Baru paham. Dalam hidup, kadang kita tidak selalu menanggung konsekuensi atas pilihan kita sendiri. Kadang ada konsekuensi yang hadir dari pilihan orang lain dan tidak dapat terelakkan.
Mogi Bian

izzy's playlists!

Origami Around

⁂

祝日 / Permanent Vacation
we're not kids anymore.
trying on a metaphor
Sweet Seals For You, Always
RMH
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸
macklin celebrini has autism

ellievsbear

★

roma★
noise dept.
Mike Driver
KIROKAZE
d e v o n

Kaledo Art
almost home
seen from Tunisia

seen from Canada
seen from Philippines

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Colombia
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina
seen from Argentina
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@fiqhifauzi
Baru paham. Dalam hidup, kadang kita tidak selalu menanggung konsekuensi atas pilihan kita sendiri. Kadang ada konsekuensi yang hadir dari pilihan orang lain dan tidak dapat terelakkan.
Mogi Bian
Sadar
Sebenarnya aku sering sadar diri bahwa semua yang terjadi pada diriku, pada apa yang terlihat di sekitarku, semuanya sudah ketetapan dari Allaah. Tapi kadang masih sering tidak terima atas hal tersebut, sering menggerutu, menuntut dan menyalahkan.
Maaf ya Allaah, berilah selalu hikmah pada hamba.
Panen Pahala
Kejadian di depan mata, kemarin siang waktu antri kasir di minimarket. Di depanku ada bapak-bapak bergamis dan jenggot panjang, khas teman-teman sunnah. Dengan belanjaan penuh satu keranjang, aku yang cuma beli roti tawar dan SKM antri di belakang sambil main hp.
Selesai transaksi si bapaknya, giliranku yang dilayani untuk pembayaran. Dan ada yang bikin kaget karena kasirnya tiba-tiba "ngomongin si bapaknya" yang udah keluar dari minimarket.
"Ah orang munafik itu, ciri-cirinya ya begitu, keliatannya aja paham agama."
Kurang lebih, itu yang kutangkap. Kasirnya sambil melayani, sambil ngobrol sama temannya. Tidak kutegur, aku diam saja. Selesai transaksi, aku melihat bapaknya lagi duduk di kursi supir mobilnya. Di dalam terlihat seperti lagi sama keluarganya.
"Ya Allah, bapak ini baru aja panen pahala tanpa beliau ngapa-ngapain." batinku dalam hati.
Jadi mikir, jangan-jangan ada banyak sekali pahala bapak ini dari jalan yang gak pernah dia pikirkan. Waktu di timbangan amal nanti, tahu-tahu banyak, dan itu berasal dari pahala orang yang memfitnah/menggunjingkannya. Sementara orang yang menggunjing, pahalanya abis.
Mana kalau kita belajar agama, tahu bagaimana hukumnya menuduh orang lain munafik. Gak akan sekali-kali kita mengatakan hal seperti itu kepada orang lain :(
Kejadian di depan mata kemarin, bener-bener jadi reminder buat diri sendiri untuk hati-hati. Sekaligus ngefilter lagi di lingkungan, apa ada orang-orang yang sukanya bergunjing, ghibah, ngomongin orang di belakang, waktunya di delete sekalian. Daripada kitanya keseret.
Satu Bulan di Kota Baja
Hal pertama yang akan ku ucapakan tentunya 'Alhamdulillaah'. Aku sangat mensyukuri dan meyakini bahwa ini adalah takdir Allaah yang membawaku ke kota ini. Berkarir dan belajar di sini serta bertemu dengan orang-orang baru. Namun, di sisi lain aku sangat sedih dan menahan rindu dengan istri dan anakku. Dengan terpaksa dan kerelaan, kami harus terpisah jarak (semoga kita segera bertemu ya sayang-sayangku di Oktober).
Ternyata sudah satu bulan aku di sini. Kota yang dikenal dengan Kota Baja. Setiap hari aku bertemu dengan kasur, pemandangan laut, kapal, pulau kecil yang tak jauh dari pandangan, rekan-rekan mess, suasana kerja, dan tentu suasana kawasan pabrik. Begini ternyata kehidupan bekerja di pabrik, sebagai buruh. Sangat berbeda dengan sistem kerja di tempatku yang sebelum- sebelumnya.
