Aku makin menyadari, kalau kita lihat ke bawah pasti kita akan lebih mensyukuri apa yg Tuhan beri ke kita.
Hari ini di RS ditegur sapa duluan sama mbak-mbak cantik yg pakai cardigan warna cream. Ngobrol-ngobrol, usianya 24tahun, udah anak 1 usia 1 tahun. Dia bilang kalau hari itu mau kuret kandungan karena beberapa hari keluar darah. Ku tanya ke RS sama siapa? Sendiri katanya. Suaminya kerja jauh di Papua. Ku tanya lagi, nanti kalau rawat inap siapa yg jagain?
"Kakak ipar mbak, anak aku ku titipkan sama mertua. Waktu aku bilang suami kalau aku keguguran, suamiku marah mbak, katanya aku ngga bisa jagain."
Duh sedih aku dengarnya. Bikin aku jadi menyadari kalau Tuhan itu kasih ujian berbeda-beda ke masing-masing hambanya. Aku yg di setiap periksa kehamilan, USG, sampai dokter menyatakan harus rawat inap dan kuret, suami selalu ada.
Terakhir si mbak tanya, "Mbak, di kuret sakit nggak ya? Aku takut." Aku jawab kalau sebelum proses kuret nanti kita di bius jadi ngga kerasa apa-apa.
Semoga mbak nya dilancarkan ya urusannya, dan segera pulih.