Hola, tulisan ini dibuat karena saya ternyata FOMO. Akhir tahun ini ada tren pembuatan video berisikan monolog yang ditujukan kepada anak-anak mereka di masa depan dimana tren ini biasa disebut "Hi kids.."
Namun, karena saya tidak mau hanya mengikuti tren yang ada atau saya tidak terlalu percaya diri untuk membuat video dan mempublikasikannya ke internet maka saya akan membuat sebuah tulisan saja. Berikut isi tulisannya.
Hai, ini aku di penghujung tahun 2023, hari ini hari Minggu tanggal 31 Desember 2023. Aku menulis ini di kamar kos-ku yang kecil di bilangan Jakarta Selatan diiringi dengan musik vinyl yang diputar di kanal yutube dan suara letusan kembang api di luar kamar yang mulai berdentum menjelang tengah malam pergantian tahun. Di tulisan ini aku akan bercerita ke diri sendiri ataupun orang lain yang mungkin membaca ini, aku tidak mau berandai-andai bercerita kepada anakku seperti tren yang ada di media sosial akhir-akhir ini.
Tahun ini aku genap berusia dua puluh lima tahun, hidup merantau di ibu kota Indonesia yang (mungkin) akan segera berpindah ke kota lain, bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan retail otomotif yang bukan di bagian otomotifnya. Ternyata udah di penghujung tahun aja ya, tentunya banyak hal terjadi di tahun ini dan supaya bisa menjadi bahan refleksi atau nostalgia mari kita ceritakan dengan lebih runut.
Awal tahun ini aku masih berada di Kota Palembang, kalau di masa Nabi Muhammad beliau mengalami yang namanya amul huzni atau tahun kesedihan mungkin pergantian tahun antara 2022-2023 merupakan tahun kesedihan aku di kota itu. Awal tahun ini aku kehilangan pasangan semu yang hampir menemani seluruh hari-hariku di tahun sebelumnya, kemudian aku kehilangan teman baik seperantauan yang meninggalkan Kota Palembang terlebih dulu. Tentu, jika dibandingkangkan dengan Rasulallah apa yang aku alami bukan apa-apa dan tak patut sekali disandingkan. Buat apa aku bersedih karena semestinya aku bersyukur masih banyak sosok lain yang aku punya diantaranya, orang tua, saudara, sahabat, teman-teman lain yang lama atau baru. Aku mestinya bersyukur masih memiliki orang tua yang lengkap, masih bisa bercengkrama dengan mereka, melihat wajahnya, mendengar suaranya, mendengar atau membaca pertanyaan kabar dari mereka. Aku masih diberikan waktu untuk bisa berusaha membahagiakan dan membanggakan mereka, membalas budi mereka yang sebenarnya tak akan bisa aku balas bagaimanapun caranya, masih sempat berbuka puasa bersama mereka, ber-lebaran dengan mereka, berbincang, canda tawa, dan beraktivitas bersama. Di awal tahun ini aku berpisah dan berjumpa dengan rekan kerja lama dan rekan kerja baru. Setelah sekian bulan mencoba untuk mencari tempat berlabuh baru sebagai tempat bekerja akhirnya aku mendapat pelabuhan baru juga. Ini merupakan hal yang aku rencanakan dan impikan di tahun 2022 dan ternyata baru berbuah di tahun 2023, mendapat tempat kerja yang lebih baik secara sistem dan korporasi dan kalau bisa di Pulau Jawa. Masih di awal tahun aku bersyukur masih bernyawa walau mengalami patah tulang di dekat pergelangan tangan sebelah kiri, semoga luka ini menghapuskan dosa-dosaku yang pernah aku lakukan. Berkat kecelakaan ini aku bisa merasakan diinfus, dirawat di rumah sakit, masuk dan menjalani operasi di ruang operasi, merasakan dibius, dirontgen, makan dan tidur di rumah sakit, terima kasih mas/mbak/ibu/bapak/dokter/perawat yang terlibat dalam hal ini.
Pertengahan tahun, berada di Jakarta ternyata tidak buruk juga kecuali kemacetan dan hawa panasnya, makanan-makanannya sedikit lebih mahal juga si. Di pekerjaan baru aku sadar ternyata ilmuku dibutuhkan juga ya di lingkungan kerja yang fokusnya di otomotif ini. Aku kembali beradaptasi dengan lingkungan baru, berkenalan dengan orang baru, menyesuaikan cara kerja di kantor baru, belajar hal-hal baru tentang industri otomotif terkait barang-barang, fasilitas-fasilitasnya, perizinan. Tentu ada beberapa kesalahan yang aku alami seperti ketidaktelitian dalam membuat ruang, menghitung kuantitas serta mengawasi pekerjaan namun, untungnya aku memiliki atasan yang mengerti dan mau mengajarkan diri ini untuk lebih baik. Aku akan lebih teliti lagi dalam melakukan pekerjaan, terima kasih pak bu. Di dalam pekerjaan ini aku mencoba berani untuk menyampaikan kesulitan, kekurangan, usulan walaupun hanya menjadi bahan tampungan yang belum bisa direalisasikan, proud to myself untuk berani menyampaikan semua hal itu.
