(raisa6690)
Raisa - Kali Kedua
Lint Roller? I Barely Know Her
RMH
tumblr dot com
No title available
ojovivo
No title available
art blog(derogatory)
Fai_Ryy

Origami Around
★
Today's Document
KIROKAZE
occasionally subtle
taylor price
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Color Me Curious

Game Changer & Make Some Noise
No title available
One Nice Bug Per Day
No title available

seen from Singapore

seen from Germany
seen from Italy
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Mexico
seen from China

seen from Kazakhstan

seen from Japan
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
seen from Japan

seen from United States
seen from Germany

seen from China

seen from Singapore
seen from Malaysia
@fitriaananda-blog
(raisa6690)
Raisa - Kali Kedua
Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan; dibatalkan karena hendak diganti yang utama; ditolak karena dinanti yang lebih baik.
Salim A Fillah (via kurniawangunadi)
Boleh aku rindu??
Resident (Kelas 9.2 SMP Negeri 13 Padang)
Padang, 2009
Aku cari kamu.. disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu.. kutemui kau tiada
Aku cari kamu.. disetiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu.. kutemui kau berubah
Lagunya dalam bener kalau bisa dipahamin maksudnya ;)
Hai, apa kabar?
Sudah itu saja..
Berbahagialah yang jadikan iman di atas rasa dan logika. Karena siapa yang bertuhan pasti akan bertahan!
(via senyumsyukur)
Cerpen : Sebelum Pergi Jauh
Ayah sore itu duduk di beranda rumah. Dengan setelan kemeja putih dan kopiah yang selalu melekat di kepalanya. Ada setumpuk buku di sebelah kanannya, bertumpuk di atas meja kecil yang usianya lebih tua dari usia Ayah. Ayah melirikku dan mengisyaratkan aku untuk datang kepadanya. Aku bahagia, tanda bahwa Ayah akan memberikanku nasihat yang baik seperti biasanya.
“Nak, ada sebuah nasihat kecil yang ingin Ayah sampaikan. Berhubung kamu mau pergi jauh beberapa tahun ke depan di negeri yang Ayah sendiri belum pernah datangi. Ayah senang karena anak Ayah bisa melangkah lebih jauh dari ayah tapi ayah juga sedih dan menyesal karena tidak selesai menjelajahi negeri-negeri jauh untuk memastikan bahwa negeri itu aman untuk kamu datangi. Agar Ayah bisa memberikan informasi sebelum kamu mengunjungi negeri yang jauh itu. Untuk itu, Ayah ingin membekalimu dengan nasihat,” ujar ayah sambil meletakkan Tafsir Al Azhar-nya bersama tumpukan buku yang lain di sebelahnya.
“Kalau kamu bisa menjadi tidak terkenal. Maka lakukanlah!” kata ayah.
Aku berusaha memahami maksud kata-katanya, aku mengernyitkan dahi dan tidak kuasa bertanya kembali,“Maksud Ayah?”
“Nak, Ayah mungkin tidak lebih pandai dari kamu tentang kehidupan saat ini. Akan tetapi, Ayah amati banyak orang ingin tampil dan sengaja menampilkan dirinya agar dikenal dan menjadi terkenal. Bahkan ada yang rela membayar untuk itu, agar terkenal. Nak, sekali-kali pujian manusia itu tidak meningkatkan derajatmu di sisi Allah. Sama sekali tidak. Cacian manusia pun tidak akan menurunkan derajatmu di sisi Allah, sama sekali tidak.”
Ayah berhenti sejenak, mengambil secangkir teh putih di sisi kanannya dan meminumnya. Lalu meletakkan cangkir itu ke tempatnya dengan sangat hati-hati.
“Berkatalah yang baik atau diam.” lanjut Ayah.
“Nak, perempuan itu adalah aurat. Maka, apapun yang ada padanya adalah aurat. Dan pemahaman tertinggi dari sebuah ilmu adalah pengamalan. Kalau sudah paham bahwa itu adalah aurat, maka lindungilah. Ayah mungkin terlalu kolot soal itu. Tapi itulah tugas seorang Ayah. Menjaga keluarganya dari keburukan. Keterkenalan itu rawan menjatuhkan kehormatanmu, rawan pada fitnah, rawan pada keburukan. Hari ini, banyak orang yang dimudahkan untuk berbuat buruk. Ditoleransi karena dianggap kreatif, diberi ruang karena dianggap kebebasan berekspresi. Nak, kebebasan tertinggi justru ada saat kita tahu batasan kebebasan. Tidak ada posisi tertinggi jika tidak ada batasnya.”
Aku menyimak baik-baik sekaligus terharu.
“Hiduplah dengan sederhana. Sederhana dalam hidup, tapi tidak dalam berbuat baik.”
Aku meraih tangan Ayah, menyalami dan menciumnya. Ayah meletakkan tangan kirinya di diatas kepalaku.
“Ayah merestuimu untuk pergi jauh.”
©kurniawangunadi | Yogyakarta, 3 Februari 2016
Waktu
Waktu..
Setiap menit, detik yang kita jalani akan menjadi lalu. Apa yang terjadi hari ini, tidak akan terulang sama persis esoknya.
Waktu..
