Menemukan ini dari postingan teman, rangkuman salah satu kajian ustadz Adi Hidayat. Entah siapa yang buat ini, tapi MasyaAllah bermanfaat, semoga menjadi catatan amal kebaikan.

Discoholic đȘ©

ellievsbear
Three Goblin Art
will byers stan first human second

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

â
todays bird
noise dept.
taylor price
Sade Olutola

pixel skylines

tannertan36
KIROKAZE
$LAYYYTER
hello vonnie
almost home
NASA
seen from United States
seen from Italy
seen from Russia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Jordan

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia
@frekuensiharapan
Menemukan ini dari postingan teman, rangkuman salah satu kajian ustadz Adi Hidayat. Entah siapa yang buat ini, tapi MasyaAllah bermanfaat, semoga menjadi catatan amal kebaikan.
Merenungi
Saat kita bertanya-tanya tentang apa sebenarnya keinginan orang tua terhadap kita, keinginan mereka, harapan-harapannya. Kita tidak tahu apa maunya Ibu, kita tidak juga tahu apa sebenarnya maunya Ayah.
Barangkali, sebenarnya yang terjadi justru sebaliknya. Mereka yang tidak mengerti apa maunya kita, karena kita tidak pernah bercerita kepada mereka. Kita tidak pernah menunjukkan minat kita pada sesuatu dan mengutarakannya. Mereka tidak pernah kita ajak berdiskusi terhadap masalah-masalah yang kita hadapi, tak terkecuali mengajak mereka saat kita bahagia.
Mereka yang tidak memahami apa maunya kita, karena kita tidak pernah melibatkannya. Selain hanya pada urusan biaya hidup, biaya sekolah, dan segala keperluan kita yang lain.Â
Hingga tiba saat usia kita beranjak dewasa, beranjak cukup matang dalam takaran mereka. Mereka masih belum menemukan titik terang, apa maunya kita. Hingga mereka memutuskan turun tangan, berusaha mengarahkan, berusaha peduli, sesuatu yang barangkali tidak kita sukai keterlibatannya. Tapi, semata-mata mereka ingin sekali melihat anak yang dicintainya itu, bahagia.
Sudahkah kita berhasil membuat mereka bahagia? Sementara mereka berusaha melakukannya setiap waktu, untuk kita.
©kurniawangunadi | yogyakarta, 1 januari 2018
Mempersilakan Dunia Mengetahui
Terbukalah pada dunia tentang dirimu. Saat kau cemas, jangan tutup kecemasanmu. Saat kau terluka, jangan berpura-pura bahagia. Saat kau sedang hancur, tidak perlu menutupinya seolah-olah segalanya baik-baik saja.
Dunia ini sudah cukup penuh oleh orang-orang yang sibuk memanipulasi dirinya. Menampilkan diri yang tidak sebenarnya, berbohong tidak hanya kepada diri sendiri, melainkan juga alam semesta.
Barangkali, inilah bagian terberatnya. Menerima keadaan diri, jujur pada orang lain, bagian itu adalah bagian yang seringkali mengusik dirimu. Sesudah keadaanmu selama ini. Tapi justru, disitulah kamu akan menemukan orang-orang yang tulus menerimamu, mendampinginmu sebisa mereka, juga menjadi orang-orang pertama yang hadir untukmu.
Tidak perlu berpura-pura bahwa segala baik-baik saja, masalah tidak akan pernah selesai dengan kepura-puraan. Jika tak mampu menghadapinya sendiri, mintalah bantuan.
Dari sana, kita akan belajar untuk berempati. Belajar untuk menerima kekurangan orang lain, bersedia membantu masalah mereka, memahami kekurangan-kekurangannya, meredakan kecemasannya, sampai pada bersedia menemaninya membangun dirinya yang hancur.
Sudah cukup rasanya untuk sibuk memikirkan diri sendiri, sudah cukup rasanya untuk merasa diri ini selalu hebat. Sudah cukup juga untuk berpura-pura bahagia. Biarkan dunia tahu keadaanmu :)
©kurniawangunadi
Jum'at. 3 november 2017.
