ya Allah aku percaya, tangan yang menengadah kepada-Mu tidak akan pernah kembali dengan tangan kosong 🥹
YOU ARE THE REASON
almost home

No title available
NASA

roma★
taylor price
occasionally subtle
RMH
Peter Solarz
i don't do bad sauce passes
d e v o n

No title available
Not today Justin
No title available
hello vonnie
tumblr dot com
trying on a metaphor

Kaledo Art

oozey mess
styofa doing anything
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from France

seen from Mexico
seen from United States

seen from Australia
seen from France
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Macao SAR China

seen from United States
seen from Mexico
seen from Colombia
seen from South Africa
seen from United States
@hallownana
ya Allah aku percaya, tangan yang menengadah kepada-Mu tidak akan pernah kembali dengan tangan kosong 🥹
Aku Juga Mau.
Allah ku,
Tolong hadiahkan aku seporsi kemenangan seperti yang Engkau hadiahkan juga pada orang-orang.
Aku juga mau ya Allah, mau merasakan kemenangan itu, kemenangan dalam segala hal yang aku mau.
.......
Kilas Balik (?)
Aku seperti sedang berada di sub bab yang sama pada buku yang sudah kusimpan rapat-rapat 2 thn silam, raga ku di sini tapi jiwa ku seolah kembali mundur.
Apa yang sedang aku cari?
Mantra untuk bangkit dari semua ini?
Atau hanya menatap kosong pada jalan cerita yang hampir sama?
Sialnya aku lupa kalo "waktu" yang berperan besar dalam proses ku bertumbuh, bukan mantra.
Lagi-lagi, kekhawatiranku ini terus berputar di kepala meski tak kunjung mendapatkan jawabannya. Aku pun tidak tau, apakah rasa khawatir ini rasional atau jelas irasional?
Langkahnya sudah mulai jauh, perjalanannya pun sudah panjang. Bagaimana ini?
Bagaimana kalo ternyata angin tidak mendukung perahuku untuk bergerak?
Bagaimana kalo ternyata ombak justru menghalangi perahuku?
Bagaimana kalo ternyata semesta tidak mendukung perahuku untuk sampai ke tujuan?
Entahlah, aku pun tidak tau jawabannya. Sepertinya hanya doa, usaha dan keyakinan pemilik perahulah yang mampu mengantarkan perahunya untuk sampai ke tujuan dengan selamat, semoga saja semesta pun mendukung pada akhirnya.
_tapiinibukanttgperahu :"
Sudah di tahap..
"Terserah Engkau saja ya Allah, Rencana Mu pastilah lebih baik dari rencanaku. Aku tidak perlu iri akan nikmat orang lain, sebab akupun tidak tau apa yang Engkau ambil dari kehidupan mereka. Tugasku adalah meyakini bahwa ketentuanMu adalah yang terindah, bagaimanapun jalan takdir membawaku, aku akan berusaha ridha"
Deeptalk.
Di umur yang hampir 23 tahun ini rasanya bahagia banget bisa cerita hal-hal percintaan yang selama ini terjadi dari zaman SMP-sekarang.
Tinggal jauh dari orang tua terutama mamah membuatku tidak punya ruang untuk bercerita selain teman-temanku.
Malam Minggu ini, 7 September 2024 jadi malam yang ga bisa dilupain. Banyak banget wejangan dari mamah yang selama ini ga pernah aku tau sebelumnya, baik tentang kenapa mamah pilih bapak, apa keyakinan yang membuat mamah milih menikah, hingga tentang pembuktian bahwa pilihan pasangan kita tidak tergantung pada penilaian orang lain.
Malam ini juga jadi bukti bahwa semua kekhawatiran yang selama ini dipikirkan ternyata berani juga untuk aku uraikan, tentang dengan siapa hati ini berlabuh hingga pada ketakutan-ketakutan di masa depan. Sampai tanpa kita sadari kalo ternyata kita berdua nangis bareng-bareng, hehe. Sehat-sehat ya mah 🫂♥️
Selalu tak sempurna.
Setelah melewati renungan panjang beberapa malam yang lalu bahkan sampai malam ini, terbesit satu pertanyaan di kepala "apakah kita ga akan pernah bisa dapat seseorang yang komponen nya sesuai dengan apa yang kita mau?" bukan perihal kesempurnaan tetapi kata kunci yang dimaksud adalah *komponen nya sesuai dengan apa yang kita mau*
Full effort + royal -- kasar
