Hmm
sheepfilms
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess

JVL
taylor price
almost home

祝日 / Permanent Vacation

tannertan36

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)

pixel skylines

No title available
Xuebing Du
tumblr dot com

titsay
trying on a metaphor
KIROKAZE

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from United States

seen from Slovenia
seen from Germany

seen from Singapore

seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from France
@galihlw
Hmm
Lucu ya kalau diingat-ingat. Bodoh; tolol; percuma, ketika apa yang kita sudah perjuangkan dengan susah payah, tidak pernah terlihat dimata oranglain.
Seringnya kita lebih gampang lupa akan hal-hal yang membahagiakan, dibandingkan dengan hal-hal yang menyakitkan. Manusiawi.
Bidan andalankuu. Tetap menebar senyum yaa, sang perame markas😎😀
Kalau dipikir-pikir, rencana Tuhan memang seru dan tidak pernah terduga. Aku masih ingat, pertengahan kuliah aku punya teman yang kuanggap dekat, tapi entah dia menganggapku sama apa tidak. Tapi tidak lama dia pergi menjauh begitu saja. Memang benar, jangan sesekali bersandar dan percaya pada orang, karna ketika mereka pergi, kamu sendiri yang bakal terjungkal.
Entah tau atau tidak, ketika dia pergi kebetulan tuhan seperti ingin lebih sayang padaku dg memberi banyak sekali ujian. Sangat berat, mungkin jadi titik terendah, dan harus ku lalui sendirian. Terjeda dg kekosongan dan kehampaan, cuma 1 yang kutengadahkan saat itu, aku butuh tempat dimana aku didengarkan. Hanya itu, tidak lebih.
Akhirnya tuhan mengabulkannya tak lama setelah aku benar" ingin menyerah. Satu orang yang sepertinya mustahil bisa dekat denganku, justru kini yg setiap hari memberi warna dan menemaniku. Bagaimana tidak, dia anak yg pintar, rajin, golongan kursi depan ketika kuliah dan agamis, bisa"nya dekat dg aku yg blangsakan dan yaa hidup hanya ikut arus, mengalir sajaa.
Apasaja yg kita lewati? Sepertinya tidak bisa disebutkan secara detail, senang; sedih; marah; kecewa dan segala jenis emosi sepertinya pernah kita cicipi bersama. Bahkan satu hal yg kuingat, kita pernah menangis 2 hari full karna masalah yang kita hadapi. Hmmm lucu memang kalau diingat, bagaimana cara tuhan menyatukan kita dengan segala perbedaan yang kita punya, tapi justru kita semakin erat dalam kebersamaan.
Untukmu, trimakasih telah mau menerimaku dg segala keruwetannya. Trimakasih sudah mau berjuang bersama. Trimakasih telah menjadi pundak tempatku bersandar, dan telinga tempat aku didengar. Trimakasih atas segalanya.
Hari ini saya belajar sesuatu yang berharga. Kau takkan pernah tau sejauh apa tingkat pertemananmu, hingga ego menguji siapa yang berani mengalah ketika emosi datang.
Sepertinya kau harus mulai mengasah kepekaan. Sadarlah, setiap orang disekitarmu tak selalu punya waktu luang. Mungkin tanpa kau tau, mereka diam" sengaja membunuh kepentingannya demi menyediakan waktu untukmu. Mereka hanya berusaha menaruh kepercayaan, bahwa sebagai teman, setidaknya kau akan mempertimbangkan. Sebuah pertimbangan yang tak hanya tentang hal besar, tapi juga sekecil apapun yg mereka percayakan. Mulailah menjadi teman yang berkomitmen, entah komitmen tentang yang kau lisankan maupun komitmen tentang sikap yang kau tampilkan. Sebenarnya jika temanmu sudah menaruh percaya; jika kau salah ia pasti tak akan marah. Tapi pahamilah, jika terlanjur kecewa, sebuah percaya tak akan sama untuk kedua kalinya.
