Busy But Lazy?
“Ah, banyak banget yang jadi pikiran hari ini.”
“Apa ya, kegiatan yang bisa ngebuat sibuk sekaligus produktif.”
Halo, semangat kamu. Yang lagi dipusingkan dengan sesuatu yang seakan-akan berat padahal belum sedetikpun dikerjakan. Kebanyakan orang menganggap bahwa ia merasa sangat-sangat sibuk dan tidak ada waktu. Padahal saat itu, pemikiran sibuk itu memicu rasa lelah. Berasa ada tugas ngeganjel yang belum sempat terpegang. Mampir di pikiran. Sibuk dipikir, waktu berpikir ‘saja’ yang sia-sia ini sebenarnya termasuk di waktu santai. Cuman, otak yang ngajak ribut mikir ini itu belum selesai. Mikir aja ya, tanpa tindakan buat ngerjakan.
Thinking while working beda dengan think before starting to work. Simpel banget. Definisi refresing tapi dikejar atasan dalam rangka reminder untuk ngerjakan ini itu, mengirim dokumen dan sebagainya. Jika dikau belum ingat (alias lupa), manusia memang butuh huwangs buat bertahan hidup dengan menyisihkan sebagian besar waktunya untuk itu. Tapi ini ‘sebagian besar’ bukan keseluruhan. Waktu santai ada bukan untuk dipakai memikirkan ini itu cuan cuan. Badanmu milikmu. Komitmen tetap, namun sisihkan waktu untuk dirimu menikmati diri sebagaimana manusia pada mulanya.
Sudah niat melakukan sesuatu? Nice! Do it! Keep it free and as simple as possible. Intinya, manajemen waktu itu nomer satu untuk mental healt-mu.















