PERNAH NANGIS KARENA POHON JAMBU DIDEPAN RUMAH DITEBANG, DAN AKU GA TAHU KENAPA HAL SEPELE GINI AJA BIKIN NANGIS, AM I FRAGILE?
Yup, aku pernah nangis kejer gegara pohon jambu depan rumah di tebang tanpa izin. Dan bertanya-tanya sama diri sendiri, “kenapa sih hal sepele gini aja harus ditangisi?” Setelah baca buku Loving the Wounded Soul karya Regis Machdy, aku tau jawabannya.
Dalam Loving the Wounded Soul, Regis Machdy jelasin bahwa kesedihan mendalam yang muncul dari peristiwa kecil bisa jadi efek dari trauma mikro atau keterikatan batin yang nggak kelihatan dari luar. Ini bukan berarti kamu lebay atau fragile. Ini justru bukti kita punya kedalaman emosional dan memori yang terhubung kuat dengan sesuatu.
1. Trauma Mikro Itu Nyata
“Luka batin tidak selalu datang dari kejadian besar. Hal-hal kecil yang terjadi berulang atau terasa mengganggu tapi tidak pernah sempat diberi ruang, bisa menumpuk jadi luka yang dalam.”
Ternyata, pohon jambu itu bukan sekedar pohon buat aku, tapi:
Sering dipandangi tiap hari.
Jadi bagian rutinitas yang menyenangkan.
Pernah jadi saksi saat galau. Wkwkwk.
Jadi waktu ditebang dan ga pamit, jadi rasanya tuh kayak, “Ada yang hilang tanpa aku siap-siap.” Wkwkwk. Dan ternyata ini namanya trauma mikro: kehilangan kecil yang menyentuh bagian jiwa yang dalam dan tersembunyi.
2. Keterikatan Emosional dengan Hal yang Diam
Dalam buku itu juga dijelasin kalo manusia bisa membangun hubungan dengan hal-hal yang ga bersuara, tapi selalu hadir.
Jadi bisa dikatakan aku punya ‘ikatan diam’ sama pohon jambu itu, karena:
Aku lihat pohon itu tiap hari.
Aku tau kapan dia akan berbuah.
Aku jadi saksi pertumbuhannya.
Semua itu ngebentuk ikatan emosional yang gak pernah aku sadari, sampai hari kehilangan itu datang.
3. Ketika Sedih Kecil Menjadi Portal Luka Lama
Kadang, kehilangan sesuatu yang kecil membuka luka lama yang sebelumnya terkubur.
Mungkin dulu aku pernah ngerasain juga kehilangan kayak gini dan aku ga bisa bersuara apa lagi nahan kepergiannya.
Mungkin dulu aku pernah punya sesuatu yang berharga dan diambil paksa.
Mungkin dulu aku pernah punya pengalaman relationship yang putus tiba-tiba tanpa kabar. Awoak.
Pohon jambu itu jadi trigger — yang bukan hanya menyedihkan, tapi karena dia kayak “membangunkan” rasa sedih-sedih terpendam yang belum sempat aku sembuhin.
4. Kesedihanmu Itu Sah & Perlu Diakui
“Jiwa yang terluka butuh diakui, bukan disalahkan.”
Ini penting banget buat diinget biar ga nirempati dan buru-buru bilang:
Yaelah lebay banget, pohon jambu doang.
Lu fragile amat, mau mens kali.
Padahal, kehilangan hal kecil bisa jadi puncak gunung es dari yang udah lama numpuk.
✨ Kesimpulan dari Penjelasan ala Loving the Wounded Soul:
Bukan fragile, tapi lebih peka.
Bukan Lebay, tapi punya koneksi emosional yang dalam.
Dan waktu nangis karena pohonnya ditebang, ini bukan sekedar pohon. Tapi soal makna yang dibawa pohon itu dalam diam.
Dah ah, segitu dulu. Have a nice day!