Things That Make Me Happy
Waduh, susah juga ya nulis hal-hal yang menyenangkan. Kalau diingat-ingat lagi jujur saya jarang merasa senang, bukan berati hidup saya menyedihkan terus sih, tapi karena hidup yang dijalani gitu-gitu aja jadi ya seringnya saya juga merasa biasa-biasa aja.
Tapi baiklah, saya akan mencoba
Saya senang ketika menulusuri jalanan Ibu Kota sendirian dengan Trans Jakarta atau Commuter line di hari sabtu pukul 8 pagi ketika matahari belum terlalu terik, jadwal yang ideal untuk mendapati kendaraan umum tak penuh sesak oleh penumpang. Kalau perut mulai keroncongan saya akan turun di halte atau stasiun terdekat sekedar mencari jajanan dan minum es kopi abang-abang starling kemudian mampir ke taman, mengamati orang dan kendaraan yang berlalu lalang, memotret apa saja dengan kamera handphone saya.
Saya senang ketika kopi giling yang saya beli mengeluarkan rasa dan aroma percis seperti yang tercantum di kemasanya saat diseduh. Itu artinya saya bisa mengolahnya dengan baik.
Saya senang ketika memasuki kamar saya yang baru diberishkan, lalu saya merebahkan diri di atas kasur selama berjam-jam sambil bermain handphone dan ketiduran.
Saya senang bekerja dan saat bisa menyelesaikan pekerjaan saya dengan baik, ketika pikiran saya hanya fokus pada apa yang saya kerjakan sehingga saya tidak punya waktu untuk memikirkan hal lain yang tidak perlu.
Saya senang pergi ke luar kota sendirian dengan kereta, atau kalau sedang ingin saya akan mengajak teman untuk ikut serta. Saya selalu suka pergi dengan kereta di sore hari, ketika jendela di samping saya menampilkan pemandangan hangat beradu pacu dengan memori-memori yang berkelabat. Tiba di stasiun tujuan pada pagi hari saat peron bercampur dengan wangi roti, teh panas, kopi, nasi rames, parfum penumpang yang turun. Meskipun capek tapi saya merasa blissfull.
Saya senang ketika saya bisa mengerti apa yang saya rasakan, kadang saya merasa ingin menangis tanpa tahu penyebabnya, kadang saya merasa sangat lelah padahal tidak sedang mengerjakan tugas yang berat. Kadang saya hanya ingin diam bukan karena marah.
Saya senang ketika perasaan saya sampai kepada orang lain tanpa perlu menjelaskan apa-apa. Hanya karena saya ingin. Tidak ada alasan khusus. Tidak ada niat tertentu ketika melakukannya. Tidak perlu membalas apa yang saya beri. Tidak perlu merasa tidak enak. Rasakan dan terima saja.
Tapi di antara itu semua, saya senang ketika saya merasa senang. Saat otak saya memberikan sinyal itu, untuk merayakan hari itu, moment itu, bersama siapapun itu. Saya selalu berdoa agar Tuhan memberikan sinyal yang sama, memberikan ketenangan, memberikan jalan yang benderang bagi saya.
Saya ingin senang di manapun saya berada, agar saya bisa mengingatnya dan kemudian menuliskanya kembali di sini.
Kalau kamu, apa yang membuatmu senang?