bagaimana bisa lupa jika hanya dirimu yang membuatku tertawa sekaligus terluka
I'd rather be in outer space 🛸

@theartofmadeline
occasionally subtle

祝日 / Permanent Vacation
Lint Roller? I Barely Know Her
Misplaced Lens Cap

Andulka
🪼
Sweet Seals For You, Always
DEAR READER
taylor price

izzy's playlists!
Today's Document
Claire Keane
Jules of Nature

oozey mess
RMH
tumblr dot com
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily

seen from Ireland
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from India
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from Argentina
@iamschemering
bagaimana bisa lupa jika hanya dirimu yang membuatku tertawa sekaligus terluka
Setahun berlalu
Setahun berlalu sudah
Rasaku tetaplah sama
Namun engkau telah hilang entah kemana
Kukira ini akan bertahan sedikit lebih lama
Nyatanya aku hanya sementara
Aku pernah merasa bahagia
Kita pernah tertawa bersama
Namun semua telah musnah dan sirna
Senyummu tak lagi ada
Kulihat bayangmu pelan pelan menjadi fana
Aku meratap bermuram durja
Berharap takdir membuatmu kembali ada
Namun hatiku tahu itu semua hanya doa
Jakarta, 28321
dan saat kita kembali dipertemukan oleh benang takdir
saat kita kini menjadi orang orang yang egois sibuk menahan perasaan masing masing dengan alasan takut terluka satu sama lain
semesta seperti sedang mentertawakan kita
dulu kita seolah olah berani menghadapi apapun
meskipun dalam hati tahu, ini tidak akan selamanya
kebahagiaan ini hanya sementara
dan setelahnya air mata tidak berhenti mengalir
sore ini kembali aku bisa menatap bening matamu
seperti yang dulu selalu aku lakukan
menatapmu lekat lekat
menikmati binar lembut wajahmu saat menatapku
menikmati damai yang ada dalam wajahmu
kamu masih sama dengan sejuta pesonamu, ketenanganmu
tak banyak berkata kata namun selalu membawa ketenangan dalam hatiku
dan kini, takdir kembali memisahkan kita...
(35) belajar Ikhlas dan Sabar 080221
aku menulis ini untuk diriku sendiri, jika nanti 2,3 atau 4 tahun lagi aku membuka halaman ini dan menemukan coretan ini pernah aku unggah, agar aku disaat itu, bisa menarik nafas lega dan bersyukur.
2020, aku mengakhiri tahun itu dengan terseok seok
merasa mantab menatap masa depan, dimulai dengan 2021 sebagai langkah awal.
sejuta harapan dan rencana sedikit demi sedikit terbayang indah di mata
namun di penghujung tahun itu, aku engkau tinggalkan begitu saja
“perasaan manusia bisa berubah kapan saja”
ucapmu saat itu dengan nada setengah tinggi
aku? diam... saat aku sedih terkejut tak percaya, diam adalah pilihan terbaik saat itu
kukira kamu akan lebih lama tinggal dalam hidupku
bukan untuk kumiliki, namun paling tidak engkau ada seperti senja yang selalu menemani sore hariku saat aku terluka dan bersedih
kau bilang, sudah saatnya berhenti, kamu tak bisa meneruskan rasamu
aku mencoba paham.. berat... masih dengan sejuta tanya, kenapa?
dan akhirnya kamu benar benar menghilang tanpa kabar
block... ya akhirnya kamu yang memutus komunikasi
aku? tidak sedikitpun bisa marah, atau membencimu, mendoakan hal buruk untukmu, Tidak, aku tidak pernah bisa membencimu, sama sekali... inikah ikhlas?
4 Januari 2021, aku positive Covid-19
perasaanku? hancur, sedih, tidak terima
lukaku kau tinggal belum sembuh benar, namun Covid sudah menjemputku
malam itu 4 Januari 2021 pukul 23.00 WIB
aku duduk di mobil bak terbuka yang menjemputku (jangan tanya kenapa, terlalu perih untuk diingat, sakit)
air mata sudah tak mengalir lagi
angin malam mengantarkanku malam itu
kau tahu? hanya kamu yang aku ingat
iya hanya kamu, saat aku senang, sedih, bingung, nama dan wajahmu yang terlintas dalam ingatanku...