Tanggal 1 Juli aku mulai masuk dan mulai untuk bekerja. Tiga minggu pertama masih masa perkenalan dan training. Berkeliling pabrik untuk melihat proses produksi dan belajar mengenai teori standarisasi, kemudian mempelajari teknis pengukuran sampel serta teknis pengecekan barang sebelum dikirim ke customer. Ternyata, selama menjalani 3 minggu training tersebut, baru secuil yang aku pahami. Masih banyak hal hal-hal teknis dan teori lainnya yang belum terpalajari ketika training. Karena sewaktu training, yang aku alami dan kegiatan kerjaan baru seputar pengujian dan cek barang sebelum dikirim.
Selepas masa training, minggu keempat aku sudah mulai benar-bener kerja dan harus belajar cepat. Learning by doing. Dari sini aku baru mulai menyadari, sangat banyak, dari hal kecil sampai besar, yang harus ku pahami. Kemudian bagaimana mengatasi hal-hal jika terjadi kendala atau kesalahan. Bahkan sampai sekarang aku menulis ini, masih banyak hal yg aku belum paham dan mahir. Semoga aku bisa segera belajar dan menguasainya.
Memasuki minggu keempat, aku mulai masuk shift. Kebetulan pabrik ku menerapkan 3 shift. Pagi sore malam. Pagi dimulai dari jam 8 sampai jam 4 sore. Sore dimulai jam 4 sore sampai jam 12 malam. Nah, shift malam mulai jam 12 malam sampai jam 8 pagi hari berikutnya. Minggu keempat tersebut aku masuk shift malam bersama rekan kamar mess ku. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Aku khawatir akan mengantuk nantinya. Namun, aku atasi dengan tidur lebih awal selepas isya. Alhamdulillaah terlewati. Next week, aku masuk shift sore, lalu shift pagi. Begitu seterusnya.
Baik, aku akan sedikit menceritakan kota ini. Sebenarnya, kawasan pabrik dan mess yang ku tinggali masuk wilayah Kabupaten Serang, namun berbatasan langsung dengan Kota Cilegon. Sehingga kalau kami keluar untuk beli makan atau sesuatu lebih seringnya ke Kota Cilegon. Sebagai perantau hidup di kota kecil ini sangat menguntungkan. Pertama, sekitar kawasan ini tidak banyak fasilitas food court ataupun lifestyle lainnya seperti mall, supermarket atau restoran yang sedikit mewah, harus agak ke kota yang mungkin memakan waktu 15 sampai 25 menit (sebenarnya ini tidak terlalu jauh). Sehingga tidak ada godaan untuk beli sesuatu yang aneh-aneh. Atau tidak tergoda untuk beli panganan. Sehingga ini sangat membantu untuk menghemat. Selain itu, soal makan pun juga sudah ditanggung kantin mess, kecuali hari Minggu. Di sini, aku kalah ada perlu membeli sesuatu, paling ke warung madura, indomaret atau alfamart. Kalau ingin makan di luar, paling makan nasi padang, pecel lele, atau warteg yang dipinggir jalan.
Kedua, untuk harga makanan di sini masih tergolong murah, sekitar 10 ribu sampai 15 ribu sudah cukup kenyang. Ketiga, beruntungnya ketemu teman-teman mess yang tidak terlalu mementingkan life style atau suka jajanan. Sehingga terikut dengan lingkungan yang hidup hemat.
Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya.
Novel Terbaru: Janji untuk Ayah
Akhirnya, setelah tiga tahun, novel ini selesai dan akan segera terbit.
Momen kehilangan segalanya, sering kali menjadi momen untuk menemukan diri sendiri.
∞
Setelah kematian ibu, Elang tinggal sebatang kara dan kehilangan alasan untuk hidup.
Hari-harinya berjalan tanpa tujuan hingga datang kabar mengejutkan tentang keberadaan ayah yang tidak pernah ia kenal.
Bermodalkan sebuah alamat, Elang memulai perjalanan tak terduga. Rintangan demi rintangan menghadang, namun tekadnya tak tergoyahkan.
Ia telah berjanji akan menemukan ayahnya.
Kisah petualangan yang mendebarkan sekaligus menghangatkan hati dari penulis novel best-seller Seribu Wajah Ayah.
