Natgeo edisi agustus 2016 ini menarik karena membahas teknologi rekayasa genetika CRISPR. Kemampuan mengubah sandi kehidupan memberi kita kekuasaan untuk menguasai dunia. Pertanyaannya: perlukah kita menggunakannya? Sebagai senjata perang melawan nyamuk. Berbagai cara sudah manusia tempuh untuk memenangkan perang melawan nyamuk, namun sepertinya teknik gene-editing lah yang akan membawa kita mendekati kemenangan. Memodifikasi genom nyamuk sehingga mereka tidak dapat menyebarkan penyakit atau alternatif lain dengan mencegah kelahiran nyamuk betina yang suka menggit. Rekayasa Pangan. Hasil rekayasa CRIPSPR menciptakan Salmon dengan pertumbuhan 2 kali lebih cepat, makan lebih sedikit dan dapat dipelihara di kota. Para Ilmuwan Jepang menggunakan CRISPR untuk memperpanjang usai tomat dengan mematikan gen yang mengendalikan keranuman. Obat. Potensi CRISPR untuk menghasilkan obat yang lebih baik bagi manusia tidaklah berlebihan. Teknologi ini dapat dengan mudah merekayasa sel tumor. Dengan CRISPR juga kita dapat membuat organ hewan lain (cth Babi) sehingga dapat dijadikan organ donor yang cocok dengan manusia. Menyelematkan spesies lain dari kepunahan. Musang kaki hitam adalah contoh hewan yang dapat diselamatkan melalui CRISPR. Ada sejumlah orang yang mungkin memandang teknik ini sebagai kemajuan revolusioner, yang lain beranggapan hal ini mengerikan karena ilmuwan bermain sebagai 'tuhan'. Mampukah kita menanggung konsekuensi dari pengubahan kode genetik?