aneh bukan, setelah kau meninggalkanku begitu saja
masih saja aku tidak bisa melupakanmu sekali pun.
inikah sabar?
bahkan sejak dirawat, saat aku putus asa menahan sakit
aku selalu mengingatmu dan mengingatmu, namun kabar darimu tak kunjung hadir
walau sekedar menanyakan kabarku
tega bukan
genap sebulan, beranjak Februari, kamu benar benar hilang tanpa bekas
kini aku mencoba berdamai dengan takdir
kehilanganmu... dijauhi manusia karena penyakitku... memaksaku belajar banyak hal.. salah satunya ikhlas dan sabar
hanya Tuhan yang aku miliki saat ini
saat engkau dan manusia lain menjauh
aku benar benar merasakan sendiri
hingga aku berfikir, Tuhan dosaku begitu besar hingga aku mendapat azab seperti ini
aku kini ikhlas melepasmu, tidak lagi berharap engkau menghubungiku
atau bahkan kembali merasakan rasa yang sama denganku, tidak.
biar aku saja yang tetap menyayangimu, dan mencintaimu dalam diam
hingga kini, aku masih sering mengingatmu, mengingat semua kenangan yang pernah kita lalui bersama dalam waktu yang singkat itu
aku menangis? iya tentu saja, namun aku hanya bisa berdoa untukmu
takdir memang tidak akan menyatukan kita
dan aku harus ihklas bukan?
aku hanya ingin kamu baik baik saja selalu
seperti senja yang hadir dalam hidupku
pun hadirmu hanya sekejap namun penuh makna
aku tidak pernah menyesali apapun
termasuk pertemuan sekejap kita
keputusan besar yang aku ambil saat bersamamu
perubahan besar dalam hidupku karenamu
tak satupun aku sesali
karena kamu adalah doa yang terkabul yang terindah yang pernah aku dapatkan
entah sampai kapan, aku hidup dalam kenangan indah bersamamu
bahagia bila mengingat kita
namun realitanya kamu sudah tidak ada
terkadang aku ingin segera pergi dari dunia, menunggumu disana
aku masih sering menangis sendiri, saat aku merindukanmu
hanya sebatas itu... merindukanmu dan akhirnya menangis
perjalanan ikhlas dan sabar tentangmu adalah yang terberat dalam hidupku
kini, aku akan menjalani sisa hidupku tanpamu
tanpa senyum dan suaramu
namun, walau kita terpisah rasa
aku akan tetap menyayangi dan mencintaimu sampai aku menutup mata
walau kelak akan ada yang menjadi pendampingku sekalipun
rasaku padamu tidak akan berubah... itu janjiku pada semesta
kenapa? karena kamu adalah jalan aku menemukan Tuhan-ku kembali
karena lewatmu aku menemukan tujuan hidupku... mati.
dimanapun kamu berada, aku mendoakan yang terbaik bagimu selalu
senja...
(34) Perasaan
semakin lama semakin membekas perasaan ini
semakin berat aku melupakanmu
langkah kita sudah sejauh ini
terima kasih untuk tetap bertahan
terima kasih untuk menangkap tanganku saat aku ingin menyerah
perasaan ini jika dibilang benar pun tak layak
jika dibilang salah, pun ini bentuk pemberian dari Nya
lantas aku bisa apa selain menjalaninya
menjalani sejauh kita bisa katamu
menjalaninya dengan sebaik baiknya
menganggap engkau adalah hadiah dalam kehidupanku
walau tiap detiknya aku takut kehilanganmu sewaktu waktu
(33) Kamu
sesungguhnya yang paling indah adalah senyumanmu
sederhana namun bermakna
yang paling dalam adalah matamu
mata itu sudah menemanimu selama puluhan tahun
melihat tempat tempat indah di muka bumi
bertemu orang orang yang berbeda
membawa pengalaman sarat makna
yang paling lembut adalah tutur katamu
mencoba menegur tanpa menyakiti
menasehati tanpa menghakimi
suara yang terus menggema di dalam fikiranku saat jauh darimu
kamu, sumber coretan tak bertepi entah sampai kapan
namun akan kurangkai kata disetiap harinya
pun jika kita tak bersama lagi
ada jejak indah yang bisa dikenang nantinya
jika engkau menyayangi seseorang, katakan saja padanya, urusan diterima atau dibuang rasa sayangmu itu, urusan nanti
edogawa
(32) Perjalanan
Entah berapa jarak yang telah aku lalui di muka bumi ini