---------
Kata Mereka, Pembaca Pertama
"Novel ini page turner abis. Alurnya sangat flowly, konfliknya jelas dari A sampai Z, tersusun rapi. Karakter para tokohnya juga balance. Aku paling suka sama Aral dan Lintang, yang mengajarkan bahwa hidup adalah medan petualangan yang sesekali perlu dirayakan. Buku yang unik, keren, mendebarkan, sekaligus menghangatkan hati pembaca. Worth reading and worth buying. Rate: 5/5" - Ahmad (@im.yaannn_)
“Healing fiction ini penuh dengan kritik sosial. Emosinya dapet, rangkaian katanya indah, kental dengan nilai agama. Pembaca bakal dibikin penasaran sama cara Elang menghadapi cobaan yang datang silih berganti. Tapi, seperti yang dibilang sama buku ini: kalau kita fokus sama rasa sakitnya, kita bakalan menderita. Kalau kita fokus sama pembelajarannya, kita bakal bertumbuh.” - Syarif (@menceriakan)
“Novel ini tipis tapi isinya padat banget. Setiap perjalanan ada maknanya. Elang bukan sekedar mencari ayahnya, tapi justru mencari jati dirinya sendiri. Cerita fiksi yang penuh dengan pelajaran hidup, disampaikan dengan sangat halus. A must-read, sih!” - Keiko Siahaan (@keikoas)
"Saya hanyut ke dalam dunia yang diciptakan penulis. Ikut merasakan perjalanan Elang menggunakan motor supra, sampai mendaki gunung. Pesan-pesan inspiratif dan kehangatan hubungan antar tokoh di novel ini precious banget. Buat kamu yang lagi butuh bacaan inspiratif yang mengandung bawang, novel ini salah satu yang terbaik." - Wildan (@welldonemusthofa)
---------
Info Pemesanan
Pre-Order Novel Janji untuk Ayah karya Nurunala dibuka mulai 1-10 Agustus 2024.
Bonus Pre-Order:
Tanda Tangan Penulis
Pembatas Buku
Tas Belanja Lipat
Ebook 7 Langah Menjadi Penulis
Klik gambar di atas atau tautan berikut:
Toko Buku Nurunala (Shopee, Free Ongkir)
Cerpen : Selepas Sekolah
Masa-masa remaja yang dulu kulalui dengan ragam cerita, cinta monyet, merasa paling tahu, ke sana kemari tanpa harus tahu bagaimana caranya memenuhi kebutuhan hidup - karena masih ditanggung sama orang tua. Kini telah sirna.
Ternyata selepas sekolah, seumur hidup kita akan bekerja. Paling tidak mencari cara untuk bertahan hidup dan membiaya hidup sendiri, jika kita masih sendiri. Kalau sudah berkeluarga, maka lain ceritanya.
Ternyata selepas sekolah, kehidupan orang dewasa yang dulu kusangka penuh dengan kekebasan karena bisa bepergian kemanapun tanpa izin, membeli apa yang disukai, jatuh cinta, dan segala hal yang dulu aku sangat tak sabar untuk segera dewasa. Kini telah menjadi kehidupan yang membuatku ketergantungan antidepresan, jamu tolak angin, minyak kayuputih, koyo, dan segala macam obat-obatan lambung.
Ternyata selepas sekolah, kita akan berusaha bertahan hidup. Bekerja apa saja yang halal selama bisa menghasilkan. Cita-cita yang dulu ditulis di buku gambar waktu TK banyak yang sudah dilupakan. Sementara dulu waktu aku kecil, aku berani bermimpi apapun, menjadi apapun. Kini, aku terlalu takut bahkan untuk bermimpi bisa menikah dan berkeluarga yang harmonis. Aku tak punya keberanian untuk mewujudkan mimpiku yang terasa kekanak-kanakan dan tak mau ditertawakan. Aku bahkan takut untuk menjadi diriku sendiri. Tidak menyangka, kalau jalannya seseru ini. Sampai-sampai aku tak sempat untuk merasakan banyak hal, karena badan sudah lelah dan pikiran sudah penuh. Waktu yang terus bergulir sering membuatku memiliki sesal, mengapa aku tak kunjung beranjak dari keadaan ini.
