HIVI! - "Remaja" Official Music Video
I wuf u 💕💕💕
Xuebing Du
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosmic Funnies

JVL
art blog(derogatory)
RMH

ellievsbear

❣ Chile in a Photography ❣

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Sweet Seals For You, Always
Lint Roller? I Barely Know Her
trying on a metaphor

PR's Tumblrdome
$LAYYYTER

No title available

⁂
Claire Keane
occasionally subtle

#extradirty
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia

seen from Singapore
seen from Senegal
seen from Senegal
seen from Sweden

seen from Jordan

seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@hildone-blog
HIVI! - "Remaja" Official Music Video
I wuf u 💕💕💕
I can't show them all to you, it's that I love you...
A lil bit tense, tonight
I MISS HOME
and by miss home, I mean I miss every condition when I was younger. I miss my grandma, I miss when everyone so healthy, I miss my sister help me working on home project. I am so sad being an adult and facing one by one my dearest getting sick, thinking of the probability I would be left in the future. Can we turn back time? plis plis plis.
The momment in my life when sleepless is never annoyed me I miss those golden times.
When you start your essential morning with your boss screaming emotionally. May Allah always be in my side. Ya Allah please never leave me alone.
H : kenapa orang dateng seenaknya gitu aja padahal udah pergi. Padahal gue udah gamau mikirin lagi.
S : ya karena dia ga mikir kaya yg elo pikir kali. Menurut dia, dia ga pernah dateng terus pergi seenaknya, makanya sapaan dia yg sekarang biasa aja menurut dia. Lo aja yang mikir kaya gitu dia datang dan pergi seenaknya.
H : ..... iya juga sih....
"There are three rules when we play this game. First safety, second safety, and third safety. Always put in your mind: gun is dangerous" Mr. Coach
I want to move into another section. I want a clear jobdesc. I want to change my boss. I want someone ask me to do something. I want to be needed.
Chingu Cafe - Bandung
Aku sudah cukup lama menjadi pelanggan tetap di chingu cafe Bandung yang saat ini terletak di jalan Sawunggaling No 10 (dekat Balubur Town Square). Awalnya chingu cafe ini berlokasi di dekat Rumah Sakit Hasan Sadikin, lalu kemudian berpindah ke lokasi baru ini dengan konsep dekorasi yang baru. Aku cukup menikmati perubahan chingu cafe yang konsepnya semakin berkembang. Pada dasarnya chingu cafe ini adalah tempat makan ala korea dengan nuansa fangirling dimana banyak menunya (terutama minumannya) merepresentasikan idol korea tertentu. Kafe ini juga dilengkapi dengan video MV korea yang terus diputar, dan biasanya jika tidak terlalu ramai, pelanggan boleh request lagu tertentu.
Awal Juli kemarin aku mendengar bahwa chingu cafe memiliki konsep baru dengan adanya bagian outdoor yang menjual korean streetfood (yang ternyata hari itu masih soft opening). Jadilah aku kesana mumpung sedang di Bandung. Nah saat itu posisinya sedang bulan Ramadhan jadi aku berencana untuk makan di tempat lain terlebih dahulu karena yakin chingu cafe ini akan penuh dan pasti waiting list. Namun strategiku masih kurang canggih, karena meskipun jam buka puasa sudah lewat lama tapi aku tetap waiting list ke lima belas. Iseng aku bertanya apakah bisa melihat bagian outdoor yang baru yang kemudian dipersilakan langsung ke belakang oleh waiter. Setelah ke belakang aku baru sadar bahwa bagian outdoor dan chingu cafe memiliki sistem kasir terpisah dan bahkan ada tempat makan baru yaitu chagiya suki & bbq yang berada di belakang kompleks chingu cafe. Jadi intinya ada tiga tempat makan dalam satu kompleks, yaitu chingu cafe, chagiya, dan bagian korean streetfood vendor. Sayang sekali aku lupa memfoto bagian streetfood vendornya dan malah memfoto bagian sisi sebrangnya (chagiya suki&bbq).
