Hogwarts Houses: Ravenclaw
âWhere those of wit and learning, will always find their kind.â
Not today Justin
Today's Document

Discoholic đȘ©
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism
đ©” avery cochrane đ©”
RMH

pixel skylines
taylor price
Claire Keane
Phantogram Three
Fieri Frames

Jar Jar Binks Fan Club

No title available

No title available
$LAYYYTER
Cookie Run:Kingdom Official!
The Bright Sessions

PR's Tumblrdome
seen from Australia

seen from Australia
seen from United States
seen from Ukraine
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from Hungary
seen from TĂŒrkiye
seen from Kazakhstan
seen from South Africa

seen from United States
seen from Venezuela
seen from Russia
seen from Taiwan
seen from Costa Rica
seen from Tanzania
@gelapmalams-blog
Hogwarts Houses: Ravenclaw
âWhere those of wit and learning, will always find their kind.â
BATU YANG JATUH CINTA DI BAWAH KAKIMU. ~ @dwiardyprasadhana
Bebatuan kerikil kecil jatuh cinta pada telapak kakimu, jatuh cinta pada langkah dan lari kecil ceriamu. Kekakuan Ayahmu jatuh cinta pada senyum Ibumu, pertemuan mereka menghadirkan kamu.
Di jalan
Di gunung
Di sungai bahkan di pondasi rumahmu ada batu
Batu besar
Batu kecil
Batu kerikil
Jadilah keberanianmu sekeras batu
Usahamu segigih batu
Semangatmu sekeras batu
Tapi jangan ada batu di hati dan kepalamu apalagi di lidahmu.
230319 Lampung ââââââââââââ #quoteindonesia #puisiindonesia #cinta #sajak #tebarpuisi #puisi #quotecinta #daunperdu #sastraindonesia
#quoteindonesia #sastraindonesia #quotecinta #daunperdu #motivasicinta #puisiindonesia #sajakcinta #sajakindonesia #artindonesia #tebarpuisi #kutipancinta #tumblrindonesia #prosaindonesia #prosa #hujan #pluviophile #jalanjalan #sajak #sajakindonesia #kopi #filosopikopi #politik #intrik #semrawut
Hitam mengada, putih terlihat.
Saat kamu berpadu menjadi satu
Selengkapnya di liputanfiksi.com
'Surat Cinta Kepada Ayah'
AssalaamualaikumâŠ
Surat ini untuk lelaki yang paling ku kenal aroma keringatnya tiap kali sepulang kerja. Peluhmu yang dulu menetes jatuh, telah tumbuh menjadi semangatku yang utuh. Maaf, surat ini kutuliskan dihari ke-3, setelah surat kepada wanita selain Ibu. Bukan karena cintaku berat sebelah. Tapi ada rasa hangat didada yang justru membuat jemariku berat untuk menuliskan surat untukmu. Pasalnya tak ada kurir yang tahu pasti alamatmu. Barangkali hanya lewat doâa yang ku rapal dengan kusyu akan sampai semua pesan dan harapanku untukmu, Ayah. Dunia telah kau tinggalkan selamanya. Namun, dalam doâaku kau ada tanpa jeda, selalu ada sampai nanti aku menyusulmu rebah.
Teringat nasehat darimu saat aku berkisah dan bercerita entah dengan suara atau aksara. Katamu, â Bagus, jadi pengarang bukan jadi pembohong.â Senyummu teduh kala itu. Aku masih ingat, nasehat itu hadiah darimu atas tulisan hasil karanganku di kelas 5 SD. âAntara Desa dan Kotaâ, begitu judul ceritanya. Aku masih jelas mengingat bagian yang ini.
Orang-orang desa datang ke kota untuk mengadu nasibnya. Orang-orang kota datang kedesa karena rindu kicauan burung dan hamparan sawah. Tapi kami berbeda, kami datang dari kota ke desa karena ayahku bekerja di desaâŠ..
Itu bagian yang paling kau suka. Mungkin karena itu juga aku lupa bagian yang lainnya.
Oh,iya, aku sudah jarang menyusahkan Ibu dgn kebiasaan burukku,walaupun aku belum berhasil meringankan kesulitannya. Sayangnya kau tak mungkin tahu bahwa aku tak lagi pulang dini hari, tapi aku sering tidur hampir pagi. Dulu, aku juga pernah mengakui lelaki lain sebagai ayahku. Gara-gara aku berurusan dengan petugas keamanan. Aku memukul satu orang pemuda dan satu orang satpam. Dua orang itu yang mengganggu dan mempersulit urusanku dan teman-temanku. Untuk berdamai mereka memintaku membawa seseorang yang bisa menjaminku. Orang yang menjaminku itulah yang kujadikan Ayah pura-pura. Sekarang semua sudah berbeda, baik penampilan dan keadaanku. Aku sudah membiasakan duduk di majelis ilmu dan tempat orang shalih yang kujadikan tempat menyesali dan memperbaiki masa lalu, masjid. Barangkali ini salah satu doâamu, tapi Allah ijabah ketika kau telah dipanggil-Nya. Tak mengapa, jika tak begini aku tak tahu bagaimana membalas jasamu lewat doâa.
Aku masih menjalin hubungan baik dengan kawan dan rekanmu. Pernah kawan karibmu datang ke rumah menawarkan keponakan perempuannya untuk ku lamar. Dia menyampaikannya pada Ibu. Sebenarnya hal ini sederhana sekali dan menjadi rumit ketika aku menolak dengan alasan yang tak jelas.Jika saja kau masih ada pasti kau faham apa alasannya. Semoga sekarang kau sedang rebah di taman syurga. Ayah, ini surat rasa cinta dan rasa rindu. Kedua rasa itu telah padu menjelma haru. Duh, Ayah, jemariku mulai payah lagi menuliskan surat untukmu. Dalam waktu yang bersamaan aku harus membendung desakan rasa yang membuat mataku basah. A-k-u m-e-r-i-n-d-u-k-a-n-m-u.
Dari anakmu, Dwi Ardy Prasadhana.
#30HariMenulisSuratCinta #HariKe-3
Bapak aku R I N D U
Tentang Rasa
Mencoba membuka lembaran usang yang lama tak ku lihat
Coba ku cari saksi kan rindu dan rasa
Saksi kan euforio yang ku rasa
Sedang kau hanya menganggap aku hanya
Sadar ku seharusnya rasa ini tak boleh ada
Sebelum kau sadari, kuberusahan membunuh rasa ini
Membuang semua keterbuaianku pada pelukan dan kecupan mu
Walau hati ini terasa hampa dan menjerit tak terima
Ku terus coba mengkondisikan rasa yang tak tertahan
Yang meraung ingin keluar
Mengekspresikan rasa yang mendalam
Mengesampingkan hati yang teraniaya, menyesakkan dada
Hingga garis waktu mengungkapkan
Tentang rasa yang hanya menjadi sebuah harapan
Tentang rasa yang hanya menjadi ilusi
Tentang kamu yang takan pernah menjadi milik ku
Salam perpisahan pada malam tak berbintang. Pada cerita lama yang berakhir pada kepahitan. Tentang kamu yang tak untuk dilupakan namun dikenang. menjadi obat penghibur dikala rindu memanggil tuk di arungi. Karena kamu pernah menjadi yang terindah. Dan aku belajar bukan hanya tuk memikirkan keburukan tetapi juga tentang kebaikan yaitu warna-warni yang pernah kau torehkan
Mencoba mengkondisika rasa yang tak terbendung. Meraung ingin keluar mengeksperesikan rasa yang terlalu mendalam untuk kau pemikat hati