KatanyA..
ternyata yang katanya orang lain itu belum tentu indah ketika kita jalanin
ternyata kmyang katanya orang lain itu menyenangkan belum tentu kita jalanin menyenangkan juga
Not today Justin

shark vs the universe

titsay

No title available

Love Begins

Kaledo Art
Keni
I'd rather be in outer space 🛸

Product Placement
macklin celebrini has autism
official daine visual archive
Xuebing Du

JVL

★
hello vonnie

Janaina Medeiros
No title available
ojovivo
untitled
$LAYYYTER
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Belgium
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States

seen from Canada

seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Spain
seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
@goresansenjaa
KatanyA..
ternyata yang katanya orang lain itu belum tentu indah ketika kita jalanin
ternyata kmyang katanya orang lain itu menyenangkan belum tentu kita jalanin menyenangkan juga
Sisa
Kadang, berakhirnya cerita dua orang itu nggak kayak di film—nggak ada pelukan selamat tinggal, nggak ada pintu yang dibanting, nggak ada kata-kata menyakitkan.
Enggak.
Justru, kita selesai kayak gerimis yang pelannnnn banget redanya, sampai-sampai kita baru sadar udah nggak hujan lagi pas langitnya terang.
Satu waktu kita masih merasa “kita”, tapi besoknya udah kayak dua orang asing yang lupa gimana caranya ngobrol. Nggak ada perpisahan yang formal. Nggak ada kopi terakhir sambil cari penjelasan.
Kita cuma... berhenti aja—pelan-pelan, benang demi benang, terurai kayak baju sweater yang mulai lepas jahitannya melonggar tapi terlalu halus untuk disadari sejak awal.
Yang lucu, yang paling sering kita inget bukanlah bagian akhirnya. Tapi bagian di antaranya.
Yang nggak penting, tapi kok ya justru nyisa.
Cara kamu manggil nama aku sambil senyum kecil. Cara kamu hafal aku suka Earl Gray Milk Tea with extra caramel pudding. Tawa kamu yang nggak ikhlas tapi tetap kamu keluarin pas aku maksa ngelucu.
Nggak ada yang megah dari itu semua. Tapi... ada.
Kamu juga begitu. Nggak pernah jadi segalanya, tapi pernah jadi cukup.
Tapi, kayaknya dari awal kita udah sama-sama tahu, deh: hubungan ini nggak akan selamanya.
Seperti yang aku bilang, kita tuh kayak hujan sore yang turun cepet, heboh sebentar, lalu hilang secepat datangnya. Tapi meskipun gitu, rasanya tetap nyaman. Hangat. Nggak lama, tapi cukup buat bikin kita sadar bahwa ternyata kita masih bisa merasa. Masih bisa sayang. Masih bisa nyimpen kangen, walau cuma sementara.
Sekarang kita udah jalan masing-masing. Nggak ada yang jahat. Nggak ada yang salah. Cuma dua orang yang tumbuh ke arah yang beda. Tapi nggak apa-apa. Karena meski akhirnya nggak ke mana-mana, perasaan itu pernah ada. Dan itu cukup.
Kadang cinta tuh emang nggak harus dibungkus dengan janji atau dirayakan pakai pesta. Cukup dikenang dalam diam. Disimpan rapi dalam hati, kayak surat yang nggak pernah dikirim—tapi kamu tahu isinya berarti.
Tapi hei, menyenangkan juga, ya, selama momen itu masih ada.
Mimpi
banyak mimpi
banyak harapan
banyak angan
banyak cita
yang sudah terlewati, entah diprediksi ataupun sesuatu yang mengejutkan untuk di bayangkan
ada kala nya kita berhenti sejenak, entah karna lelah atau hanya untuk menarik nafas
ada saatnya kita duduk terdiam, entah hanya untuk melihat sekeliling atau hanya untuk membayangkan kemungkian kemungkinan yang belum tentu terjadi
ada waktunya kita berjalan ataup berlari, entah karna kita ingin menikmati atau untuk mengejar waktu yang berjalan
pemalas?
wkwkwkwkw. dibangkan aku. kau lebih pemalas..
sbaaar sabaaar saya nih..
tapi ya sudah sih pilihan juga..
menikah
ternyata menikah bukan solusi atas masalah yang ad
ternyata menikah bisa jadi awal mula masalah yang ada
ternyata menikah tidak snyaman saat sebelumnya
ternyata hidup bersama selamanya tidak laa mudah.
tapi apakah menyesal?
tidak!
aku tidak pernah menyesal dengan keputusan yang aku ambil untuk hidup bersama
ak kadang hanya sedikit lelah untuk menjalaninya.
Aku? Aku merindukan sesorang
rindu segala hal konyol yang dia lakukan untuk membuat ku tersenyum
rindu dengan sayang yang ad
aku rindu dpeluk..
Hai..
aku datang dengan kisah yang berbeda dan kondisi yang berbeda.
sedih yang ada pun berbeda.. :)
Patah lagi?
#Absurd Chat: Rindu
👨: Aku rindu kamu, boleh ndak?
👩: Nggak!
👨: Yaudah ndak jadi rindu..
👩: Kok gitu?
👨: Kan ndak boleh..
👩: Haha.. Ngambek nih ceritanya, iya deh.. Boleh kok..
👨: Ah, ndak jadi aja..
👩: Kenapa?
👨: Kalo aku rindu tapi kamu ndak rindu kan sama aja, percuma..
👩: Haha.. Iyadeh, aku rindu kamu kok..
👨: Emm.. Ndak jadi ah..
👩: Hiiih! kenapa lagi?
👨: Em, biar kamu juga ngrasain gimana rasanya merindu tanpa dirindukan.. Nyesek ndak?
👩: Nggak, justru bahagia..
👨: Kok gitu?
👩: Iyya, soalnya aku tahu yang kurindukan itu juga merindukanku. Dia cuman pura-pura gak rindu..
👨: Ah, iya deh.. Aku jadi rindu kamu..
👩: Ah, kamu.. Hahaha..
Di antara kehilangan-kehilangan. Bagian merindukanmu adalah bagian yang paling menyakitkan.
(via mbeeer)
Di saat aku masih berpikir ini bisa diperbaiki, kau malah bersikeras memilih pergi. Padahal aku yakin, ini hanya butuh sedikit sabar yang lebih banyak.
(via mbeeer)
Berhentilah untuk pura-pura tidak tau tentang apa yang terbentang di antara kita berdua. Mereka semua juga tau, kau dan aku memang menaruh rasa.
(via mbeeer)
Masih banyak yang belum selesai. Masih banyak rencana-rencana yang belum tercapai. Masih begitu banyak tempat-tempat yang belum kita datangi. Masih terlalu sedikit makanan-makanan yang kita cicipi. Masih terlalu sedikit malam yang kita singgahi.Alih-alih menuntaskan; Kau, adalah hati yang belum usai namun dipaksa selesai
(via mbeeer)
Kita yang sebelum ini dekat banget, kaya tidak ingin berpisah. Sekarang hanya sebatas angin lalu. Jangankan tuk tersenyum. Menoleh pun kita engan
Mohon tinggalah sejenak, lupakan segala yang terjadi di antara kita berdua, persetan status kita sekarang; Kemarilah, aku benar-benar sedang membutuhkanmu. Peluk aku. Dengar tangisku.
(via mbeeer)
Tak tahukah kau? (at Seblak Baper Instan Online)