Di bagian koreanstreetfood ini kita harus menggunakan member card untuk melakukan transaksi. Deposit pertama kali adalah 100 ribu rupiah dan langsung mendapat voucher free cottonball (yg tapi kuganti dengan milktea karena sedang kosong). Kita juga bisa mendapatkan satu dessert dan miyeokguk (sup rumput laut) jika makan disana bertepatan dengan bulan kita berulang tahun (yang kebetulan bonusnya langsung kuambil saat itu juga). Tapi bonus tersebut hanya bisa diambil jika kita dine in di chagiya atau chingu. Dengan menggunakan member ini juga kita bisa mendapat diskon (aku lupa berapa nominalnya karena tidak langsung posting) setiap transaksi pembelian makanan. Oh iya uang yang sudah di depositkan tidak bisa di refund.
Ngomong-ngomong soal korean streetfoodnya ternyata beberapa menu yang dijual sama dengan menu yang dijual di chingu hanya penyajiannya saja yang berbeda. Ada sekitar 3 vendor: satu menjual makanan yg berkaitan dengan nasi seperti kimbab, satu menjual minuman-minuman, dan satu menjual makanan ringan seperti corndog dan oden.
Well, rasanya lumayan (aku hanya bisa membandingkan dengan mujigae karena belum pernah makan makanan korea yang asli), harganya terjangkau, dan nuansanya menyenangkan. Untuk kalian yang suka makanan korea dan ingin mencoba tempat makanan dengan konsep fangirling, silakan coba datang ke Chingu Cafe, Chagiya Suki&BBQ, dan koreanstreetfood vendornya. Selamat mencoba!
(via https://www.youtube.com/watch?v=_NlUtA9g21M)
Tonight’s mood.
In the middle of watching "discovery of romance" but i am soooooo upseeet when I take peek at the ending. So I stop at the 12th episod in order to end it the way it has to be. It is a nice drama but has a horrible ending. I will put up the review while the work (office) is low. See you!
It is a good thing to know that i'm not in this thing alone. Finally.
I did realize what I missing off. I miss talk to someone about anything, about life, about the newest tech, the weirdest video, about what’s hips today. I scroll my contact list, then either i found none, or i am too afraid to say ‘hi’.
I miss you.
Tentang ‘Hujan’
…umat manusia persis seperti virus, mereka rakus menelan sumber daya di sekitarnya, terus berkembang biak hingga semuanya habis. …. Virus tidak bisa diobati, virus hanya bisa dihentikan oleh sesuatu yang lebih mengerikan dari bencana alam. …. Saat mereka merusak dirinya sendiri, menghancurkan dirinya sendiri, barulah mereka akan berhenti. (Ter Liye, Hujan: 2016 )
‘Hujan’ adalah novel pertama Tere Liye yang aku baca. Pertama kali disodori ‘Hujan’, aku agak skeptis untuk membacanya. Selama ini, banyak sekali akun media sosial dan akun beberapa teman yang mengutip quotes Tere Liye, dan sejauh yang aku tau isinya mengenai kegalauan, kegundahan, sehingga kupikir novel Tere Liye pasti berisi roman-roman galau tentang cinta. Ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Aku tidak tahu isi novel Tere Liye yang sebelum-sebelumnya (mungkin aku akan segera mencari tahu), tapi untuk ‘Hujan’, aku cukup merekomendasikannya.
‘Hujan’ mungkin sesungguhnya memang berisi tentang cinta dan kerinduan Lail akan Esok (alias Soke) yang dicintainya, tentang kegundahannya menunggu kepastian Esok. Terdapat beberapa kutipan yang memang sangat menggoda untuk dikutip tentang cinta oleh pemuda pemudi galau. Tapi lebih jauh dari itu, cerita mereka berdua dibalut dengan sebuah pesan sosial mengenai dunia dan lingkungan. Bahwa dengan segala jenis kemajuan teknologi yang ada, manusia harus selalu sadar dengan ancaman lingkungan. Alam dapat menjadi musuh atau kawan, tergantung bagaimana tindakan manusia juga.
