Padahal sebenarnya bisikan syaitan itu amat lah kecil dan hina. Hanya sebuah bisikkan yang tak nampak. Kalau kita menolak lalu tegas bilang tidak, maka ia tida akan mampu memaksa kita untuk bilang iya, ia tida kan mampu menyiksa kita agar kita mau menuruti kemauannya.
Lalu mengapa sepertinya kita lemah sekali pada yang kecil dan hina itu?
Nyatanya seringkali, pada bisikkan yang halus itu kita terpedaya. Kita tida sadar bahwa kita telah mengikuti inginnya, seakan akan hal itu biasa saja dan perlahan kita terima. Kita malas baca Qur'an hari itu karena seharian full kerja, lalu bilang wajar sebab capek. Kita malas murojaah dengan alasan tugas menumpuk, revisi belum selesai, lalu mudah sekali bilang wajar. Kita bisa mudah maksiat dibelakang orang lain, lupa bahwa Allaah Maha Melihat dan Mendengar. Kita enggan membantu orang lain dengan alasan kita juga sibuk, sampai lupa...bahwa justru Allaah yang kan menyelesaikan sibuknya urusan kita, bukan kita sendirian.
Pada hati dan pikiran yang mudah sekali terpedaya oleh bisikkan syaitonnirrojiim, kita wajib memohon perlindungan kepada Allaah. Agar jangan sampai di hari pembalasan nanti, kita menangis menyesal lalu mengutuk syaitan, padahal syaitan pun tidak mau disalahkan. Apa apa yang terjadi pada diri kita adalah dikarenakan dosa dosa kita sendiri.
Kita berharap Allaah masi mau mengampuni semua dosa dosa kita :")