Silahkan jika kau ingin menyakitiku. Tapi jangan sekali-kali kau menyakiti temanku.
Karna emosi tidak pernah memandang apapun. Jadi berhati-hatilah
A: bagaimana teman yang baik menurutmu?
B: aku belum menemukan
A: lalu, bagaimana caramu berteman?
B: kalau aku berteman, aku tak terlalu tertarik untuk ada ketika temanku bahagia. Aku lebih suka menemani ketika temanku sedang berjuang dan aku lebih suka menyediakan waktuku untuk temanku ketika dia sedang terpuruk. Simple
A: bukannya itu menyulitkanmu? Kenapa kamu mau?
B: karna sebenarnya tak ada teman yang mau menyulitkan kita. Ketika aku tak bisa menjadi teman yang terbaik setidaknya aku masih bisa menjadi teman yang selalu ada.
Perjuangan 2,5 bulan -> done Yang dari pengumuman kelompok aja udah heboh.7 orang satu kelompok dengan komposisi: Satu orang temen deket (eki), dua orang mantan temen kelompok praktikum 1(jaka & septy), satu orang seUKM (enpi), satu orang sekelas kajian (alsyah), dan satu lagi ga kenal sama sekali (silmi). Semua dipertemukan dengan karakter yang beda", ada yang pendiem, ngalahan, cuek, bijak dan baperan. Tapi dari situlah kita saling merangkai banyak cerita, dari yang kesel, seneng, marah, sedih dan kecewa bareng, semuanya terbungkus rapi dalam satu pengalaman berharga yang mungkin ngga akan terjadi dua kali. Dan buat gue, banyak banget yang bisa aku pelajarin dari orang-orang ini. Khususnya aku belajar banyak dari seseorang yang belum pernah aku kenal sebelumnya. Ya Silmi, orang terkampret seantero jagad. Salah satu orang tertangguh yang gue kenal. Orang yang selalu terlihat baik"aja, tapi menyimpan masalah, yang mungkin kalo gue yang ngalamin, gue keknya gabakal sanggup buat setegar itu. Dia orang terbijak yang bisa ngasih solusi ketika sekelompok lagi keruh semua. Pekerja keras, hemat dan calon pengusaha, ya itulah dia. Room mate yang selalu ngeluh gegara gue tindihin✌. But, dari semua itu intinya adalah dia orang yang paling gampang percaya ketika gue bohongin😂 So far, yang lain juga punya cerita tersendiri tapi gue ngga terlalu tau kehidupan mereka. Tapi yang penting, terimakasih untuk selama ini. Ga ada cerita yang ngga seru kalo udah bareng sama kalian Pusdatinsip cabang Bekasi.
Percayalah padaku, setidaknya aku tidak akan lari dari tanggungjawabku. Setidaknya aku bukanlah kakak yang akan melepaskan adiknya begitu saja.
Ingatlah kata-kataku ketika kau membutuhkanku
Terimakasih, menjauhmu adalah cara Tuhan untuk mendekatkanku dengan orang yang lebih tepat.
Pada satu titik, ku harap kau mengerti. Kepergianku bukan tanpa sebab. Menjauhku, bukan karna aku ingin. Tapi kau yang secara paksa membuatku melakukan itu. Kau pergi dan kembali sesuka hatimu, lalu membuatku hina dengan harapan darimu. Kau pikir semudah itu memberi jarak lalu kemudian menggulungnya jika kau mau? Aku juga punya hati. Awalnya aku memang membiarkanmu. Tapi kini jangan harap kau akan mendapatkan lagi peduliku.
Terimakasih sudah menjauh, tapi aku akan memberi jarak lebih jauhh
