Cukup sudah, pengejaran yang tak pernah berhenti, harapan kosong, cukupkan, sudahi.
Misplaced Lens Cap
Xuebing Du
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
One Nice Bug Per Day
Keni
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
NASA
wallacepolsom
Today's Document
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
noise dept.

roma★

JBB: An Artblog!
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
No title available
DEAR READER

JVL
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Canada
seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from Slovenia

seen from Malaysia

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
@firmanya-w
Cukup sudah, pengejaran yang tak pernah berhenti, harapan kosong, cukupkan, sudahi.
Bukan cinta yang salah ketika dua hati bertemu, tetapi waktu dan keadaanlah yang membuatnya tak bisa bersama.
Unknown
Perahuku dan pelabuhan senja
Aku selalu berlayar dan kadang berlabuh di suatu pulau entah beristirahat, entah hanya untuk mencukupi logistik dalam kapalku. Pernah suatu ketika aku menemukan sebuah pulau dengan pelabuhannya yg tertata rapi dengan pemandangan senja yang begitu indahnya. Asaku yakin tempat inilah yang terbaik untukku tinggal dan dapat menyebutnya rumah, tempat untukku selalu dapat pulang dan mulailah aku jatuh cinta padanya. Kau tau pelabuhannya selalu dipenuhi dengan kapal-kapal besar, kapal-kapal pelayar yang megah dan elok. Kapalku? Oh, hanya perahu layar sederhana, yang mungkin layarnya penuh dengan tambal dan sulaman. Jadi apalah arti kapalku di pelabuhan itu? Ya, kau tau, kau pasti tau. Namun, tetap saja selalu kulabuhkan perahuku padanya dan kenyamanan mulai timbul dalam hatiku setiap kali kulabuhkan perahuku padanya. Waktu berlalu, kapal-kapal besar itu kini sudah mulai jarang berlabuh padanya. Hanya tinggal perahuku, perahu layar sederhanaku yang selalu berlabuh di sana di kala selesai segala urusan melautku. Nampak pelabuhan itu selalu menerimaku untuk berlabuh, menghantarku untuk selalu mengingat dan pulang berlabuh padanya. Ya, betapa aku dinyamankan olehnya, oleh suasananya dan oleh cantik mentari senjanya. Aku kini benar-benar jatuh hati padanya, pelabuhan senja. Tak pernah ku merasa bosan dengan suasananya. Debur ombak, hembus angin, aroma laut dan warna senja yang berubah-ubah membuatku selalu ingin segera berlabuh dan menghilangkan segala kepenatanku mengenai laut dan pelayaranku. Hanya dengan memandangnya dari jauh hatiku lega, seakan ia tau dia adalah rumah yang hatiku selalu inginkan untuk selalu kembali dan tinggal bersamanya. Tempat yang akan selalu kurindu nantinya, tempat yang akan selalu kusesali bila aku meninggalkannya. Namun, suatu ketika kapal baru datang padanya, berlabuh dan membawa berbagai hasil melaut yang melebihi apa yang dapat dibawa perahuku. Sontak, pelabuhan itu selalu menerimanya, memberinya tempat berlabuh di pelabuhannya, menggeser perahuku yang sudah tersandar nyaman pada dermaganya. Kapal itu tak pernah kukenal, tak pernah ku tahu kapan ia berlayar kapan ia datang kepelabuhan senja ini. Namun kutahu, pelabuhan ini menerimanya dengan tangan terbuka. Kapalku? Tempatnya mulai bergeser, bukan dekat dermaga, namun bergeser ke arah pemecah ombak. Tak apa pikirku, setidaknya aku masih bisa berlabuh dan menikmati sedikit keindahannya yang mampu menyapu gundah hatiku. Tak apa bisikku pada angin laut. Kian lama waktu berjalan kapal itu selalu singgah, berlabuh dan menetap. Kapan kapal itu datang lagi? Tanyaku. Tak pernah terlihat dia datang, namun selalu telah berada di dermaga ketika aku menyadarinya. Selalu berada dekat di dermaga dan lihat? Talinya diikatkan kencang agar kapal itu tak terbawa terjangan ombak. Tak apa lagi ujarku, setidaknya pelabuhan ini keindahannya masih menentramkan jiwaku. Tak lama memang sampai akhirnya perahuku harus dengan terpaksa berlayar lagi, tak bisa menetap lagi. Apa boleh buat memang, perahuku tak bisa setangguh kapal itu, hasilnya tak seperti hasil melaut kapal itu. Aku bisa apa? Hanya bisa memandangnya mengecil dan hilang dalam pelayaranku meninggalkan pulau pelabuhan senja. Mengecil dan hilang pulau dan pelabuhannya, tersekat hatiku memandanginya yang semakin lama terganti oleh gelombang lautan. Maaf aku hanya bisa meninggalkanmu, kau tau apa daya perahuku, kau tau bahwa aku sudah terlalu nyaman dengan suananya, aku tak mau terlalu jatuh hati padamu dan terlalu terpikat dengan cantik nuansa senjanya. Ya, aku harus berlayar, sejauh perahuku bisa pergi, sejauh perahuku kan menemukan tempat untuk kembali.
