan kesimpulan. Dalam logika dibahas cara penarikan kesimpulan yang bersifat umum, seperti logika induktif dan deduktif. Sementara itu, metodologi membicarakan tentang berbagai cara untuk memperoleh/mengembangkan ilmu pengetahuan. Metodologi berarti ilmu yang membicarakan berbagai macam cara, jalan, atau metode untuk memperoleh/mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena ada berbagai metode yang dibicarakan dalam metodologi, maka metodologi membicarakan aturan/cara yang ditempuh dalam mencapai pengertian baru pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Bila logika membicarakan bagaimana proses penarikan kesimpulan secara umum, maka metodologi membahas secara lebih rinci langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan penelitian pada bidang ilmiah tertentu. Oleh karena itu, metode juga dipandang sebagai bagian dari logika.
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ilmu pengetahuan dapat diklasifikasi atas:
1. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata fisio-kimiawi
2. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata biotik yang mempelajari organisme yang hidup
3. Ilmu yang mempelajari strata psikis; ilmu yang mempelajari psike (jiwa: persepsi, naluri, emosi) dan tingkah laku manusia
4. Ilmu-ilmu yang mempelajari strata khas manusia, yaitu kenyataan manusia sebagai makhluk yang unik dan multidimensional
Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Kelompok-kelompok ilmu pengetahuan sering disederhanakan ke dalam dua kelompok ilmu pengetahuan, yaitu kelompok ilmu pengetahuan allam dan kelompok ilmu sosial-budaya. Kelompok ilmu pengetahuan alam disebut juga kelompok ilmuĀ nomoteisĀ karena tujuan penelitian dalam bidang ini adalah mencari hukum-hukum. Metode yang biasa digunakan adalah metode empiris-kuantitatif dengan model penjelasan kausalitas tentang fenomena alam. Karena itu, kelompok ilmu ini disebut juga ilmu empiris kuantitatif, atau kelompok ilmu yang menggunakan model bahasa penjelasan sebab-akibat sehingga disebut juga kelompok ilmuĀ Erklaeren.Ā Sementara itu, kelompok ilmu sosial-budaya menggunakan metode hermeneutika, fenomenologi atau metode kualitatif dan menggunakan bahasa deskriptif. Oleh karena itu, kelompok ilmu ini disebut juga kelompok ilmuĀ VerstehenĀ (pemahaman, penafsiran). Kelompok ilmu sosial-budaya umumnya tidak berpretensi untuk mencari hukum sosial-budaya yang berlaku umum, akan tetapi lebih pada upaya untuk memahami keunikan atau kekhasan satu fenomena sosial-budaya. Francis Bacon menekankan pentingnya metode baru, yaitu metode eksperimen untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu hasil paling penting dari perkumpulan dan lembaga ilmu pengetahuan modern ini adalah penyebarluasan filsafat alam.