Doa yang terus di langitkan, ikhtiar yang terus di bumikan, tawakal yang terus di imani..tidak akan pernah salah alamat
Akan selalu di dengar, akan selalu di lihat, akan selalu di pantau selama Allah sebagai satu-satunya tujuan
Sabar yaah

seen from Georgia

seen from Italy
seen from United States

seen from Philippines
seen from China

seen from Denmark
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from China

seen from Singapore
seen from Brazil

seen from Netherlands
seen from China
seen from China
seen from Yemen

seen from T1
Doa yang terus di langitkan, ikhtiar yang terus di bumikan, tawakal yang terus di imani..tidak akan pernah salah alamat
Akan selalu di dengar, akan selalu di lihat, akan selalu di pantau selama Allah sebagai satu-satunya tujuan
Sabar yaah
Malam yang larut, larutkan keluh kesah yang tak perlu.
Dingin yang meringkuk, dekaplah agar cepat luruh.
Cinta yang selalu tumbuh, siramilah agar selalu mekar dari subuh menuju subuh.
Didalam doa yang kita panjatkan setiap subuh, semoga dan amin membuat hubungan kita senantiasa utuh.
16 september 2021
Ris sutanto
Tak ada yang salah jika kau ingin berkeluh kesah, sebab kita manusia yang sewaktu-waktu dapat merasakan lelah.
Tak masalah jika kau ingin menangis menumpahkan segala resah, sebab kita hanyalah manusia yang lemah.
Tak apa sungguh, jika kau sesekali merasa terpuruk lantaran berbagai problema hidup yang menumpuk.
Berkeluh kesahlah, menangislah, mangaduhlah.
Sebab kau bukanlah malaikat, tapi hanyalah seorang manusia yang kadang merasa tak kuat atas segala rasa sakit yang menyayat.
Namun ingat, bahwa kau harus tetap dalam koridor-Nya saat kau merasakan nestapa yang tak ada habisnya. Sebagaimana Nabi Ya'qub yang mengadukan segala susah dan sedihnya hanyalah pada Dia yang Maha Kuasa.
"Hanya kepada Allahlah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku."
Sungguh segala pilu akan berlalu seiring waktu. Dan kehidupan di dunia ini hanyalah sekejap, sedangkan di akhiratlah yang akan tetap.
Jadi, tetaplah tegap meski napasmu mulai terasa pengap. Sebab Allah akan senantiasa mendekap siapa saja yang menjadikan-Nya tempat berharap.
@penaalmujahidah
kesempatan untuk membagi kisah, tentang kasih. juga kesah.
memelena
Kita tahu betul, kalau tidak ada yang abadi. Tidak satupun. Seperti bunga yang mekar lalu layu, atau daun yang berguguran. Kita tahu betul, bahwa semua ada akhirnya. Tidak selalu sesuai angan. Bukan berarti memutus asa.
Lalu mengapa kita merasa hidup ini tidak adil, jika kebahagiaan kita berhenti sejenak? Mengapa kita merasa hidup ini tidak adil, seolah mengerti bagaimana hidup semua manusia?
Kalau kita tahu betul, bahwa semua ada akhirnya, maka berhentilah menangis. Karena kesedihan juga tidak untuk selamanya. Seperti ulat yang menjadi kupu-kupu, kita juga akan terbang nanti. Meski hanya sebentar, yang penting kita pernah tahu rasa pahit. Lalu bangkit. Kemudian tak lagi sakit.
Jadi jangan berdoa memohon kemudahan. Kita lebih tahu kalau tak ada yang berjanji hidup akan mudah. Kita sendiri tahu, jalan mulus terlalu membosankan untuk sedikit petualangan. Karena itu, berdoalah untuk kekuatan. Karena tidak semua dari kita berhati baja. Tidak semua dari kita bisa menahan sakitnya kata-kata lalu berjalan seolah tanpa luka.
"Aku pun punyai kesah yang ingin kau dekap agar menguap."
- Yustiazari
Bahagia versiku, sederhana saja. Bisa duduk dan saling mengobrol dan kadang saling bengong, bahagia. Bisa baca buku sambil rebahan, bahagia. Bisa do or give something ke seseorang, bahagia. Bisa nanem cabe sampe berbuah, bahagia. Bisa antar jemput adek sekolah, bahagia. seharian dirumah ngerjain rajutan, bahagia.
Loh, kok sederhana banget? Pernah sih kepikiran untuk mencoba membahagiakan diri ketika stress melanda, beli ini, beli itu, konsumtif, tapi tau ngga...kebahagiaan itu cuma sebatas toko-jalan-rumah. Sampai di kamar, bongkar-bongkar belanjaan, stress lagi hehe.
Jadi mulai saat itu, aku nemu definisi bahagia versiku. Sederhana tapi banyak pilihan...
@deafaa
ada kala nya kita berhenti sejenak, entah karna lelah atau hanya untuk menarik nafas
ada saatnya kita duduk terdiam, entah hanya untuk melihat sekeliling atau hanya untuk membayangkan kemungkian kemungkinan yang belum tentu terjadi
ada waktunya kita berjalan ataup berlari, entah karna kita ingin menikmati atau untuk mengejar waktu yang berjalan