Menjalani fitrah sebagai manusia
Mencoba mengingat catatan masa yang telah terlewat
Mencoba mengingat siapa saja yang telah aku temui
Hasilnya? Tak seberapa banyak ingatan yang aku temukan dalam sela sela otakku
Perjalanan sejauh ini tidak banyak mengajarkan aku banyak hal tentang makna hidup
Namun tak terlalu sedikit untuk aku mampu belajar
Pelajaran terpenting yang aku dapatkan adalah
Sejauh mana kamu pergi seberapa banyak orang yang kamu temui
Jika tidak mampu mengajarkanmu sesuatu, maka akan sia sia
Untuk itu aku berusaha belajar dan terus belajar dari semua yang aku temui
Semua yang aku dengar
Bahkan dari gemerisik angin di antara dedaunan
Awan berarak di langit biru
Burung terbang bergerombol
Atau bahkan rintik hujan
Semua itu mengajarkan sesuatu untuk mereka yang mau belajar
Itu prinsipku
Aku pun belajar mencintaimu dengan rasa tertinggi
Walau raga tak akan mungkin bersama
Aku tetap mencintaimu di sisa perjalanan hidupku
Pun jika sampai akhir waktu engkau masih tidak menjadi bagian dalam perjalanan ku
Aku tak apa
Mungkin engkau hanya lewat dalam perjalanan ini
Hanya sebagai tanda jika keindahan itu berwujud apa saja
Syukur ku dalam perjalan ini aku sempat mengenalmu
(31) Senja, 4 Agustus 2020
Saat keajaiban menyentuhku
Ribuan kata syukur mungkin tidak akan pernah cukup
Saat serpihan senja datang padaku
Dengan warna jingga menyilaukan
Hadir dalam senyumanmu
Senyuman yang selalu aku rindukan
Senyuman yang membuatku tenang jika aku mengingatmu
Saat mengenalmu aku merasakan hidup kembali
Aku jiwaku telah terdiam lama dan membatu
Aku menjalani kehidupan dengan biasa saja
Namun senja menyentuhku dengan anggun
Mengembalikan hakikat manusiaku kembali
Senja, walau ragamu bisa aku lihat
Namun dirimu tetap jauh tak tergapai
Layaknya senja di sore hari di ufuk Barat
Aku hanya mampu mengagumimu dari jauh
Selayaknya senja penutup hari
Aku hanya mampu berdoa untukmu
Agar pertemuan esok hari terjadi lagi
Begitu seterusnya
Karena senja ini sudah memiliki peraduan
Senja, jika engkau datang karena keinginan Nya
Maka hanya lewat Nya lah aku menitipkan doa untukmu
Menitipkan peluk yang tidak akan pernah bisa aku sampaikan langsung
Senja, terima kasih untuk hari hari indah ini
Hari hari yang mengajarkan aku akan makna hidup
Pun jika waktu ku tidak banyak
Aku tetap bersyukur pernah bertemu dengan mu
Senja, aku rindu
(30) apa adanya
ingatlah ini
jika orang menampakkan hal hal buruk tentangnya tanpa khawatir penilaian darimu
itu menandakan dia nyaman dan percaya denganmu
jika dia saja mampu menjadi apa adanya, apakah kamu masih menuntut dia berlaku baik dari kacamatamu?
jika engkau enggan, tinggalkan saja dia
terkadang ada jiwa jiwa yang mengekspresikan diri dalam “kejujuran”
lihatlah apa ada nya aku
bukan peran yang aku mainkan
hanya apa adanya aku
itu saja
(29) Angin
banyak orang.. tak semua
merisaukan pendapat orang lain tentang dirinya
tentang sebagaimana baik track record nya di mata orang lain
khawatir resah jika ada yang berkata negatif
atau merasa tak terima dan mengklarifikasinya
aku pun pernah merasakannya
hari hari dimana aku hidup untuk pendapat “layak” orang lain
untuk mengejar pengakuan dari mereka, bahwa saya orang baik
seiring jarak yang semakin jauh aku tempuh
semakin banyak tempat aku kunjungi
semakin bermacam orang yang aku temui
keinginan itu perlahan lenyap
aku tak pernah menyebutnya hilang begitu saja
hidup dalam kacamata orang lain itu melelahkan
menjadi sempurna sesuai pinta orang lain itu menyedihkan
ya, aku baru menyadarinya sekarang, saat semua sudah sejauh ini
menyesal? tidak.. masih ada entah berapa lama, aku bisa menikmati hidup dengan cara yang berbeda
cara melalui, menjalani kehidupan, tanpa alasan, jadi saat ada yang bertanya kenapa kamu begini kenapa kamu begitu?