Apakah benar bahwa aku memiliki banyak pilihan dalam hidup seperti apa yang kusaksikan di Tiktok dan Instagram? Jangan-jangan memang aku tidak memiliki banyak pilihan, dan aku mendamba sesuatu yang tidak pernah ada sebagai takdirku.
Bukankah tidak apa-apa menjadi biasa saja dalam hidup? Apakah aku harus mencapai segala sesuatu seperti orang lain? (c)kurniawangunadi
Salam Kenal dari Buku-buku Heal Yourself Untuk Warga Tumblr!
Sejak menulis di sosial media (dalam berbagai jenisnya) selama hampir 10 tahun, saya merasa Tumblr banyak berperan. Agak lupa kapan persisnya, tapi kalau nggak salah sejak 2015 saya menulis disini. Waktu itu sempat ada masanya dimana saya hampir setiap hari menulis: pagi-pagi sebelum berangkat ke kantor, atau malam hari sebelum tidur. Seru banget! Awalnya hanya ingin menjemput nyaman usia menguraikan benang-benang kusut di kepala sambil berlatih menulis. Tapi ternyata, atas seizin Allah perjalanan menulis saya itu mempertemukan saya dengan @kurniawangunadi @prawitamutia @iqbalhape-blog-blog (eh bener nggak ya ini akunnya kak Iqbal? Atau yang mana sekarang?) dan @satriamaulana hingga akhirnya kami merilis buku Bertumbuh.
Long story short, sejak saat itu saya semakin nyaman menulis. Dalam 4 tahun terakhir, bersamaan dengan semakin fokusnya saya di dunia Psikologi Islam dan menjadi Psikolog Klinis, atas seizin-Nya saya menulis buku-buku dalam topik Psikologi dan kesehatan jiwa dari perspektif Islam. Sayangnya, saat itu, sejak Tumblr sempat di-banned, saya lama sekali meninggalkan halaman biru tua ini. Jadi belum banyak berkabar tentang buku-buku yang Alhamdulillah sampai dengan saat ini sudah menemani ribuan orang berproses untuk memulihkan diri.
Ini dia buku-bukunya. Salam kenal ya, warga Tumblr! Boleh banget bantu re-blog ya supaya buku ini bisa berkenalan dengan lebih banyak teman disini.
Ini buku pertama, judulnya "Untukmu yang pernah Terluka." Buku ini membahas tentang luka batin yang kita rasakan dalam dinamika kehidupan dan mengajak kita untuk memandang luka dari sudut pandang yang berbeda dengan memulangkan setiap luka kepada tempat pulang yang sebenarnya. Buku ini cocok untuk kamu yang sedang memiliki banyak luka batin yang menumpuk dan ingin memulihkan diri dari semua luka itu.
Ini buku kedua, judulnya "Tumbuh dari Luka." Buku ini membahas tentang bagaimana kita dapat bertumbuh dari luka-luka yang pernah kita alami di sepanjang hidup meski sebelumnya kita mengira bahwa hidup kita sudah berakhir karena datangnya luka. Buku ini cocok untuk kamu yang sedang merasa bahwa luka menghadirkan banyak drama di hidupmu dan ingin menjemput hari baru yang lebih bermakna dan menumbuhkan usai pengalaman-pengalaman traumatis.
Ini buku terbaru, baru rilis beberapa bulan lalu, judulnya "Mendewasakan Rasa." Buku ini berisi pembahasan tentang emosi dari sudut pandang Psikologi dan Islam, menggambarkan cara-cara konkret mengelola emosi, serta memberikan gambaran yang lugas sekaligus mengakar mengenai emosi dalam konteks kehidupan sehari-hari, pranikah, keluarga, dan pernikahan. Buku ini cocok untuk kamu yang ingin belajar menjadi dewasa dalam menghadapi emosi atau punya masalah terkait pengelolaan emosi.
Mohon doanya, ya. Semoga buku ini bisa menjadi amal shalih sekaligus bukti bakti kepada Allah atas karunia hidup, ilmu, iman, dan berbagai kebaikan yang selalu dicurahkan-Nya setiap hari. Baarakallahu fiik.
PS. Buku-buku ini tersedia di Shopee dan Tokopedia Heal Yourself Official, ya.
