Let me introduce the one and only my little girl
No title available
One Nice Bug Per Day
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸

titsay

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣
The Bright Sessions

shark vs the universe
d e v o n
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
art blog(derogatory)
official daine visual archive
h
RMH
🪼
Interview Vampire Daily
Lint Roller? I Barely Know Her
todays bird

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Belarus

seen from Singapore

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Austria
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Venezuela
@harrisanurazizah
Let me introduce the one and only my little girl
REMINDER
Kalo inget kata orangtua itu, "ssshhttttt!!! kalo ketawa jangan berlebih, nanti nangis". Bener aja, apa yang barusan ini gue alamin di sepanjang jalan dari Kelapa Gading Nias menuju Pinang Ranti via jalan raya bypass yang tembusannya Cawang. Jadi ceritanya abis pulang makan makan, disana kita tertawa hahahihi laah, yaa pokoknya having fun.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, semua kesenangan sesaat terpaksa terhenti. Kami pun masing masing kembali ke rumah. Ketika dalam perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, tibalah saya di lampu merah seberangnya Green Pramuka Square. Disini ada peristiwa mengharukan yang batin saya alami. Bahkan jika diingat kembali, saya akan meneteskan air mata.
Saat itu lampu berubah dari kuning ke merah, yang mengharuskan saya berhenti tepat dibatas garis zebra cross. Kondisi saat itu mulai dingin, angin malam berhembus secara bergantian dan kendaraan mulai berdatangan. Disaat yang lainnya sedang menunggu lampu berubah jadi hijau, ada seseorang yang sedang berusaha menjemput rejekinya.
Beliau adalah seorang pedagang asongan yang kerap menjajakan minuman dingin. Ketika lampu mulai memerah, dengan jaket tua yang terlihat lusuh, semangat dan senyum yang hangat beliau tawarkan ke pengendara yang dilewatinya, termasuk saya. Hati saya begitu lirih melihat semangat beliau, yang sampai malam masih berjuang mencari nafkah.
Kemudian saya mulai menghitung kira kira seberapa besar keuntungan yang didapat baliau dengan berjualan minuman. Jawabannya adalah "tidak banyak". Lalu saya melihat beliau melalui kaca spion, tampak sedang tengok kanan tengok kiri untuk melihat apakah ada yang ingin membeli minumannya. Nampak sekilas masih belum ada yang membelinya.
Ketika lampu mulai hijau, klakson kendaraan mulai bersahutan dan perlahan saya mulai menarik gas, saat itu pula rasa bersalah dalam diri ini muncul. "mengapa saya yang mampu dan berkecukupan tidak bisa memberi sebagian rezeki yang saya miliki?".
Setidaknya saya ingin bermanfaat bagi orang yang belum pernah saya temui dan kenal sebelumnya. Kita tidak pernah tau kehidupan seseorang. Ada sebab mengapa beliau masih menjajakan minumanya hingga dini hari. Sampai rela menghalau dinginnya angin malam, belum lagi hujan yang sewaktu waktu bisa datang.
Seorang kawan saya pernah berkata, "belilah sesuatu darinya, walau sebenarnya kita tidak butuh itu". Dengan adanya pertukaran barang dan uang, sedikit banyak kita bisa membantu mereka yang tak berkecukupan. Menjadi sumber rejeki untuk mereka yang tak kenal usia, tidak mudah pantang menyerah dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Untuk saat ini, saya hanya bisa berdoa "Ya Alloh, berilah rezeki yang melimpah untuk bapak itu. Cukup kan lah segala kebutuhan dan keperluannya, berilah kesehatan untuk mencari rezeki yang halal nan barokah"
Pak, terimakasih sudah mengingatkan saya untuk lebih bersyukur dalam hidup. Kelak jika saya merasa putus asa, saya akan mengingat senyum hangat, semangat dan perjuangan bapak.
Belakangan ini gue lagi kepikiran soal NIKAH. Gue masih bingung kenapa kita diarahkan untuk menikah jika sudah "siap". Siap disini mungkin bisa diartikan, sudah siap secara mental, fisik, psikis, finansiap dan ilmu. Menurut gue nikah itu bukan perkara umur yang semakin bertambah, cinta yang kian menggebu terhadap kekasih, atau kehendak orangtua yang mendorong kita untuk segera menikah.
Setelah dipikir ulang, gue pengen punya temen yang bisa ngimbangin gue, bisa diajak komunikasi dengan baik, bisa menjadi pendengar yang bijak, bisa diajak berkelana, susah senang bersama, yang paling penting bisa bimbing gue menjadi lebih dekat dengan Alloh.
Ohh intinya lu mungkin kesepian. Hmm bener itu, gue setuju. Tapi kan pacaran aja bisa, gak mesti nikah? Jujur gue trauma dan gak akan pernah lagi mau pacaran. Kenapa? 1. Jelas itu dosa, 2. Percayalah, perempuan akan selalu jadi korbannya, 3. Gak ada kepastian kalian akan bersama sampai menikah, 4. Kalian bisa putus gitu aja. See? Gak ada tanggungjawab maupun komitmen akan saling menjaga satu sama lain jika hanya sebatas pacaran.