Tahun ini aku banyak mengunjungi tempat-tempat baru, walaupun aku tidak ada kepentingan untuk ingin membeli mobil atau motor tahun ini aku banyak mengunjungi showroom otomotif ya, karena memang di sana tempat kerjaku ya. Aku jadi berkesempatan melihat unit-unit kendaraan mulai dari kendaraan roda dua biasa sampai kendaraan roda empat mewah. Aku bisa mengunjungi taman-taman, kafe, atau objek apapun yang dulu hanya aku lihat di media sosial, bahkan aku berkesempatan mendatangi universitas yang dulu sempat kudambakan walau hanya untuk bervakansi, juga berkesempatan mencoba semua transportasi publik terbaik se-Indonesia.
"Bucket list" yang sebenarnya tidak ada embernya pun perlahan aku keluarkan dari embernya. Tahun ini aku merasakan menyaksikan pertunjukan komedi dan musik secara langsung, sepele memang dan aku merasakannya tahun ini.
Kemudian di pertengahan tahun, aku kembali rutin berlari. Kali ini karena kegiatan tantangan kantor yang ternyata berlanjut menjadi kegiatan rutin. Beberapa teman kantor memiliki hobi yang sama dan jadilah kami melakoninya bersama, kadang sendiri, dan menjelang akhir tahun ini lebih sering sendiri karena sulitnya menyamakan waktu dan kegiatan dengan rekan berkegiatan lainnya. Dengan berlari aku berkesempatan bercengkrama dengan teman yang lama tak berjumpa juga, bahkan jadi lebih dekat dengan teman lama dan teman yang hanya bersua di layar kaca.
Tahun ini banyak hal-hal yang mengejutkan atau tak disangka-sangka terjadi, walaupun tidak semua hal baik tapi semua hal ada baiknya dan patut disyukuri.
Sejauh mana tahun ini membawa dan membentuk diriku tentunya tidak hanya datang dari hal-hal baik yang aku dapatkan, ada hal buruk dan kesulitan yang aku alami. Kesulitan-kesulitan yang paling terasa adalah merasa berdamai dengan diri dan keadaan bahwa sainganku ya diri aku sendiri, kesulitan melawan rasa malas, kesulitan menghadapi realita bahwa aku sudah dewasa dan harus bertanggung jawab dan mandiri atas hidupku, kesulitan bahwa orang lain tidak bisa merespon baik sebaik apa yang aku lakukan kepada mereka, kesulitan bahwa semua yang diupayakan dengan baik belum tentu langsung berbuah baik. Semua kesulitan yang aku hadapi itu komparasinya ialah diri aku di masa lalu, bukan story instagram orang lain, bukan postingan media sosial orang lain, bukan piala-piala, cincin-cincin, foto-foto, atau hal lainnya yang membuat kamu merasa lebih rendah yang kamu liat di layar ponselmu itu.
Semua hal baik dan buruk itu memberikan hasil kepada diriku. Di tahun ini aku menyelesaikan lima proyek pembangunan dan renovasi bersama dengan atasanku dan beberapa proyek perencanaan yang belum berjalan. Dengan semua pencapaian itu aku menyesal karena masih ada kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi seperti kesalahan perhitungan volume, ketidakpekaan terkait fungsi ruangan yang aku tidak tahu, kelalaian terkait kondisi alam seperti hujan, ketidaktahuan terkait metode pekerjaan yang benar. Namun, dengan semua kesalahan itu aku jadi tau mana hal yang lebih aku perhatikan lagi dalam bekerja dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Untuk diriku atau orang lain yang membaca tulisan ini di waktu mendatang. Hei kamu, konsisten melakukan hal baik ya, belajar dari kesalahan, berani coba hal baru, ketenangan itu lebih dari kebahagiaan. Lanjutin hal baik yang sudah dilakukan tahun ini semisal olahraga atau olahjiwa di setiap minggunya. Manfaat dari semua hal atau ilmu yang kamu tau itu berbuah dalam bentuk atau sikap kamu merespon sesuatu jadi, kalau respon kamu masih negatif akan suatu hal berarti ilmu kamu belum bermanfaat. Berpikir positif karena yang negatif-negatif biasanya cuma ada di kepala dan gak terjadi. Bakti sama orang tua dan keluarga. Terakhir, bangun lebih pagi lah, ya gapapa kesiangan tapi coba aja lebih pagi, oke.