NASA
I'd rather be in outer space đ¸
todays bird
Three Goblin Art
will byers stan first human second
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
đŞź

Love Begins

#extradirty

ellievsbear
noise dept.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
macklin celebrini has autism

romaâ

oozey mess

No title available
Peter Solarz
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
taylor price

No title available
seen from Netherlands

seen from Singapore
seen from Morocco

seen from Malaysia

seen from Spain

seen from United States
seen from Canada

seen from Australia
seen from Belarus
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from TĂźrkiye

seen from South Korea
@gadispena
Kesalahpahaman kerap terjadi dalam setiap helai kehidupan. Entah apa saja sebabnya; tak pasti. Bisa jadi karena hanya masalah paling sederhana. Namun, (terkadang) hati ini terlalu egois untuk mengakui kesalahan, mengalah, dan meminta maaf.
Jika melihat seseorang menangis, biarkanlah. Berilah kesempatan mengungkapkan apa yang dirasakannya tanpa menyelah sedikit pun. Jika sudah selesai, hiburlah. Buat ia kembali tersenyum dengan indah.
Alam selalu memberikan peringatan berupa tanda jika ia ingin sesuatu. Banyak cara yang dilakukan supaya mereka, si penyewa alam raya ini, sadar bahwa segala yang dilakukannya sudah diambang batas kewajaran. Memang, sikap tidak tahu diri selalu menyeruak, menempel, bahkan merekat dalam relung jiwa. Tak ayal, alam begitu cepat mengambil tindakan jika itu memang benar-benar terjadi. Oh, alam.. Ajarkan aku untuk selalu bisa menghargai dan terhindar dari sikap tidak tahu diri. By: NS
Kudengar sayup-sayup hembusan kata yang keluar dari mulut gadis kecil itu. Dia berujar "Ya Tuhan, aku ingin bahagia bersama dengan orang-orang yang kusayang" sambil menengadah kedua tangannya ke atas. Sekejap kuberujar "Aamiin" sambil menoleh padanya.
Alam mengajarkan banyak hal, pengalaman dan pengamalan. Bagaimana cara bertahan dalam keterbatasan teknologi, menghadapi rintangan kehidupan, memberi dan menerima, mencintai, sampai bagaimana caranya bersantun dalam kata dan tingkah laku. Alam pun mengajarkan bagaimana cara untuk saling menghargai dan timbal balik dalam hidup. Apa yang tertuai di sanalah kan didapat. Jika menuai kebaikan kan didapati kebaikan pula, pun sebaliknya. Kejujuran dan apa adanya menjadi suatu hal yang penting. Tak ada rasa kepura-puraan. Saling menjaga dan mengisi satu sama lain, menghasilkan komposisi yang sempurna dalam hidup. Pengalaman merupakan guru terbaik dalam kehidupan. Apa yang didapat menjadi pelajaran berharga untuk bisa menghargai waktu, tempat, dan suasana yang sudah terjalin dalam suatu waktu. Satu hal yang perlu diingat, belajarlah dari alam bagaimana cara untuk bertamu dan bersantun dengan baik. Oleh: NS (at Sukamantri, Jawa Barat, Indonesia)
Pesona gawai membuat siapa pun tergoda. Bak jamur di musim penghujan, semua orang memilikinya. Layaknya kafein yang membuat candu dan menjadi budak teknologi. Semakin berkembang, semakin pula kau dapati kecanggihan yang membuat tergoda untuk selalu memiliki dan tak berpuas diri. Jika kau perhatikan, gawai pun hanya bisa menjauhkan yang dekat. Bersama dan berjauhan dalam satu waktu. Sibuk dengan pilihan masing-masing. Tak saling tegur sapa hanya lempar lirikan mata. Bijaklah dalam berperilaku, berkata, dan bergurau. Jangan kau biarkan dirimu dikendalikan, tetapi jadilah yang mengendalikan.
Ketahuilah, Pada akhirnya semua yang datang akan pergi⌠Semua yang hidup akan mati. Namun, ketika âsesuatuâ itu pergi Tuhan akan mendatangkan âsesuatuâ yang baru dan lebih indah PERCAYALAH, Mereka yang hanya ingin datang, tetapi tak mau bertahan, Dia tak sungguh-sungguh padamu. Jika dia bersungguh-sungguh, dalam keadaan apapun tetap bertahan. Terkadang, âdatangâ memang lebih indah daripada âpergiâ yang hanya menyisakan luka dan perih.. âDatangâ dan âpergiâ hanyalah bagian dari fase kehidupan yang harus dijalani.
Seringnya kita mengabaikan sebuah perkataan seseorang yang sebenarnya dia ingin menyampaikan suatu pesan padamu. Mungkin, dia tak bernyali besar untuk berani berbicara. Namun, ketahuilah.. Dia yang sering kau acuhkan sebenarnya yang paling peduli padamu.
Janganlah iri pada kebahagiaan orang lain. Sesungguhnya, Tuhan telah memberikan jatah bahagia pada setiap manusia. Bahagia dan sedih selalu berdampingan seperti dua sisi mata uang. Perbanyaklah bersyukur atas apa yang dimiliki dan berbahagialah dengan apa yang ada di sekitar karena kebahagiaan bermula dari suatu hal yang teramat kecil.