Hidup itu kayak lagi nyetir mobil, ada kaca gede didepan kita, juga ada kaca spion. Kaca gede itu buat liat kedepan, tujuannya mau kemana, rambunya apa aja, alternatif jalannya kamu pilih yang mana. Spacenya gede, biar kamu nyadar kalo masa depanmu ngga hanya tertuju ke satu titik, tapi sangatlah luas. Sedangkan kaca spion dibuat kecil menghadap kebelakang kita. Gunanya biar kita bisa nengok masa lalu, apa aja kesalahan yang pernah kita buat, tapi liatnya dikit-dikit aja dan jangan terlalu fokus, orang kacanya juga kecil. Masa lalu boleh dilihat seperlunya, tapi ngga jadi in kita terpaku sama masa yang udah lewat
Bang tito; yang tiba-tiba nasehatin gegara kepikiran spontan pas nyetir
Jika kau peka, kau akan merasa ada yang berbeda
Baru kali ini, aku merasa benar" kecewa dengan sebuah pertemanan Dulu dia biasa, memang tak sebaik dia yang sekarang Tapi jujur aku lebih suka Dia yang apa adanya Dia yang tak pernah menuntut lebih Dia yang selalu berusaha untuk berbuat baik Dia yang tak pernah men-judge orang lain baik atau buruk untuknya Dan dia, yang menerima segalaku tanpa banyak meminta. Saat dia mulai berubah, aku mulai senang Tak ada ragu baginya untuk melangkah Tapi aku lupa satu hal Aku terlalu polos untuk menyadari, bahwa ketika dia melangkah maka dia juga akan lebih jauh dariku Rasa yang awalnya senang, lantas berubah menjadi kehilangan Coba hitung-hitung, seberapa sering kau mengabariku sekarang? Sangat jarang sekali, beda dengan dulu Mungkin malah mengingatku saja kau tak pernah. Tak terasa, kau sungguh cepat melenyapkan ku dari ingatanmu Apa aku ini masih kau anggap sebagai temanmu? Walaupun kau tak sudi menanyakan kabarku, setidaknya ceritakanlah bahagia yang sudah kau dapat Aku hanya ingin mengobati rindu, kepada sosokmu yang menjadi temanku Lama tak bersua, sepertinya kau mulai asing di telinga Aku masih menunggumu sebagai teman Tapi aku terlalu kecewa saat kau memilih untuk meninggalkan Hari kemarin, hari ini dan hari-hari esok, aku selalu berusaha untuk menghindarimu Memalingkan muka, dan mataku tak sudi melihatmu lagi Aku kecewa dengan sikapmu Sungguh, apa kau tak sepeka itu? Tak kau lihatkah ada kecewa pada tatapanku, tapi kau justru mendekat tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hey teman, ingatlah siapa dulu yang kau cari ketika ragu sedang menggerogoti air matamu? Aku tak butuh balasan, cukup ingat saja Kau boleh sesuka hati untuk meninggalkan, tapi jangan lupa aku sudah terlalu kecewa untuk memaafkan
Bisakah kau beritahu apa salahku? Kau tadi hanya terpaksa, benar-benar hanya hambar yang kurasa. Setidakpantas itukah aku bagimu? Beri aku alasan kenapa dia lebih layak untukmu dibandingkan denganku!
15 agustus'17. Pada semua yang mulai melemah, dan kau yang tiba-tiba datang untuk lebih menjatuhkan. Sudahlah, jangan menyapaku jika itu terlalu membebanimu. Aku tak memaksa, silahkan acuh jika memang kau sudah tak ada rasa.
Entah apapun alasan kamu berubah, yang jelas aku sudah kehilangan sosokmu saat kau mulai dekat dengannya. Kamu kenapa? Benar-benar beda dari apa yang kukenal sebagai seseorang yang baik. Kamu sekarang jadi orang yang ngga peduli temen, ngga nurut orang tua, suka bohong, lalai dari tanggung jawab, ngga ada semangatnya, suka ngehindar, ngga seceria dulu, ngga seramah dulu, ngga seterbuka dulu. Sejak sama dia, aku udah ngga bisa ngenalin kamu lagi
Akumah sebagai temen ngga pernah nuntut kmu buat gimana", sok aja mau sama siapa aja, sok aja berubah gimana aja, tapi selagi perubahan itu ke arah lebih baik. Klo kayak gini jadinya, jujur aku garela ngebiarin kamu ama dya dulu.