kesabaran gue lagi di uji prend😇🙏
Monterey Bay Aquarium

if i look back, i am lost

Love Begins

No title available
todays bird
trying on a metaphor

Janaina Medeiros
Peter Solarz
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

tannertan36
KIROKAZE

Andulka
tumblr dot com

roma★
Cosmic Funnies

shark vs the universe
cherry valley forever

JBB: An Artblog!
art blog(derogatory)

izzy's playlists!
seen from Israel
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from India
seen from Tunisia

seen from Italy
seen from Brazil
seen from Bangladesh
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
@gadismelankolia
kesabaran gue lagi di uji prend😇🙏
emang ya org dirumah ini kalo giliran kita butuh barang ilang semua, trs jg enteng bener ngomong "YAUDAH PAKE YANG LAIN AJA" masalahnya barang gue yang di ilangin tolong deh sedikit aja gitu punya rasa tanggung jawab☺️💔
asinglah seasing asingnya, aku tidak akan menampakkan diriku lagi di hadapan mu, lupakan jika aku pernah segila itu kemarin, sekalipun semesta mempertemukan kita, aku akan berusaha menghindar.
terlepas dari siapa yang salah
tapi aku memutuskan berhenti sampai di sini, ntah siapa yang jahat atau pengecut,
tapi yang jelas kita dua manusia yang sama -sama
gagal memahami dalam
hal apapun.
i love u more than u know
temukan kebahagiaan seperti apa yang kamu
inginkan serta carilah sifat dan cara orang memperlakukanmu yang tidak ada di diriku.
selamat berpisah, barang kali ada cinta yang membuatmu berubah menjadi lebih baik, maka aku akan turut senang melihatnya, bagiku kamu
tidak jahat, hanya saja memang bukan aku orang nya.
16 November 2025
Hari ini, pertama kalinya ngelakuin kesalahan yang cukup "fatal" dikantor setelah beberapa tahun kerja. rasanya, bener-bener down banget sampe akupun ngga mood buat makan. tidak menyalahkan siapapun tetapi pastinya menyalahkan diri sendiri, dan sangat kecewa sama diri sendiri. tapi, percaya dengan adanya masalah ini, membuat aku makin kuat dan semangat lagi kedepannya.
Belajar atas kesalahan hari ini. semoga ngga terulang lagi yaa G. semangat🤍
tiap ketemu sama warga awam yg jarang banget ketemu, pasti selalu ditanyain "KAPAN NIH MAU NIKAH?" "KAPAN NIH MAU NYEBAR UNDANGAN?" "KAPAN NIH KENALIN CALONNYA?"
emmm btw emang sepenting itukah hidupku dimata kalian?🤣
"Sedari awal sudah kuduga; hanya aku yang jatuh cinta dalam hubungan ini."
-
Ferliana Harman
I hope you don't change
I hope you stay the same
I wish you were like you used to be
And now
I can only hope you're okay.
I miss you so much
let me raise a toast to the man i love
dan pada akhirnya aku sadar, bahwa dia memang tidak bisa digantikan
aku paling takut suara petasan🥺
Ada banyak alasan yang tak bisa ku ceritakan.
Hai
Menyapa setelah lama ga online
Ramadan Mubarak. May this Ramadan bring immense joy to you and your family.
Berdua Saja. Maka Jadilah!
Sebuah Cerpen Fahd Pahdepie*
Abdullah nama tukang sapu itu. Setiap hari tugasnya membersihkan pelataran selatan Masjidil Haram. Para tamu Allah yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia tak pernah berhenti memenuhi masjid, bertawaf mengelilingi Ka’bah. Berdesakan di depan pintu Multazam, berebut ingin mencium Hajar Aswad.
Tahun ini, petugas kebersihan itu berusia 60 tahun. Tak terasa sudah 42 tahun ia bekerja membersihkan tempat paling suci bagi umat Muslim itu, sejak usianya 18 tahun. Ia bekerja 12 jam sehari, kadang lebih jika sedang musim ramai.
Di sela-sela waktu istirahat, kadang ia menyempatkan diri shalat menghadap Ka’bah, mencari poisisi yang paling pas untuk tepat menghadap Multazam, tempat yang dipercaya di mana doa apapun akan dikabulkan di sana, meski ia harus melakukannya dari kejauhan.
Sering ia berdoa sambil menangis. “Ya Allah,” ujarnya lirih, “Setiap hari aku membersihkan pelataran rumahMu. Semoga suatu hari kita bisa hanya berdua saja di sini.”
Kali itu ia menatap sekeliling, jutaan jamaah dari seluruh dunia, beragam warna kulit dan bahasanya, memenuhi Masjidil Haram. Orang-orang bertawaf hingga area luar. Bahkan di atap masjid. “Tapi aku bahagia orang-orang masih memenuhi rumahMu, merinduMu, biarkan saja aku yang menyapu dan membersihkannya. Sampai habis usiaku.” Ada senyum yang terbit di bibirnya.
Usai shalat, Abdullah kembali bekerja. Ia sisir seluruh pelataran Selatan. Kadang ia ke sisi lain, membantu temannya, Mustafa, yang usianya lebih tua darinya dan kadang keleahan.
