Sebelum balik kerja ngejar deadline, ku pengen cerita dulu dikit..
Cerita tentang album barunya Tulus, wkwk
Sejak rilis di weekend kemarin, udah dengerin on repeat. Kesan pertama, kayak nostalgia ke jaman dulu. Lagu-lagunya baru, tapi ya masih khas-nya Tulus. Mungkin jadi bikin ku nostalgia karena dah lama Tulus nggak rilis album (?).
Setelah dengerin on repeat, kesan selanjutnya adalah kesan dari masing-masing lagunya. Ada lagu yang ngingetin ke jaman kuliah. Ada lagu yang relate dengan the present me. Cocok sih judul album nya Manusia.
Beberapa lagu ada part musik yg catchy. Beberapa yg lain part lirik nya yang catchy.
Remedi: "Tapi sampai kapan, kamu menahan-nahan.. Bila pergi itu solusi.. Untuk kejar mimpimu.. " (kayaknya pesannya, kalau emang perlu pergi buat mencapai tujuan kita, jangan ragu buat pergi)
Kelana: "Kita ke mana, mau ke mana, hendak mencari apa, menumpuk untuk apa.. " (remind me untuk punya tujuan hidup, untuk rutin cek sama diri sendiri maunya apa)
Interaksi: "Jika bisa kuhindari garis interaksi, itu yang kupilih.. " (nostalgia pas jaman kuliah, pas masih punya gebetan (?) wkwk.. )
Jatuh Suka: "Bila kau lihat ku tanpa sengaja, beginikah surga.. " (nostalgia ke momen-momen pas di-notice gebetan wkwk)
Nala: "Lama Nala merasa sulit disuka.. Nala figur sederhana, tak ramai kelilingnya.. Hari besar baginya bila melihat benih cinta, bagi Nala itu langka.. " (ini lagunya sedih, tapi ku relate banget sama Nala)
Satu Kali: "Kecil hanya sekali, muda hanya sekali, tua hanya sekali.. Hiduplah kini.. " (dah jelaslah ya pesannya, intinya ya yang pasti kita punya itu cuma masa sekarang)
Diri: "Hari ini ajak lagi dirimu bicara mesra.. " (again, remind me to check in with myself..)
Dah.. Dah nulis ini. Sekarang balik lagi kerja, wkwk