Gak ada guarantee pacaran akan membuat kita bahagia. Berdasarkan pengalaman, pacaran cuma bikin gue sakit hati. Dalam pikiran laki laki, "kalo putus yaa tinggal cari lagi". Gilak gak sih? Berasa barang rongsok gak sih? Udah "dirusak" dibuang gitu aja. Begi perempuan, memulihkan perasaannya yang telah dirusak butuh waktu yang sangat amat lama.
Gue pengen ngerasain pacaran lagi tapi dengan label "halal". Apa yang pernah gue lakukan di masa lalu, itu kesalahan besar. Maka dari itu, gue ingin menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Untuk itu yang gue butuhkan adalah seorang "imam" yang kelak dapat membimbing gue yang kadang masih suka berada "dijalan" yang tidak seharusnya.
Gue berharap, tahun depan ku bisa dipertemukan dengan kekasih halal ku. Aamiin.
#DietStory
Udah masuk minggu ketiga gue memutuskan untuk cut off my meals. Starting to eat low carbs and more proteins, they called it DEBM. Tapi rasanya lemes banget karena gak makan karbo sama sekali. Di minggu kedua I decided to eat some carbs only on weekend. Di minggu ketiga, lemesnya udah berujung ke kepala keliyengan. So I decided to added rice on my lunch. It's still continued, till I found diet method that fit me well.
Story will be continued...
Guys, mau sharing cerita!!!
Pernah gak sih kalian kepikiran apa yang akan terjadi kiamat nanti? Mungkin terlalu jauh pikirannya, mari dipersempit jadi gimana kita nanti setelah mati. Semua yg kita miliki gak bakal dibawa buat nemenin di kuburan nanti. Gak akan ada gadget, tv, kamar yg comfy buat Netflix-an. Semuanya akan kita tinggalin di dunia.
Kadang kalo tengah malem gini kepikiran hal itu, gue suka nangis sendiri. Gue mikirnya, Ya Alloh kalo aku mati nanti lalu menghadap-Mu apakah aku suka siap? Apakah amalanku selama di dunia sudah cukup sebagai bekal kehidupan ku yg selanjutnya? Bener bener deh hidup di dunia yg cuma sementara sering banget bikin gue lupa untuk dekat sama Alloh.
Sering banget gue terlena dengan duniawi yg waktunya cuma sebentar ini. Padahal udah jelas Alloh bilang bahwa kehidupan yg kekal yaitu di akhirat. Tanda tanda kiamat besar makin keliatan jelas. Mulai dari maraknya kaum LGBT yg sudah berani terang terangan di muka umum, perbuatan maksiat, anak yg durhaka sama orang tua, berpakaian namun sebenarnya ia telanjang, belum lagi perubahan iklim yg kian ekstrim mengantar kita ke penguhujung hari akhir. Yaitu hari berakhirnya kehidupan di dunia untuk selanjutnya menuju alam akhirat.
Yg bikin gue sedih adalah, di akhirat kita gak lagi dipertemukan dengan orang tua kita, keluarga, sahabat, teman teman. Karena semua akan dimintai pertanggungjawabannya dari masing masing individu. Digambarkan pula dalam Al Quran, ketika hari kiamat datang seorang ibu yg sedang mengandung akan tbtb melahirkan anaknya lalu meninggalkannya. Mereka sibuk untuk bertaubat, namun pintu taubat telah Alloh tutup. Yaitu saat matahari terbit dari barat.
Kalo diperhatikan, makin kesini keliatannya orang udah gak peduli dengan kehidupan akhirat. Mereka sibuk dengan urusan duniawi yg fana ini. Termasuk juga saya. Sampai saat ini saya masih suka lalai dalam menjalankan perintah Alloh. Padahal saya tau hukuman yg akan ditimbulkan jika saya berbuat demikian. Saya seolah tidak peduli dengan dunia akhirat, yg saya pikirkan hanya kebahagian di dunia ini.
Membayangkan akan semua yg kita miliki tidak akan dibawa mati, sendirian berada di alam kubur, sungguh seperti hal yang sangat menakutkan dan mengerikan. Aku mungkin akan merindukan saat saat bercanda dan tertawa bersama ibuku, menghabiskan waktu bersamanya. Mungkin gak sih ketika di akhirat nanti, kita masih memiliki ingatan akan kehidupan di dunia dulu?
Membayangkan hidup 1 hari di dunia sama dengan seribu tahun di akhirat saja, sudah buat diri ini gemetar. Belum lagi siksaan yg akan dihadapi atas dosa yg telah diperbuat selama di dunia. Doa semua umat Muslim adalah Ya Alloh tolong pertemukan lah kami di akhirat nanti. Ya Alloh ampunilah segala dosa dosa kami. Terima lah segala amalan kami selama di dunia.
Aku sempat berfikir jika tahun 2020 bisa menjadi titik balik dalam hidup saya. Tidak hanya saya pribadi, tapi seluruh dunia menjadi jungkir balik dihantam sesuatu yang tak nampak namun mampu menghancurkan dari dalam. Ya, siapa yang tidak tahu Covid-19? Entah darimana asal usulnya pun masih menjadi misteri. Ingin menyalahkan satu pihak, tapi bukti yang ada tak cukup kuat. Terlepas siapa yg menciptakannya, maupun tujuannya, kami sekuat tenaga memeranginya. Walaupun banyak dari kami gugur dalam perang di tahun 2020.