Sudahkah kau bersyukur untuk bahagia?
Pengalaman memang guru terbaik dalam hidup. Bagaimana tidak? Seseorang yang memiliki pengalaman pasti lebih tahu cara memaknai hidup. Pengalaman pun mengajarkan untuk lebih bijak, teliti, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Pengalaman memberikan arti bahwa kegagalan bukanlah akhir, justru awal untuk kesempatan baru yang lebih baik. Pengalaman pun melahirkan orang-orang bijak untuk mengatasi masalah. Dan, untuk dapat memberikan sebuah solusi atas masalah yang terjadi, diperlukan sebuah pengalaman terlebih dahulu.
Bagaimana perjalanan hidupmu? Sudah sejauh mana kau melangkah?
Jangan pernah menyepelekan diamnya seorang pendiam. Dalam diamnya, ia menahan segala gejolak amarah, nafsu, rasa ingin sesuatu, dan segala bentuk rasa. Dalam hati ingin berkata apa daya mulut tak sampai untuk bersuara dan raga pun tak berdaya melawan. Hati selalu menjadi tempat berpulang bagi mereka, menyimpan segalanya.
Dan,,, apakah mereka adalah pengecut?Â
Sebenarnya, baper itu makhluk jenis apa?
Well, kalau bicara soal âkekinianâ, apa pun bisa terbayang dalam benak. Mulai dari gaya hidup, pergaulan, makanan, minuman, tempat nongkrong, make up, dan sebagainya. Dampak positifnya, mungkin akan melahirkan karya-karya kreatif. Bahkan, sampai pada perkataan pun mengalami perluasan yang tak terduga. Entah karena dampak kemajuan teknologi, atau apapun itu, Masalah ini cukup menjadi perhatian.
Fenomena munculnya jargon, sebenarnya sudah ada sejak tahun â80 atau â90-an. Pemunculan kata slang pun demikian, di mana acapkali diucapkan oleh pemeran layar kaca, seperti pemeran Cinta AADC, Kasino, Bondan Winarno, dan lain-lain. Satu kata atau kalimat yang diucapan mereka, seketika langsung mendapat perhatian masyarakat, khususnya konsumen media sosial.
           Seiring majunya perkembangan teknologi, pemunculan media sosial di internet semakin maju pesat. Layaknya aktris yang sedang naik daun, setiap kalangan dibuat menjadi candu. Disokong oleh kemunculan perangkat canggih (gadget) menjadi pasangan yang serasi, saling berkaitan. Pemunculan media sosial yang semakin menjamur, membuat pengguna merasa dibudaki dalam hal apapun; waktu, tenaga, pikiran, (mungkin) harta pun bisa.
Back to topic
BAPER sendiri menjadi satu kata yang dapat dikatakan menuai banyak argumen dari banyak pihak.Sebenarnya, banyak contoh munculnya kata-kata masa kini yang agaknya mengurangi nilai estetika dalam berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sendiri mengalami empat kali perubahan ejaan sebelum pada akhirnya Ejaan Yang Disempurnakanlah yang sudah ditetapkan sebagai acuan dalam berbahasa Indonesia.
Kata-kata yang muncul di peredaran abad millenium ini cenderung senonoh tak beretika. Banyaknya kata tersebut agaknya bersitegang dengan norma, kehidupan; moral dan sosial.
âYaelah gitu aja baper.â
âBaper banget sih jadi orang.â
Kalimat-kalimat di atas merupakan kalimat yang sudah tak asing didengar dan dirasa, terutama di kalangan anak muda zaman sekarang. Kata baper digunakan mulai dari hanya tulisan di media sosial, personal chat, bahkan dalam percakapan sehari-hari.
Sebenarnya apa itu baper?
Baper merupakan singkatan dari âBawa Perasaanâ di mana orang-orang yang baper seringkali dianggap sebagai yang terlalu sensitif sehingga mudah tersinggung. Keadaan di mana seseorang yang sebenarnya tidak merasa tersinggung namun hanya kesal, terlontarlah kata baper. Sempat terpikir, sebenarnya orang yang mengucapkan tersebut meledek atau serius.
Lalu, sebenarnya, baper sendiri entah masuk golongan positif atau negatif..
Lalu,apa itu empati? Dan apa hubungannya baper dengan tingkat empati di kalangan anak muda? Menurut KBBI (2017) n   Psi   keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain
Empati adalah menyelaraskan diri (peka) terhadap apa, bagaimana dan latar belakang perasaan serta pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut merasakan dan memikirkannya.
Bersikap empatik berarti mampu membaca orang lain dari sudut pandang emosi. Munculnya kata baper, secara tidak langsung memengaruhi pola pikir. Dalam berkomunikasi, seringnya mendapati gurauan atau celetukkan kata yang cenderung iseng dan tidak sengaja kemudian mendapat respon dari si komunikan berupa sesuatu yang tidak menyenangkan, seketika terlontarlah sepucuk kata âYaelah gitu aja baperâ. Tak ada ucapan kata âmaafâ yang ada hanya candaan belaka. Hal ini tentu saja dianggap menyepelekan perasaan orang lain, kalimat itu juga menghilangkan rasa empati sebagai makhluk sosial.