3 tahun lalu di suatu malam di sebuah desa sekitar Tumpang, Mahasiswa baru nan cemen rela dibully kakak tingkatnya. Disuruh duduk beralaskan pasir (banyak debunya) dan beratapkan langit malam. Yang ku ingat hari itu adalah kencangnya suara ngorok teman sebelah disela-sela presentasi pemateri. Malam itu acara disudahi pukul 12 dan esoknya kami dibangunkan pukul setengah 4 pagi, diplonco lagi dan kemudian disuruh kerja bakti. Well, masa- masa cemen itu sudah lama pergi dan 3 tahun serasa baru kemarin sore, serasa seperti duduk bercengkrama sampai pagi telah menjelma ditemani beberapa cangkir kopi. #throwback #maba #cemen #cupu
Malang pagi ini serupa kamar ber-ac dengan suhu 19°C Bayangin aja, dingin kek gimana 😂 Jadi pengen meluk apa gitu, meluk kamu mungkin *eh #malang #mahasiswamalang #kademen
Dramatic lose 😂😂😂😂
Dengan sayapMu *suaranya masih amatir #worship #praisetheLord
Apa salahnya cowok suka yg imut-imut? 😝😝😝😝 #catsofinstagram #cats
Some People Weren’t Meant To Be Smart
Ouch... i can feel it
Lagi tidak menumbuhkan brewok dan facial hair jenis yg lain :v Ra sah didelok lak elek, ndelok mburine kono ae :v
Satu kalimat buat kamu, yang hadirnya tidak bisa digantikan bintang yang lain, yang sinarnya tak bisa ditutupi dengan arakan mega mendung di atas sana, yang suaranya memecah riuhnya keramaian, dan yang sikapnya seperti seorang putri, kuat namun rapuh, aku tahu: Aku merindu hangatnya bercengkrama denganmu, bukan dinginnya kondisi aneh yang tercipta karena keangkuhanku. Hey kamu, akankah kamu memiliki hal yang sama? Ah mungkin saja tidak, apalah aku ini cuman tokoh ketiga dalam ceritamu :)
My though, my heart will I thinking about you
Klihatannya butuh piknik lagi deh 😂😂😂😂 #latepost #aboretum
ABSURD BAGIAN 4
Harafiahnya hari ini kita membahas hubungan antara mahasiswa dan ind***ret~ *ciye hubungan ciye* Well, tidak dipungkiri setiap mahasiswa, di mana pun mereka berada klo bicara urusan snek pasti perginya ke ind***ret atau temennya yg satunya lagi tu yg depannya al**. Bener kan? *pasti bener* Ya, dua buah toko ini setiap 1km sekali pasti ada 1 yang nonggol, entah si indo entah si alfa. Macam tercecer gitu kaya tai *makhluk apa yg boker tiap 1 km sekali ini mulai ngaco -_-* Si indo dan si alfa sebut saja demikian, merupakan teman wajib mahasiswa dalam membeli jajanan yg toko" deket kos/ kontrakan mereka tidak tersedia. Tak jarang mungkin frekuensi mahasiswa ke indo atau alfa lebih tinggi daripada frekuensi mahasiswa pergi ke perpus (ini berdasar fakta yg diamati dan dialami penulis) *sampe sini pasti ada yg nyengir, fak gue banget ini* Setiap ada kesempatan pasti ada aja alesan buat ke sana (indo/ alfa). Entah cuman beli softdrink satu biji, lihat mbak" kasirnya (ni gue yg sering begini di daerah indo bogor sampe mbaknya hafal dan sampe waktu udah pindah kos, trus iseng mampir ke sana si mbaknya bilang: masnya sering ga klihatan nih pindah di mana? *ahelah si mbak perhatian juga ^_^) *ini true story klo mau gue temenin ke indo jl bogor mlg :P * Eniwei balik lagi ke