Krisis sudah di depan mata. Pemerintah pun tak henti membuat kebijakan yang harapannya mampu meringankan beban masyarakat yg terdampak. Berdiam diri di rumah bukan solusi, pun beraktivitas biasa bisa memperkeruh keadaan. Penyebarannya menjadi massive dan tak terkendali. Hal itu lah yang ditakutkan seluruh negara. Bagaimana cara bertahan agar krisis tidak terjadi, bagaimana tetap menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi yang tak tahun kapan berakhirnya.
Tenaga medis yg sudah berjuang mungkin telah lelah mendapati pasiennya yang kian bertambah hari demi hari. Berbulan bulan mengabdi pada negara dengan menjadi garda terdepan, menomorduakan kepentingan pribadi mereka, bahkan rela mengorbankan nyawa mereka sendiri. Saya yang hanya melihat perjuangan mereka dari layar kaca, merasa tak sanggup dan ingin melarikan diri saja.
RANDOM #1
Jadi selama 25 tahun menjalani hidup sebagai manusia, baru diumur yang menjelang dewasa gini gue ngerasain yang namanya pacaran. Saking impossible-nya gue bisa punya pacar disaat temen temen gue pada pamer, gue sampe nazar gini "kalo sampe yee gue punya pacar, gue traktir makan di Abuba" yang gak tau, Abuba tuh resto steak yg lumayan terkenal mahal bagi kantong mahasiswa wkwk. Lalu time flies, sampe gue akhirnya punya pacar dan baru inget nazar itu pas udah putus 😂 kan kocag yee. Yaa begimana yaak, namanya orang pacaran bisa bikin lupa sama apapun. Yang ada dipikiran gue saat itu yaaa cuma doi doi doi. Dah makan, lagi ngapain, dah pulang kerja apa belom, jangan tidur malem malem *tau laah rasanya punya pacar yg maunya diperhatiin 24 jam kek mana.
Nah terus tuh yaa, pernah juga kan ngehalu waktu belum tau dunia pacaran. Ngebatin dalem hati "pengen deh kalo punya pacar nanti nonton bioskop, jalan jalan, naik gunung bareng, temenin ke kondangan, main ke mall, dianter jemput ke rumah/ke kampus, dielus dengkulnya pas lagi naik motor, makan di pinggir jalan, pergi ke taman bermain.
Walaupun hubungan kita singkat, tapi semua yg gue inginkan terkabul *kalo diinget mah padahal itu maksiat semua, tapi Alloh tetep kabulin kehaluan hambanya 😭. Seperti istilah singkat, padat, jelas tragis endingnya 😂 padahal pacarannya 3 bulan, move on nya 2 tahun *masa percobaannya gak diperpanjang sampe pelaminan gaiss hiyaaa kkkk.
Next, kalo gue nikah nanti nazar gue mau umroh-in bokap nyokap. Apa sebelum gue nikah yaak *yaa sekumpulnya ajaa, semoga bisa lebih cepat biar bokap nyokap bisa doain gue ketemu jodohnya segera, Aamiin. Semoga akhir tahun kekumpul 30jeti biar tahun depan bisa berangkat.
Kebanyakan orang yang seumuran gue, nabung buat modal nikah. Kalo gue nabung buat modal berangkatin umroh bokap nyokap. Karena mereka makin berumur, kalo nunggu haji takut umurnya gak sampe. Sementara haji kecil dulu aja. Insyaalloh kalo ada rejeki lagi, berangkat haji dengan ONH+.
Ahhhh, terimakasih kalian yang pernah mampir ke dalam hidup ku. Untuk anak ku kelak, mereka adalah seseorang yang sempat ibu harapkan akan menjadi ayah kalian nanti. Mereka mengajarkan ibu cinta, meluangkan waktunya baik itu di gunung ataupun dimanapun itu. Ibu merasa sangat bahagia pada saat itu. Ibu bermimpi kelak bisa mengajak kalian mendaki bersama dengan salah satu dari mereka. Tapi sayangnya, mereka telah menemukan "rumah" untuk kembali setelah berpergian. Dan bukan ibu yg menjadi "rumah" mereka kembali.
Disaat mereka telah menyusun rencana masa depan, ibu masih sendiri tanpa seorangpun ada di sisi ibu. Ibu malah asyik mengulik kenangan saat bersama mereka yg kemudian ibu tulisan disini.
Ahhhh, ibu bertanya tanya dalam hati. Apakah kelak ibu akan menjumpai mu nak? Ibu bingung harus berbuat apa. Ingin rasanya ibu menyusul untuk berkeluarg seperti teman teman ibu lainnya. Tapi sampai saat ini, tak satupun calon ayahmu yg menghampiri ibu. Ibu mulai gelisah dan terkadang rasa insecure berlebih ibu muncul.
Ibu ingin segera menjumpai mu nak!! Doakan ibu yaa, siapa pun kamu nanti yg akan menjadi anak ibu. Nanti ibu ajak naik gunung yaa sama ayah kamu.