Aku sendiri, duduk pada bangku panjang di atas rooftop. Menikmati deburan ombak dan desiran angin yang begitu kencang. Terasa syahdu. Ku dengar suara binatang saling bersahutan. Menambah irama. Di langit, bulan juga benderang, sesekali tertutup awan. Pakaian-pakaian yang dijemur di sini, di atas rooftop, terombang ambing. Kalau saja tidak dijepit, mungkin akan terbang entah kemana. Sebab, angin begitu kencang. Mungkin malam nanti akan turun hujan.
Dalam kesendirian ini, aku merinduimu sayang dan juga buah hati kita. Rasanya waktu begitu lambat berlalu. Semakin dirasakan, semakin pelan. Biasanya dia gak begitu. Aneh sekali. Apa kau juga merinduiku?
Semoga kita bisa segera bersama kembali. Kita nikmati deburan ombak dan anginnya yang menerpa tubuh kita. Lalu kita kedinginan, dan saling berpelukkan. Menikmati lampu-lampu kota yang kerlap-kerlip. Sungguh indahnya.
Sehat-sehat ya sayangku. Aku merinduimu.
Cilegon, 19 Juli 2024
Burung-burung
Hampir setiap pagi, setiap pukul 6, ketika ku buka tirai kamar untuk memandang lautan, selalu terlihat kawanan burung terbang ke arah selatan. Berbondong-bondong. Seperti lomba lari. Saling bekejaran. Pertama kali melihatnya, aku biasa saja.
Begitu juga waktu sore hari, sekitar pukul 18, para kawanan burung ini kembali, terbang ke arah utara. Terbangnya lebih santai dan tenang. Mereka sama berbondong-bondong.
Lama-lama kuperhatikan dalam dua minggu terakhir, ternyata mereka selalu begitu. Pagi hari pukul 6 mereka terbang ke selatan, sorenya pukul 18 mereka kembali menuju utara. Tiap hari. Tentu mereka akan menjemput rezeki Allaah di arah selatan itu. Aku tertegun, subhanallaah, betapa tepat waktunya mereka. Disiplin sekali. Bahkan terlihat begitu semangat ketika pagi hari itu mereka terbang.
Sungguh aku sangat malu melihat mereka, aku yang memiliki pikiran dan ada tanggungjawab, terkadang ogah-ogahan untuk berangkat kerja. Mood-mood an. Sementara, mereka selalu tepat waktu. Bahkan mereka lebih lama menjemput rezekinya, 12 jam.
Aku tidak tau nama burung tersebut. Barangkali burung camar seperti dalam lagu Kemesraan. Aku hanya tau bahwa mereka disiplin dan teratur. Kebersamaan yang kompak.
Cilegon, 19 Juli 2024
Ya Allaah, Engkau yang Maha Kuat, kuatkan iman kami. Lindungi kami dengan keridhoan-Mu. Jauhkan kami dari segala yang melalaikan.
Penipu Ulung
Sadar nggak sih, orang dewasa itu adalah orang yang paling pandai untuk berbohong, entah berbohong kepada orang lain ataupun menipu diri sendiri. Saat ditanya, "Apa kabar?" jawabanya "Baik-baik saja". Padahal mungkin baru saja terluka. Seolah-olah menjadi dewasa itu dituntut untuk tampak baik-baik saja seterusnya, tak peduli seberapa hancur hidup kita. Padahal baru saja dihajar oleh pasangannya di rumah, kdrt. Padahal baru saja dimaki-maki atasannya di kantor. Padahal baru saja kehilangan sesuatu yang berharga.
