todays bird

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
Show & Tell
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣
No title available
dirt enthusiast
sheepfilms
Misplaced Lens Cap
Today's Document
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around

blake kathryn
AnasAbdin
Sade Olutola
noise dept.
Mike Driver

Kaledo Art

Love Begins

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Pakistan

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Sweden

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Romania
@fthyaaa
@/keberkahan dan ridha Allaah
kupas
buibu ada ga sih yg ilustrasinya kalau minta direview suaminya dikupasnya terlalu tajam sampai simpulannya "masa tiap gambar medioker mulu" 😩 saking tak matang2 heu gapapasih luv suami sy 🥰✨️
"harus well planned atuh" eh akutu planned ketika mau gambar! tapi mungkin belum well atau sebagaimana mestinya 😩
"cari referensi ngga?" (bertanya kesekian kalinya) aku cari! tapi ya baru per elemen aja, belum ke lainnya 😩
padahal naturesnotes kemarin aku sudah mayan berhasil mematri bahwa ada komposisi yang harus diperhatikan walau eksekusinya ya so so. tapi ternyata pr lainnya masih banyakk sekali ahaha 😩
mungkin dari pertama berpikir untuk planning harusnya sudah minta kupas 😩
bersiaplah untuk lebih banyak menerima tajamnya gesekan asah jika mau runcing 😩
jadi ini namanya pedihnya belajar 😩 tapi cenah harus kuat kuat kalau tidak mau menanggung pedihnya kebodohan 😩
belum lagi affinity designer. atau decision making. atau manajemen projects. ah aku semangat belajar 😩
he niatnya cuma posting 1 paragraf jadi banyak 😩
ingin
ingin nulis tapi gatau mau nulis apa 😭 haruskah aku narget daily dear kaya dear ikannya anisaka
Meraki
Sekolah di taman. Gurunya mama. Jawaban mengelak si bocah tiap kali ditanya orang kenapa belum sekolah. Ia pun bisa sekenanya berteman dengan siapa saja anak yang datang ke taman. Lantas di rumah, ia akan bertanya tentang temannya.
“Mama punya nomor teleponnya temenku yang tadi di taman?”
“Kenapa nggak tanya?”
“Terus gimana kalau aku ingin main sama dia lagi?”
“Di mana rumahnya?”
Serentetan pertanyaan sederhana, tapi sulit untuk dijawab dengan pasti.
Lain kali dia akan bertanya mengapa teman-temannya si A, B, C, jarang bermain ke rumah. Kali ini kujawab dengan pasti, “Mereka sekolah.”
Rasa penasarannya dengan sekolah pun dimulai. “Aku ingin sekolah,” tuturnya.
Ada satu sekolah yang menarik perhatianku. Alih-alih bervisi “Unggul, Berakhlak, Cerdas” dan semacamnya, mottonya hanya “Where Learning Meets Playing”. Pun, aku teringat opini Setyaningsih dalam esainya “Belajar di Masa Kanak” yang dimuat di Majalah Karas, aku turut mengiyakan berdasarkan pengalaman pribadi. Ia menuliskan bahwa konsep belajar yang diterima selama ini adalah belajar yang harus melibatkan suatu institusi dan keprofesian yang cenderung eksklusif. Keluar dari rumah menuju sekolah, mencari guru, berada di ruang kelas, mendengarkan penjelasan guru, khidmat pada nilai-nilai sosial-pendidikan, dan bila perlu mencapai tataran murid sempurna-teladan, itulah belajar.
Maka, ketika aku menemukan unggahan Brooke Hampton di akun media sosial sekolah tersebut: Let the children play, stomp in puddles, climb trees, dig in the dirt, go on a bug hunt, make mud pies, roll down a hill, build a cubby, make a daisy chain, create garden for fairies playing, setidaknya aku punya alasan yang cukup untuk berkunjung ke sana.
Dalam bayanganku, pasti seru jika anak-anak benar-benar belajar di ‘taman kanak-kanak’ yang sesungguhnya. Namun, pasti keinginan itu harus ditepis jauh-jauh apalagi di tengah kota. Memang, bangunan sekolah layaknya sekolah pada umumnya, bukan taman. Namun, ketika berbincang dengan salah satu gurunya, banyak yang kami sepakati. Bertandang ke sekolah, tujuanku adalah melontarkan pertanyaan penting, mengapa ia menjadi guru TK.
