And back to our regularly scheduled Brushtober program.
Day 9: Mermaid
Day 10: Warmth
Make sure to whisper it in your mind.
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from Romania

seen from United States
seen from United States
seen from United States
And back to our regularly scheduled Brushtober program.
Day 9: Mermaid
Day 10: Warmth
Make sure to whisper it in your mind.
Malam sketch
Malam Malam Malam why is nobody talking about Malam. He is the best. All of you are blind. Why won't you people talk about him?? I need more people to talk about him
I won't finish this but the world needs more malam
kamu selalu bertanya kapan pertolongan Allaah itu datang? kamu selalu mempertanyakan dimana pertolongan Allaah itu? ekamu kesana kemari mengetuk satu pintu ke pintu yang lain. kamu mencari pertolongan kesana kemari. kamu mencari pertolongan bukan kepada Dzat yang tahu betul hidup dan matimu. kamu mengetuk, mengiba, meminta untuk dikasihani kepada makhluk yang sama denganmu yang penuh dengan keterbatasan yaitu manusia.
sesungguhnya sholat yang kamu tegakkan, baca Al-Quran yang kamu upayakan membacanya setiap waktu, puasa sunnah, dan semua ibadah sunnah lainnya adalah pertolongan Allaah yang seringkali tidak pernah kamu sadari bahkan seringkali kamu sepelekan. Allaah menyayangimu dengan cara yang tak pernah kamu pahami. ujian yang datang, yang kamu sangka itu begitu menyesakkan barangkali adalah cara agar kamu kembali kepadaNya. mengiba, memohon, menangis, meratapi dengan penuh penyesalan kepadaNya.
jangan pernah mengira kamu akan dibiarkanNya begitu saja tanpa pertolongan dariNya, sayang. kamu tidak akan benar-benar dibiarkan sendiri, berjalan tanpa pengetahuan. upaya yang sedang kamu upayakan dengan semua yang kamu saat ini barangkali adalah salah satu pertolongan dariNya agar kamu tidak berputus asa dari rahmatNya. jangan menangis, sayang. sekali lagi jangan pernah berputus asa dari rahmatNya. pertolongan Allaah sungguh dekat, hanya butuh waktu, bertahanlah sebentar saja.
tanamkan keyakinan dalam hatimu dalam-dalam, bahwasanya pertolongan Allaah akan datang. sesuatu yang sangat kamu tangisi dengan begitunya hari ini, percayalah, kelak akan sangat kamu syukuri nantinya. aku tahu hatimu begitu lelah dan bersedih begitu dalam. namun menyerah begitu saja tanpa meminta pertolonganNya. sungguh jelas, kamu akan sangat merugi. tidak ada jalan kemenangan diperoleh dengan semakin jauh dariNya. sebab kemenangan sejatinya datangnya dari Allaah, Dzat yang Maha Kuasa, Maha Berdirisendiri.
kala hatimu saat ini sedang begitu kelelahan, ambil jeda, menangislah. menangislah tanpa harus kamu tahan, menangislah tanpa harus merasa malu kepadaNya. sebab di dunia yang begitu menyesakkan ini, tidak ada yang bisa menolongmu kecuali hanya Allaah. hanya Allaah semata. hanya Allaah. tidak dengan kedua orangtuamu, pasanganmu, saudara-saudaramu ataupun sahabat-sahabat karibmu. hanya Allaah saja yang akan menolongmu hingga akhir.
maka kembalilah wahai diri, tak apa meski harus dengan langkah yang tertatih-tatih. tak apa meski dengan langkah yang kecil. tak apa meski dengan hati yang berat sebab malu. Allaah tak melihat itu semua. Allah melihat hatimu yang ingin benar-benar kembali dan meminta pertolonganNya.
malam ini saat semua keheningan dan ketakutan datang kepadamu. tetaplah melangitkan pinta kepadaNya, ya. harapan itu akan selalu ada. Allaah sendiri yang berjanji akan mengabulkan setiap pinta. maka sudah pasti doa yang kamu langitkan tak akan kembali dengan sia-sia. sayang, ingatlah selalu bahwasanya kasih sayang Allaah begitu besar kepadamu. maka kamu jangan pernah merasa sendiri, merasa tak ada yang mencintaimu. tidak, sayang, Allaah sangat menyayangimu.
sudut ruang || 22.27
YAY YAY character designs s5 edition :}
Ganjil rasanya melihat seseorang meninggalkan tanggung jawab atas pilihannya sendiri, lalu berharap orang lain yang memungut seluruh akibatnya.
Setiap kali perkara itu kusingkap, kau menjawab dengan alasan yang nyaris tak bercela. Semua tertata, semua beralasan, hingga tak tersisa ruang bagi kemungkinan bahwa ada yang patut kau sesali.
Pernahkah kau bertanya apa yang sebenarnya ingin kusampaikan?
Aku tak sedang menagih maaf. Aku juga tak menyimpan murka. Aku hanya lelah mengulang luka yang sama kepada seseorang yang selalu merasa tak pernah melukai.
Barangkali karena itu orang sering keliru memaknai ketahanan. Mereka mengira setiap yang bertahan sedang menunjukkan kekuatan.
Maka sesekali aku membayangkan hal yang amat sederhana. Andaikan pernah terlintas dalam benakmu untuk bertanya bagaimana keadaan kami, bagaimana hari hari kami berjalan setelah semua itu. Bukan menerangkan bagaimana kami semestinya merasa, melainkan mendengar apa yang sungguh kami rasakan.
Orang sering berkata, hargailah selagi ada. Mungkin nasihat itu tak pernah sampai kepadamu. Mungkin pula kau tak pernah merasa perlu mencarinya. Sebab entah sejak kapan kau tampak begitu yakin bahwa kami akan selalu berada di tempat yang sama, menunggu dengan kesabaran tak bertepi.
Andaikan sekali saja kau datang tanpa alasan untuk dimenangkan. Andaikan sekali saja kau meminta maaf tanpa syarat yang mengiringinya. Andaikan sekali saja kau mendengar tanpa tergesa menyusun pembelaan. Mungkin kami tak perlu sampai pada titik; ketika memaafkanmu terasa semakin mirip dengan mengkhianati diri kami sendiri.