Waktu adalah barang termahal yang pernah dimiliki manusia. Karena ia tidak bisa kembali, karena dengannya manusia bisa beruntung atau merugi.
Sadarkah kau, seberapa banyak barang mahal yang dia "buang" untukmu?
Saat kau bertemu secara tidak sengaja, berapa banyak waktu yang dia "buang" untuk sekedar mendoakanmu dengan salam dan bertanya kabarmu yang sudah lama tidak singgah di kehidupannya, namun kau menunjukkan gestur terburu-buru seolah-olah kau adalah manusia tersibuk di dunia yang sedang dikejar deadline.
Saat kau bertemu secara sengaja, pernahkah kau tahu berapa banyak waktu yang dia "buang" untuk bertemu denganmu, namun kau malah membatalkannya karena merasa ada hal yang lebih penting dari bertemu, tanpa tahu bahwa sebenarnya dia sudah lebih dahulu membatalkan hal lain yang lebih penting dari bertemu dan berbincang denganmu.
Saat dia mengundangmu bersilaturahmi, tahukah kau berapa banyak waktu yang ia "buang" untuk menyiapkan kedatanganmu yang bukan seorang presiden ataupun pejabat dan hartawan, namun kau tidak memenuhi undangannya karena lelah atapun malas.
Saat kau mengundangnya bertemu, tahukah kau bahwa dia sudah menandai undanganmu di kalendernya, sengaja "membuang" agenda lain, namun kau tidak menyambutnya dengan baik, bahkan membatalkannya.
Sadarkah kau, bahwa dirimu telah membuat dirinya kehilangan banyak barang mahalnya, membuat dia merugi?
Kita selalu merasa sepihak bahwa hanya kitalah yang sibuk. Senggangnya pun, kau telah menyia-nyiakan waktu istirahatnya.
Lupa, bahwa dia pun sama sibuknya dan lelahnya dengan dirimu.
Lupa, bahwa pertemuan pertamamu dengannya adalah yang membuatmu menjadi diri hebatmu saat ini.
Tidak tahu, bahwa ada hal penting yang ingin disampaikannya.
Tidak menyadari, bahwa dia rindu bertemu denganmu, karena Allah. Dan karena Allah, kalian bertemu.
Hingga kemudian kau menyadari, bahwa dia bukan membuang waktunya. Dia meluangakan waktunya namun kau membuang keluangan waktunya, barang mahal dalam hidupnya.
Kau merasa membuatnya merugi, karena dia kehilangan waktunya. Dan kau pun merugi, karena menyia-nyiakan pertemuan itu.
Karena kau adalah bagian dari waktu kehidupannya.