Oh-the-irony
RMH
untitled
art blog(derogatory)
EXPECTATIONS

PR's Tumblrdome
almost home

ellievsbear
Cookie Run:Kingdom Official!
Phantogram Three
hello vonnie

No title available
Show & Tell
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
occasionally subtle
NASA
The Bowery Presents
cherry valley forever
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
seen from Venezuela

seen from Germany
seen from Slovenia

seen from Canada
seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Colombia
seen from United States
seen from Switzerland

seen from United States

seen from United States
seen from Iraq
seen from Slovenia
seen from Brazil
seen from Colombia
seen from United States
seen from Switzerland
seen from Italy
seen from United States
@growingredwoods-blog
Oh-the-irony
Kesempurnaan Dunia dan Kaitannya dengan Nihilisme
Dunia telah mencapai kesempurnaannya jauh sebelum manusia mampu menyadari dan merenungkannya. Saya mungkin baru sekarang dapat menyadari--meski tidak sepenuhnya menerima--kesempurnaan dunia yang kita tinggali sekarang, namun sesungguhnya kesempurnaan itu tidak sedang berada pada tingkat tertentu melainkan sudah jelas adanya sebagai sifat dunia; sempurna dalam “ketidaksempurnaannya”.
Bukan tujuan utama saya menjelaskan tentang makna kesempurnaan lewat tulisan ini. Saya justru hendak membahas tentang nihilisme, paham yang berporos pada “ketiadaan” atau “yang tidak ada”.
Kehidupan dunia ini terbentuk sedimikian rupa oleh berbagai macam unsur, yang kemudian dapat disederhanakan menjadi unsur positif dan negatif dunia. Ada gelap dan terang, kebahagiaan dan kesedihan, pembangunan dan penghancuran, baik dan jahat, dan lain sebagainya. Baik segi positif maupun negatif sama-sama menyempurnakan dunia ini. Sementara itu, paham nilistik lebih condong melihat dunia dari segi negatifnya saja.
Para penganut nihilisme secara umum beranggapan bahwa dunia dipenuhi dengan kerusakan dan kejahatan, sehingga tidak ada gunannya lagi hidup di dunia ini. Pemikiran seperti itu cenderung mengarahkan manusia pada sifat pesimis dalam menghadapi dunia. Atau justru mendorong manusia untuk mengatasi sisi gelap dunia dengan caranya sendiri, seperti menjalankan terorisme dan pembunuhan untuk mengendalikan manusia lainnya agar tunduk pada kemauan kaum nihilis itu.
Kritik atas nihilisme ialah bahwa paham tersebut terlalu ekstrim memalingkan pandangan dari sisi dunia yang lain yang sesungguhnya masih banyak dipenuhi hal-hal positif. Seperti semangat gotong royong dan persatuan yang dapat kita lihat dari kejadian paska bom Sarinah. Tragedi bom tersebut memang menimbulkan kerusakan besar, namun apa yang kemudian terjadi setelahnya adalah masyarakat Indonesia semakin memahami rasa persatuan dan gotong royong dalam melawan terorisme.
Selama ini banyak dari kita selalu mencari-cari kebahagian dan kebaikan dengan senantiasa memalingkan wajah dari sisi negatif kehidupan ini, maka apa yang membedakan kita dari kaum nihilis ekstrim tersebut? Bukankah baik segi positif dan negatif dunia sama-sama membentuk keseimbangan dalam dunia ini?
Tujuan Hidup adalah Kedamaian
Manusia adalah animal rational. Manusia berpikir, dan bertindak sesuai pikirannya. Oleh karena itu, manusia adalah makhluk yang memikul tanggung jawab atas kesadarannya bertindak.
Ruh dan badan ialah dua substansi yang menyusun manusia. Kesadaran (consciousness) tidak diciptakan dari ruh saja--atau dari badan saja--melainkan merupakan hasil kolaborasi antara keduanya. Seonggok badan tak akan berarti apa-apa tanpa ruh, begitupun sebaliknya.
Kesadaran melahirkan kehendak-kehendak. Masing-masing manusia memiliki kehendak yang berbeda satu sama lain. Banyak kepala, banyak pemikiran, banyak kehendak, dapat menciptakan harmoni sekaligus kontroversi. Apabila setiap manusia menekan terus-menerus kehendak yang dimilikinya pada lingkungan, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Kerusakan.
Untuk itu, manusia haruslah sadar akan tujuan hidupnya. Menurutku, tujuan utama manusia diciptakan ialah untuk menemukan kedamaian dalam dirinya sendiri. Tuhan tidak menciptakan hanya satu manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu, masalah-masalah yang timbul dari pertentangan ego masing-masing manusia merupakan bagian dari skenario hidup kita secara keseluruhan.
Manusia dapat menggunakan kesadaran dan kehendaknya untuk mencari kedamaian bagi dirinya sendiri. Satu individu tidak akan mampu mewujudkan kedamaian bagi seluruh dunia, namun tentu tidak mustahil untuk menemukan kedamaian dalam diri sendiri.
Banyak cara dalam hidup ini untuk merasa damai. Beberapa orang memilih jalan agama yang bagi mereka, Tuhanlah kedamaian paling hakiki. Beberapa orang pula memilih fokus pada dirinya sendiri karena menurut mereka, ketentraman dan kebahagiaan tidak ‘didapatkan’ melainkan ‘diciptakan’.
Saya sendiri, berpendapat bahwa ada satu cara untuk menciptakan kedamaian dalam diri, yaitu dengan belajar melepaskan--letting go of possessions. Semua orang senantiasa mencari cara bagaimana mengejar dan mendapatkan, namun sedikit yang mau menerima kenyataan bahwa sesekali mereka harus melepaskan.
Ada tiga hasrat dalam hidup manusia yang paling sulit dilepaskan dari egonya:
Hasrat terhadap harta, cinta dan pengakuan. Melepaskan ketiganya bukan berarti menolak atau membuang jauh-jauh. Melepaskan berarti tidak membiarkan nafsu (desire) atas ketiga hal tersebut membutakan mata batin kita. Hasrat adalah hasil dari kesadaran dan kehendak yang ada secara lahiriah, maka manusia mustahil mematikan hasrat mereka. Namun satu hal yang perlu diketahui, ketiga hal tersebut tentu tidak akan kekal selamanya. Maka, sebaiknya hasrat untuk memiliki pun tidak perlu dijaga sedemikian kekalnya, karena akan menimbulkan keputusasaan kelak apabila manusia kehilangan harta, cinta dan pengakuan mereka.
Maka hiduplah sewajarnya, dan selamat berdamai dengan diri sendiri!
Garnet: wow the stars sure are beautiful
Peridot: yeah they are
Garnet: you know what else is beautiful?
Peridot: *blushes* what?
Garnet: me
Respawning....
A couple minutes ago, I was feeling dissapointed with someone. But then I’m trying to get rid of those hurts, and respawning myself from negative thoughts that drown me to emptiness. Now I’m feeling--well, not completely alive yet, but--much better than before. The key is just, positive suggestions to self. ^^
Buat kamu.
Ya kamu itu, orang yang paling jelas ketidakjelasannya.
Elsy Destiny
Can I be more blessed to have these 6 Idiots?
Too much baper is tiring....
Tahun baruan mulu, kiamatnya kapan?
Nadia Elasalama