Berpikir ke depan + dewasa -- kurang komunikasi
Wawasan luas + act of services -- ga bisa LDR
Komunikasi lancar + humoris -- ga dapet restu
Pekerja keras + word of affirmation -- belum selesai sama dirinya sendiri
Memang gaada yang sempurna di dunia ini, makanya ada istilah "Allah bakal ngasih sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita mau"
Tidak ada yang salah dari semua jawaban atas pertanyaan tersebut, yang ada hanyalah perbedaan antar sudut pandang orang lain. Please, gimana pendapat kalian? (boleh bgt DM/kirim pesan anonim ya! thanks)
Jeda dulu!
Setelah memutuskan jeda berkali-kali dari aplikasi ini, finally balik lagi buat sedikit ngeluarin unek-unek biar ga terlalu penuh di kepala xixixi.
Tulisan ini dibuat setelah ngeliat beberapa postingan teman yang seliweran di sosial media tentang kabar lamaran, nikahan, dan launching anaknya xixixi. Sama sekali tidak ada unsur tidak suka, yang terjadi justru sebaliknya. Demi apapun aku ikut bahagia atas kebahagiaan yang didapat oleh mereka. Dicintai, diratukan, dan diterima baik oleh pasangan dan keluarganya, Alhamdulillah.
Kenal dan berteman baik dengan mereka dari zaman putih biru sampai putih abu-abu dan akhirnya menemukan lelaki pilihannya ga membuat aku jauh dari mereka, melihat kabar mereka dari sosial media pun sudah cukup untuk tahu bahwa mereka baik-baik saja, insya Allah.
Dimanapun dan sampai kapanpun kalian butuh aku, i'm here guys! Temukan kebahagiaan kalian and i always pray for that. Sehat-sehat dan terima kasih sudah mewarnai kisah hidupku 🥺💗🫂
Entah kapan penantian ini akan berakhir, pastinya perjalanan panjang ini juga akan menemukan ujungnya, pasti!
Cepat atau lambat, meski semuanya masih menjadi rahasia illahi, aku hanya perlu percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Jalannya mungkin tidak mulus seperti orang lain, tapi akan sampai juga pada tujuan yang kita mau kok 💗
Aku manusia yang banyak takutnya, bahkan aku sendiri pun ngga bisa mendefinisikannya. Aku butuh manusia yang cintanya setara, sefrekuensi, dan sevisi misi buat ngejalanin hidup yang sama sekali ngga pernah bisa ditebak.
Raguku perlu diyakinkan berulang-ulang, percayaku perlu untuk dijaga selamanya, dan perasaanku perlu divalidasi bagaimanapun kondisinya.
Maaf, terlalu merepotkan ya?
Itulah kenapa aku menginginkan "saling" dalam hal memahami, percaya, berkabar, dan masih banyak lagi.
Satu lagi, ucapan terima kasih juga tidak lupa aku sampaikan untuk orang-orang tulus yang selalu bisa mengerti dan memahami orang lain, kalian baik! 🌹
Kita tidak pernah tau endingnya sebuah hubungan, entah sebagai teman hidup atau hanya pelajaran dalam hidup.
Meski begitu, aku selalu percaya bahwa segala sesuatu tidak akan pernah usai selagi keduanya sama-sama mau untuk mempertahankan 🌹
Kurang?
Aku ngga dendam sama sekali, tapi aku ngga akan pernah lupa gimana rasa sakitnya dibiarkan begitu saja tanpa diberi penjelasan apa pun.
Aku memang ngga dendam, tapi aku juga ngga akan pernah lupa gimana rasanya harus bertanya setiap hari ke diri sendiri perihal "kurang ku dimana?"
Sekarang aku sadar, bukan aku yang kurang tapi kamu yang ngga akan pernah merasa cukup 🌬️
Mungkin menurutmu aku terlalu needy, kaya anak kecil, atau bahkan juga cerewet. Di matamu aku masih terlalu muda, mungkin juga belum cukup dewasa dalam menghadapi hidupku sendiri.
And see, orang lain justru melihatku terbalik, semua yang kamu tau tentangku ternyata tidak dilihat dari sisi orang lain. Mereka selalu bilang bahwa aku keren, kuat, bahkan cukup dewasa dalam menanggapi masalah.
That's point, setiap orang memiliki berbagai macam topeng buat menghadapi situasi tertentu. Bersamamu ternyata membuatku beranggapan bahwa kamu adalah rumah ternyaman, segala kegelisahan atau overthinking yang aku alami justru ku utarakan. Sesuatu hal yang biasa banget menurutmu justru sangat berarti untukku dan bagaimana aku bisa bertahan di situasi yang sedang aku hadapi.