“Berinteraksi dengan anak-anak itu menyenangkan, meskipun harus siap capek dan lepas urat malu, Bu. Hahaha,” ujarnya lepas. “Kalau anak-anak sedang bermain peran, saya juga pakai bando hewan. Ikut sembunyi kalau main jumplo singit, ikut nyanyi juga kalau lagi nyanyi. ”
Kita sering dihadapkan pada kondisi mencari sekolah. Dalam brosur promosi, yang ditonjolkan adalah program unggulan, piala, penghargaan, ekstra kurikuler, menjadi jaminan belajar yang seolah-olah menjadi penentu kualitas sekolah. Bukan mencari guru atau buku. Lagi-lagi, tulisan Setyaningsih dalam esai yang sama tak perlu saya tolak argumennya.
Meraki.
Hanya perlu satu orang yang memilih pekerjaannya dengan jiwa dan cinta, dia pasti akan memberikan yang terbaik. Hanya dengan bermodal meraki, aku akan memercayainya. Sesulit apapun celoteh dan perilaku anak-anak, kalau sudah suka akan tahu bagaimana cara mengatasinya.
much love terimakasi kak tantra inspiring as always
jalan
ada masanya aku lebih memilih lari dibanding jalan. dan jalan di tengah lari is the worst, ngosngosan, kerasa panasnya sendi, kerasa heart rate dan keringetnya. jadi, jalan tidak asik. jalanan nanjak di gerbang komplek seberang pun kerasa berat kalau dilewati. ke mana- mana enak naik motor lahh~
lalu hadirlah tm 3 di mana sebaiknya aku banyak-banyak jalan, dengan kondisi tm 1 dan 2 aku dalam masa minim bergerak. mualnya keos, kembungnya, nyeri-nyerinya, banyak banget keluhannya yaaAllaah maafkan hamba yang lemah ini, rasanya waktu itu aku kurang berusaha juga mengabaikan ketidaknyamanan yang ada padahal harusnya tidak semudah itu menyerah pada keadaan ;( balik lagi ke tm 3, menghadirkan kembali kesan berjalan memang tidak nyaman. gampang banget capeknya, ibrahnya menghadirkan kesadaran untuk latian nafas lagi untuk lahiran. masih, jalan itu tidak asik.
lalu hadirlah ilya dengan segala kebutuhan fisik yang harus dipenuhi, salah satunya disalurkan dengan jalan. jalan yang panjang, jalan yang jauh. kesadaran bahwa "wah ternyata ketika berjalan, aku sudah tidak kepayahan" hadir agak terlambat, setelah banyaknya rutinitas jalan kaki di tempat-tempat yang tidak ramah pejalan kaki (dah emosi lah kalau bahas bandung kzl)
ilya dan umanya jalan di cibiru wetan (dengan "awas motor" yang bertubi-tubi), sukaluyu (lebih ramah suasana, banyak jajanan hehe tapi keberadaan trotoar mah sama aja), disarpus ke riau junction, gasibu ujung ke taman panatayuda, taman lalu lintas ke sapar lalu ke kodam, sagoo ke superindo dago, dan banyak lagi kami jalan. ilya kuat >2 km tidak dipangku. ada rehatnya tapi hehe rehatnya main juga.
lalu hadirlah podcast Sh. Hamza Yusuf. ini maasyaaAllaah sihh huhu bahwa berjalan adalah kebutuhan manusia yang telah tergeser, berjalan adalah sunnah karena Nabi constantly walking. jalan ini menjaga kese(t)imbangan diri.
berbahagialah yang suka jalan. tambahlah bahagiamu dengan niat- niat yang bagus ini.
يمشي dari per-akar-an kata, punya definisi yang lebih mendalam dibanding sekadar jalan; bergerak dengan tujuan, intentions. ketika bayi pertama kali berjalan, jika tidak ada himmah, determinasi, maka ia tidak akan bangkit lagi. berbeda dengan belajar bicara, yang mungkin diucapkan adalah sesederhana apa yang ia bisa/dengar. sedangkan dalam proses berjalan, cuma one step at a time yang bisa dilakukan. satu kaki, baru lainnya. ibrahnya terkait menghargai proses.
sayangnya kita ada pada formulasi bahwa dari pembiasaan, masuk ke kebiasaan, lalu bisa masuk ke periode autopilot, di sinilah pemaknaan akan sesuatu pudar. jadi ada keperluan untuk mindful, dzikr, kita bisa lebih sadar dengan langkah yang dilakukan. apa ya yang Allaah kehendaki dengan jalan-langkah ini?
studi menarik adalah manusia yang berjalan secara rutin lebih stabil emosinya dan tidak mudah marah wqwq. dan long walk bisa menolong ketika stress. tapi kalau jalannya di bandung mah emosi ngga sih ;(
semoga abuy ilya segera diberi kesempatan untuk studi di luar. atau umanya ya. supaya nature walk bisa segera terlaksana. berjalan di nature yang sebenarnya. aaamiin.