MY EX-EXTRAORDINARY MAN
Menurutnya, dia bukan lah seorang yg memiliki sisi romantis. Tapi tidak menurut pandanganku. Ku akui, memang benar. Sikap perhatian dan pedulinya mampu menciptakan hal hal yg romantis menurut versi ku. Misalnya saja waktu kita pertama kali berkendara beramai-rama menuju Purwakarta bersama kawan sekolah kami. Dengan tanpa sepatah kata pun, ia memberi ku vitamin C dalam bentuk kepingan. Ketika di perjalanan, ia mengarahkan kedua tanganku untuk dilingkaran ke perutnya. Mengambilkan pakaian ku yg terjatuh beserta panty liner yg sudah ku cuci, saat itu ku melihat tak ada rasa jijik ataupun ragu untuk diambilnya. Pernah juga cone ice cream yg sudah ku jilati, dimakannya tanpa sisa. Padahal niatnya ingin ku buang karena sudah tak ada ice cream yg tersisa. Dan ketika menonton film, ia menggenggam erat tangan ku dan menyandarkan kepalanya dibahu ku.
Meskipun sweet yg berujung pahit, tapi kebersamaan saat denganmu tak akan pernah ku lupakan. Aku baru mengerti, mungkin ini yg dinamakan MANTAN TERINDAH. Walau proses yg kulalui untuk bisa sampai di titik ini butuh waktu 1,5 tahun. Bisa menerima kenyataan, bahwa takdirku tak bisa hidup bersamanya. Dan mimpi untuk terus mendampinginya sedari jaman sekolah dulu, harus ku kubur dalam dalam hingga tak bisa ku gali kembali.
Kamu adalah orang pertama yg mengajarkan aku tentang cinta. Percayalah, segala sesuatu yg kulakukan dengan mu adalah pengalaman pertama ku. Mungkin terkesan kaku, tapi yaa seperti itu lah faktanya. Saat itu aku masih belajar bagaimana harus berperilaku dengan pasangan ku, dengan teman teman pasangan ku. Salah jika aku pernah berargumen bahwa dalam suatu hubungan harus ada give and take, timbal balik. Padahal hubungan itu bagaimana kita bisa memberi, memberi, memberi, tanpa harus mengharap timbal balik yg akan aku dapat dari pasang ku. Memberi waktu, kasih sayang, perhatian maupun materi.
Darinya, aku banyak belajar hal hal yg tidak ku ketahui sebelumnya. Maklum laah, seorang yg banyak dicap fuck boy berpacaran dengan newbie yg masih polos gak tau apa apa soal pacaran. Bahwa biasa kalo pacarnya suka tiduran di pahanya, biasa kalo pacarnya tbtb kissing pas lagi nonton bioskop, biasa kalo pacarnya minta lingkerin tangan pacarnya pas lagi naik motor, biasa kalo pacarnya minta jalan berdua entah itu touring atau muncak, bahkan ada yg biasa pula kalo pacarnya minta mantap mantap. Tapi sekali lagi, aku bukan pribadi yg terbiasa akan hal itu. Wajar jika terkesan ada tameng besar yg menghalanginya untuk berbuat apa yg pacarnya ingin kan.
*Terimakasih juga karena kamu pernah meluangkan waktu mu nan padat untuk mampir dan sekedar membaca tulisan ku ini. Maaf jika terkesan kamu menjadi tokoh yg jahat. Yaa namanya juga orang lagi patah hati, pasti cowok yg selalu salah dan disalahkan. Tulisan ini akan jadi yg terakhir aku mengulas balik akan kenangan tentang mu. Sekali lagi ku ucapkan terimakasih karena pernah mampir di hidupku untuk memberikan kenangan manis yg kemudian berujung pahit. Kini aku akan membuka lembaran baru untuk memulai hidup untuk jadi pribadi yg lebih baik dari sebelumnya.
📌 Tumpak Sewu Terletak di antara perbatasan Kab. Malang dan Kab. Lumajang. Banyak yang bilang air terjun terindah seantero Pulau Jawa. Memiliki formasi unik dengan aliran air yang melebar seperti tirai. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu ada di dalam sebuah lembah curam memanjang dengan elevasi 500 meter di atas permukaan air laut. Air Terjun Tumpak Sewu terbentuk di aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru. Berjarak kurang lebih 67 km dari Kota Malang, bisa dengan mudah diakses baik kendaraan pribadi ataupun Bis Malang-Lumajang. Kalo naik motor bisa ditempuh lebih kurang 2 jam perjalanan. Berhubung jalannya cuma muat 2 kendaraan saat berpapasan, extra hati hati ketika ingin nyalip. Banyak truck yang seliweran, entah itu angkut pasir atau barang. Ditambah kontur jalan yang meliauk liuk, namun tingkat elevasinya masih aman gak terlalu ekstrim. Sepanjang perjalanan dari Jl. Raya Dampit-Lumajang gagahnya Mahameru terpampang jelas dan sangat dekat. Ahh ingin rasanya ku kesana, tapi... rasanya belum mampu kusambangi. Potensi alam di Malang Lumajang gak perlu diragukan. Masih banyak hidden treasure yang mungkin belum gue ketahui. Hayuk laah kita jelajah lagi, explore 2 wilayah dalam 2 hari rasanya masih terlalu singkat Special thanks untuk konco seperjalanan @miradich, makasih udah mau berpartisipasi dalam Ekspedisi Malang Lumajang 😅. Maaf juga sewaktu ngebonceng rada bikin ketar ketir, apalagi saat berpacu sama truck angkut pasir. Kadang gue suka lupa ada orang yang nangkring di belakang . Yaa, cukup sekian sharing perjalanan kali ini. See ya on the next trip Sumber: Wikipedia #malang #lumajang #exploremalang #explorelumajang #wisatalumajang #tumpaksewu #cobansewu #waterfall #visitjatim #backpacker #indotraveller #markicabs #localguide #landscapephotography #xperiaphotography #wonderfullindonesia #indonesia (at Lumajang) https://www.instagram.com/p/B1TMAH2BRT1/?igshid=qz3n0luvmlpl
A Moment After,
Semalam gue ketemu sama the one I loved, bukan karena alasan rindu ingin jumpa. Tapi murni sekedar transaksi yang berujung pada curhatan soal pekerjaannya nan pelik. Kali ini bukan rumah gue tempat bertemu, tapi di sebuah kafe yang persis bersebelahan dengan BKT di bilangan Duren Sawit. Kami sengaja mengambil tengah tengah agar tidak terlalu jauh dari rumah masing masing.
