Apa yang harus dilakukan pada kenangan lama? Jika itu buruk, sangat menyakitkan. Jika baik, itu membuat kita sedih. (Pakhi)
biarkan melintas bebas, seperti itulah yg bisa kita lakukan. Bukan melawannya.

Janaina Medeiros
Claire Keane
Cosmic Funnies

Origami Around

Love Begins

Discoholic 🪩
Sweet Seals For You, Always

@theartofmadeline
todays bird
DEAR READER
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available

ellievsbear
RMH
Keni
Today's Document
Mike Driver
Monterey Bay Aquarium
taylor price
trying on a metaphor
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Belarus

seen from Malaysia
seen from Oman
seen from United States

seen from New Zealand
seen from Mexico

seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States
@gadiislangit
Apa yang harus dilakukan pada kenangan lama? Jika itu buruk, sangat menyakitkan. Jika baik, itu membuat kita sedih. (Pakhi)
biarkan melintas bebas, seperti itulah yg bisa kita lakukan. Bukan melawannya.
Semalam mimpiin kak Dini, :'( Keadaannya buruk, sakitnya tambah parah. Semoga di dunia nyata kebalikannya, kak Dini sehat walafiat. Aamiin.
miss you kk, so sorry for this long space that I made. :(
Alhamdulillah. Semoga bahagia terus meliputi setiap insan yang berusaha untuk terus di jalan-Nya. Aamiin. Lokasi : Curug 7 Cilember, Puncak Bogor.
~ it's ok HAHAHAHAHAHA
Kesempurnaan tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan. Dan sekarang kau belajar bahwa kebahagiaan ada di dalam ruangan-ruangan yang berantakan? (hal 31) ____ Pertama kali baca novel Divakaruni judulnya The Palace of Illusion, langsung jatuh hati. Kalau lihat resensi2 bukunya, kebanyakan menyentuh sisi kehidupan perempuan. Sekarang udah punya Queen of Dreams, semoga bisa mengoleksi semua bukunya. Aamiin. 😊
Sabtu, kondangan visca. Minggu, kondangan tino. Senin, ikut demo buruh aja kali yak. Biar long weekendnya tak terlupakan. Hiks
Muka bengep (bengkak) lagi. Ya Allah sedih kali aku, mukaku ujiannya banyak. Hiks semoga ndak parah seperti yg dulu. Aamiin.
Harga mahal untuk sebuah pilihan. Terimalah semua konsekwensi seperti seorang ksatria. Jangan mundur seperti seorang pengecut.
iis kepada iis
Waktu musim gugur turun di sekitar Jati 5, tungkai kakinya seketika melemah. Luruh, daundaun dan perasaan yang lama tertimbun. Diembuskan nafasnya yang pernah sengal di suatu malam. Bahwa segalanya akan baikbaik saja, meski angin mengabarkan berita duka tentang satu perasaan yang dicabut paksa. Perempuan itu tahu Tuhan punya kuasa. Dia harus memilih, diam menangisi ketidakberdayaan melawan takdir atau melanjutkan perjalanan sampai akhir. Dia memilih yang kedua. Selamat tinggal masa lalu, lirihnya. Sambil tersenyum, dia pun berjalan di antara daundaun gugur serta hatinya yang kadung hancur.Trus balik lagi minta hapenya, "Coba lihat hasilnya, bagus ndak?" . . . #donttakeseriously 😂
Otw Bandung, ketemu Essien. 🚴 _____ Caption mengandung 50% halusinasi 30% imajinasi 19% pencitraan 1% harapan.
Demi Tuhan dengan firman pertamaNya untuk membaca. Demi buku y pertama kali kusentuh; buku y pertama kali kubaca; buku y pertama kali kubeli pakai uangku sendiri; buku pertama y kupinjam dari orang lain; buku pertama y kupinjam dr perpustakaan. Demi buku y membuatku bahagia; membuatku menangis; gila karena penasaran; jijik; kesal; marah; jatuh cinta setengah mati. Demi buku-bukuku y kutinggal pergi di Sulawesi; hilang; dipinjam dan tak kembali; dibeli tak terbaca; rusak akhirnya dibuang; dipinjam akhirnya kuhibahi. Demi buku-buku y ada di toko buku, di perpustakaan, di kamarkamar, di meja belajar, dan y berakhir di sisiku. Cuman mau bilang, "SELAMAT HARI BUKU!" :') _________ 📚 : Buku apa yang paling kamu ingini? Share dong. Klo gw semua bukunya Divakaruni *mupeng* 😁
Kau harus mengambil dua tiga langkah untuk sejajar dengannya. Kau perlu empat lima kali lipat berpikir untuk mencapai maksudnya. Dia melesat begitu cepat untuk diburu, terlalu kuat untuk dihentikan, kesadaranmu sudah sampai pada kesimpulan... dia terlalu jauh untuk kaurengkuh. Dan kau cukup rapuh untuk terjatuh. Sekalipun petang adalah lonceng untuk segera pulang, kautahu tak ada yang benarbenar berakhir. Esok kau kan bangun dengan perasaan sisa hari ini dan bertanyatanya, "Haruskah aku memulainya lagi?" (aim)
Igor berjanji pd istrinya akan menyudahi segala kegilaan kerjanya. "Sudah waktunya." istrinya mengingatkan berkalikali. Ewa jenuh. Saat mrk di titik nol, Igor bekerja keras u mencapai kesuksesan. Ketika kesuksesan sdh digenggamnya, ia menjelma robot yg siang malam bekerja demi mempertahankan semuanya. Igor adalah icon kesuksesan -sang superclass. Kekayaannya tak terbilang. Tp, knp Ewa mlh meninggalkannya? Ia kehilangan belahan jiwa, kebahagiaannya, mimpi u hidup bersama di suatu desa n saling mencintai satu sama lain. Igor kehilangan satu dunia demi dunia y menjebloskannya dlm ketidakpuasan. _____ Gak asing bngt kan, yak? Di kehidupan nyata part di atas adalah realitas yg ngenes bngt. Dunia seolah2 garis finish yg dikejarkejar, anehnya semakin dikejar garis itu semakin menjauh. Tujuan y tak ada ujungnya. Buku ini ngajarin gw 'iis, bnyk2 bersyukurlah. Kejar akhirat aja, dunia nanti mengikuti.' dan yg paling penting judul buku ini adlh kabar gembira buat jomblo: Sang Pemenang Berdiri Sendirian. Wkwkkwk selamat yah mblo, kalian lah sang pemenang! 😂👏