Entah siapa pencetus kata âbaperâ ini sebelumnya. Fenomena ini terjadi akibat kebiasaan menggunakan kata âbaperâ dalam berkomunikasi. Seharusnya,bukan menyalahkan kadar kesensitifan seseorang, namun kitalah yang mengukur atau mempertimbangkan kalimat yang akan diucapkan sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain.
Apabila melihat kilas balik di mana sopan santun masih dijunjung tinggi oleh setiap masyarakat, apabila merasa salah terhadap orang lain akan mengucapkan âmaafâ agar tidak terjadi slek atau kebencian.
Kini, budaya meminta maaf seolah hilang digantikan dengan kalimat âYaelah gitu aja baperâ. Hal ini membuat orang-orang yang bersalah merasa tidak perlu meminta maaf dan âberlindungâ di balik kata baper.
Melalui empati, individu akan mampu mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai suatu permasalahan. Memahami orang lain akan mendorong individu saling berbagi. Bisa dibayangkan, jika budaya âYaelah gitu aja baperâ ini berlanjut dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari . Selain akan menimbulkan kerenggangan hubungan antarindividu (akibat rasa sakit hati), budaya ini juga akan menimbulkan kegagalan hubungan antarpribadi. Apabila membiasakan hal ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang akan timbul generasi yang individualis, generasi yang apatis, yang tidak peduli terhadap sesama dan selalu menyepelekan orang lain.
Tentu saja masih belum terlambat bagi untuk mengubah kebiasaan ini. Kita boleh saja bergurau dengan teman, namun tetap harus memerhatikan perasaan orang lain. Mampu menumbuhkan rasa empati, menumbuhkan lagi budaya âminta maafâ serta membiasakan kata âmaafâ
Cara tersebut merupakan hal sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun empati antarindividu. Kata âmaafâ adalah kata sederhana yang menunjukkan empati terhadap orang lain.
Setiap katamu cerminan hatimu, jadikan berarti. Jangan sia-siakan waktumu tuk membenci. Satu jadikan tujuan kita, hilangkan segala perdebatan yang sia-sia.Berlari ke arah yang sama bukan masalah. Semua punya ruang, lukis yang kau mau karena ceritamu milikmu
Mengutip lirik lagu yang dibawakan oleh dua penyanyi cantik masa kini; Raisa dan Isyana, yang dapat disimpulkan bahwa kata-kata yang keluar dari mulut dapat mencerminkan perangai seseorang. Pastikan untuk memikirkan terlebih dahulu apa yang ingin dikeluarkan oleh mulut karena dipukul dengan kata-kata jauh lebih sakit daripada dipukul secara fisik.
Manis pahit kehidupan yang dijalani merupakan bagian dari skenario SangPemilik semesta. Tak akan mungkin kau dapat kemudahan dan kebahagiaan apabila tak ada campur tangan Sangpenguasa alam. Bahkan, terkadang banyak dijumpai pemain-pemain layar kaca kehidupan yang hanya bersandiwara. Tak ayal, kemunafikan pun selalu ada di balik topeng si pelakon. Hidup ini selalu diiringi dengan pertentangan dan perlawanan. Adanya timbal balik yang tak seimbang, ketidakadilan, menjadikan suatu kebenaran yang seharusnya dapat dijadikan acuan justru menjebloskanmu dalam perangkap kesalahan. Bagaimana tidak, kebenaran kan selamanya muncul pada babak akhir kehidupan. Semakin kau menunjukkan kebenaran semakin salah di mata penonton sandiwara ini. Jika boleh memilih, apa kau mau menjadi seperti pare? Yang tak bersandiwara Yang tak berdusta Yang tak membual Pare yang memang terlihat tak begitu menawan, memiliki rasa yang pahit, tak berkesan tapi ada kenikmatan yang tersembunyi di dalamnya.
Sejatinya, apabila dia memang perduli kepadamu, dia akan menunjukkan apapun itu caranya. Jangan kau siksa dirimu sendiri untuk selalu berpikir keras, apakah dia perduli atau tidak.
Indahnya masa kecil yang selalu dapat bermain dengan teman sepermainan. Tak diperbudak oleh seperangkat alat permainan masa kini. Bermain sambil berlari, bersenda gurau sambil bernyanyi, tertawa lepas sesuka hati. Bermain sampai matahari sudah ingin pulang dan terpejam. Bermain sampai badan keringatan dan daki menempel di badan. Tak peduli teriakan mamak memanggil, Tak peduli panas matahari menggigit, Tak peduli kulit yang kini hitam kelam, rambut kebule-bulean. Bermain galasin, debruk, tak umpet, tak jongkok, kelereng . . . Bermain kala hujan datang, tak peduli rambut lepek terguyur hujan... Amboi, sungguhlah nikmat. Kini, Tak akan lagi kutemui tawa canda, wajah polos, bau keringat dan daki, kaus celana yang dekil. Perindu masa kecil Sajak tak bernilai Oleh NS.