my best quote
jalanilah hidup dengan apa kata Tuhan, jangan dengan “apa kata mereka”

blake kathryn
taylor price
h
Monterey Bay Aquarium

Kiana Khansmith
occasionally subtle
tumblr dot com
sheepfilms

@theartofmadeline

#extradirty

Origami Around
Cosmic Funnies

Janaina Medeiros
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
Keni
Mike Driver
NASA
we're not kids anymore.
Show & Tell

seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Hungary
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from Switzerland

seen from Thailand
seen from Estonia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
@heydeenx
my best quote
jalanilah hidup dengan apa kata Tuhan, jangan dengan “apa kata mereka”
Hai! Aku kembali
Entah hampir satu atau dua tahun aku kehilanganmu Tumblr. Akhirnya kita bertemu lagi.
Apa? Hubungan aku dengan dia?
Naik turun, bagai jalanan setapak di gunung.
Kita sempat bersama lagi selepas aku dikecewakan itu. Tapi.. habis itu kita kembali tidak bersua.
Aku?
Iya dong, jelas aku masih mencintainya. masih menyayanginya.
Bilapun ia kembali, hatiku luas terbuka untuknya jika ia mau.
Masih cinta
—cinta masih cinta. Tidak tahu kapan selesainya. Boleh jadi tidak bisa usai.
Masih marah?
—marah pasti marah. Tidak tahu kapan selesainya. Boleh jadi tidak bisa usai.
Yang engga pernah bisa aku lupa itu ketika aku berjuang mati matian buat kamu. Bukan kenangan waktu kita udah barengan.
Miris, kasian. Bego. Banget.
Hmm
"Tidak Utara. fajar tak pernah ada di utara—sesuai namanya. Fajar juga tak pernah berada di pihak Utara—lebih tepatnya begitu"
— Kata Mentari, sore itu.
Aku memakai jas hujanku yang berwarna kuning. Di luar air hujan sudah mulai mengecil rintiknya. Aku mulai melangkahkan kaki, sebab sudah terdengar dering telepon berulang kali. Tak lain dan tak bukan, Ibu sedang berkarya di dapur, memasak makanan kesukaanku. . . Di atas jalanan yang licin dan basah ini membuat aku berjalan dengan hati-hati, langkahku terhenti ketika melihat seorang perempuan dikucir satu. Tubuhnya ia biarkan basah terkena rintikan hujan sore ini. Ia berjalan berlawan arah denganku. Ketika berpapasan kulihat matanya yang sembab. Habis itu ia menundukkan pandangannya. Sepertinya ia akan pergi ke gedung putih berisi buku itu—yang sudah aku singgahi selama dua jam berlalu. . . "Brukk" . . Suara orang terjatuh dibelakangku. Ingin hati melanjutkan langkah kaki untuk cepat bertemu ibu, tapi aku laki-laki, aku juga punya empati. . . Perempuan tadi. Rupanya ia tidak berhati-hati. Rok SMA nya kotor sebab ia jatuh ke tanah basah yang setengah jadi lumpur. Lucu. . . Ingin aku tertawa terbahak-bahak karenanya, tapi pun aku iba. Aku membantunya berdiri. . . "Terimakasih," lalu ia menarik pipinya. Cantik. . . "Rokmu..." . . "Gampang, nanti aku bersihkan di toilet," jawabnya tersipu malu sebab jatuh. . . Dengan sigap, aku mengeluarkan celana olahragaku dari dalam tas. . . "Belum aku pakai, tadi gurunya engga ada," . . Ah sial! Perempuan yang belum aku tahu namanya itu menerima tawaranku begitu saja. Tanpa menolak. . . Setelah itu, hujan semakin deras ketika senyumannya mengembang—antara malu, dan menahan tangis. Sebab itu mulai hari ini aku membenci hujan. Karena senyum miliknya semakin terbayang. Hujan yang membuat jalan itu licin, dan ia terjatuh, pun aku-jatuh hatinya. Padahal aku belum siap (lagi) jatuh cinta sebelumnya. . . . —dari Fajar, yang membenci hujan. . . . . . #writingproject #WhitePaperFF #WPFF01 @hujan_mimpi 💛 . . bismillan✨
