Boleh capek ya? Istirahat sejenak boleh? Sabarnya masih banyak?

Origami Around
Sade Olutola
todays bird

PR's Tumblrdome

祝日 / Permanent Vacation
Alisa U Zemlji Chuda
No title available

Janaina Medeiros
TVSTRANGERTHINGS
I'd rather be in outer space 🛸
sheepfilms
occasionally subtle

roma★

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
KIROKAZE

seen from South Korea

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Switzerland

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Italy
@haiitomi
Boleh capek ya? Istirahat sejenak boleh? Sabarnya masih banyak?
Kalau kalkulasi terus menerus tentang hidup sampai sekarang rasanya seperti mustahil sampai di titik ini, tapi ini balik lagi tentang kuasa-Nya. Yaudah pasrahin aja, sebagai ummat nya tugas kita cuma berbuat sebaik mungkin.
Pesawaran, 17 Januari 2021
Perempuan adalah tempatnya ragu, jadi jangan heran ketika perempuan selalu mengulang pertanyaan yang sama, bukan karena dia tidak mengerti, tapi dia butuh suatu kepastian yang tidak lagi membuat hatinya ragu.
28 Agustus 2020
Kata sabar untuk orang yang sedang patah dan kecewa dengan keadaan sepertinya kurang tepat. Mereka hanya butuh ruang sendiri dan mungkin akan keluar untuk bercerita, tetapi bukan untuk mencari solusi. Hanya butuh pembenaran dan butuh didengarkan.
26 Agustus 2020
"jika sabar bisa jadi sebuah solusi, kenapa emosi yang harus selalu tinggi"
Mimpi kita tidak selalu sama, maka jangan dipaksakan untuk sama. Jangan, jangan sesekali kamu mengatakan mimpi orang lain salah karena tidak sepertimu. Karena setiap orang berhak dengan segala dunianya masing-masing.
Menghargai mimpi setiap orang adalah sebuah keharusan walaupun mimpi yang dia inginkan terlihat begitu sederhana yaitu membuat orang orang disekitarnya bahagia meskipun dia belum tau bagaimana caranya.
Aku tidak tau lagi bagaimana menikmatinya kalau kita semua sama.
Pesawaran, 10 Mei 2020
Beberapa keputusan dan pilihan kita atas hidup ini mungkin tidak populis dan tidak menyenangkan untuk semuanya, kadang juga ketidak setujuan hadir dan tidak sedikit penentangan hadir atas keputusan yang kita buat..
Kenapa tidak ambil a? Kenapa tidak ambil b? Atau yang lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga akan turut hadir dan mungkin sedikit tidak menyenangkan.
Setiap keputusan semuanya punya resiko dan kebahagiaan nya masing-masing. Tujuan yang kita buat adalah panduan dari setiap keputusan yang kita ambil.
Tujuan kita meluruskan dan menyadarkan kembali bahwa setiap mimpi harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dalam hidup ini.
Tidak semua peluang bisa kamu ambil, dewasanya umur membuat kamu harus membuat keputusan bahkan dengan cepat terkait masa depan.
Ketidak setujuan dari orang terdekat kita atau orang lain adalah hal biasa. Tidak perlu dirisaukan, lama kelamaan juga hilang.
Yang penting tujuan dan mimpi yang telah kamu buat tidak hilang, tidak ada penyeselan dan kelak kamu mengatakan bahwa "Alhamdulillah sudah berjuang, soal hasil kita serahkan kepada Tuhan".
Pesawaran, 14 Maret 2020
Kita punya tujuan nya masing-masing. Sudah pasti akan mengalami proses berbeda. Waktu yang berbeda dan juga besaran usaha yang kita lakukan.
Cemooh dan tanda tanya dalam setiap proses yang kita lakukan adalah menjadi hal biasa. Kenapa belum juga sampai pada tujuan? Kenapa masih gagal? Dan kenapa tidak seperti dia yang sudah berhasil?
Nasihat untuk diri sendiri, kukatakan bahwa menanam kangkung dengan menanam apel jelas berbeda prosesnya. Beda waktunya dan beda usaha yang dikeluarkan. Tentu nilai hasil yang kita usahakan juga berbeda.
Setiap orang berhak menilai apa yg kita lakukan dan kita juga berhak untuk untuk tidak mendengarkan. Tujuan kita dengan orang lain berbeda, jelas hasilnya juga tidak sama.
Tetaplah fokus hingga sampai akhir tujuan. Semoga bukan nestapa tapi bahagia.
Pesawaran, 27 Desember 2019.
Mengelola keuangan
Mengelola keuangan dalam kehidupan adalah satu hal yang harus dilakukan dan teramat penting, karena keuangan adalah soal keberlangsungan hidup.