mumets
terakhir kali aku menangis di motor adalah saat ninggalin ilya di rumah buat pergi ke dokter. sudah lumayan lamaa. ternyata kemarin kejadian lagi, mumetnya pikir dan tanya di kepala sudah tidak tertampung lah. ketemu ibu ayam tulang lunak goreng, aku ngusap air mata dulu wkwk
perempuan (atau mungkin kita semua?) dihadapkan pada pertarungan dalam pikiran, memaksa dua hal bertentangan berkelahi supaya bisa terwujud; sebuah realita yang teori bilang ini ideal.
misal, ibu baru melahirkan. menyusui anaknya. sudah tenang dan yakinkan diri bahwa asi akan cukup. lalu nyatanya bb anaknya tidak naik-naik sampai 3 bulan. sudah dideteksi bahwa kurang intake- berarti kurang dari produksi asinya. malah dibilang "jangan terbawa beban pikiran supaya asinya banyak". lah. nyatanya kan asinya dikit :(
jadi pikirannya teh dipaksa rileks, merasa baik-baik saja, bari harus afirmasi asiku banyak padahal sudah jelas bukti nyata bahwa asinya memang sedang kurang. kabayang lieurna?
aku itu wkwk alhamdulillaah sudah lewat.
lalu tiba lagi gelombang pertentangan pikiran dan realita lainnya. misal ibu menyusui, cutinya 3 bulan saja, harus kembali bekerja. pumping di tempat kerja harus rileks supaya suplainya aman. sedemikian rupa itu pikiran di'manipulasi', mengesampingkan rasa bersalah dalam pertimbangan bekerja-menemani anak secara utuh.
yang barusan bukan aku.
kalau aku, di rumah. ingin melakukan hal lain yang implikasinya adalah aku perlu absen sementara untuk aktif nemani ilya. misal kalau aku mau menggambar, mataku ke layar dong bukan ilya. kalau ilya bobo atau self-play mah aman ya. kalau tiba-tiba sedang minta perhatian? kadang kalau sedang fokus, dipanggil pun tidak nyahut kan kita. padahal kalau anak lagi fokus lalu dipanggil tidak nyahut, kitanya pasti kesal/marah (uhuhu)
menggambar masih lebih fleksibel selama tidak ada deadline. kalau aktivitasnya yang lain? yang butuh fokus lebih? yang idealnya auto dihentikan kalau ilya bangun dan butuh? yang malah harusnya tidak melibatkan anak-anak?
lalu misal ada kesempatan untuk menjalankan itu. ilya main sama yang lain. tetap ada lintasan "ah harusnya waktu ini kupakai untuk susun kurikulum main dan belajar ilya". ai pas sama ilya, kepikirannya ke yang lain. heu.
terus ya enak aja gitu duduk diam berpikir menyadari lintasan-lintasan perasaan dan pikiran yang ada. sambil pengen nangis karena kok mumeet ya. pas ada kesempatan motoran, nangis deh. sayang bentar da perjalanannya singkat sekali.
dulu kupikir kenapa sih ada orang yang membiarkan diri berlarut dalam sedih sekian waktu. secara sadar. dijawabnya ingin menikmati kesedihan.
ternyata memang nikmat, ketika punya kesempatan untuk menikmati rasa yang ada. yang terkini, kemumetan. kerungsingan diri, pikiran, rasa. semacam diberi kesempatan memeluk diri dan lain-lainnya yang mengiringi.
terima kasih batik halus - jalaprang.
pakai timer di pagar rumah orang.
LAH PANJANG AMAT YA BUND.
---
Sh Hamza Yusuf di bulan maulid Nabi ﷺ membawakan topik praktik Prophetic mindfullness. digarisbawahi bahwa mindful dalam Islam adalah dengan dzikrullaah, selalu mengingat Allaah di segala kondisi.
alurnya: dzikr = remembrance = rhema + more = bringing back something to mind = mindful
Rasulullaah juga sadar sepenuhnya ketika bersedih, dan beliau ﷺ selalu bersama Allaah di setiap detiknya.
Narrated Anas bin Malik:
We went with Allah's Messenger (ﷺ) (p.b.u.h) to the blacksmith Abu Saif, and he was the husband of the wet-nurse of Ibrahim (the son of the Prophet). Allah's Messenger (ﷺ) took Ibrahim and kissed him and smelled him and later we entered Abu Saif's house and at that time Ibrahim was in his last breaths, and the eyes of Allah's Messenger (ﷺ) (p.b.u.h) started shedding tears. `Abdur Rahman bin `Auf said, "O Allah's Apostle, even you are weeping!" He said, "O Ibn `Auf, this is mercy." Then he wept more and said, "The eyes are shedding tears and the heart is grieved, and we will not say except what pleases our Lord, O Ibrahim ! Indeed we are grieved by your separation."