Pas abis magrib mau pulang, tetiba ga enak badan di kantor, kepala sakit sama perut mual mual. Eh disamperin lah ke kantor sm dia, dari kebon sirih ke Citywalk Sudirman. Terakhir ketemu itu sebelum puasa tahun ini, dan ini pertemuan kita setelah gue balik ke Depok lagi. Gatau ya, pas liat dia seketika sakit ilang, yang ada bahagia aja bawaannya udah. Mungkin karena udah lama ga ketemu kali ya, and heâs one of my amazing friends. Gokil, sederhana, ga neko neko, apa adanya, yaa itulah dia. Kalau udah jalan sama dia, bawaannya semangat karena emang anaknya energik, gue selalu ngerasa dapet energi positif dari dia. Suka ngingetin juga tiap kali gue salah. Dan gue gamau kehilangan yang satu ini! haha, egois bgt yaa btw. Malem itu gue bener bener nyusahin dia, dia padahal udah ga tidur 3 hari, tapi rela nemenin gue balik Depok sementara seharusnya dia balik ke Tangerang. Harusnya naik gocar aja pulang, tapi karena moment langka akhirnya kita naik kereta, teteuuup wkwk. Gue liat jadwal di Stasiun Karet, masih ada kereta jam 23.18. Eh pas sampe sana malah keretanya 23.50 baru ada. Mana penuh lagi, padahal kan kita ngincer tempat duduk. Alhasil kita ga naik kereta yang itu, terus kita duduk lagi di peron, sampe diliatin sama anak2 santri gitu dari dalem kereta. Kocak dah pokoknya. Dan akhirnya kita bener2 naik kereta terakhir jurusan Manggarai, kosong bangeeeeet. Kita seneng dong wkwk. Transit di Stasiun Manggarai, nungguin lagi deh kereta ke Bogor. Actually, gue ngerasa bersalah banget bikin dia ga tidur cukup malem ini, gue udah suruh dia tidur di kereta eh dianya malah nyuruh gue balik. Untung ga sampe berantem jambak2 an cuma buat suruh tidur satu sama lain đđđ. Aaiihh kocaakk sumpeeeh. Gaada dari kita yang bisa tidur sepanjang jalan itu. Bahkan dia kalau pun bablas ke Bogor udah ada rencana buat tidur di mushala kalau ga ya nyari villa đđ. Ngerasa bersalah banget gue, tapi dia lebih perhatiin dan pentingin kondisi gue đ. Ini salah satu alasan kenapa sama dia gue nyaman. He knows how to treat me like a woman, a lady, like a good friend. He knows it. And im so thankful, grateful having him in my life. The best friend Iâve ever had. Udah tengah malem padahal tuh, tapi he can keep me safe. Dia bisa bikin gue ngerasa aman dan nyaman, thankyou lif. Thankyou udah jagain Welly semalem đđ.
Jadilah teman marahku, teman bertengkar, teman yang saling rindu, asal jangan jadi teman yang saling meninggalkan. Jadilah, teman dalam genap dan ganjil hidupku.
âboycandra
Beberapa orang mungkin memang hanya bisa dicintai, tetapi tak pernah bisa bersama. Tak perlu disesalkan, perasaan itu âmeski sakitâ tetap sajalah perasaan. Hal yang hanya kamu yang mampu merasakan, tak akan dimiliki oleh orang lain.
âboycandra
Aku melihatmu dengan segala hal yang kamu tawarkan. Tatapan teduh, pelukan hangat, dan hal-hal yang berwarna indah. Kau memberi ruang untuk singgah. Tapi perjalanan harus kulanjutkan. Aku tidak bisa berhanti di kamu. Hatiku sudah ditunggu yang lain. Semoga kamu menemukan orang lain, bukan yang seperti aku, bukan di waktu yang begini.
âboycandra
Dek, akan selalu ada yang nyinyir atas apa yang kita putuskan. Atas apa yang kita lakukan. Meski kadang mereka tidak mengerti dengan apa yang kita lakukan. Apa yang membuat kita memutuskan melakukan sesuatu. Maka, biarkan sajalah. Tetaplah pada prinsip baik yang kita jalani. Tidak semua orang akan menyukai kita, dan itu sungguh hal yang biasa saja. Hal terpenting adalah kita paham bagian apa yang harus kita perjuangkan.
âboycandra
Seringnya, kita tidak bisa memilih semua pilihan. Padahal, menurut kita, semuanya penting. Semuanya berharga, tapi lagi-lagi, kita hanya bisa mengambil salah satu, tidak semua sekaligus. Bukankah sering, kita takut melepaskan kesempatan, ingin mendapatkan semuanya. Tapi rumus hidup di dunia ini tidak seperti itu, selalu ada hal yang dikorbankan untuk hal yang lain. Selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan dan kalau kita tak juga berani mengambil konsekuensi tsb. Pada akhirnya, kita tidak membuat pilihan apapun. Kita terlalu takut mengambil resiko. Terlalu lama berpikir dan selalu berpikir tentang diri sendiri. Lupa, kalau pilihan kita berdampak pada kehidupan-kehidupan yg lain. Kita sibuk mencari keuntungan pribadi. Sibuk mencari cara agar diri kita selamat, lupa untuk peduli dg yg lain. Pilihan-pilihan yang ada di depan kita selalu mengajarkan kita untuk berpikir lebih luas, tidak hanya tentang diri sendiri. Apakah kita sudah berhasil belajar dari setiap pilihan yang kita buat sebelum ini?