Rencana awal jam 9 malam di kafe, cuma karena load pekerjaannya yang ternyata padat mundur jadi jam 10.45. Dalam hati sudah gondok, kesal karena tidak ada komunikasi sebelumnya. Sembari nunggu jam 10, gue singgah dulu laah di rumah temen gue yang di Rawadas. Bolak balik gue buka ig buat liat ada dm atau enggak. Nunggu sampe jam 10.30 akhirnya gue memutuskan untuk pamit pulang, gak enak sama orangtuanya.
Biasanya kalo dari rumah temen gue, belok kiri lewat komplek terus ke arah UNSADA. Semalem itu dengan yakin gue belok kanan lewat kuburan otw ke kafe. Betapa sepinya kuburan jam segitu coy, gue sih gak mikir macem macem, Bismillah aja. Niat awal, oke gue bakalan standby depan kafe sambil nunggu dia sekali lagi. Sekitar 10 menit sampe lah gue depan cafe, dari jauh gue liat kok gak ada motornya. Gue liat dari deket, ehh kok ada motor parkir yang mirip. Apa iya udah dateng duluan, etapi kok gak ngabarin gue.
Jalan lah gue ke arah jalan, terus masuk ke kafe. Sebelum itu, gue make sure dulu itu dia apa bukan. Gue telfon laah. Dalam hati kalo sampe telpon gue gak diangkat, fix gue bakalan pulang tanpa ngabarin kalo gue abis dari sana. Detik ke 10 tbtb dia nongol di belakang gue sambil bilang "Waalaikumsalam". Tadinya gue marah kesel, seketika ilang. Magic banget emang. Berasa gak punya dosa njir.
Baru juga duduk, tbtb "tethering dong". Anjiir, makin gak tau diri. Untung gue sayang, padahal mah baterai gue udah tinggal 8%. Begitu dapet hotspot, gue dicuekin njir 😂. Gue juga bingung mau ngobrolin apaan, yaudah gue keluarin aja pesenan dia. Ada kali 10 menit gue celingak celinguk nyari bahan obrolan wkwk. Alesannya apa, bentar jah ini gue lagi monitoring kerjaan. Faak, ini jam berapa yaak. Masih aja ngurusin kerjaan. Sampe sebelum hp gue mati, die masih aja sibuk sama hp barunya itu.
Setelah hp gue mati...
Barulah obrolan dimulai. Suasana kafe nan kian sepi dipadu suara lalu lalang kendaraan, jadi sedikit meramaikan obrolan kali ini. Hanya sekedar obrolan keluh kesah ttg pekerjaannya yang menurutku gue kian rumit dan penuh tekanan. Baik itu dari atasan maupun rekan kerjanya. Gue mungkin hanya jadi pendengar yang baik dan sesekali bertanya untuk lebih masuk ke alur cerita. Ketika gue mencoba mengulik gebetan barunya, ia hanya nampak tersenyum dan terlihat tidak ingin membicarakannya. Gue ngerasa obrolan malam itu tak sehangat dan semenarik obrolan sebelumnya. Tak ada tawa yang diumbar di raut wajahnya. Hanya nampak wajah lelah, lelah dan lelah.
Malam itu, aku tak berfokus pada obrolan kita. Mata ku terjelalak melihat tubuh mu yang kian kurus dan tidak terurus. Ada apa dengan mu? What you've been thinking of? What you've been afraid of? Aku tau, selain load pekerjaan mu banyak sekali hal yang kamu fikirkan. Sampai sampai mengabaikan dirimu sendiri, dan itu lah hal yang tak kusukai dari dirimu.
Ketika perjalanan pulang, aku tak kuasa menahan air mata untuk jatuh di pipi ini. Sedih melihat lelaki yang amat ku cintai, tak terurus. Aku bingung harus berbuat apa, rasanya ingin ku ceramahi seperti dulu. Namun, saat ini sepertinya ia sudah memiliki penasihat pribadi. Walau upaya ku tak terlihat olehmu, aku harap doaku akan tersampaikan padamu. Ya, aku masih mendoakanmu hingga detik ini. Tak henti hetinya ku memohon, agar kelak mimpi ku dapat terwujud. Meski impianku sangat lah IMPOSSIBLE.