Padahal pernikahannya sudah tak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal banyak sekali hal yang ditakutkan dalam hidupnya, menjelma menjadi rasa khawatir yang terus menekan sebagai trauma. Dan tetap berusaha bertahan seolah semuanya baik baik saja. Tanpa bisa melawan, tersandera pada ketakutan-ketakutan hidup akan masa depan nanti seperti apa. Kepiawaian untuk menipu itu telah menjadi mahir. Seolah menjadi salah satu keterampilan yang memang harus dimiliki oleh orang dewasa. Hingga tidak terasa, semua itu telah melekat menjadi tabiat. Hingga setelah menjalaninya bertahun-tahun, menyadari betapa hilangnya diri sendiri. Diri yang dulu pernah ada dalam diri kita beberapa tahun lalu, saat menjadi anak-anak yang jujur, saat memiliki mimpi-mimpi yang besar, saat ketakutan dalam hidup tidak lebih dari gelapnya malam atau ke toilet sendirian. Sepandai itu hingga orang-orang di sekitarnya merasa bahwa kita beruntung. Dan kita membalasnya dengan senyum tipis sembari mensyukurinya. Benar-benar piawai sekali menipu diri. Takut dan malu jika orang lain mengetahui sisi terapuh, tak ingin seorang pun tahu apalagi menolong. Tak ingin semuanya tahu bahwa cita-cita yang dulu menjadi mimpi yang dibicarakan bersama, ternyata tidak pernah menjadi nyata. Justru menjadi luka-luka yang menganga. Menjadi trauma yang menggerogoti diri. Hingga tak lagi mampu membedakan antara kenyataan dan asumsi. Sungguh pandai orang dewasa menipu dirinya. Mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi hidupnya penuh dengan rasa kalah. (c)kurniawangunadi
Sekarang sedang mencoba mengembalikan diri seperti dahulu, yangbm jujur dengan keadaan. Tidak mau menjadi penipu lagi. Capek soalnya. Malah jadi ditipuin.
Menunggu itu berat memang. Perasaan terasa gak karuan. Waktu pun seperti berjalann lambat. Setiap hari, kalender selalu dipandangi. Rasanya seperti jalan di tempat. Tidak segera berpindah.
Saat ini memang aku sedang dilanda menunggu. Menunggu pertemuan dengan orang yang ku cintai. Mereka yang selama ini di sisiku. Namun, takdir Allaah membuat kami berpisah jarak yang cukup jauh.
Semoga ini gak lama. Semoga aku bisa kuat dan sabar hingga hari pertemuan itu terjadi.
Sabtu, 29 Juni 2024, aku memulai perjalanan karir ke luar kota. Perjalanan yang amat berat. Perjalanan yang harus meninggalkan istri dan anak. Sungguh, perjalanan ini lebih banyak tangis dan sedih. Berbeda dengan 5 tahun lalu yang lebih banyak ambisi dan semangat.
Perjalanan ini aku hanya meminta pada Allaah agar kami dikuatkan menjalani ini. Rezeki halal dan berkah, agar nantinya bisa menjemput istri dan anak ke sini. Aamiin.
Alhamdulillaah perjalanan berjalan lancar, meski pesawat sempet delay setengah jam. Kemudian di Cengkareng cuaca juga kurang baik, sehingga sedikit lebih lama di angkasa. Kemudian dilanjut dengan bus damri. Jam 17 lebih baru mulai naik dan jalan. Tiba di Terminal Seruni sekitar pukul 8 malam lebih.
Perjalanan yang sesak namun harus dilalui. Untuk mencari ridho Allaah.
Aku dijemput oleh HR yang sebelumnya sudah saya kabari. Kurang lebih 25 menit menunggu jemputan, dan langsung menuju mess penginapan.
Mess yang sangat bagus menurut saya. Mess berisi 8 kamar dengan jumlah orang yang menempati ada 8 atau 9 orang. Aku diminta memilih kamar. Kamarnya semua ber AC, namun aku memilih kamar yg AC nya rusak karena lebih bersih. Di kamar yang AC nya bagus, lumayan berantakan. Mungkin karena semua para lelaki dan sibuk bekerja.
Syukurnya, orang-orang di sini pada ramah dan baik. Saya disambut baik dan diajak bercerita hingga tengah malam. Lalu diminta pindah tidur ke kamar ber AC yang dingin.
Awal yang mengesankan dan baik. Sedikit menghilangkan kesedihan yang ku rasa. Namun, pikiran tetap pada istri dan anak.
Minggu pagi, setelah bangun mencoba melihat ke luar. Dan subhanallaah, ternyata mess nya langsung di bibir laut. Sangat indah dan luar biasa.
Oh Allaah, hari ini hamba memulai perjalanan karir. Tentu, semua ini adalah kehendak-Mu. Oleh karena itu, permudahkanlah jalan hamba. Permudahkan rezeki hamba. Tiada daya dan upaya hamba, selain berserah pada-Mu.
Ocean, maafin papi ya. Izinkan papi pergi dulu untuk menjemput rezeki Allaah. Nanti, jika sudah tepat waktunya (semoga Allaah percepat) kita akan bertemu lagi. Kita langkahkan kaki sama-sama berkeliling di bumi Allaah ini. Sebab, kkta hamba Allaah, maka kita berhak untuk menjajaki seluruh bumi Allaah.
