Istilah epistemology berasal dari kata Yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti ilmu atau teori, sehingga epistemology dapat artikan sebagai teori pengetahuan. Secara terminologis Milton D. Hunnex menyebutkan epistemologi adalah cabang filsafat yang membahas sifat dasar, sumber, dan validitas pengetahuan.
Sumber pengetahuan ialah apa yang menjadi titik-tolak atau apa yang merupakan obejek pengetahuan itu sendiri.
Persepsi adalah hasil tanggapan indrawi terhadap fenomena alam. Adapun istilah umunta adalah empiri atau pengalaman
Pengetahuan, baik secara teoritis maupun praktis, banyak sekali mengandalkan ingatan. Pengalaman langsung atau tidak langsung harus didukung oleh ingatan agar hasil pengalaman itu sendiri dapat disusun secara logis dan sistematis.
Akal diterima sebagai salah satu sumber pengetahuan. Adapun pikiran atau penalaran adalah hal yang paling mendasar bagi kemungkinan adanya pengetahuan.
Introspeksi juga dianggap sebagai sumber pengetahuan dimana manusia mendapatkan pengetahuan (pengenalan atau pemahaman terhadap sesuatu) ketika ia mencoba melihat kedalam dirinya.
Intuisi adalah”tenaga rohani”, suatu kemampuan yang mengatasi rasio, kemampuan untuk menyimpulkan serta memahami secara mendalam . intuisi adalah pengenalan terhadap sesuatu secara langsung dan bukan melalui inferensi logis.
Otoritas mengacu pada individu atau kelompok yang dianggap memiliki pengetahuan sahih dan memiliki legitimasi sebagai sumber pengetahuannya.
Prakognisi ialah kemampuan untik mengetahui sesuatu peristiwa yang akan terjadi.
Clairvoyance adallah kemampuan mempreseosi suatu peristiwa tanpa menggukankan indra.
Telepati adalah kemampuan berkomunikasi tanpa menggunakan suara atau tanpa mengggunakan bentuk simbolik lain, namun hanya dengan menggunakan kemampuan mental.
Induksi adalah proses penalaran atau penarikan kesimpulan dimana benar-tidaknya teisi ditentukan oleh pengalaman.
Deduksi adalah proses penalaran yang bertolak dari generalisasi (hal yang umum) lalu kita rumuskan kesimpulan yang lebih khusus.
Abduksi adalah sebuah bentuk pembuktian berdasarkan silogisme.
Dengan menggunakan metode dialog, Socrates mengajak orang untuk mengajukan pendapatnya.
Objek pengetahuan adalah hal atau materi yang menjadi perhatian bagi pengetahuan (objek material), objek pengetahuan adalah: 1) gejala alam fisis, 2) masa lalu, 3) masa depan, 4) nilai-nilai atau aksiologi, 5) abstraksi, 6) pikiran.
Pendukung objektivisme berpendapat bahwa objek-objek fisis yang diobservasi/diteliti bersifat independen di hadapan subjek yang meneliti/mengetahui
Subjektivisme adalah pandangan yang menekankan peran unsur/dimensi subjek dalam menghasilkan pengetahuan.
Skeptisisme adalah paham yang menyatakan ketidakmungkinan untuk mencapai/memperoleh kebenaran objektif (akhir, final) pengetahuan/ilmu pengetahuan.
Relativisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa kebenaran tidak bersifat absolut atau universal
Fenomenalisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa kita hanya dapat mengetahui gejala-gejala yang diindrai atau gejala sebagaimana tampak lewat pengamatan.
1. teori kebenaran korespondensi
Teori kebenaran korespondensi menyatakan bahwa satu teori/proposisi benar bila proposisi atau teori itu sesuai dengan fakta.
2. teori kebenaran konsistensi atau koherensi
Dalam teori konsistensi atau koherensi , kebenaran adalah apabila adanya saling hubungan antar putusan-putusan atau kesesuaian dengan kesepakatan atau pengetahuan yang telah dimiliki.
3. teori kebenaran pragmatis
Pragmatisme adalah aliran filsafat yang lahir di AS pada akhir abad 19, yang menekankan pentingnya akal budi sebagai sarana pemecahan masalah dalam kehidupan manusia, baik masalah yang bersifat teoretis maupun praktis.
4. teori kebenaran performatif
Ini adalah teori tindak bahasa. Ada dua pembedaan bahasa yaitu proposisi atau tuturan konstatif dan proposisi atau tuturan performatif dengan aturan kriterianya sendiri.
5. teori kebenaran paradigmatis dan konsesnsus
Ilmu pengetahuan dikonstruksi atas paradigma tertentu.
Makna Kebenaran dan Postulat Ilmiah
Kebenaran memiliki 4 makna, yaitu:
-. Kebenaran empiris (verifikasi dan falsifikasi)
-. Kebenaran logis-matematis (koherensi dan konsistensi)
-. Kebenaran etis (nilai-nilai moral)
-. Kebenaran metafisik (kebenaran tidak dibuktikan, tapi diterima sebagai keyakinan paling dasar)
Beberapa postulat ilmiah:
a. Dunia ada dan kita dapat mengetahuinya.
b. Dunia empiris dapat diketahui melalui pancaindra.
c. Fenomena alam ditentukan oleh hukum kausalitas dan dapat ditemukan melalui metode empiris-eksperimental.
Batas dan Jenis Pengetahuan
Kriteria batas pengetahuan ada beberapa aliran/pandangan yang berbeda. Empirisme radikal (positivisme/positivisme logis) berkesimpulan bahwa pengetahuan hanya terbatas pada objek-objek fisi yang dapat diamati dan dikuantifikasi.Rasionalisme berkesimpulan bahwa realiras rudak hanya sebatas pada fenomena alam fisis yang teramati. Oleh karena itu pengetahuan justru menembus wilayah metafisis.
1. epistimologi metafisis