PEMUDA HARUS PRODUKTIF
Pada tahun 2020 â 2030 , bangsa Indonesia akan mengalami bonus demografi. Dengan jumlah pemuda pada masa itu, seharusnya mampu membuat indonesia memimpin berbagai sektor di level internasional. Namun, jika melihat kondisi sekarang, muncul kekhawatiran, bonus demografi ini malah terasa sebagai âminusâ demografi.
Sadarkah kita bahwa pemuda kita ini sedang dilemahkan? Pemuda kita tidak sedang dilemahkan oleh berbagai senjata dan juga perlengkapan perang lainnya, tidak, tapi lebih kejam, pemuda kita sedang dilemahkan pemikirannya dengan berbagai hiburan dunia.
Lihat saja, betapa banyak anak muda yang hari ini tidak lagi idealis, dengan cara menurunkan kualitas tujuan hidupnya. Jika dulu, tujuan hidup anak muda adalah untuk bisa diakui dengan karyanya, dengan kemampuannya, dengan manfaatnya, kini, tujuan hidup seseorang cukup dengan pengakuan oleh orang lain di dunia maya saja. Perubahan pada masyarakat, meningkatnya kesejahteraan, tecipatanya kondisi yang baik, bukan lagi sebuah parameter untuk menunjukan seberapa hebat kita. Kini Jumlah follower, subscriber, likes atau comment justru menjadi parameter yang lebih konkrit untuk menunjukkan kehebatan kita.
Kini, banyak anak muda disibukkan dengan âmembuatâ kehidupan di dunia maya demi mendapatkan pengakuan tersebut. Menghabiskan waktu untuk menciptakan âkaryaâ yang mampu mengundang pengakuan dari orang lain. Padahal, âkehidupanâ di dunia maya tersebut, hanya akan mendatangkan pengakuan maya pula, fana dan tidak nyata. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran, bahwa bonus demografi kelak, hanya akan menjadi jumlah penduduk yang tidak memiliki dampak apapun.
Andai saja, seluruh pemuda memahami, betapa berharganya setiap waktu yang mereka miliki, tentu mereka tidak akan menghabiskan waktu mereka untuk hal-hal yang tidak produktif, tidak bermanfaat dan tidak memiliki dampak terutama dampak bagi masa depan mereka.
Bayangkan saja, jika dalam sehari kita menghabiskan waktu sebanyak 1 jam untuk hal yang tidak bermanfaat, maka dalam setahun kita sudah kehilangan sebanyak 365 jam. Â Bagi sebagian orang, 365 jam adalah waktu yang berharga untuk belajar hal-hal baru, mendalami sebuah skill, menciptakan suatu karya, membuat sebuah perusahaan, atau membangun visinya sedikit demi sedikit. Sedangkan, ada yang menghabiskan 365 jamnya, hanya untuk mengejar hal-hal yang sia-sia. Itu kalau 1 jam, pertanyaannya, berapa jam dalam sehari yang kadang kita sia-siakan?
Maka, bonus demografi kelak, bisa menjadi suatu beban, andaikan pemudanya tidak mampu memanfaatkan waktunya dengan baik. Karena, jika kita tidak disibukkan untuk melakukan hal yang produktif, maka kita akan disibukkan untuk melakukan hal yang tidak produktif. PEMUDA HARUS PRODUKTIF Bandung, 9 September 2017 ©choqi_isyraqi
Dalem bangeet hmm..
malam ini, seorang teman menyarankan hal baik kepadaku. Alih alih supaya tema untuk berbagi cerita yang biasa kita lakukan nantinya berubah. Tidak itu melulu. Aku aamiinkan saja, semoga doanya di dengar Allah, dan semoga segera berlaku untukku, begitupun untuknya đ
Tak ada yang tau isi hati kecil seseorang, boleh jadi dia berkata iya atau tidak hanya untuk menenangkan yang lainnya, dan yang mendengar pun tak kan pernah tau jawaban yang sesungguhnya. Manusia lihai dalam berbohong, bukan? Manusia lihai dalam bertopeng, tak terkecuali aku, kamu, dia, bahkan mereka :)) Manusia menjadi munafik kepada yang lain, terkecuali kepada hati kecil dan Tuhannya.
saking berharganya, sehingga membuatku ingin menjaga perasaan itu baik baik, kusimpan rapi di dalam hati, dan akan sangat sering ku langitkan kepada si empuNya hati đ
A Good Listener
