Useless.
It sucks Because I try so fucking hard And nothing i do ever seems to be enough For everyone Not even my damn self
Mike Driver
Game of Thrones Daily

No title available

tannertan36
d e v o n
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

❣ Chile in a Photography ❣
𓃗

Game Changer & Make Some Noise

titsay
No title available
Monterey Bay Aquarium
untitled
Cosmic Funnies
almost home

Kiana Khansmith

PR's Tumblrdome
taylor price
★
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Israel
seen from Japan
seen from France
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from T1

seen from France
seen from Singapore
seen from United States
seen from Ecuador
seen from New Zealand

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States

seen from France
@hujanjatuh
Useless.
It sucks Because I try so fucking hard And nothing i do ever seems to be enough For everyone Not even my damn self
Mengapa aku merasa ada yang berbeda? Ataukah hanya perasaanku saja?
Kebutuhan.
Bukankah adalah wajar jika kita butuh bahagia? Apakah salah jika apa yg kita lakukan hanyalah mempertahankan bahagia yg selama ini diimpikan? Seburuk apapun kondisi atau permulaannya, Jika "dia" adalah bentuk nyata dari bahagiaku, aku bisa apa? Bahkan jika harus dibenci... Aku tetap memilih bahagiaku ☺️
Broke
The sad part of being strong is, you have to be okay, when someone gives you 4 but you gave them 10. you have to be okay, when you said that you are their bestfriend but darling, you are nothing to them. You know that you are not okay, You are too fragile You are not broke anymore You become ashes. But this is the saddest part of being this strong, that you have to be okay when there is no one will offer you a hand, because they know you are strong. larva,- i write when i sad, or finally realize something.
Tak pernah semudah ini
Kini, tak mudah lagi temukan indah hadirmu dalam hidupku Kini, tak mudah lagi temukan lebihmu yg selalu hadirkan senyum Kini, tak mudah lagi temukan cara untuk kagum padamu Kini, tak mudah lagi temukan alasan mengapa aku mencintaimu Kini, tak mudah lagi temukan alasan mengapa aku harus terus mengejarmu
Kini, mudah saja untuk menyebut namamu tanpa getar di hati Kini, mudah saja untuk temukan alasan dibalik “sudahi rasa ini” Kini, mudah saja untuk melihat apa kurangnya dirimu -yg bahkan dulu selalu aku anggap sebagai lebihmu- Kini, mudah saja untukku berdamai dengan hati Berdamai dengan masa lalu
Karna kini, semua telah berbeda🍃
I hope so. larva
Aku hanya bisa menunggu, kamu pun hanya bisa diam
Aku berhenti membalas pesanmu, kamu pun berhenti mencariku
Aku memutuskan untuk menghilang, kamu pun memutuskan pergi
Aku mengabaikanmu, kamu pun tidak lagi memperdulikanku
Aku melanjutkan hidup, kamu pun melanjutkan hidup…..tanpaku
.
.
Lalu kita, perlahan terlupakan
Hari ini aku sepakat dengan Tuhanku mengenai rasa takut, marah, benci, ataupun kecewa yang berlebihan–untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua yang aku inginkan akan menjadi kepunyaanku, tetapi akan dikabulkan dalam bentuk yang lebih baik, kelak, di waktu yang lebih tepat.
Ini hanya sebuah isyarat yang entah kapan menjadi nyata atau justru cukuplah kita berdua yang tahu saja. Satu yang tidak kamu ketahui; aku sempat terkejut dengan sebuah kebetulan, bahwa aku telah bertemu sepasang mata sesungguhnya yang kutemukan darimu.
Aku sudah paham, jika ada yang pergi berarti akan ada yang datang. Tapi, bisakah itu kamu lagi? Malam ini, ada banyak air mata untuk senyum bahagia dan ada banyak senyum untuk keharuan yang tidak terucap. Aku sangat-sangat-sangat merindukanmu, namun perlukah kamu mengetahuinya?
Kurasa tidak perlu.
Yang perlu kamu ketahui hanyalah kenyataan bahwa tidak pernah putus harapanku padamu, semoga kamu selalu bahagia di sana, dengan atau tanpaku.
Aku suka kita. Selalu suka. Tapi bukan kita yang sekarang. Karena kini, melepas pelan-pelan cerita tentang duniamu dan dunia kita adalah pilihan yang tersisa. Lantas, sudahkah kamu berdoa? Semoga keputusan di waktu itu memang alasan terbaik untuk kita, hari ini dan selanjutnya.
Sebelum semuanya terhapus lalu kamu memutuskan untuk melupakan bahwa kamu pernah menyayangiku, aku ingin kamu mengingat satu kalimat yang kusampaikan khusus untukmu, hanya untuk kamu. . . . . . . . . Tolong, jaga dirimu baik-baik untukku.
Seandainya… Aku paham caranya melupakan. Dan kamu tidak pernah datang menawarkan kenyamanan.
Pastinya… Aku tidak perlu menahan “aku rindu” yang hanya beralamat dalam hati. Dan juga, pesan singkat sesederhana “lagi apa?” tidak perlu berakhir di draft.
Kenyataannya… Aku sibuk menata hati berkata tidak apa-apa. Meski seringkali tersentuh ketika mendengar namamu tidak sengaja.
Rasanya… Ingin sekali pergi ke tempat di mana nafas kita tidak mungkin bertemu lagi. Sebab, kita lebih baik kembali menjadi saling asing…sekali lagi.