Surat Cinta dari Azizah
Adalah kutipan surat yang ditulis oleh penulis Alvi Syahrin dalam buku berjudul "Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta". Jangan dibaca karena sedih banget dan kebetulan aku sedang merasakan apa yang persis tertuang dalam kutipan surat tersebut.
Dari awal kita tak pernah tau dan memilih kepada siapa hati ini akan berlabuh. Menetap sementara atau selamanya sampai akhir hayat. Tak bisa menentukan akhir kisah cerita cinta, karena kami hanyalah pemain yang mengikuti arahan Sang Sutradara alam semesta.
Seringnya aku menangis karena aku tak kunjung menemukan titik terang, yang ada selalu jalan buntu nan gelap.
*wait, penulisnya lapar 😂 nanti dilanjutin lagi
Turning 24
On a few 10 days, I'm turning 24 years old. I didn't expect to get greetings "Happy Birthday to You" from other peoples including my family, my friends or even closest friends.
Gue bahkan sengaja mematikan notifikasi my birthday on Facebook, Twitter and any social media that I have. Gue bukan tipikal orang yang suka mengumbar my secret life.
Bilamana ada yang mengucapkan, I'm so thankful cause they still remember my born day. I really do appreciate. Jika tidak ada sekalipun, ya aku tak mengapa. Memang itu kan tujuan utamanya, tidak untuk diketahui. Kecuali oleh mereka yang benar benar tahu siapa aku.
Jujur, di tahun yang ke 24 ini gue sangat ingin mendengar ucapan dari seseorang yang sangat aku idolakan dan aku cintai. Dia bukan lah sosok artis tanah air yang suka wara wiri di TV ataupun selebgram apalagi yutuber. Dia hanya lah lelaki biasa dari keluarga nan sederhana yang selalu menjujung tinggi idealismenya dimana pun ia berada. Menjadikannya sosok lelaki yang independen dalam setiap langkah kaki yang dipijaknya.
Hingga saat ini, aku masih tak memahami isi kepalanya yang menurutku sangat kompleks dan penuh pertimbangan. Jika memang ia sudah menemukan perempuan yang mampu mengimbanginya, memahaminya, mengerti akan keinginannya aku harap aku tak pernah tau siapa ia. Karena aku masih tak ingin melihatmu bersamanya, bukan bersamamku.
Merayumu adalah hal tersulit untuk kulakukan agar kamu dapat kembali ke dalam dekapanku. Semakin ku kejar, kamu semakin jauh meninggalkan ku sendiri di belakang. Melihat bayangan mu saja aku tak mampu, saking jauhnya.
Namun aku tak gentar dalam usahaku. Selama raga ini masih bernyawa, sebelum bendera kuning berkibar aku masih ingin mempejuangankan mu sekali lagi, dan mungkin untuk yang terakhir kali. Aku masih punya Alloh yang selalu membuat ku yakin akan sekenario hidup ku yang jauh lebih indah. Entah bersama mu atau bersamanya. Yang katamu tak mungkin, aku memohon kepada Sang Pemilik Hati untuk mengarahkanmu kepadaku.
Aku yakin, bahwa suatu hari nanti aku dapat memilikimu seutuhnya. Mejadikanmu satu satunya lelaki yang akan kuabdikan semur hidup ku. Tapi, aku tidak tahu kapan itu akan terjadi. Semua masih begitu misterius, tak bisa ku intip walau sesaat.
Aku pun sedang berjuang, jadi ku harap tunggu lah aku sedikit lagi. Bersabar laah, karena semua butuh waktu. Aku ingin kamu pun dapat mengerti.
Flashback
Jadi gini, setelah masa suram gue berlalu gue pun memberanikan diri untuk membuka penutup sebuah hubungan pertemanan yang sempat gue putus aksesnya. Kurang lebih hampir sebulan berlalu, well masih kurang pulih sebenernya. Berhubung gue terlanjur kepo akan kisah awal “kalian“ bisa dekat kembali, akhirnya gue mengiyakan tawaran mereka untuk kongkow. Nyaris batal gegara gue kelamaan nunggu mini trans tujuan Rawamangun, dipesenin pulak gue ojol. Niat kan mereka.
Lumayan lama kami bercengkrama dengan ibu baru, membicarakan soal persalinan, permasalahan selama dan pasca melahirkan dan segala hal tentang dunia persalinan lah wkwk. Waktu membatasi kita yang masih penasaran akan dunia baru yang belum kami alami untuk menyudahi obrolan yang sangat menarik bagi seusia kami yang mulai mamasuki umur 1/4 abad. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, rupanya masih ada obrolan internal kami bertiga yang sempat tertunda. Agak canggung sih membicarakan luka lama, ibarat lo ngorek koreng yang nyaris kering lalu kembali berdarah. Yaaa seperti itu lah, gemas, takut, penasaran bercampur aduk jadi satu.