topik. Ya, pasti dari kita mahasiwa sering sekali pergi ke sana. Pasti, itu pasti, tak usah berkelit mungkin frekuensi kalian ke sana sekitar 2-3 hari sekali atau 1 minggu sekali atau tiap hari kesana? *hedon bener lu -_-"* Oke, indo dan alfa kadang menerapkan suatu sistem yg para mahasiswa selalu jadi kalap ketika hendak membeli. Sistem itu adalah kata "BELI 2 GRATIS 1". Bener beli 2 gratis 1! Semua mahasiswa tak terkecuali bakalan kalap macem cewek yg lagi lihat diskonan 70% *gausah sok yg cowok gue tau lu suka jajan dan ketika ada tulisan begini jajan itu lu ambil langsung 3, gausah sok ga tau. Gue juga gitu ._. #ashame* Dengan kalapnya mereka langsung ambil aja, bahkan ketika keadaan waktu itu lagi krismon. Ya, indo dan alfa menyediakan kesempatan bagi mahasiswa dalam "bisa jajan ketika tanggal tua kalau ada promo edan" *ini bener promo bisa berlangsung 1 bulan* Dan..... hal tersebut disambut dengan senyum sumingrah para mahasiswa *hebat gue senyum karena bisa jajan #hellyeah*. Ya, itu sih alesannya bukan kita kekurangan atau ga mampu *ya emang kekurangn dan ga mampu sih* tapi siapa juga yg ga mau dengan penawaran edan mereka, Buy 2 get 1 for free! *mendadak buta dah* Sangat melegakan hati pokoknya ketika ada tulisan tersebut di konter snek atau minuman, bahagia banget! Sebahagia jawaban iya ketika lu nembak gebetan *ini tidak pernah dialami penulis #abaikan* Satu lagi yg mahasiswa (kere) selalu lakukan ketika beli jajan di indo ataupun alfa: cek budget, harga dan kuantitas snek *ini beneran, gue selalu nglakuin ini #ashame ._.*. Dan itu, spent a lot of time. Kayak gini ceritanya, gue sama temen sekamar nih lagi suntuk, si temen nyeletuk, "Turun yuk ke indo." *turun di sini emang beneran turun, karena posisi kontrakan daerahnya emang sedikit lebih jauh dan lebih tinggi dari indo atau alfa*. Kita turun dah itu, jam 11 malempun dijabanin. Ketika udah sampe, mulai deh dia tanya, "Lu bawa berapa?" Gue jawab, " 10 ribu doang." "Sama, dah." Dan kita milih jajan plus minumannya juga. Terhitung waktu dari jam 23.05 kita sampe dan mulai milih jajan, kita selesai jam 23.45 dengan belanjaan yg kita dapat adalah: snek mi netto 200gr hrg 6 ribuan sejumlah 2 dan teh javana sejumlah 2 biji juga dengan total belanjaan 18 ribu rupiah. Kita memang hebat, demi jajan hemat pilih 2 buah item makan waktu 40 menit, luar biasa ABSURDNYA 😂. *hidup mahasiswa kere!* #truestory Ini serius kita milih itu jajan, membandingkan antara berat dan harga masing" snek! Misal ya pengen beli itu tuh g**dtime netto 80gr harganya 8500 *heran gue kok bisa hafal -_-*, kita lihat snek lain dengan harga tapi nettonya lebih gede biar lebih puas. Maklum gitu prinsip ekonomi mahasiswa (kere). Kita memang hebat! Jadi ya gitu, mondar mandir mondar mandir di sekitaran konter snek cuman buat milih 1 biji item, udah gitu aja. Yg paling murang yg paling berat nettonya, kita ambil. Prinsip kekerean kita memang ABSURD. Absurd gilak! Dan itu kami selalu lakukan setiap kami pergi ke indo maupun alfa. Beneran, macam kebiasaan -_-" Ga