ME & MY HALF DIEN : Episode 5 - Catatan Penting Sebelum Pernikahan
- kematangan dan pernikahan adalah satu paket
- jangan nikah dengan orang yang masih terjebak pada lingkaran masa kecilnya —> sering tidak bisa menyelesaikan masalah, sering kabur
- Dewasa dilihat dalam 3 hal:
dewasa secara kejiwaan —> pikiran dan kedewasaan sudah terbentuk, pembicaraan didominasi hal hal besar (akhirat, pendidikan, kehidupan hari tua ) dan bukan mainan (game, hobi, kpop)
- sehingga boleh ditanyakan ke teman terdekatnya obrolannya tentang apa, postingan, social media
- aktivitas yang dilakukan mengarah kematangan —> ikut majelis ilmu setelah kerja, dekat dengan ustadz
dewasa secara emosional —> agar tidak ada masalah pernikahan dari kekurangan pasangan, ketidaksesuaian ekspektasi
- jika ada ortu sering marah sama anak —> bukan anaknya yg nakal, biasajadi orang tua yang masih sama sama spt anak anak
- belajarlah diam —> jika istri marah thd sesuatu, shg tidak mudah membalas setiap kata kata istrimu pada saat yg tepat shg bisa bersabar
- sama seperti menasehati anak ketika marah —> tidak akan masuk, nasihati sbelum tidur, dibelai dll
- abu darda : ditenangkan dengan kelembutanmu seperti air, jika saya marah saya akan berubah menjadi air untuk memadamkan apimu—> belajar menjadi air ketika pasangan marah
- dewasa secara financial —> punya konsep tidak ingin membebani ortu, berdiri di kaki sendiri, bekerja , merintis bisnis
barangsiapa yang memiliki kekuatan ba’ah hendaknya ia menikah
- ba’ah : gelora birahi ( tertarik melihat lawan jenis, menstruasi, kemampuan biologis, dll)
memiliki kekuatan biologis —> sehat
- hukum nikah : wajib jika memiliki gelora birahi besar, sunnah jika gelora syahwat bisa dijaga dengan puasa, makruh jika tidak memiliki gelora birahi karna masalah keturunan atau penyakit, haram jika memiliki penyakit karna memadamkan gelora birahi
- puasa itu meredam birahi, memiliki kekuatan birahi itu fitrah dan bukan aib, asal tidak dilampiaskan ke arah yang tidak tepat agar menjadi pahala besar dan bukan dosa
- menikahlah dengan yang sekufu
- memiliki kesetaraan dalam indikator kehidupan (standar pendidikan, latar belakang, circle keluarga, kebiasaan dll) —> agar tidak timbul gesekan
- sekufu tidak wajib dan bukan syarat sah, namun lebih dianjurkan
- boleh tidak sekufu, asal salah satu pihak merelakan, ikhlas dan ridha’—> contoh wanita sudah 30 juz, lelakinya memiliki ilmu syariah —> tiap subuh lelakinya setoran dan istrinya belajar ilmu syariah fiqih ke lelakinya
- kriteria lelaki yang baik dan layak :
sudah selesai dengan circle masa kecilnya, dewasa keiwaan emosional dan finansial
lelaki yg sehat (tidak ada masalh medis )
sekufu, atau yang mendekati
lelaki yang selalu memprioritaskan Allah —> lihat bagaimana shalatnya 5 waktu di masjid atau tidak
terlibat pada project kebaikan —> komunitas kebaikan, dakwah, membangun ketaatan pada Allah
mampu meluluhkan hati ibunya dan baik terhadap bapaknya—> surah maryam “ sesungguhnya ketika ia berbakti kepada kedua orang tuanya tidak pula dijadikan celaka dan tidak pula dijadikan kasar”
laki laki yang dikenal sbg lelaki yang sabar pada circlenya, berempati, suka menolong —> kecakapan sosial (kesaksian jujur temannya)
memiliki sifat tanggung jawab saat berinteraksi—> penyayang thd anak kecil, menyukai anak kecil
melihat percakapannya, omongannya, social media, post, dan bagaimana berinteraksi dunia media socialnya
bagaimana interaksi dia dengan lawan jenis
kriteria fisik yg terakhir
Kriteria perempuan yang baik dan layak :
dewasa psikologi, emosional dan manajemen konflik
menutup aurat degan hijab syari
terlibat pada kegiatan baik
tidak suka mengungkit, selingkuh, dll
perempuan itu fitrahnya sudah bengkok, shg jika makin bengkok karna perilakunya maka akan lebih sulit