Apa yang kamu kerjakan detik ini, akan kamu lihat hasilnya pada detik atau beribu detik berikutnya
Kita tak bisa menyesali lalu atas apa yang terjadi kini. Itu.. hasil dari apa yang kita perbuat dulu kan?
Menjadi sebermanfaatnya diri adalah cara untuk memaksimalkan waktu yang kita punya, menghargainya, menjadikannya berharga disetiap detiknya..
Padang, 3 Februari 2016
Fitria Ananda Putri
Ps :
Putri pun masih belajar menghargai waktu. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak menyiakan waktu, dan membermanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Salaam :)
Ohya, itu foto anak kecil yang putri ambil di kereta pas ke pariaman :D
More quotes here
Aku menyukai orang-orang yang mau berusaha keras untuk meraih apa yang dia impi, dengan niat untuk membahagiakan diri serta ayah bundanya
Fitria Ananda Putri
Padang, 30 Januari 2016
8 Ways to be Happy
1. Love, like, accept and be patient with yourself.
2. Don’t judge yourself by other people’s standards.
3. Choose to let go of your anxieties and worries.
4. Trust yourself; listen to your heart.
5. Live simply.
6. Set realistic expectations; expect to make mistakes, and to encounter obstacles.
7. Don’t look to others for your happiness.
8. Free your heart from bitterness, resentment and hatred.
_
Aku tak tahu apa yang ada di benak ku
Aku ingin mencabik dan membunuh mu!!
Menguliti seluruh jengat di tubuh mu!!
Beraninya kau menjadikan ku tawanan mu!
Hah!! Kau belum kenal siapa aku!!
Fitria Ananda Putri
Padang, 26 Januari 2016 (01.10 WIB)
Ps : Ini nggak tau kenapa bisa bikin puisi kayak gini :v Tapi menulis tak kenal sekat, ia bebas dan indah. Salaam ;)
Jika diizinkan aku rindu pada lalu, bolehkah? Aku rindu pada setiap diskusi lalu, banyak hal
anonymous
Mencari dan terus mencari.. Tak tahu seperti apa yang kamu cari. Tak tahu yang seperti apa dan yang bagaimana yang kamu cari. Sudah berlama-lama kamu tanyai si hati. Tapi tak kunjung dia beri jawab. Sampai suatu ketika waktu mu habis hanya untuk mencari, yang kamu sendiri tak tahu seperti apa yang kamu cari.
Fitria Ananda Putri
Padang, 24 Januari 2016
Ps :
Sungguh, hati manusia tidak bisa berdiri sendiri. Butuh sandaran, butuh tempat untuk mengadu. Dan hanya kepada Allah Swt. lah segala pengaduan, segala keluh kesah hati bisa di tumpahkan, kepada Yang Maha Pengasih, Penyayang, Yang Maha Memutarbalikkan Hati.
Kubiarkan dirinya untuk berfikir dahulu.. Apakah itu 'cukup'?
Laidatul Azura
I.M.P.I
Setiap orang, setiap jiwa pasti punyai mimpi yang ingin diwujud. Tapi kadang tak semua bisa sampai pada tujuan, pada mimpi. Ada yang tersandung pada salah satu kelemahan diri, mungkin seperti sifat malas, takut akan tantangan, takut akan malu, takut akan segala hal negatif pada sisi gelap diri yang akan meruntuhkan mimpi.
Ada yang tersandung pada mimpi lain, yang tiba-tiba muncul di tengah mimpi. Menjadikan tidak fokus. Memang, tidak ada salahnya punyai banyak mimpi. Asal, tahu menempatkan prioritas mimpi. Jangan sampai tercampur, terbaur, lalu lebur.
Ada juga yang tersandung karna belum punyai kesempatan diri. Belum diberikan moment yang tepat oleh Ilahi. Atau mungkin.. ada mimpi lain yang direncanakan lebih baik oleh Ilahi.
Dalam mewujud mimpi perlu usaha keras, perlu sungguh-sungguh, perlu niat yang tulus. Jika hanya setengah-setengah, itu bukanlah untuk mimpi, tapi untuk keinginan. Mimpi ibarat suatu hal yang sangat ingin dicapai, tapi sangat sulit untuk diwujud. Butuh perjuangan, butuh pengorbanan, butuh waktu.
Dalam mewujud mimpi perlu juga dukungan dari keluarga dan orang sekitar. Itu bisa membantu membangun atmosfir mewujud mimpi. Membantu membangun semangat dan tekad tetap stabil.
Dan juga, jangan lupa sertakan Ilahi dalam setiap langkah mimpi. Agar setiap tahapnya dirahmati dan diridhai. Menjadikan mimpi bukan hanya sekedar mimpi, tapi sebagai cara untuk lebih mendekatkan diri pada Ilahi.
Padang, 15 Januari 2016
Fitria Ananda Putri
Ps :
Ini hasil diskusi yang kemarin sore om. Putri nggak ngetag namanya ya..ntar jadi numpang tenar :V Ciee.. jadi sumber inspirasi~~~ >.<
Fotonya putri ambil di stasiun pas jalan-jalan ke Pariaman kemarin bareng pareman-pareman A-ncak :V Kita tetap awet yaak :* Semangat Nyekripnya :D
Esok, apa yang terjadi dalam hidup kita hari ini. Akan kita pahami esok hari. Terus melangkah, meski melelahkan, meski menyita perasaan. Tujuan itu tidak akan kemana-kemana. Jangan berhenti, nanti tidak sampai :)
Kurniawan Gunadi “Esok”