kerasa ini udah malem, waktunya istirahat. Dan akhir kata, seperti biasa selalu ada sebuah pesan buat yg baca *walaupun ga tau ada apa enggak* Hubungan itu hendaknya seperti mahasiswa dan ind***ret. Mahasiswa selalu butuh item merek, dan mereka selalu menyediakan kebutuhan tersebut dengan berbagai macam cara, meskipun si mahasiswa cuman punya modal dikit. Demikian halnya hubungan kalian, yah klo kalian merasa si doi cuman datang ketika butuh, buat aja bahwa kebutuhannya (selain ibadah, bernapas, makan, boker, istirahat) adalah kamu, simple se simple kata BELI 2 GRATIS 1 di konter snek indomaret (keceplosan --") Sesimple itu hubungan, buat mereka selalu butuh kamu walaupun butuhnya cuman kecil (sekecil modal si mahasiswa (kere) ketika ke indomaret tadi), denger suara kamu atau lihat wajah kamu itu merupakan kebahagiaan mereka sebesar kebahagian nemu tulisan diskon 70% dan beli 2 gratis 1. Bagi kalian yang sudah dan masih berhubungan jaga si dia, buat yg mau jalin hubungan namun selalu gagal (macem gue) #curhatdikit, ga papa sob, pasti akan indah pada waktunya. Karena hubungan ga bisa dipaksa macam hubungan mahasiwa dengan indomaret yg terjalin begitu saja dan dengan indahnya~ -Salam-
Tau-tau dikirimin mbak foto si Kori, katanya di Kediri hujan badai, ni anak ga mau dikandangin di kamar belakang, jadi ikutan masuk rumah tidur di meja setrika di kamar ibuk, masak iya ada kucing kayak gini coba 😂😂😂😂😂😂 #baladakucingtakutpetir #cat #instacat
Ah bullshit, yang nyaman mah ya gitu-gitu aja 😬😬😬😬
ABSURD BAGIAN 3
When expectation meet reality What will happens then?
Berbicara mengenai ekspektasi sejenak pemikiran kembali melayang pada jaman kelas 3 sma dulu. Jaman di mana kalian (dipaksa) jadi rajin belajar. Tujuannya satu, supaya kalian bisa lulus UAN dan masuk PTN pilihan kalian. Terus terang dulu, gue juga gitu, mati-matian belajar buat UAN. Rajin konsul BK masalah pilihan PTN juga karena gue milih PTN yang notabene namanya ngetop (sebut saja PTN X). Saat itu (mungkin sama juga buat tahun-tahun setelah gue) ada 2 jalur utama untuk bisa masuk PTN X ini yakni, jalur SNMPTN atau istilah kerennya PMDK dan SBMPTN atau tes tulis akbar. Nah, jurusan yang gue pilih ini aman, tanpa saingan dari teman seangkatan. So pasti dalam hati ga ada keraguan. Pokoknya pede abisss!
And here the story… Ekspektasi ditolak Realita diterima Kesimpulan sementara, SNMPTN dengan pilihan jurusan A di PTN X ga diterima, beserta jurusan B dan jurusan A dan B PTN Y
Pas lihat itu gue bengong, sedih enggak bisa. Cuman nyokap memandang dengan mata nanar. Hanya bisa berucap pada beliau “Ga diterima buk.” Udah. No tears. Nyokap yang nangis.
Realita segitu pahitkah? Enggak, kalau gue bilang! Itu suatu rencana lain dari Sang Kuasa.
Nyatanya sekarang gue masih bisa kuliah di PTN yang cukup favorit (walaupun kalah ngetop emang, woles masih bangga almamater *smirk). Dari situ gue tersadar, PTN ga menentukan kesuksesanmu! Nah malah malu-maluin ketika lu masuk PTN top tapi elu ga sukses, useless, elunya numpang nama doang, rugi!