Cerita ini dimulai pada tahun 2042, ketika teknologi telah sedemikian canggihnya, terjadilah letusan gunung purba yang memisahkan Lail dengan orang tuanya sekaligus mempertemukannya dengan Esok. Letusan gunung tersebut kemudian diikuti oleh winter volcanic dan berbagai isu perubahan iklim lainnya yang mengikutinya (sebagai referensi untuk membayangkan bencana yang dimaksud, kamu bisa browsing tentang: letusan gunung toba, letusan gunung tambora, ice age, year without summer 1816). Cerita ini kemudian berkembang dan berputar pada kegiatan Lail yang menjadi relawan setelah bencana tersebut dan kerinduannya pada Esok yang diadopsi kemudian pindah ke luar kota.
Dalam cerita ini di luar kisah Lail dan Esok, Tere Liye membuat setting yang hidup dengan memberikan detil yang baik untuk setiap peristiwa (ya, ada beberapa hal yang janggal, tapi overall dapat diterima). Sambil membaca ‘Hujan’, aku yang tidak tahu mengenai supervolcanic eruption, senantiasa membuka gadgetku untuk browsing sana sini mengenai kejadian-kejadian yang disebutkannya dalam ‘Hujan’, sehingga dapat membayangkan setting yang digambarkan oleh Tere Liye. Bukannya meremehkan, tapi sering kali novel roman lebih memusatkan pada hubungan antara aktor utamanya sehingga lupa untuk membangun latar peristiwanya (agak membosankan membaca novel yang satu buku sekian puluh atau ratus halaman melulu dipenuhi tentang cinta dan pemikiran tokoh utama ), tapi untuk ‘Hujan’, bisa kukatakan bahwa Tere Liye berhasil membangun latar peristiwa cukup baik.
Ngomong-ngomong, saat membaca buku ini aku teringat akan beberapa buku yang kubaca, bukan mirip sih hanya alurnya atau latar suasana yang dibangun cukup mirip. Salah satunya adalah shingeki no kyojin (HAHAHAHA, tidak masuk diakal memang). Alur yang mirip adalah tokoh utama di kedua cerita ini sama-sama menghadapi sebuah bencana luar biasa, menjadi yatim piatu, dan kemudian berbakti menjadi relawan. Juga aku pernah membaca sebuah cerpen di buku antologi cerpen milik kakakku (aku bahkan lupa judulnya) yang akhir ceritanya cukup mirip dengan ‘Hujan’ (spoiler alert!)yaitu ketika si tokoh utama memiliki tiket untuk pergi ke luar bumi namun pasangannya tetap tinggal di bumi yang akan hancur sehingga ia memilih untuk tetap tinggal dibumi. Well, menurutku itu bukan masalah sih, kesamaan alur sering kali ditemukan, dan itu juga tidak berarti bahwa ceritanya sama, mungkin lebih tepat dibilang terinspirasi atau ya memang hanya kebetulan saja atau hanya perasaan si reader-nya saja. Bahkan novel sekaliber Harry Potter juga memiliki banyak kesamaan alur dengan Earthsea, dan hal itu tidak membuat Harry Potter menjadi cacat.
Anyway, I recommend you to read this book, terutama buat kamu-kamu yang concern dengan isu lingkungan atau juga yang sedang galau (?). Oh ya sepertinya agak kurang lengkap jika tidak mengutip kutipan galau kalau sedang membahas Tere Liye. So for the last, I present you this quote from ‘Hujan’.
Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita bisa menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya (Tere Liye, Hujan:2016)
Today convo
H : sndkdosjebdicoapnebdjcislw djxidksnsbdidpaksbd
A : kalo aku nangkep cerita kamu ya hil, kamu mikirnya terlalu luas, bagus sih, tapi karena masih pelaksana gausah mikir jauh-jauh. Stres nanti
H : (yes, had been stressing a lot actually)