Obrolan dibagi menjadi sesi, karena suspect utama sedang bercengkrama dengan orang lain melalui smartphone-nya. We called her Mami, karena hampir semua anak kelasan curhatnya yaa ke dia wkwk. Disana gue ceritain semua yang gak gue ceritain ke suspect utama. Sepanjang gue bercerita Mami cuma ngangguk, iya, ohhh, terakhir dia senyum seolah pertanda dia udah tau apa yang gue ceritain, dan ternyata bener *tau gitu ngapain gue ngomong panjang lebar sampe teggorokan kering wkwk. Setelah sesi sama Mami berakhir, jeda sholat Maghrib dulu lah kita. Untuk sekedar mengatur strategi ngomong segala keresahan dan apa yang selalu gue pikirkan ke suspect utama yang selanjutnya kita sebut saja Mawar.
Saat yang menegangkan pun terjadi. Kalo bisa digambarkan saat itu, gue sama Mawar sangat canggung, akward banget deh, tanya aja sama Mami. Berhubung gue gak berani nanya, akhirnya Mami yang menjembatani obrolan gue ke Mawar. Lalu Mawar mulai bercerita perihal awal kejadian hingga update terbaru awal tahun 2019. Jujur ketika Mawar bercerita, ada sedikit rasa sesak. Sebab gue merasa terkhianati oleh temen gue sendiri. Mawar bersikukuh bahwa sebenarnya ia tak pernah sekalipun suka atau menyimpan rasa kepadanya. Banyak cerita mengejutkan yang gue dengar saat itu, sakit sih. Tapi itu kan sudah bagian risiko jika ingin tahu kebenarannya.
Satu hal yang gue masih belum tahu, kapan perihal si Mawar hendak dilamar olehnya. Bermula dari bercandaan si Mawar yang menanyakan “kapan lo ke rumah buat ketemu orangtua gue?“ Kalo gue tebak itu sekitar bulan Desember akhir sampe Februari 2019. Karena mulai dari Desember akhir ia mulai menghilang dari peredaran gue. Yang gak gue habis pikir, video ucapan mawar diteruskan ke Ayahnya dan tanpa pikir panjang mereka langsung menyusun rencana untuk 1 tahun kedepan. Tau laah yaa apa rencananya? Yup jenjang pernikahan.
Semenjak gue memutuskan untuk left group kelasan, gue udah gak tau info apapun lagi perihal mereka. Tapi satu hal yang gue tau, mereka yang sempat gue sebut “kalian“ mulai membatasi komunikasi yang semula sangat intens hampir setiap hari, menurut penuturan Mawar. Nampaknya Mami dan Mawar menunjukan rasa tak suka padanya, terlihat dari cara mereka membicarakannya seolah ia seorang yang sangat brengsek.
Gue bersyukur akan kejadian yang menyakitkan ini. Kenapa? Banyak banget hal yang bisa gue petik hikmahnya, lalu gue jadikan pelajaran untuk kedepannya lagi. Positifnya lagi adalah, perlahan gue dan dia mulai berubah menjadi hamba-Nya yang mulai taat akan perintah-Nya. Tapi terkadang gue masih tidak konsisten, masih suka lalai dan cenderung sengaja meninggalkan semua kewajiban seorang Muslim. Ada 1 doa yang selalu ku pinta kepada-Nya, ku memohon untuk kelak dipersatukan kembali dengannya sebagai pasangan yang sah dihadapan-Nya untuk menyempurnakan separuh agama dan mengabdikan hidupku untuk berbakiti kepadanya untuk meraih surga-Nya kelak. Aamiin.
Introducing
Tujuan awal gue mulai blogging lagi adalah yaa sekedar ingin berbagi ke khalayak umum tentang kisah perjalanan gue mengunjungi suatu tempat yang ala-ala backpacker alias low budget. Berhubung gue lagi puasa berkelana, rasa malas untuk menulis yang keseringan datang, tugas kuliah yang datang tiada henti, kerjaan kantor yang tiada habis, jadilah kegiatan blogging gue hiatus untuk waktu yang sangat lama, kurang lebih 2 tahun lamanya.
Ada 4 tulisan yang sudah mencapai target awal tujuan dibuatnya blog ini. Yups, saat gue ke Merbabu, Ciremai, Curug Cibeureum. 1 dari 3 tulisan gue masih ada yang to be continued a.k.a belum finish. Kenapa gak selesai? ya karena rasa malas dan kesibukan penulis wkwk. Seriusan deh, nulis itu butuh mood yang super duper buwesar. Gak percaya? cobain aja sendiri. Kalo dihitung dari 2016 sampe 2018 tercatat ada 10 tulisan yang berhasil gue posting, masih dikit kaan? Anehnya di awal tahun 2019 tulisan gue nambah jadi 25 dalam hitungan 2 bulan (Januari dan Februari). Gila gak tuh, bayangin aja 2 tahun gue cuma menghasilkan 10 tulisan, dalam waktu 2 bulan gue berhasil buat 15 tulisan.
Intinya tuh gini, sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas dan tanpa adanya paksaaan akan mengalir dengan sendirinya. Mau tau rahasia gue bisa posting 15 tulisan dalam waktu 2 bulan? Patah hati aja, wkwk. Tiap galau atau teringat akan seseorang yang sangat gue rindukan, gue jarang sharing ke socmed pribadi. Gue lebih suka menuangkannya dalam bentuk tulisan yang kadang kalo lagi gabut gue baca lagi wkwk. Tujuannya bukan untuk diketahui orang yang sedang gue ceritakan, hanya untuk melampiaskan perasaan yang tersampaikan saja. Istilah jaman now-nya itu tjurhat. Ada 2 media yang sering gue lampiaskan untuk tjurhat, pertama melalui tulisan, kedua melalui sholat dengan mengadukan segala keluh kesah gue ke Alloh SWT.