Clip from Sahih al-Bukhari 1303, In-book reference : Book 23, Hadith 61USC-MSA web (English) reference : Vol. 2, Book 23, Hadith 390
---
semoga kita selalu dimampukan dalam mengelola diri, pikiran, dan rasa sesuai yang Allaah mau. aaamiin.
suka
aku baca caption kak izzati. aku nangis. aku ketik komen. aku hapus. aku komen lagi versi singkat. komen pertama kuhapus karena kok sepertinya akan berakhir jadi tulisan panjang.
membaca caption kak izzati membuat aku ingat dan sadar lagi, bahwa menulis bisa memberi rasa berbeda pada hal biasa.
tapi ini bukan yang biasa. karena besok, 41 menit lagi tanggal aku menikah 3 tahun lalu. di waktu yang sama saat itu, aku sedang merapikan teklap, sambil terngiang tulisan yang dikirim 10 PM-nya. wah betapa dulu (sampai sekarang sebetulnya) aku sangat senang membaca tulis.
aku suka mahmud. sejak masuk radar kehidupan— sejak beliau ngechat di fesbuk. ada loncatan dopamin kalau beliau terlihat on dengan lingkaran hijau, atau kalau beliau sms. mahmud terlalu mengesankan untuk tidak dipenasarankan. ada apa sebetulnya dari kata-kata yang beliau ketik?
aku suka mahmud. cara ketiknya. wawasannya. tidak terduganya membawa cerita. sekarang aku sadar bahwa dulu aku bukan suka mahmud tapi suka keberadaan tulisannya. di manapun. keberadaan dalam wujud apa lagi yang bisa kudapat selain tulisannya?
aku suka mahmud. aku ceritakan tentangnya ke banyak orang (dan ternyata kebanyakan sih wkwkwk) di banyak periode walau aku belum pernah jumpa! sekarang jadi heran, kok bisa memberi kesan sebegitunya ya heuu wallahua’lam. aku tunjukkan tulisan mahmud ke teman-teman.
aku suka mahmud. tapi waktu jumpa pertama kali ternyata aku biasa saja (??? cenderung merasa lucu) walau pas dikasih tau uji bahwa beliau dapet sbmptn sappk aku ultrasonik lumba-lumba terus langsungg ngabarin dila wqwq. as always seperti ketika aku dulu random sms ke nomor mahmud tau-tau dibales. padahal hanya kata-kata.
aku suka mahmud. seperti sudah lama padahal tidak juga. pasca jumpa, jadi ada beberapa momen menyadari beberapa hal baru tentang keberadaan wujudnya di dunia. menarik. manis (WQWQ). pasca jumpa, ternyata aku makin suka mahmud. bagian tulisannya. aku suka sampai-sampai mahmud mengingatkan dan beliau stop memberi tulisan padaqu (sap jangan bales) (sudahi).
aku suka mahmud. dan kalau diingat lagi, aku suka mahmud 80% karena tulisannya. bagaimana cara mahmud berkomunikasi. lalu katanya pernikahan itu 90%nya komunikasi, jadi tentu (sebagian teks hilang)
aku suka mahmud. sampai sekarang masih. sampai nanti juga bisa kalau Allaah izinkan, semoga Allaah izinkan. aku suka mahmud. dengan ragam emosi dan rasa yang pokoknya dari dulu aku terjemahkan sebagai suka wkwk. padahal dulu mungkin judulnya penasaran? gemes? entah wkw dasar bocah. sekarang sudah bukan bocah, tapi aku suka mahmud.
semoga Allaah sehatkan segera.
edit: OH dulu aku membahasakannya "terimpresi" wkwk
Cibiru, 30 Juli 2024 | AaaAaaAAa besok aku 3 tahun menikah
kenapa aku post tulisan semacam ini karena ya gapapa wkwk
HSN
/ffuh ffuh bersihin debu/
Tumblr ini sudah lama tidak aku isii. Mari menulis spontan karena Abuy di kantor dan aku tidak bisa menunggu sampai nanti untuk menuangkan pikiran ini. Sepertinya tidak akan full lowercase (aaa tidak sesuai dengan SOP Tumblr ini)
Hari ini ikut HSN dan maasyaAllaah serba serbi rasa banget lah 😭 Dari dulu senang sama tulisan Kak Zahra jadi hari ini pokoknya harus ikut wkw walau bagian awalnya aku hilang karena Ilya tetiba ada di halaman ngikut Mang Ujang lalu BAB.