RAHMAT ALLAH BAGI KITA PELAKU DOSA...!!!!!
👤 Dr. Firanda Andirja
Allah masih sayang kepada kita,tatkala kita bermaksiat…
1. Allah masih menutup aib kita…, seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita, maka betapa malunya kita..
2. Allah tidak langsung mengadzab kita…, seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan, tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini… tentu kita akan segera binasa sebelum sempat bertaubat…
3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita… bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu?… Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah…??
4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita… bahkan hingga nafas terakhir kita…
5. Bahkan Allah sangat gembira pada hambanya yang bertaubat… (padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam kemaksiatan)…
6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat… Lantas, kenapa kita masih menunda taubat?… kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai?…
Apakah kita akan terus demikian hingga Allah cabut rahmatNya sehingga kita meninggal dalam berlumuran dosa…?
Jumat Pagi, 14 April 2017
Allahu akbar! :'(
Sudah tiga jam sejak aku meninggalkan kosan dengan alasan ingin nge-teh, aku melipir ke kamar teman. Teh sudah tandas. Pukis juga habis. Namun, kesedihan itu menetap. Seperti orang asing kurang ajar yang tibatiba masuk rumah dan tak mau pergi, meski diusir berkalikali. Kesedihan tidak lahir dari dinding kantor, meski aku berpindahpindah ruangan: musholla ke pantry, pantry ke kamar mandi, lalu duduk menyendiri dekat taman memerhatikan hasil paving pak Juli. Aku malah semakin terpuruk dalam kesedihan. Kesedihan juga bukan hasil produksi kesunyian, toh saat Pak Eko menawariku satu milyar ~kalau saja ditemukan di tanah yang digalinya~ lalu kami tertawa ngakak sambil berandaiandai, aku tetap saja merasa sedih. Tanpa air mata. Kesedihan itu apa? Temanku jatuh tertidur, lagu Medan (dengan bahasa batak yang tak kumengerti) mengalun mengisi sudut ruang kamar. Kudengarkan, semampu kecerdasan yang aku miliki. Setidaknya musiknya masih bisa kutangkap dan dinikmati. Purna, kesedihan mendayudayu. Seperti tanggul jebol, tumpah segala 'sampah' di kepalaku yang hampir pecah. Aku harus ke mana? Lantai ini dingin. Aku ingin jadi lantai. Atau keset, diinjakinjak, tak apalah yang penting aku bebas dari kesedihan. Jadi tumpukan sepatu. Jendela yang terbuka. Pintu terkunci. Galon. Kalender. Payung. Lampu. Muak. Aku tak ingin berpikir. Lagu berhenti, panggilan masuk memutus ayunan kakiku yang mengikuti irama, kenapa bukan kesedihan saja? Kesedihan tetap hidup bak nenek tua yang panjang umur, sisasisa nafasnya masih bertemu lilin ulang tahun, tak mau mati. Apa maunya?
Aku bersyukur. Beberapa ujian yang Allah berikan padaku, dapat aku terima di hempasan pertama. Aku tidak langsung marah, mengumpat, putus asa. Aku pernah baca bahwasanya kesabaran itu ada di awal dan akhir. Bagaimana sikap kita menerima ujian di awal, itu juga bentuk kesabaran. Aku selalu mencoba itu. Ujian demi ujian kuhadapi, hati yang lapang, kepala yang dingin, emosi yang ditekan sedemikian mungkin. Sangat berat. Kadang aku kalah. Kadang aku bisa. Itulah manusia. Semoga bisa lebih baik lagi dan lagi.
iis menyambut waktu subuh.
Kembali
Kembali pada Allah SWT.
Ibarat kelemahanku yang selalu bergantung kepada mama, aku selalu kembali padanya karena aku darah dagingnya, dia tahu apa yang baik untukku, dia tahu apa yang sebaiknya aku perbuat, langkah mana yang harus kuambil, dan ke mana tujuanku. Sebab juga, dia mamaku.
Apatah lagi, dengan Allah SWT. Yang Maha Kuasa atas segalanya, tentu aku akan selalu kembali padaNya. Semua yang terjadi dan apa yang (takut) akan terjadi, keterbatasanku, ke Maha lemahanku, segala kekurangan yang melekat dalam diriku, menarik dan menghempaskanku tepat di kakiNya. Ingin selalu berlari ke padaNya. Kalau boleh di pelukNya. Mengadu. Menangis. Memohon. Musabab, dia Tuhanku ~ penciptaku.
“Oh, Allah. Ini loh aku, hamba yang banyak salah. Banyak dosa. Mohon pertolonganmu, izinkan dengan segala KuasaMu. Sakitku. Lemahku. Jadikan sebagai penghapus dosa. Mohon dikuatkan. Mohon diampuni. Hanya kepadaMulah hamba kembali dan hanya kepadaMulah hamba memohon pertolongan.”
Jkt, 26/3/17
__________
iis yang mencoba tetap bersyukur atas apa yang terjadi sampai detik ini.