Udah cukup bahas PTN nya Next…
Ekspektasi dan realita itu kayak koin yang dilemar ke udara, kita disuruh milih bagian mana yg keluar (ini ekspektasi), trus ternyata yg keluar bagian yg enggak lu pilih (ini realita). Nah klo pas keluar ternyata itu bagian yg elu pilih brarti…. Selamat jalanmu memang kesana kawan! Be thankful! (Salaman dulu) Juga dalam sebuah perasaan ya (ahelah mulai absurd -_-) Ekspektasi mungkin tak seindah realita… (true story for some reasons I said yes) Dalam sebuah hubungan kalian mungkin selalu berekspektasi tentang seorang pasangan yang sempurna, seorang pasangan yang ketika elu mulai cocok elu bakal bilang: Yes, she is the one! Yup, apa salahnya berekspektasi? Semua orang ingin seorang yang didambakannya juga memiliki perasaan yang sama, contohnya klo gue cinta dia, dia pasti juga Tapi sayangnya kadang tak demikian. Ini masih tahap pdkt lho~ Ekspektasi bisa segila itu. Why not? Ga ada undang-undang yang mengatur orang berekspektasi, jadi ga bakal lho dihukum mati enggak, sumpaah enggak -_-" Kecuali ekspektasimu dalam berjudi, nah lu bisa dipenjara! :v Okay back to the topic dalam hal sudah menjalin hubungan pun sama, kadang kalian selalu berekspektasi tentang pasangan kalian bahwa dialah yang akan menjadi yang terakhir dikehidupan kalian sampai akhir hayat. Bener? Katain aje bener gitu :v Tapi realitanya: She or he leaves you. Dengan alasan yg bosenlah, ga ada prospeklah yang A-lah, B-lah, C, D, dan sebiliyar alasan lain. Yup realita, bisa sekejam itu. Bisa sepait itu. Seakan-akan waktu itu lu habis minum obat flu tanpa air, ga pake pisang tapi pake buah pare. PAIT NJING! Ya, seperti yang gue katakan di atas ekspektasi dan realita bagaikan koin yang dilempar, kita bisa pilih kepala bisa pilih ekor tapi kadang hasil yang terlihat malah sebaliknya. Dalam cinta dan masa depan emang kadang begitu. Ekspektasi tak berbalas realita. Then what? Be thankful. Semua ada jalannya, mungkin dalam pemilihan PTN (kayak gue) elu kurang beruntung, tapi ingat yang di atas punya rencana, mungkin di PTN lu sekarang sinarmu tambah terang. Jadi inget ini, ada kalimat yang gue suka dari sebuah komik : Hiduplah layaknya bintang, jika kamu tak bisa bersinar di antara langit yang bertabur banyak bintang yang bersinar, pergilah ke langit yg lain yang lebih sedikit bintang agar dirimu menjadi bintang ter terang di langit tersebut. Be happy dear fellas! Begitu juga cinta, pait memang ketika ditinggal orang yang diekspektasikan, tapi ikhlaskanlah. Karena yang tulus akan terus menemanimu #eaaaaaa sambil nyanyi teman hidup :v Dan yang enggak biarkan dia pergi, biarkan dia belajar artinya ketulusan cinta dalam petualangannya, kelak dia akan dikecewakan orang yang diekspektasikannya juga. Jadi janganlah berlarut dirimu dalam linang air mata *mencoba puitis, #fail* Berdirilah, bangkit saatnya kau beranjak dari kubangan itu, melangkahlah maju, jadilah sukses, kesampingkan urusan cinta sementara sambil terus mengeksplor diri. Niscaya suatu saat akan datang hari di mana seseorangkan datang padamu, dan dengan ajaibnya engkau tertarik padanya dan kamu menemukan ketulusan yang sama denganmu dalam dirinya. Yah begitulah ekspektasi dan realita. Ini sudut pandang gue sih, ga tau elunya bijimane :v Tapi tentunya mungkin 80% sama dengan kisah kalian hehehehe. Sekian tulisan dari gue yang acak kadul ini :v Nantikan keabsurd-an gue yang lain :v NB: Klo tulisan ini kalimatnya geje, ga sesuai eyd yo babah :v Saya masih belajar menulis cerita lepas :)) Kritik dan saran bisa langsung dikirim ke.... ah sudahlah :v
Semua tentang pantai tempat hilangnya cinta Tersapu deburan ombak Terbentur batu karang Terpanggang terik mentari Saatnya berlabuh ke lain dermaga, untuk menemukan satu tempat yang tepat untuk tetap kembali dan berkata "Aku pulang, lama ku merindu dekap pelukmu"