Tidak harus berumah tangga dahulu, tetapi bisa dimulai ketika masih sendiri. Mengelola uang adalah mengelola emosi dan nafsu.
Besarnya pendapatan tidak selalu berjalan lurus dengan arti kata cukup, karena sebagian kita tidak mampu meredam emosi dan nafsu mengikuti gaya kekinian padahal sebenarnya semua sudah tercukupi.
Kadang keuangan juga membuat suami atau istri melakukan diluar batas aturan Allah mendapatkan rezeki yang halal. Hal ini dimulai dari rasa tidak cukup dari masing masing individu dalam keluarga.
Maka menata kembali hati dengan rasa syukur adalah segala obat dari rasa tidak pernah cukup. Belanja sebutuhnya dan jangan lupa berbagi kepada siapa yang berhak.
Proses pendidikan dari awal menjadi maba hingga hari ini menjelang wisuda adalah sesuatu yang patut amat di syukuri.
Kita tahu bagaimana bahagianya dikala dinyatakan diterima, diantara sekian banyak orang yang ternyata belum diizikan oleh allah. Diantara yang menjalani perkuliahan ada yang begitu lama, bahkan tidak menutup kemungkinan dikeluarkan.
hanya ingin mengakhiri ini dengan kata alhamdulillah dan perayaan sederhana saja. Beban berat di bahu dan pikiran semakin bertambah hari ini. kita teramat takut atas ilmu yang sudah kita dapatkan tidak dapat bermanfaat untuk orang banyak. Takut bagaimana tidak dapat memenuhi ekspektasi keluarga khususnya orang tua. Karena tujuan awal dari semuanya adalah ke bahagiaan keluarga khususnya orang tua.
Pesawaran, 19 Oktober 2019
Masalah terlihat besar atau kecil tergantung siapa dan bagaimana cara memandangnya. Rasa lapar dan haus bagi bayi akan menjadi masalah yang begitu besar untuk dihadapi tapi tidak bagi orang orang yang sudah dewasa, masalah lapar dan haus tidak lagi menjadi masalah, masalah mereka lebih kompleks begitu seterusnya.
Ternyata masalah itu menjadi besar bukan hanya karena kadar masalahnya, mungkin hatinya yang sedang menyempit, jauh dari tuhan dan pertolongannya. Tidak apa menangis, keluarkan tangisan sepuasnya, karena setiap orang punya caranya sendiri untuk menyelesaikannya.
Yang perlu kita ketahui masalah yang kita hadapi itu adalah masalah yang sudah dilalui oleh orang terdahulu dari kita. Kita hanya perlu belajar dan tawakkal bagaimana harus bersikap dan bagaimana mengambil keputusan. Sikap dan keputusan yang didasarkan atas iman dan cinta.
Semoga yang punya masalah segera bisa selesai.
Bandar lampung, 14 oktober 2019.
Habibie dan cinta
Habibie adalah wujud kolaborasi antara cinta, agama dan negarawan bagi indonesia.
Hati yang tulus untuk mengabdi itu terpancarkan ketika dia lebih memilih mengabdi di tanah air tercinta ditengah tengah tawaran harta dari beberapa negara digdaya.
Semangat habibie adalah semangat pemuda, tidak pernah hilang atau juga luruh. Mata jenaka yang selalu riang dan bibir tipis yang selalu tersenyum adalah salah satu ingatan saya.
Dia adalah bapak teknologi dan demokrasi bangsa, indonesia tumbuh menjadi negara menghargai sesama yang berbeda pandangan adalah awalan dari perintahnya.
Habibie adalah cinta. cintanya kepada ainun sepanjang masa. Tubuh laki laki itu semakin melemah dengan kepergian separuh cintanya.
Habibie pernah berujar bahwa dia sudah tidak takut mati, karena pada dimensi lain tersebut orang pertama yang akan menjemputnya adalah cinta seutuhnya "ainun".
Selamat terbang pak habibie. cinta, ketulusan dan kejeniusan itu semoga bisa terwariskan bagi kami dan bangsa ini.
Bandar Lampung , 12 September 2019
Pernikahan
Tujuan pernikahan dalam islam selalu berakhir pada jannahnya, sesuai dengan banyak doa yang dihaturkan dikalangan masyarakat semoga sakinah (tentram), mawahdah (penuh cinta atau harapan) dan warahmah (kasih sayang).
Tetapi tujuan pernikahan yang suci hari ini sedikit bergeser menjadi pernikahan dengan motif ekonomi, seberapa besar panghasilan anda akan menjadi pertanyaan mendasar? tidak lagi mengedepankan standar sholih atau sholihah yang akan membawa ketenangan baik dunia dan akhirat.