“Kau baik sekali, Abdullah. Tak usah repot-repot. Biarkan aku yang menyelesaikannya. Pelan-pelan.” Ujar Mustafa. Agak tergopoh.
Abdullah tersenyum. Sambil mulai menyapu. “Jamaah terus berdatangan.” Katanya. “Aku tak tahan melihat lantai masjid ini kotor dan berdebu. Izinkan aku membantu.” Sambungnya.
Keep reading
".. kamu itu pemenang! diantara berjuta-juta sel sperma yg ada, cuma kamu yg berhasil masuk menembus sel telur.. "
Aku paling males kalo denger omongan kayak gitu wkwkwk. Yaaah kali aja sperma-sperma yg lain sengaja ngalah sama kita, mempersilahkan kita masuk kedalam sel telur. Kali aja mereka sekarang, sperma-sperma yg nggak berhasil jadi manusia, sedang asyik menertawakan kita sambil bilang.. "makan tuuuhh duniaaa!!!"
Jangan anggap serius teman-temaaaann. Aku hanya mengeluarkan uneg-uneg secara sarkas, gara-gara eneg dengerin omongan kayak gituuu. Jangan ditiru! Nggak baik!
Kujuga paling sebel sama yang kek gitu. Ku pengen diflush di toilet aja.. ato ditelen biar mati di lambung.. ato pengennya mengalah ama sperma lain
padahal secara teori, satu sperma itu bisa masuk setelah dinding ovum udah terkikis dan bolong akibat sperma2 yang nyampe duluan dan berusaha masuk. Sperma yang satu biji itu tinggal nyelip doang ena bener setelah yang lain mati nabrakin diri ke dinding ovum.
Udahlah.
Asas geng sperma tuh gotong royong, gaes. bukan kompetisi.
Berarti kita semua terlahir dari perilaku oportunis ya, giliran yang lain lemah yaudah dia nyelip aja gitu...............
sperma nya bukan lagi pemenang dong, tapi.. pengecut.
yha, pantes aja pas jadi manusianya kea gini. ternyata emang sejak masi sperma pun dah gitu.....
Pantes kelakuan kek kutil kuda
SERIAL KONTROVERSI KARTINI
Tujuh tahun lalu, dari 16 April 2013 hingga 19 April 2013, saya mempublikasikan sertial esai tentang RA Kartini. Saat itu saya menjadi kolomnis tetap laman newsroom Yahoo! Indonesia.
Serial esai itu hendak mendiskusikan kembali posisi Kartini dalam lanskap historiografi Indonesia. Premis dari serial esai itu adalah: Kartini sudah mati, tapi wacana tentang Kartini terus menerus direproduksi berdasarkan kepentingan zaman dan kekuasaan. Saya mencoba memaparkan bagaimana wacana tentang Kartini direproduksi di zaman kolonial, zaman Sukarno dan zaman Orde Baru secara berbeda dan dengan itulah Kartini hadir secara berbeda-beda di setiap zaman.
Serial itu cukup ramai dibicarakan dan ditanggapi netizen Indonesia. Hingga kini, tiap 21 April, selalu saja ada yang ingat dan membagikan kembali serial esai tersebut. Laman yang memajang esai-esai itu beberapa di antaranya tidak aktif lagi, sehingga lumayan sukar diakses, walau ada beberapa laman yang mempublikasikan ulang. Untuk itulah saya menyatukan esai-esai itu dan mengunggahnya kembali dalam satu laman di blog pribadi.
Selamat membaca, siapa tahu berguna.
==================
Bagian 1: KARTINI BUKAN PAHLAWAN
RA Kartini adalah pahlawan nasional no. 23. Dia juga bukan pahlawan nasional perempuan yang pertama. Posisi Kartini dalam daftar urutan pahlawan nasional setelah nama Cut Nyak Dien dan Cut Meuthia, dua pejuang Aceh yang angkat senjata melawan pendudukan Belanda. Pahlawan nasional nomer 1 ditempati Abdoel Moeis, seorang lelaki-pengarang [alias bukan pejuang di medan perang] dari Sumatera [alias non-Jawa].
Kartini secara resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden [Kepres] No. 106 Tahun 1964. Ada tiga nama yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Kepres yang ditandatangani Presiden Sukarno itu. Tiga nama itu secara berturut-turut adalah Cut Nyak Dien, Cut Nyak Meuthia dan Kartini.
Sebelumnya, sudah ada 20 pahlawan nasional yang semuanya laki-laki. Komposisi atribusi 20 pahlawan nasional itu adalah: 11 orang Jawa, 2 orang Sunda, 1 Betawi, 2 Batak, 1 Minahasa, 3 Melayu, 1 orang Indo [Douwes Dekker]. Mayoritas di antaranya Muslim, sisanya Katolik dan Kristen, dan 1 atheis [Tan Malaka].
Saya sengaja membuka tulisan ini dengan paragraf yang berisi tetek bengek nomer urut dan atribusi itu [perempuan, pengarang, pejuang yang angkat senjata, Sumatera, non-Jawa]. Alasannya sederhana: diskursus kepahlawan nasional di Indonesia memang seringkali diimbuhi oleh tetek-bengek atribusi macam itu. Dan Kartini tepat untuk dijadikan contoh mengenai pokok persoalan satu ini.
Lanjutkan membaca