Lampau
Mari berjujur ria. Ternyata dalam hidup ini aku cukup banyak taken something for granted. Misal dulu aku suka menggambar, crafting, dibilang kreatif, lalu ya sudah aku menikmatinya tanpa menyadari harusnya ketika Allaah beri sarana, aku gunakan, kembangkan, manfaatkan untuk hasilkan sebanyak-banyaknya kebaikan. Tapi aku LUPUT BELAJAR dan akhirnya 'kalah' dengan yang sejak awal harus terseok dulu untuk sampai ke titik yang sama. Mendapatkan sesuatu dengan belajar dan berjuang dulu secara SADAR, akhirnya membentuk diri dengan cara yang berbeda.
Shirah
Termasuk ilmu-ilmu agama, bahasa Arab, shirah, aku alhamdulillaah sangat terkondisikan dengan disekolahkan di tempat yang mendukung. Lalu ketika aku dilepas dari sarana-sarana itu, akhirnya clueless deh /nangis/. Akhir-akhir ini kepikiran terus, sebetulnya gimana sih cara belajar terbaik buat aku huhuhu. Entah berapa kelas aku daftar, livenya tidak sempat join, lalu recordingnya pun tidak tersimak. Oh apa aku bisanya offline? Sayang sekali Bandung rudet dengan segala lalu lintasnya, dengan peranku sekarang agak sulit. Walau effortnya mungkin tetap Allaah nilai kalau niatnya ✨lurus ✨ tapi ya tapi banyak sekali tapinya. Pembenahan selalu jadi PR.
Aku suka sekali shirah. Tapi tidak terjawantahkan dalam perilaku dan tindakan aku. Ternyata aku merasa cukup dengan materi dari Bunda Jube dan Pak Gaos? 😭 Padahal masih banyak yang belum tersentuh, padahal masih.. Ah pokoknya begitu lah 😭😭 Kayak "Masa sih ini orang suka shirah? Belajar (secara sadar) aja ngga??"
Tadinya aku berniat untuk ngga daftar HSN tahun ini (COBA? NIAT MACAM APA INI) karena berencana mau nyimak aja dulu rekaman HSN sebelumnya, dan simak video-video YouTube yang sudah aku list sejak dahulu kala namun belum tersimak (KAPAN BERESNYA ATUH AKHIRNYA MOAL DAFTAR HSN SEUMUR HIDUP KALI?). Poster dan kabar HSN aku tidak simak sama sekali, chat Kak Ega yang nawarin aku jadi presenter pun tenggelam 😭 Lalu hari H penutupan HSN biidznillaah aku tau-tau mendaftar (nuhun Ririn dan Kak Ega) dann per hari ini, doaku lebih mantap ke yaaAllaah beri hamba-Mu ini kemampuan membaca petunjuk-Mu, termasuk tentang bagaimana semestinya cara terbaik hamba-Mu ini belajar. /brb chat Mpit mau nitip doa beliau mau umrah/
Istiqamah
Kalau lihat Ririn dengan komunitas-komunitasnya, suka ckckck maasyaAllaah deh ini temanqu ini. She know herself. Mau apa dan butuh apa, maka beliau melakukan apa. Terus Teh Ikma (jol mention Teh punten wkwk) yang memang ber-resume di setiap waktu? Beliau tau bahwa cara beliau adalah mencatat? Kak Ega entah berapa entitas dijalankan wkwk cara beliau adalah dengan tetap bergerak? Teh Dini mengajar agar terus belajar? Firza Uji bisa gitu ngikutin ritme KRM. Dila dan Kak Alya bisa gitu dari ngeSLOW lanjut ngeSLOW.
Jadi kelas-kelas tu sudah banyak, accessible, mau yang pricey tinggal menabung. Video gratis juga banyak. Komunitas juga banyak, aku sudah masuk beberapa grup tapi sesuhunya di awal aja, akhirnya terpincang juga manjat chats, review, materi. Buku banyak. Tempat bertanya banyak. Aku butuhnya apa?