Jujur aja ketika gue sholat dan ngaji, perasaan gue jauh lebih aman, tentram dan damai. Seketika segala beban hidup, perasaan, pikiran hilang. Tapi, namanya juga manusia yang tak luput dari ketidaksempurnaan. Sudah berusaha melupakan seseorang, tapi terkadang orang tersebut datang lagi, lagi dan lagi dalam pikiran. Selain sekarang mulai rajin sholat, ngaji, nge-blog, gue melampiaskan bentuk kegalauan dengan membaca buku. Dalam 2 bulan terkahir ini, gue berhasil mengumpulkan 11 buku bacaan. Awalnya percobaan beli 2 buku, ketika udah selesai dibaca gue merasa kekurangan sumber bacaan. Akhirnya saat ada evet BBW di Ice BSD Tangerang gue khilaf beli 7 buku yang kalo ditotal gue menghabiskan budget hampir 400k.
Apakah gue nyesel? tentu tidak kawan, gue kan orangnya jarang jajan. Sekalinya jajan yaa begitu laah wkwk. Gue anggap itu bagian dari investasi ilmu, meski buku bacaan gue kebanyakan novel fiksi. Tapi ada juga sih yang bener-bener pengetahuan. Dari 11 koleksi buku yang punya, baru 3 yang gue berhasil rampungkan. Selow aja, karena baca butuh waktu lowong dan tentunya mood yang memadai. Berhubung gue orangnya random, gue baca buku apa aja yang menurut gue menarik dan emang pengen lebih memperdalam pengetahuan. Main-main laah ke perpusatakaan mini gue wkwk. Nanti gue sediain kopi dan kacang rebus.
TMT
Judulnya kok cuma terdiri dari 3 huruf, hmm pasti ada sesuatunya nih. Yup, bener banget. Ada 2 filosofi di dalamnya, apakah itu? Let's take a look. TMT merupakan singkatan Teman Makan Teman *temennya Sumanto dong? | bentar masih ada lanjutannya* yang berakhir dengan TaMaTnya hubungan seseorang akibat teman kita sendiri *ahhhh aku paham maksudnya*. Belakangan ini kasus ini makin marak guys, istilah jaman now-nya itu PELACKOR. Udah pada paham kan istilah itu, gak usah gue deskripsikan lebih dalam. Mungkin akan sedikit gue ilustrasikan. Jadi begini ceritanya...
Alkisah ada sebuah kisah cinta tak tersampaikan yang berujung pada cinta segitiga. Kedengarannya so complicated. Jadi gini, si A sedang menjalani hubungan dengan si B. Belakangan ini hubungan mereka bisa dikatakan sedang tidak sehat. Penyebabnya ada pada si A. Entah karena masalah restu orangtua, masa lalunya, atau memang ada yang salah dengan si A. Tanpa pertemuan dan penjelasan tbtb si A mengakhiri hubungannya dengan si B, dan si B akhirnya dapat menerima kemauan si A yaa walau dalam hati masih ingin mempertahankan. Beberapa jam setelah hubungan keduanya turun level, si A mengatakan bahwa sebenernya ia masih menyukai dan berharap cintanya ke si C mendapat titik cerah selama 8 tahun menunggu. What kind of bad news, walau si B menangis sakit hati tak terima ia berpura pura tegar.
To be continued...
No Way Back
Baru beberapa hari ini aku merasakan putus harapan, entah mengapa seolah dia dan mereka tak menghiraukan perasaanku. Sungguh kejam memang dunia ini. Disaat ada seorang kawan yang masih berkabung, kok dia dan mereka tega tertawa diatas tangisku. Apa aku yang terlalu berlebih dalam menghadapi permasalah ini. Mungkin bagimu dan bagi kalian, kehilangan sosok yang dicintainya tak perlu bersedih berlarut-larut.
Bercanda seolah tak ada diriku di dalam. Hati ini masih hancur, tolong jangan kaiian buat semakin remuk. Ingin rasanya kusudahi pertemanan kita. Aku tak sanggup jika harus bertemu bahkan bercengkrama dengan kalian lagi. Sudah tak ada stock muka tersisa. Hati ini akan jauh lebih tenang, jika aku tak lagi mendengar kabar dari kalian. Kalian pernah jahat kepadaku, kemudian kembali baik, dan kini kalian kembali jahat. Lebih baik aku saja yang menghilang dari peredaranmu selamanya. Mungkin ini yang terbaik untuk kesehatan jiwaku.
Terlalu banyak kenangan indah, manis, terukir dalam keluarga yang aku sebut T*K*J* 28. Aku bisa bertemu denganmu, mengenalmu, bahkan sempat menjalin kasih denganmu sudah cukup membuatku terasa hidup. Kali ini, harus benar-benar ku akhiri. Kejarlah mimpi kalian masing-masing, walaupun itu berat. Ketidakyakinan sering menggoyahkan iman kalian. Tetaplah berjuang, apapun hasilnya nanti. Karena pada akhirnya satu-persatu mereka akan pergi untuk mempejuangankan mimpi. Pun demikian dengan diriku.