Sebuah perjalanan hidup..
Ketika waktu ku telah tiba
Saat dimana orang2 menyebutnya menghembuskan nafas terakhir, meninggal, berpulang, kembali kepangkuanNya, yang pada intinya telah selesai masa ku di dunia ini.
Aq rindu pada suasana saat aq dimakamkan tidak suram, semua orang tidak perlu memakai baju hitam untuk menekankan klo aq sudah tiada, orang tidak perlu bicara berbisik-bisik saat berkabung itu, orang2 tidak perlu mengucapkan kata2 penghiburan berkali-kali bersama kelompok yg berbeda-beda.
Pada saat masa itu datang, aq ingin mereka tersenyum bahagia. Bukankah iman kita mengatakan bahwa ketika kita percaya padaNya dan hidup dalam kehendakNya maka saat ajal tiba kita diperkenankan berada ditempat yg terbaik. Karena itu, saat tiba waktuku aq ingin mereka bercerita, bersenda gurau tentang kenangan mereka tentang aku. Tidak perlu semua nya manis, karena aq sadar aq tidak sebaik karakter protagonis yg biasanya ada dicerita-cerita buat mereka. I’m not perfect, sedikit klise memang, but I’m truly not. Not even close, because I often make mistakes. Aq juga sering bersikap tidak berani mengambil resiko atau bahkan keputusan. Tapi dalam semua iti tidak pernah sekalipun aq dengan sengaja atau tujuan tertentu hingga menyakiti orang. Karena aq sering merasakan sakit, karena aq tahu itu sakit sungguh aq tidak tega orang lain merasakannya. Karena rasanya sungguh sakit.
Berbicara ttg sakit, sakit yg ada dlm tubuhku saat ini sebenarnya secara fisik tidak bisa aq rasakan. Hampir sama sekali tidak berasa apa2. Namun secara perasaan, batin, emosional, sangat luar biasa. Berkat penyakit ini, aq gagal mendapatkan pekerjaan yg kuinginkan hingga 3 kali dan mungkin kedepannya akan ada yg ke empat, lima, enam atau lebih. Berkat penyakit ini juga aq mendapatkan tekanan luar biasa, dari diri sendiri krn merasa gagal, dari orang disekitar yg menolak keberadaan ku dan dengan berbagai cara bahkan omongan yg menyakitkan, ada yg memilih bersikap baik entah itu untuk kepentingan image mereka atau memang betul2 tulus hanya Tuhan dan mereka sendiri yg tau. Berkat sakit ini juga aq bahkan tidak tau cara mengandalkan diri sendiri, rasanya seperti hilang arah, sepi dan dingin. Aq juga jadi tidak paham bagaimana cara menghargainya.
Sering aq bertanya dlm hati, knapa mereka yg melakukan banyak pelanggaran justru mendapatkan lebih. Kenapa mereka bisa mencapai titik yg aq inginkan padahal dlm hidupnya mereka suka menyakiti orang lain, bahkan berzina, pendusta, tapi lihat mereka bisa mendapatkan yg lebih baik bahkan menikmati hidupnya dengan nyaman. Belakangan ini aq melihat banyak hal2 seperti ini, membuatku bertanya ttg keadilan, bertanya ttg Tuhan, bertanya ttg mana sebenarnya yg harus aq lakukan. Apa pentingnya baik dan benar itu ketika di akhir perjalanan yg jahat juga tiba sampai tujuan bahkan mungkin mendahului mu di garis finish.
Ketika hidup ku mendekati masa selesai, aq ingin pada saat itu aq betul2 meyakini apa yg seharusnya aq yakini dalam hidup. Sang Pencipta, orang2 yg kukasihi, diriku sendiri, dan harapan ku.
Saat masa itu tiba, aku harap aq punya banyak hal yg dapat aq persembahkan untuk hidup. Sebagai ucapan terima kasih untuk hidup, suatu karya atau mungkin sekedar kenangan manis. Aq ingin mempersembahkannya untuk kehidupan. Dan kiranya Sang Pencipta turut dimuliakan bersamanya, biar banyak hati yg dapat disentuh dalam suatu ucapan syukur padaNya untuk hidup, anugerahNya. Tidak tahu kapan masa itu akan datang, namun dalam doa pagi ku, aq memohon agar aq senantiasa telah siap kapan pun Sang Pencipta berkehendak. Kiranya Dia juga tidak kecewa padaku diwaktuNya nanti, aq akan berusaha untuk membuatnya bangga dan tersenyum hangat melihatku. Dan hingga waktunya tiba, urapi dan ajar aku Tuhan dalam hikmat, didikan, dan kebijaksanaanMu. Ajarku setia dan dalam kerendahan hati mengikut Engkau.