aku pun tak tahu jawabannya
hanya ingin menjalani hidup mengalir begitu saja
seperti air
hidupmu tidak terstruktur? mungkin iya
karena aku hanya ingin menjalani hidup hari ini, dan akan berulang hari berikutnya
sampai waktuku habis
jika aku tak mampu merencanakan masa depan, maka biarkan aku menjalani hidupku untuk hari ini.
terima kasih Tuhan, untuk 2 hari penuh tawa dan bahagia, bertemu orang baru dalam kehidupan, bertemu senyum baru
belajar hal baru tentang cara memaknai hidup
bertemu alasan baru untuk tersenyum
bertemu angin yang penuh keanggunan
mengajarkan hal baru dalam hidup dalam sudut pandang yang sederhana namun bermakna.. angin.. terima kasih
bertemu niat baru untuk meninggalkan toxic relationship ini
terima kasih Tuhan...
Magelang, Klaten 1-2 Agustus 2020
(28) DINI HARI
Ternyata dini hari itu indah Saat hampir semua terlelap dalam mimpi Ada orang orang yang tengah mengejar masa depan Bergelut dengan waktu Bercengkrama dengan kantuk Mereka yang percaya, masih ada harapan di tengah prahara Bulan tak seberapa penuh pagi ini Namun cukup menunjukkan hampir separuh jalan menuju Ramadhan Untaian doa semoga wabah lekas menghilang seiring Ramadhan datang Walau dalam hati kecil kita tahu masih jauh dari harapan Namun kita tak pernah berhenti berharap bukan Untuk yang percaya keajaiban doa itu ada Karena mereka yang percaya itulah keseimbangan akal manusia ada Saling menguatkan di tengah keresahan Masih ada yang yakin ditengah kegelisahan Dini hari ini indah, bulan 3/4 itu dihiasi awan Madiun, dan Corona 5420 1.46
(27) Rindu Senja
Musim panas sudah mengetuk pintu
Menggantikan hujan yang tak seberapa lama menyapa
Hujan sampai jumpa lagi, ada air mata yang ku titipkan pergi bersamamu
Saat ini aku ingin berjumpa dengan "kekasihku" senja
Dia menyapapu dari ufuk barat, dengan gurat jingganya
Angin semilirnya, ahh aku rindu
Maafkan aku terkurung sunyi disini, belum mampu ku bercengkerama denganmu
Duduk berdua denganmu diujung senja, hanya berdua, menikmati awan berarak pelan, diselanya nambak burung burung pulang kembali ke sarang
Sesederhana itu bahagiaku, bertemu denganmu senja.
Aku ingin bercerita banyak, tentang air mata dan rasa cemas yang menghantui, bantu aku dan bumi ini melewati semuanya, senja aku merindukanmu.
(26) Rindu
rindu dalam diam
ada rindu yang tak perlu diungkapkan
biar aku dan semesta yang menyimpannya
aku menikmati rasa rindu semacam ini
jika biasanya q berlari ke arahmu
menyatakan rasa rindu yang tertahan
kini, aku tak akan menyampaikan perasaan rindu ini
biar aku saja yang menanggungnya
menikmatinya dalam sepi ditengah sang bayu mengalun pelan
ahh aku rindu
Waktu berlalu dengan cepat
(25) Waktu
Perjalanan telah hampir separuh jalan
Separuh jalan aku menujumu
Pintu hati itu tidak pernah terbuka untukku
(24) Lelah
aku sedang lelah untuk melanjutkan perjalanan
pada etape ini aku bertemu banyak hal yang menguras energi ku
pun untuk kembali ke awal aku sudah tak mampu
biarkan aku sendiri berhenti untuk sementara
mengisi kembali niat dan tenaga
semoga deru semangat yang sempat menjauh itu mampu kembali hinggap di hatiku