1 narasi per hari, hari 1
Dan sampai detik ini,
Aku masih terus menyesal bahwa janji itu tidak pernah terwujud.


#batman#dc#dc comics#bruce wayne#tim drake#dc fanart#batfamily#dick grayson#batfam



seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Yemen

seen from United States

seen from South Africa
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Thailand
seen from United States
seen from China

seen from Spain

seen from Netherlands
seen from Canada
seen from China
seen from United States
1 narasi per hari, hari 1
Dan sampai detik ini,
Aku masih terus menyesal bahwa janji itu tidak pernah terwujud.
126.
Menunggumu, apakah keputusan yang tepat?
Waktu berlalu begitu cepat dan hamparan ketidakpastian semakin terbentang luas di hadapan.
Aku takut semakin menjadi takut menghadapi kenyataan. Jalan yang ku kira akan mudah ternyata harus berkelok dan begitu terjal.
Aku masih mau bersamamu, masih ingin memperjuangkanmu. Namun titik kecil bernama ragu dalam benakku semakin berkembang menjadi besar.
Aku bimbang.
Haruskah aku tetap berdiri di tempatku menunggu kedatanganmu atau terus melaju menjemput kepastian di depan sana yang kian hari mengetuk hatiku?
Sudah benarkah pilihanku?
Remang, 17.40 | 11 Februari 2023.
Masih
Jika seandainya aku adalah tanda baca. Aku tidak ingin menjadi koma yang membuat mu berhenti sejenak dari lelahnya dunia. Bukan tanda seru yang membuat berhenti seketika.Tapi, aku ingin menjadi titik yang menjadi perhentian mu ketika sudah jauh berkelana
Masih banyak negeri yang ingin kau singgahi. Masih banyak gunung yang ingin kau daki. Masih banyak lembah yang ingin kau sambangi. Tapi, aku menjelma titik yang membuatmu berhenti tidak menginginkan semua itu lagi
Tunggu, jangan menghukum diri. Bersamaku kau masih akan tetap menjadi diri sendiri. Akan tetap melakukan yang kau senangi. Akan tetap menjelajahi negeri. Ya, sejauh apapun kau pergi tidak mengapa asal kan aku selalu ikut disisi
Bekasi;110223
Untuk yang Kuingin Jadi Teman Hidup
Kau, seperti senyawa yang enggan menunjukkan diri demi kepuasan ilmuwan sialan yang sayangnya aku. Kau, seperti teka-teki penuh tanda tanya yang tak mau berbagi petunjuk kepada hasrat penasaran dan gairah keinginantahuan yang sialnya adalah deritaku. Kau, seperti sebuah padang pasir yang menyembunyikan oase untuk dahaga yang bersemayam sialnya dalam ronggaku.
Atau aku, yang tak mampu menjadi kation untuk ion yang kau sematkan dalam semua ikatan dan ingatan. Atau aku, yang tak ingin menyakini jawaban yang kau tutur jujur sebab menyadari aku tak mampu. Atau aku, yang tak meminum segelas anggur yang kau tawarkan karena dipenuhi rasa curiga dan praduga.
Lalu siapakah dari kita yang sesungguhnya menunggu?
Aku pastilah bukan yang kau syairkan dalam rahasia yang ingin kau simpan, sebab kita layaknya dua kutub yang sama, saling bertolakan dan tak mau kalah. Kau sudah pasti mencari perempuan berbudi luhur dengan senyum hangat dan tutur kata yang menyenangkan, sedang aku adalah amarah yang meledak yang seringnya merasa ditolak kebaikan. Berkeras kepala pula untuk tak merubah diri demi rasa, demi kau dan barangkali demi kita.
Sedang kita masih bintang yang saling berotasi di galaksi yang sama, saling memberikan terang bahkan setelah melintasi tahunan cahaya. Seolah kau bersedia ada tapi tak memberikan tanda untuk aku petakan dalam setiap upaya.
Menanti kah kau, untuk aku layak dalam duniamu, seperti aku menanti kekalahanmu untuk segala kurangku? Saling khianat kah kita untuk perasaan yang sama namun tak mampu melawan garis dari mana kita datang? Atau semua ini angan-anganku saja, hanya aku yang memiliki rasa dan terang-terangan melangitkan namamu pada pemilik siang dan malam?
Pertanyaan itu menyisakan keinginan untuk masih, untuk bertahan, untuk menunggu, namun cukup layak kah kita untuk memenuhi sisa-sisa kenyataan bahwa kita barangkali dua orang yang terus mempecundangi perasaan?
Utara, 11 Februari 2023
I need you to hold on
Kita sering kali fokus melihat masalah, tapi lupa kepada yang menganugrahi kita segala peristiwa. Dialah pemilik semesta yang sengaja mencipta segala rasa bagi makhluknya. Suka maupun duka.
Dalam menghadapi masalah, terkadang kita harus mengubah sudut pandang kita dalam melihatnya, agar kita tetap bisa melihat cahaya saat kegelapan menyelimuti diri kita.
Hidup tak melulu tentang air mata, pasti ada saatnya hari-hari kita dipenuhi tawa. Maka saat masalah tiba, yakini saja bahwa itu hanyalah sementara. Kita tak boleh terlalu marah, kecewa atau bahkan putus asa.
Karena apa yang Ia beri tidak pernah salah, segala peristiwa yang harus kita lalui ialah sebaik-baik rencana untuk kebaikan diri kita kedepannya.
Jangan menyerah ya, kamu telah melalui banyak peristiwa. Kali inipun kamu pasti bisa melewatinya.
Badai
Kau pernah bilang padaku, kita harus saling mengaitkan lengan lewati badai yang kita temui di hadapan sana. Badai yang sapuannya mampu menumbangkan apa saja yang kita punya. Badai yang gemuruhnya bisa membuat lupa untuk apa menjalani ini semua. Badai yang kita tidak tahu pasti asal muasalnya. Badai yang bila berakhir, merenggut keyakinan apakah benar-benar telah usai.
Aku pernah sekali berhasil keluar dari cengkeramannya, tapi kau tidak ada.
—11022023 Mukomuko
Komedi putar
Komedi putar ini sudah berhenti nona, lalu apa lagi yang kau tunggu?
Kurangkah kiranya aku mengulurkan tanganku untuk siap menggenggam erat tanganmu?
Kurangkah kiranya yakinku untuk merengkuh segala yakinmu?
Kurangkah kiranya kesungguhanku memangkas segala ragumu?
Beritahu aku nona, cara apalagi yang harus kutempuh agar bisa selalu membersamai mu.
Bertahan dan Menunggu
Oleh @haloedwardf
Seperti dedaunan jatuh berguguran
Hilang terbawa arus angin
Ingin kulepaskan semua beban
Untuk meringankan isi pikiran
Turunnya salju di akhir tahun
Ibarat dikepung rasa kerinduan
Masih bertahan di persimpangan
Menunggu ketidakpastian