thank u and sorry for being too needy ❤️🩹
Hari ini kudapati sebuah kotak berwarna coklat bertuliskan "to kakak tercinta :D" dan selembar surat di dalamnya.
Sudah kuduga pasti disembunyikan, ternyata ia masih belum ada keberanian untuk memberi ku secara langsung, tenyata memang benar bahwa kita adalah definisi dua orang yang sama-sama gengsi.
Selembar surat langsung kubaca dan seperti biasa doa nya untukku masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, semua tentang kesehatan, rezeki dan kemudahan dalam segalanya.
Tanpa sengaja mataku tertuju pada sebuah kalimat di atas surat "semoga selalu menjadi kakak yang terbaik buat aku"
Arghhh, lagi-lagi hati serasa berkecamuk, melihat bagaimana kita berdua tumbuh di jalan dan pilihan masing-masing, teringat bahwa apa yang aku lakukan masih terlalu biasa untuknya tapi ternyata menjadi sangat berarti baginya.
Terima kasih banyak sudah mau belajar untuk saling terbuka dan mendengarkan, akan kuusahakan segalanya untuk mu terutama untuk bapak dan ibu ♥️
Gapapa, namanya juga hidup. Ada saatnya bahagia ada pula saatnya bersedih. Jangan terlalu dipaksa untuk bahagia jangan pula berlarut-larut dalam kesedihan. Ingat, setiap orang ada masanya dan setiap masa akan selalu ada orangnya. Semua orang pasti akan berubah entah itu untuk mencari jati dirinya maupun kebahagiaannya. Dia tidak jahat hanya saja dia sudah menemukan bahagianya yang baru, tidak, kau tidak dilupakan hanya saja kau bukan bagian dari bahagianya. Kamu mungkin berfikir kamu sudah tidak dianggap tapi memang kenyataannya seperti itu. Iya, kau bukan lagi prioritasnya, kau bukan lagi seseorang yang harus dapat kabar darinya dan kau memang harus sadar diri dan memang itu yang diperlukan. Katamu dia jahat, tidak, dia tidak jahat, dia hanya ingin bahagia dan itu bukan bersamamu. Gapapa ya Na, jangan egois, biarkan dia mencari bahagia meskipun bukan bersamamu 🥀
Na,, jika rindu datang bersama sunyinya sepi, bersabarlah, tak perlu kawatirkan aku. Aku masih dan terus menjaga rindu. Pada tiap gambar diri yang ku anggap istimewa, meski entah faktanya pernah kamu tujukan kepada siapa saja.
Hari ini ku dapati ada yang hilang dari profil tiktokmu, semencari itu aku padamu. Maaf membuatmu menunggu, rindu ini ternyata juga menyiksaku. Na,, jika ternyata datangku karena rupamu, aku takut mendapati hidup bersamamu tak seindah cerita orang.
Sungguh, kecantikan akhlak akan lebih ku syukuri. Seiring bertambah hari, semoga sejalan dengan bertambahnya keindahan diri. Bukan paras, kamu sudah lebih indah dari yang telah lalu.
Maaf tak bisa seromantis masa lalumu, maaf juga bila tak mau mencoba 🙂 Aku ingin kamu mencintaiku sebagaimana adanya ☺
Dari aku, yang masih dan terus menjaga rindu 😃
Hubungan "jarak jauh" seharusnya menjadi hal yang sangat amat mudah untuk dijalani Na.
Bukankah kamu sudah dilatih selama belasan tahun?
Bukankah "jarak" sudah menjadi teman paling setia selama ini?
Entahlah, pertanyaan yang terus terlintas di kepala cuma satu "mau sampai kapan?"
Gimana kalo nyatanya aku ngga sekuat dan semandiri itu pak, bu?
Gimana kalo nyatanya aku rapuh dan butuh kalian di samping ku?
Oh rasanya begini yah harus berkelahi dengan "jarak" selama belasan tahun. Meski begitu, aku selalu bersyukur tumbuh di keluarga yang mengharuskan sebuah "komunikasi" setidaknya 3 hari sekali untuk sekedar mendengar suara nya masing-masing melalui panggilan suara.
Ternyata benar, sejauh apa pun "jarak" memisahkan, "komunikasi" selalu menjadi peran yang penting di dalamnya.
Anyway, ini bukan tentang hubungan "jarak jauh" tapi tentang bagaimana "jarak dan komunikasi" menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan ☺️