Kembali pada diriku sendiri ternyata wqwq istiqamah 😔 DAN SABAR. Aku kira aku ini orangnya sangat penyabar tapi akhir-akhir ini kusadari aku tuh ternyata butuh sabar!!
to be continued.
teman
aku senang chat sama teman. tapi buat balesnya rada susah yah wkw entah kurang berenergi kurang bahan atau gimana. misal waktu itu chat panjang panjang ama dila, pas bacanya super hepi ingin segera direspon tapi akhirnya responnya sepotong sepotong karena bisanya begitu. aku senang tiba tiba ditanya sesuatu, langsung todong tanpa salam atau izin nanya juga aku senang wkwk sama sekali tidak keberatan, super senang.
aku senang ketemu teman. pas waktu itu liat firza savira azzam aplod di lagi bandung, terus chatan sama aku kan. tapi belum terkonfirm akan ketemu aku atau ngga, ya wajar slow respon kan lagi jalan jalan yak. lagian aku sendiri juga tidak fast respon 🤣 tapi waktu itu aku sampe bilang ke mahmud, kalau aku akhirnya ngga jadi ketemu mereka, aku akan mute dulu perstoriannya wkw alhamdulillaah bisa terkonfirm di ahadnya dan ketemu di caheum.
kalau yang terbaru ketemu sipaww di rs. itu juga senang walau cuma bentarr banget dan justru aku yang pamit karena ingin nangis gakuat wk sedihh.
yaudah gitu aja. aku sekarang juga punya teman. 24/7, ada dua. senang. terima kasih yaa Allaah.
mencoba bermata besar seperti ilya
serial cita-cita
tertrigger twit yang bahas kkpk. terus beberapa orang pada reply, katanya dulu suka nulis, berandai-andai bisa ngirim ke kkpk. aku jugaa aku juga.
lalu jadi recall cita-cita fathya kecil apa saja. banyak. dan seru karena kalau ditanya "cita-citanya apa?", aku bingung jawabnya karena banyakk. beda sama sekarang yang bingung jawabnya karena ngga tau mana yang realistis untuk diwujudkan wkwk menguap keinginan-keinginan itu. sad.
dulu cita-citaku arsitek atau desainer interior. aku sama elieana nuraeni (wkwk sebangku terus kitaa) setiap hari gambar rumah. kadang desain luarnya. kadang dalemnya. sesekali denahnya. one day one house/room. digambar di lembaran buku tulis yang dicopot dari tengah itu lho, biar ngga robek. kadang di buku tulis halaman paling belakang. sayangnya bukan di sketch book dan tidak diarsip dengan baik. bahkan kadang ada temen yang "ih fat ini bagus, buat aku lah" lalu akumah ya seneng aja mangga dibawa jadinya ngga bisa dilihat lagi sekarang.
nanti ilya kalau bebikinan sesuatu kayanya seru kalau diarsip dengan baik, biar ilya kalau sudah besar bisa lihat lagi.
dulu cita-citaku pengarang, lalu berubah jadi penulis. aku tau sih kenapa tadinya inginnya pengarang, soalnya dulu aku punya buku harian (yang pertama dari buku tulis sampulnya merah!) terus isinya "dear diary, hari ini aku naik layang-layang". anak-anak memang jago mengarang. lalu lama-lama isi buku hariannya jadi lebih jujur. dan waw menulis kejujuran juga seru ya. supaya lebih umum, kita ganti pengarang dengan penulis. tentang harap-harap bisa jadi penulis kkpk, aku nulis cerita yang tokoh-tokohnya serangga sudah puluhan lembar. tentu saja mengendap di komputer, tidak dikirim ke penerbit 😌
dulu cita-citaku pelukis padahal aku tidak hobi melukis. diksinya pelukis karena kalau penggambar kok tidak pernah dengar ya. dan dulu aku belum tau ada istilah ilustrator. intinya aku suka menggambar walau tidak bagus hehe. aku suka menggambar untuk bercerita atau apapun itu.
dari penulis dan pelukis itu, aku bersama hanin kamal, nida salma, azlia intan (betul ngga ya personilnya itu) bikin novel bergambar. satu halaman buku tulis dibagi-bagi, ⅔nya untuk gambar, ⅓nya untuk teks ceritanya. sehari dibawa aku, sehari dibawa nida buat dikerjain di rumah. kolab gitula. yang lain kalau mau baca ya di sekolah. diputer ke baanyak teman-teman sekelas.
dulu cita-citaku jadi ahli botani. fathya smp isi itu pas tes psikotes. pelajaran biologi bunda rara seruu sekali dan jadi menjiwai. pas ketemu bu tina di man, masih seru. pas bu etty ternyata serunya kebangetan 🥲 sampai akhirnya meragukan apa sebetulnya yang aku sukai dan aku bisa wkwk inilah titik di mana cita-cita yang ada parada menguap (sad) (sob).
