You can’t.
i wuff u as always
Sade Olutola
occasionally subtle
almost home
No title available

blake kathryn
Alisa U Zemlji Chuda

titsay
KIROKAZE
d e v o n
dirt enthusiast

Discoholic 🪩

祝日 / Permanent Vacation

ellievsbear
Sweet Seals For You, Always
he wasn't even looking at me and he found me

Kaledo Art
RMH

Product Placement
will byers stan first human second
i don't do bad sauce passes

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
seen from Singapore

seen from South Korea

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from United States

seen from Ukraine
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United States
@fucked-oops
You can’t.
i wuff u as always
Gap the Series episode 8 Screenshots Part 2
i wanna hold your hand
check more of my work on instagram // buy prints here
Normani starring in Josh Levi’s music video Don’t They
Wearing glasses, red lips, soft skin.
Salah Jalan
Hey, pernah merasa “salah jalan”?
Salah jurusan, salah ikut organisasi, salah topik skripsi, salah memilih pekerjaan, salah membangun core competence, atau bahkan rasanya seluruh hidupmu salah sehingga untuk memperbaikinya kamu harus mengulangi hidup sejak bayi lagi?
Sedikit-banyak, saya pun pernah merasakannya.
Setelah sekian lama bergulat dan berefleksi atas perjalanan hidup, pada titik ini, inilah beberapa nasihat saya kepada diri saya sendiri.
1. Bebaskan diri dari ilusi waktu.
Masa lalu hanyalah memori, masa depan hanyalah imajinasi. Hidup yang sesungguhnya adalah apa yang kita jalani saat ini.
Kamu perlu ingat bahwa betapapun salahnya pilihan yang kita ambil di masa lalu atau seberat apapun situasi yang menanti di masa depan, saat ini mereka hanya terjadi di alam pikiran kita.
Yang nyata adalah apa yang kamu alami, pilihan yang kamu ambil, dan tindakan yang kamu lakukan saat ini; di sinilah hidupmu.
2. Kamu selalu bisa memulai hidup baru.
Bahkan, hidup itu sendiri memang selalu baru. Pagi ini bukanlah pagi yang sama dengan pagi manapun yang pernah kita lalui, detik ini adalah detik baru yang belum pernah kita isi.
Mengapa menyeret-nyeret memori dan menganggap kita yang hari ini adalah bawaan dari kita di masa lalu, ketika hidup selalu menyajikan kesempatan untuk menjadi seseorang yang baru?
3. Mulai sekarang, hiduplah secara intensional.
Hadirkan selalu kesadaran yang penuh pada setiap tindakan dan keputusan–hingga pada hal-hal yang selama ini tidak kita sadari bahwa ia adalah sebuah keputusan, seperti bagaimana kita mengisi Minggu pagi atau bagaimana kita memanfaatkan uang receh.
Hati-hati dengan mode autopilot–mode di mana kita menjalani hidup tanpa intensi dan tanpa kesadaran penuh, menyerahkan kendali pada naluri alamiah dan alam bawah sadar.
Hadir ke kelas karena otak kita sudah diprogram untuk melakukannya sebagai rutinitas–misalnya.
Melanjutkan studi karena, ya, semua orang melakukannya–bukankah begitu caranya hidup? SD - SMP - SMA - Kuliah - Kerja - Kuliah lagi kalau tidak dapat pekerjaan.
Hidup macam apa yang bisa dicapai dengan mode autopilot? Hidup yang terombang-ambing mengikuti apa pun di luar diri kita: tren yang populer, penilaian orang lain, tuntutan lingkungan, dan seterusnya.
If you don’t know where you are going, any road will get you there.
Lewis Caroll
Sejauh apapun kamu tersesat, sebanyak apapun waktu yang tersia-siakan, kamu selalu bisa berputar arah dan mengawali lagi segalanya.
Hutang bisa dibayar, maaf bisa diberi, dosa bisa dihapus; asal kita tidak berputus asa dan selalu memberikan yang terbaik yang kita mampu saat ini, mulai hari ini dan seterusnya.
Lawang Sewu, Semarang. (2018)
—taken by G.N