Tidak salah memang standar ekonomi menjadi salah satu acuan, karena hidup memang butuh segala hal yang dibeli dengan uang.
alm. ust. Jefri pernah pernah mengatakan terlalu picik jika hari ini kita memandang calon pasangan berdasarkan kaya atau tidak, sedangkan kedepan ny rahasia allah itu mahabesar.
Berapa banyak mereka yang tersiksa karena dulunya hanya sekedar melihat pasangan dari sisi duniawi, tanpa melihat kedekatan dengan allah dan seberapa sabar dia menghadapi semua, karena rumah tangga tidak selalu dengan uang ada urusan mengatur emosi dan meredam ego.
Bekerjalah dengan giat untuk penghasilan yang halal, ibadah tidak tertinggal, dengan keluarga tetap terbina, harus kita fokuskan kedepan. Dunia fana ini hanya sementara, minum serta makanlah secukupnya dan sisakan untuk keturunan agar kelak ketika ditinggalkan tidak dalam keadaan lemah.
Dan sebaik-baiknya peninggalan adalah ilmu yang bermanfaat.
Bandar Lampung, 10 September 2019
Untuk diri yang kadang terlintas hilang kata syukur.
Saya yakin perjalanan hari ini adalah perjalan terbaik yang allah siapkan untukmu, terlepas kamu membenci atau menyukai.
Tidak mengapa kamu terus membandingkan diri dengan orang lain sebagai pemacu untuk lebih baik lagi. Tetapi menjadi salah ketika kamu justru menjadi kerdil, hilang arah dan tak bersyukur terhadap allah.
Kukatakan padamu, membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain hanya akan menyiksamu.
Setiap orang punya caranya tersendiri untuk mencapai tujuan, punya jalannya masing masing untuk mencapai tujuan. Punya waktunya masing masing untuk mencapai tujuan.
Jadi harus sampai kapan terus merasa kerdil dengan mereka yang hari ini sudah memiliki segalanya.
Bukankah nikmat sehat yang hari ini kamu dapatkan tidak didapatkan oleh orang orang yang sakit. Bukankah hari ini nikmatnya ibadah tidak didapatkan oleh oleh orang yang belum allah gerakkan hatinya. Bukankah nikmatnya mengenyam pendidikan tidak didapatkan oleg mereka yang putus sekolah. Bukankah nikmatnya makan dan kenyang tidak dapatkan oleh saudara kita yang lapar disana.
Berhenti menilai ikan pintar atau tidak dengan cara dia mampu menaiki pohon atau tidak. Tentu selamanya dia akan bodoh. Kita punya cara, waktu masing masing, dan tujuan yang berbeda.
Yuk lebih baik.
Yang ingin pergi akan tetap pergi tanpa pernah bisa kita tahan, yang ingin datang akan tetap datang, meskipun kita tidak pernah meminta
Ketika Orang Tua Tidak Setuju
Kamu taukan ada yang suka sate, tidak suka opor. Ada yang suka opor tidak suka rendang, ada yang suka rendang, tapi tidak suka jika ditambah ketupat, dia lebih memilih nasi sebagai teman memakan rendang atau sate dan opor.
Jika hari ini kamu sudah cocok dengan seseorang, sudah sangat yakin bahwa dia bisa membawamu lebih baik, tapi orang tua tidak setuju itu adalah wajar.
Karena lidah dan indra penciuman seseorang tidak semuanya suka dengan hal yang sama. Tapi semua masih bisa diusahakan. Dulu ada anak kecil yang tidak suka ikan dan sayuran, tapi ketika dia tau kebaikan kebaikan dan manfaat ikan dan sayuran akhirnya dia teramat menyukainya. Bahkan hari ini menjadi pilihan utama atau hobinya.
Hari ini, pilihannya berada di kalian berdua. Mau mengusahakan atau memasrahkan juga meyakinkan?
Khawatir boleh, tapi jangan berlebihan. Karena ada allah yang akan bantu jalan kalian semua. Entah rezeki, jodoh dan kesehatan. Jangan lupa pasrahkan semuanya yang sembari mengusahakan dan meyakinkan.
Pesawaran, 6 Juni 2019
Lebaran menjadi implementasi dan puncak sebulan penuh kita menjalani ramadhan. Puncak dari kesederhanaan, puncak untuk menahan diri dari bermegah-megahan.
Lebaran bukan tempat menjadi berbuka meluapkan semuanya setelah sebulan penuh menahan, karena tanda diterima atau tidaknya proses selama ramadhan adalah tetap berlanjutnya ibadah dan kesederhanaan.
Tapi kita terlalu risau akan penilaian manusia, khawatir akan percakapan yang menyudutkan. Sudah seharusnya kita mengakhiri ini semua, hidup tenang dari hingar bingar penilaian manusia yang tak pernah berkesudahan.
Pesawaran, 5 Juni 2019