mau masuk fsrd tidak boleh, padahal kalau aku punya argumen dan bersikeras mungkin akan dibolehin. terus akhirnya masuk sith padahal keyakinan akan perbotanian sudah surut eheheu. terus sedih karena tidak menyelami jurusan lain wkw
boleh ngga sih merasa salah jurusan kuliah di usia 24 akhir, ketika sudah punya anak 1 🤣
di masa berlalu lalang pikiran macam begini, aku senang masih kepikiran tentang aku yang lama, aku yang punya cita-cita. mungkin kalau disiram lagi, masih bisa tumbuh dan berbuah lalu bisa dipetik?
masih banyak sebetulnya cita-citanyaa. bersambung ah. kepanjangan nanti.
mari lampirkan foto tidak nyambung, yang dijepret dalam rangka lulus dari jurusan yang dirasa salah jurusan tea wkw tapi tidak kok tidak menyezal
oceh
aku ingin main ke luar, jalan-jalan, ketemu teman-teman. berikut sekilas rasa sore ini. jarang mendalam dirasakan karena hari-hari biasanya lebih terisi oleh berpikir ngajak ngobrol ilya apa ya. atau yang 'ringan' aja kalau bisa. atau bagaimana ya meningkatkan bb ilya dengan cepat. atau yang lainnya yang berupa bentuk usaha tetap tenang dan waras.
sempat lewat sekilas lupa baca di mana, kapasitas otak bumil mengecil selama kehamilan agar tidak ada lagi ruang untuk kekhawatiran baru dan hal negatif lainnya. kayanya berlaku juga di busui kali ya mengingat (buat aku) breastfeeding is much harder wqwq. ngapa aku jadi lemot rasanya mengapa otak menumpul mestinya bisa murajaah sebagai bentuk penyelamatan hei. hei. hei hei.
bahkan mau menulis yang berisi berfaedah aja bingung aku. semoga tidak kaku kaku.
jadi kapan main bertemu teman-teman ya. belum tau.
gambar dilampirkan biar ada aja.
Allaah sudah titip. jaga yang baik.
tuti
tadi pas dapet undangan tuti langsung inget percakapan sama dia pas nikahan saya, "shap pokonya nanti kalo aku nikah kamu dateng ya". rumah tuti jauh padahal sama-sama bandung. dan dia berhasil sampe ke cibiru wkw salut :( adr bandung asli tuh mencar banget, rerata bandung coret pula.
terus jadi inget momen nikah, (yang ternyata belum pernah ada tulisannya,) yang beneran di luar bayangan tapi kalau di-recap, ada banyak momen kecil berharga yang diimpikan. reduksi jumlah undangan entah berapa gelombang karena peraturan pemerintah ganti teruus dan saat itu, ppkm berubah ya kondisi berubah. ngga kaya akhir-akhir ini yang mau level berapapun rasanya ngga terlalu ngaruh (apa karena lagi ngga ngurus nikahan wkwk). dari sekian ratus undangan, sampe cuma boleh keluarga doang yang hadir akad. dari udah fiks venue sampai survei lagi sampai akhirnya ya di masjid dekat rumah wq. acara udah disiapin jauh hari, tapi baru bisa fiks h-3 wkwkw makanya di undangan, lokasinya cuma: bandung. paginya akad, dini harinya kumasi nyusun teklap.
dan sad-nya tentu saja kesempatan ketemu temen secara langsung, berkurang. kita akalin pake nerima tamu di rumah, tapi di undangan ngga ada teks ngundang secara langsung karena bingungg. udah sekian kali japri buat ngundang, isinya minta maap semua kan ngga enak ya ditolak tuh wkwk padahal udah kondisi begitu mah ya ngga masalah ngga hadir pun, tapi jadinya orang malah harus minta maap. dan alhamdulillaah-nya (?!) ternyata masih ada manusia-manusia bandung yang "kita maunya dateng ya" dan senang hati diterima wkw emang maunya begitu. dilema.
tapi tentu saja keseluruhan ya alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah, banyak sekali yang bisa disyukuri. termasuk alhamdulillaah bisa ketemu tuti, karena ummi suka tiba-tiba aja nanya gimana kabar restu masih kontakan apa ngga. ngga tau gimana ceritanya ummi bisa inget banget sama tuti wkw padahal kita deep talk aja jarang ya tut. tapi terkesan deh tiba-tiba muncul di depan rumah. setelahnya ada doya. terus ya karena format undangannya begitu, mempelai bisa banyak ngobrol sama yang dateng alhamdulillaah walau ngga merata juga sih durasinya.
dann lupa ngasih bingkisan makaan pas kamu, kalian pulang. maap :')
dan tuti sudah sebar undangan! alhamdulillaah. semoga Allaah izinkan buat dateng yaa kita oper langsung trofinyaa. - ini belum kepost tau-tau eky sebar undangan wkwk opernya jadi ngga ke tuti.