Itulah dirimu selama dan sejauh ini.. Kau biarkan dirimu hanyut dan tenggelam dalam lautan cerita keluh kesah, duka dan suka cita mereka, Namun memendam apa yang sedang kau rasa pun juga kau lakukan.. Kau menampung semua yang dicurahkan orang orang kepadamu, kau haturkan teori dan nasihat nasihat terbaikmu.. Tapi, apa? Pada kenyataannya kau tak pernah bisa lakukan teori terbaik itu pada dirimu.. Semangat itu seakan memudar, samar samar, dan hilang perlahan dari raut wajahmu.. Karena dialah sumber semangatmu, Namun kini tak bisa lagi kau harapkan apa apa padanya.. Dan masih saja, dengan wajah sumringah buatan itu kau sambut mereka, para pengisah.. Hidupmu sudah cukup drama, masihkah kau ingin mendengarkan drama yang lain? Meskipun begitu, pada akhirnya, tak ada yang tau wajah aslimu.. Lagi lagi kau ahli dalam bertopeng :)
Tempat Terbaik Untuk Kembali
Ketika tak ada lagi tempat untukmu bersandar, jangan lupakan bahwa kau masih bisa bersujud.. Siapa lagi kalau bukan Allah? Mendekatlah, mengadulah, menangislah.. Luapkan dan lepaskan segala beban yang selama ini kau tahan di palung hatimu yang terdalam.. Allah akan memberikanmu jawabannya, cepat atau lambat tentu Allah akan jawab satu persatu aduanmu itu.. Jika memang baik bagimu, Allah akan beri.. Jika tak baik bagimu, maka Allah akan jauhkan dengan caraNya.. Jangan gelisah, kamu punya Allah đ
MELEWATKAN ORANG BAIK
âHatimu yakin? Bukankah kalian saling cinta?â
âIya, karena itulah aku berani melepasnya. Jika cintanya teguh, dia akan menunggu walau seribu tahun.â
âBukankah kamu tidak minta ditunggu?â
âDia akan menunggu meski tanpa kupinta.â
âSudah baca statusnya yang paling baru?â
âAku sudah berhenti mengikutinya sejak saat itu. Aku ingin mendamaikan hati.â
âJadi kamu tidak tahu dia akan nikah pekan depan?â
âAPA?!!!â
***
Dalam cinta kenapa tulisan-tulisan tentang memaafkan, melepaskan, dan berdamai banyak disukai dan dibagikan? Menurutku karena jumlah orang baik itu sedikit dan penggemarnya banyak. Sehingga saat dia memutuskan meminang atau menerima pinangan orang lain maka otomatis banyak hati yang patah, sesak, dan merana. Betul apa betul?
Nah, di saat itulah tulisan-tulisan tentang memaafkan, melepaskan, dan berdamai mengambil peran. Sebab urusan perasaan memang tak bisa dipaksakan. Kamu cinta seseorang tidak mesti dia mencintaimu. Kamu suka seseorang tidak harus dia juga suka.
Untuk itu jika kamu mengenal orang baik yang memperjuangkanmu dan kamu pun bahagia karena diperjuangkan, bantulah perjuangannya. Jangan biarkan dia berjuang sendiri. Karena ketika orang baik itu menyerah dan melepasmu, ketahuilah banyak tangan yang siap mengusap air matanya. Banyak hati yang rindu menjadi pasangannya.
Ya, bila mau dan cinta jangan pernah berbohong atau membohongi diri. Jika memang suka dan ingin hidup bersama, jangan pernah bermain dan permainkan rasa. Sebab seseorang yang datang melamar, sejatinya telah merendahkan diri dan membuang segala ego dan harga diri untuk bisa hidup bersama. Aku menulis ini karena ada beberapa hati yang sengaja menguji sebesar apa cinta seseorang yang sedang berjuang untuknya. Bersembunyi agar dicari, menghilang biar ditemukan, dan berlari supaya dikejar. Padahal kata para pujangga, perjuangan tidak sebercanda itu bukan?
Sebenarnya itu boleh jika kamu siap dengan segala resikonya. Karena beberapa pria punya prinsip melamar hanya sekali. Jika tertolak dia akan dengan segera pindah ke lain hati. Bukan karena kamu tidak berharga di matanya. Tapi dia lebih menghargai waktu dan orang-orang yang lebih mencintainya.
Melewatkan orang baik yang ingin membersamai dalam perjuangan adalah penyesalan yang tak berujung. Tapi semua telah terjadi. Tidak berguna segala tangis dan air mata. Teruslah perbaiki diri. Agar saat kesempatan itu datang lagi kamu telah siap dan tidak menyia-nyiakannya. Karena orang baik itu pasti akan selalu datang. Selama kamu memang pantas diperjuangkan oleh orang yang hatinya baik.
Semoga kita tidak melewatkan orang baik yang ada di sekitar kita. Semoga kita berjodoh dengan orang yang baik hatinya, baik akhlaknya, juga baik agamanya.
(Apa Kabar Rindu hal 43-45)
Pemesanan sudah di buka lagi. Bisa lewat line @senyumsyukur atau WA 0812 8642 7969 (fast respon)
PANTASKAH??? #askingmyself