“Semoga percayaku tak pernah kau sia-siakan Dan semoga senyum dan pelukmu selalu menjadi obat paling ampuh dalam segala hal”
—
Semoga
“Terkadang aku ingin sejenak menghilang dari duniamu Bukan karna ingin pergi Hanya ingin mengetahui apakah kau mencariku atau tidak”
—
Yash
Setidaknya, aku sudah tahu seperti apa nanti bila menatap kembali wajahmu. Meski sekarang masih saja aku gagu untuk mengucap janji di hadapan air mukamu, tapi aku yakin bahwa nanti kau akan membantuku untuk lancar mengatakannya tanpa ragu.
Sudah selama ini kita berjalan, sudah setangguh ini kita bertahan. Beberapa lintasan lurus nan membosankan sudah kita lampaui, beberapa belokan tajam yang dapat dengan nanar menghempas telah kita hindari. Di suatu hari nanti, akan terlihat jelas dimana satu garis untuk berhenti ; ya, berhenti untuk terus mengulum keraguan, untuk nantinya dapat dengan lapang meneguk segala keyakinan.
Van, u must read this
Kembali Menjadi Sendiri
Ketika telah ku perhatikan seminggu ini, kamu bahkan seperti tak menganggap aku ada.
Padahal aku sedang dalam perjalanan mempercayaimu lagi. Cukup percaya, bukan mengerti, yakan?
Seperti halnya mengantarkan aku, memang benar benar menemaniku, tapi kamu tak tau, aku benar benar pulang kerumah atau tidak?
Aku kehilangan “kamu” yang dulu menggebu-gebu apa apa soal aku.
Salah?
Merindu seperti itu, salah?
Dan aku kembali menjadi sendiri. Dimana apa yang seharusnya ditemani hadirmu, kini harus kujalani bersama waktu.
Dan aku kembali menjadi sendiri.
Kuharap kau berhasil atas segala mimpi yang pernah kau ucap dalam sepertiga malam kemarin, aku aamiin-kan. Aku bantu lewat doa, aku sayangi kamu dari sini, lewat doa. Semoga kau dapat menerima ini, semoga.
Kembali Menjadi Sendiri
Ketika telah ku perhatikan seminggu ini, kamu bahkan seperti tak menganggap aku ada.
Padahal aku sedang dalam perjalanan mempercayaimu lagi. Cukup percaya, bukan mengerti, yakan?
Seperti halnya mengantarkan aku, memang benar benar menemaniku, tapi kamu tak tau, aku benar benar pulang kerumah atau tidak?
Aku kehilangan "kamu" yang dulu menggebu-gebu apa apa soal aku.
Salah?
Merindu seperti itu, salah?
Ketika aku berusaha percaya dari awal lagi, mengapa rasa sayangmu itu tak pernah kurasa lagi?
— kamu dimana? Engga apa apa kan?
Mempercayaimu dari awal lagi
Dan semoga kamu bahagia tanpa aku
—Aku, yang pernah kau sayangi, sekaligus dibuat kecewa.
Sekarang rasanya aku sudah hidup lagi 👻👻👻
Pelukan yang banyak dan yang erat ~
Setelah kemarin.
Setelah kau meninggalkan aku di parkiran. Setelah kemarin kau tekankan, bahwa kau sudah ada denganku. Aku yang memang kekanak-kanakkan. Aku yang selalu memulai duluan.
Setelah itu, aku berfikir keras. Aku ingin bersama, tapi tak mungkin selalu begini adanya.
Lantas, setelah kemarin, setelah kau tinggalkan aku kemarin, aku menjadi lebih hidup. Dan kembali mencintaimu dari awal. Dari nol.
Tetap buat aku percaya, kalau kau memang takdir yang tak pernah kuduga.