sekarang
entah sudah berapa kali mengira, "oh sudah berganti fase nih kayaknya, sudah akan enak". tapi ternyata keesokan harinya atau bahkan sorenya, muncul lagi ini atau itu. saya biasanya terhitung mudah menjalani perubahan² kondisi, adaptif lah. hanya saja yang ini entah bagaimana sekian pekan terakhir rasanya suulit sekali damai dan enjoy dengan diri sendiri huhu subhaanallaah. tapi akhir² ini alhamdulillaah sudah lebih baik. lebih menikmati. karena hal² tidak enaknya sudah berkurang hehehe.
buktinya saya sudah bisa ketik² teks, jadi ya lebih terkondisi ya. ini cerita tentang periode yang sudah lewat saja, biar tercatat. biar bisa ingat di masa mendatang bahwa ini berat (wk wk wk menangis). biar bisa lebih bersyukur karena sudah berhasil melewati, walau setelah ini pasti ada yang lain lagi. biar ingat, bahwa diri ini sedemikian rupa Allaah kuatkan.
be present
ini mungkin tidak akan terlalu berat kalau diri ini sadar (?). jadi di tengah bersiap, ada kesadaran yang harus dibangun, bukan hanya tentang apa² untuk masa mendatang, namun jugaa perkara masa² terdekatt.
wkwk intinya saya tuh sudah terlanjur memikirkan banyak hal untuk nanti tapi lupa hadir di masa kini.
jadilah, skip. lupa bahwa banyak hal bisa terjadi di masa kini dan bukan cuma persoalan pikiran dan ilmu, tapi mental juga fisik.
fisik saya rasanya amburadul sekali padahal tidak juga lho wkwk. mental saya terus berpesan untuk menikmati, tapi susah wkwkwk gimana coba cara menikmati hal yang tidak enak? :'
padahal sebetulnya, kalau sudah sadar, hal tidak enak jadinya tidak akan seberapa lah.
akhirnya, plan² 'ideal' yang sudah tersusun perlu menunggu dulu, sampai diri ini kondusif untuk menjalankan.
laa haula wa laa quwwata illa billaah
jadilah sekian pekan ini mendekam di rumah, di kamar. baru berhasil keluar dua, tiga kali di sepekan terakhir. ngeliat postingan jalan² adr berulang kali kepikir ingin jalan² ketemu orang² jugaa deh. tapi yak langsung sadar diri bahwa harus sabar dulu hehehe.
semoga mahmud selalu Allaah kuatkan wkwk saya ribet banget jadinya yaaAllaah.
hayo jurnal apa ini?
ngga tau
ini terasa sangat signifikan setelah hampir 3 bulan ini. sebelumnya, kalau ngga tau yaudah, belum tentu ditindaklanjuti atau bahkan itu jadi titik berhentinya sebuah sesuatu. sekarang, pokoknya kalau "ngga tau" responnya akan seputar "ngga, kamu pasti tau". ada langkah yang lebih maju (semoga ya) dengan mendorong, memaksa diri untuk "tau". minimal kalau memang "belum tau", berarti "akan tau, ditinjau dulu". jadi tergerak untuk lebih sadar dan tau akan apa yang dimaksud.
ohiya, "bingung" juga. kereduksi.
masih takjub tadi, tanya abstrak ternyata dijawab. semua jadi bisa dijawab. atau dicoba dijawab. ada yang berbeda kalau ditanya "kenapa? memangnya apa?", lalu jawabannya bukan sekadar "gitu pokoknya. ya emang gitu" atau "susah nih jelasinnya", melainkan penjelasan yang terasa masuk di pikir dan rasa. seru. seru aja wkwk mud hebat kamu orang baikk yaaAllaah alhamdulillaah heheheu.
modus
rezeki akan dititip pada siapa siapanya sudah diatur. tugas hanya memantaskan diri didatangi rezeki, menjemput, memohon dikuatkan dan dimampukan untuk mengelola titipan yang diberikan.
akan datang, walau berputar putar dulu, singgah di sana sini dulu, sampai di dia dan dia dulu. kalau pada dasarnya adalah untuk orang ini, maka akan tiba.
ini duluuu saya kasih untuk dimanfaatkan. sepulang syukwis iaic. dari jahe ampe kembang lawang. belum praktis kayak yang tinggal seduh memang, belum lagi formula yang beda beda untuk gejala beda beda makanya dikasih bundel resep keciil panduan penggunaan.
belum abis. he tau tau sampai lagi ke tangan saya wkwk tanpa diminta, mungkin rezeki saya. mungkin rezeki saya buat menindak langsung bebahanan herbal ini.
sembuh segera ya mud insyaaAllaah. sedih ini.