Papi yakin, setelah lama kita nanti gak bertemu, begitu bertemu Ocean pasti sudah tumbuh tinggi dan berisi. Karena Ocean suka berenang dan akan terus berlatih berenang. Ceritamu sudah sangat banyak yang akan Ocean ceritakan ke papi.
Ocean, selama papi pergi, Ocean kerjasama ya sama mami. Ocean harus tetap sehat dan ceria. Insyaa Allaah, Allaah pasti akan jaga Ocean. Allaah akan jaga kita sampai nanti kita bertemu dan sama-sama sama berpetualang.
Mungkin ini akan berat di awal. Papi akan merasakan itu, begitu juga Ocean. Tapi gak papa. Ocean suka dengar Surah Asy Syarh kan? "Fainnama'al 'usri yusroo. Innama'al 'usri yusroo".
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Maka, Ocean, kita harus yakin, insyaa Allaah akan Allaah mudahkan nantinya.
Di dalam kamar, Medan, Sabtu 00.12 (beberapa jam sebelum pergi menjemput rezeki Allaah).
Beberapa jam lagi, akan pergi dari kota ini (Medan) menuju tempat yang sudah ditakdirkan Allaah untukku. Tempat yang baru di mana Allaah memberikan rezekiku di sana.
Tentu ini adalah yang kami (aku dan istri) impikan beberapa waktu lalu. Merantau ke pulau seberang, seperti beberapa tahun lalu yang kami lalui. Sebab, kota yang saat ini kami tinggali kurang begitu memberikan kenangan indah untuk kami. Atau mungkin kami yang salah dalam menilai. Atau bisa jadi karena keegoan kami. Namun, dalam upaya kami berprasangka baik, Allaah selalu menakdirkan kami untuk selalu bermimpi merantau lagi.
Sayangnya, merantau kali ini kami lalui secara bertahap. Tidak bisa langsung barengan. Hal ini dikarenakan kondisi finansial dan perlu melihat kondisi di sana terlebih dahulu.
Tentu ini akan menjadi hari-hari yang berat untuk kami lalui. Kami yang sejak awal menikah selalu bersama, dan Allaah juga selalu memberikan rezekinya dengan kami bekerja dari rumah yang membuat kami selalu bersama. Kini, kami harus merasakan perpisahan sementara. Berpisah untuk bertemu kembali nantinya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana yang akan terjadi besok. Tentu akan ada tangis (bahkan aku menulis ini juga dengan genangan air mata). Meninggalkan istri yang manis, anak lelakiku yang sedang tumbuh kembang dan selalu bercanda denganku. Aku yakin, istriku kuat, namun tentu dia pasti perlu aku di sampingnya.
Perjalanan masih panjang, bahkan ini baru dimulai (lagi). Setelah sebelumnya sudah berjalan jauh, namun kembali lagi. Lelah pasti, tapi kami harus terus berjalan bahkan berlari. Memulai lagi. Hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya bakal seperti ini.
Perjalanan masih sangat panjang. Dan kami tidak pernah tahu ke depannya bagaimana. Hanya kepada Allaah kami berserah atas apa yang terjadi. Semoga Allaah selalu melindungi dan menguatkan kami.
Semoga Allaah selalu membimbing kami, agar kami tidak pernah berprasangka buruk. Agar kami mulai menata hati dan pikiran. Dijauhkan dari rasa benci dan memaafkan mereka.
Tentunya perlu waktu untuk itu. Semoga merantau dan kepergian ini adalah cara tercepat untuk kembali menjadi lebih baik.
Memulai dari Nol
Memulai kembali dari awal atas apa-apa yang sebelumnya sudah diperjuangkan dan didapatkan memang penuh rasa yang campur aduk. Marah, kesal, sedih, tangis, semua menjadi satu. Hingga pada akhirnya harus diakui dan disadari ini semua adalah takdir Allaah. Semua adalah ketetapan Allaah yang harus diikhlaskan, ridho dan diterima.
Semoga kesedihan, kemarahan, dan ketidakrelaan segera berubah menjadi tawa, senang, dan keikhlasan. Kelam menjadi terang.