Karunia Terbaik Itu Mengingatkan Kepada-Nya
"Apa karunia terbaik yang kau genggam hari ini?"
Jika berbicara tentang karunia dalam kehidupan, tentu tak terbilang. Niscaya kita takkan sanggup menghitungnya. Kalau harus memilih, menurutku salah satu karunia terbaik dari Allah ialah berupa kehadiran seorang anak.
Bagiku, karunia memiliki buah hati di setiap fasenya sangat menakjubkan. Mulai dari fase mengandung sampai melahirkan dan kini mengasuh seorang anak, menunjukkan kasih sayang dan kekuasaan Allah yang tiada tara. Sejak masa mengandung aku selalu dibuat haru dan kagum. Betapa Allah Maha Kuasa untuk menciptakan proses terbentuknya janin hingga terus bertumbuh menjadi wujud manusia yang sempurna.
Ketika anak lahir ke dunia, seketika itu juga aku kembali diingatkan tentang kebesaran Allah bahwa jika tanpa pertolonganNya, sungguh aku tidak akan mampu melalui proses persalinan yang luar biasa.
Setiap anak dikaruniai fitrah berupa kesucian dan ketulusan. Maka tak heran jika bayi yang baru dilahirkan senantiasa membawa kebahagiaan bagi siapa pun yang menatapnya. Menjadi orangtua aku menjadi belajar tentang arti kasih sayang dan memberi dengan berharap kebaikan dari Allah.
Setiap senyum, tawa, celoteh, gerak gerik, dan bahkan tangisan dari seorang anak memberikan kesan dan kenangan tersendiri bagi orangtua. Dan hal inilah yang takkan dapat ditukar atau dibeli dengan apapun. Menjadi orangtua juga merupakan anugerah terbaik dari Allah karena dengan inilah kita memiliki peluang untuk beramal ibadah dan beramal saleh sepanjang usia.
Selama kita menjalankan peran dan tanggungjawab sebagai orang tua bagi anak kita, meskipun lelah dan tak mudah dengan segala tantangannya. Maka sepanjang itulah insyaallah pahala dan keberkahan akan terus mengalir. Itulah mengapa kelak manusia sudah tiada di dunia, hanya ada tiga hal yang akan tetap mengalir kebaikannya. Salah satunya ialah doa dari anak keturunan yang saleh salehah.
Memiliki anak sejatinya bukan hanya sekedar status, lucu-lucuan, atau mengikuti keharusan di masyarakat semata. Memiliki anak dan menjadi orangtua merupakan amanah terindah dan terhormat dari Allah. Maka, bersyukurlah bagi sesiapa yang telah dikaruniai anak keturunan. Serta bagi setiap orang tua yang senantiasa berupaya mendidiknya menjadi generasi yang bertakwa. Karena disanalah kita bisa mendapatkan kebahagiaan tak berkesudahan bahkan kelak hingga di keabadian.
Ya, sungguh setiap karunia itu adalah hadiah terindah dalam kehidupan. Namun, kita takkan mendapatkan karunia terbaik sepanjang karunia itu justru melalaikan kita. Menjadikan kita lupa kepada Sang Pemilik dan Pemberi Karunia. Karena karunia terbaik itu bukan tentang seberapa hebat, bagus, mahal, dan berharganya.
Karunia terbaik ialah bagaimana setiap karunia itu mengingatkan pada-Nya. Sebagaimana untaian kata penuh makna salah satu hamba pilihan di dalam Al-Qur'an Surat An Naml ayat 40,
"...Ini termasuk karunia Rabb-ku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur. Siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kufur, maka sesungguhnya Rabb-ku Mahakaya lagi Mahamulia.”
Sebagaimana nama yang kusematkan pada buah hatiku; Zaid Fadhli Rabbi Sulaiman. Berharap kelak sepanjang hidupnya, ia akan selalu memahami bahwa setiap karunia bukanlah karena semata-mata kehebatan dirinya. Melainkan Allah yang Maha Memiliki dan Memberi Karunia bagi seluruh alam semesta.












