
Kiana Khansmith
untitled

tannertan36
Not today Justin
𓃗
No title available
EXPECTATIONS
Fai_Ryy
taylor price
Xuebing Du
No title available

Andulka

izzy's playlists!

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Noah Kahan
Cosimo Galluzzi
Cosmic Funnies
Keni
No title available

seen from Pakistan

seen from Bangladesh

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Philippines

seen from Switzerland
seen from Portugal

seen from United States

seen from T1
seen from T1
seen from France

seen from Malaysia
seen from South Africa
seen from Canada

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from T1
@ibnuchunke
Terdapat 3 Tahapan Dalam Penyucian Jiwa Menurut Said Hawwa
Jiwa manusia dapat dibagi dalam tiga keadaan, yakni annafs al-muthma'innah, an-nafs al-lawwa mah, dan an-nafs la'ammarat bis su'.
Dengan menyadari tiga kondisi nafs itu, menurut Said Hawwa, dalam Tarbiyatuna ar-Ruhiyah, maka perlu adanya penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Menurut Said Hawwa, tazkiyatun nafs pada hakikatnya menjauhkan diri dari kemusyrikan, mengakui keesaan Allah SWT, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW tercinta.
Ada tiga fase yang mesti dilalui, yaitu tathahhur, tahaqquq, dan takhalluq. Tahap pertama berarti memfokuskan hati dan pikiran hanya kepada Allah SWT. Kuncinya adalah dzikir, baik secara lisan, batin, maupun perbuatan.
Kepaduan dzikir ini digambarkan dalam surat Ali Imran ayat 191.
لَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Di dalamnya, Allah menyinggung orang-orang yang mengingat-Nya baik da lam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Mereka itu menyadari tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi.
Tahap kedua dapat diartikan sebagai perwujudan sifat-sifat Allah yang mulia dalam aktivitas seorang Muslim. Semboyannya adalah berakhlak sebagaimana akhlak Tuhan. Misalnya, salah satu sifat Allah adalah ar-Rahmaan dan ar-Rahiim.
Maka dari itu, seseorang hendaknya cenderung bersifat pengasih dan penyayang terhadap sesama. Tahap ketiga adalah membiasakan akhlak-akhlak baik ke dalam kehidupan sehari-hari.
Ini adalah puncak perwujudan disiplin diri, sehingga jiwa cenderung pada kondisi ideal, an-nafs al-muthma'innah. Demikianlah gagasan-gagasan sang salik, Said Hawwa, yang wafat pada 9 Maret 1987 itu.
Pemetaan Konflik Sosial
Pengembangan model pemetaan konflik yang disebut SIPABIO (2002), yaitu sebagai berikut:
a. Source (Sumber Konflik)
Konflik disebabkan oleh sumber-sumber yang berbeda sehingga melahirkan tipe-tipe konflik yang berbeda pula. Sumber konflik tersebut bisa muncul dari hubungan sosial, nilai-nilai seperti identitas dan agama, ataupun dominasi struktural. Dengan mengenali sumber konflik, akan lebih mudah untuk merumuskan langkahlangkah penyelesaiannya.
b. Issues (Isu-Isu)
Isu menunjuk pada saling keterkaitan tujuan-tujuan yang tidak sejalan di antara pihak bertikai. Isu ini dikembangkan oleh semua pihak bertikai dan pihak lain yang tidak teridentifikasi tentang sumber-sumber konflik.
c. Parties (Pihak)
Pihak berkonflik adalah kelompok yang berpartisipasi dalam konflik, baik pihak konflik utama yang langsung berhubungan dengan kepentingan, pihak sekunder yang tidak secara langsung terkait dengan kepentingan, dan pihak tersier yang tidak berhubungan dengan kepentingan konflik. Pihak tersier ini yang sering dijadikan sebagai pihak netral untuk mengintervensi konflik.
d. Attitudes/Feelings (Sikap)
Sikap adalah perasaan dan persepsi yang memengaruhi pola perilaku konflik. Sikap bisa muncul dalam bentuk yang positif maupun negatif bagi konflik.
e. Behaviour (Perilaku/Tindakan)
Perilaku adalah aspek tindak sosial dari pihak berkonflik, baik muncul dalam tindakan tanpa kekerasan (non-coercive action) maupun penggunaan kekerasan (coercive action).
f. Intervention (Campur Tangan Pihak Lain)
Intervensi adalah tindakan sosial dari pihak netral yang ditujukan untuk membantu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik agar dapat segera menemukan penyelesaian terbaik.
g. Outcome (Hasil Akhir)
Outcome adalah dampak dari berbagai tindakan pihak-pihak berkonflik dalam bentuk situasi.
Suray Al-Ahzab ayat 40 menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukan bapak dari kalian. Tapi beliau adalah utusan الله dan penutup para Nabi.
Menurut Imam As-sa'di ayat ini secara khusus menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukan bapaknya Zaid bin Haritsah (anak angkat Nabi)
Secara umum ayat ini menegaskan tidak boleh bernasab dengan beliau dan tidak boleh mengaku-aku keturunan Nabi, Kerena Nabi Muhammad adalah bapak bagi semua orang beriman, sebagai mana isteri-isterinya adalah ibu bagi kaum beriman (Ummul Mukminin).
RESEP HERBAL REMPAH UNTUK PENGOBATAN BATU GINJAL
Campuran rempah-rempah :
Kelapa Muda Bakar dan rempah-rempah, Obat ini sepele tapi ampuh di bandingkan obat kimiawi
1. Cengkeh
2. Jahe bakar
3. Merica.
4. Kulit kayu manis.
5. Pala
6 Gula merah aren asli.
Caranya :
• Rempah-rempah dihaluskan secukupnya sebesar kacang tanah.
• Bakar kelapa lalu masukkan rempah² yang sudah di haluskan.
• Setelah mendidih lalu masukkan gula aren sebesar 2 jari
• Aduk rata
Minum di malam hari, usahakan setelah minum air kelapa bakar jangan minum air putih atau yang lainnya sampai besok pagi.
Notes :
Jika perut anda mules dan berak mencret, itu berarti bereaksi dan mengeluarkan racun-racun dalam tubuh lewat kotoran kita.
Lalu pemulihan kembali, setelah 3 hari minum air kelapa hijau tidak perlu di rebus, cukup campur kuning telur ayam kampung 2 butir aduk rata.
Lakukan seblm tidur dan jangan minum air putih atau yg lainnya sampai besok pagi
Manfaat dan khasiatnya :
– Gangguan Ginjal (MenghancurkanBatu Ginjal).
– Liver (Perut Bengkak).
– Prostat (Sulit buang air kecil).
– Sakit Pinggang / Encok / Pegel / Linu / Rematik.
--Darah Tinggi (Bludreg).
– Darah Rendah (Animea).
– Diabetes (kencing Manis).
– Asma (Sesak Nafas & Polip).
– Asam Urat ( Flu Tulang ).
– Ma’ag ( Nafsu makan Hilang ).
– Proses Kehamilan ( Mempercepat Keturunan).
– dan berbagai jenis penyakit lainnya.
Semoga bermanfaat.
@Ibnuchunke
76 Tahun Setelah Proklamasi
"Kini di bentang waktu 76 tahun setelah proklamasi, apakah kita sudah benar-benar memahami makna dari kemerdekaan Indonesia?,"
1) Kebebasan
Sebagaimana pada Kamus KBBI, makna “kemerdekaan” adalah keadaan(hal) berdiri sendiri (bebas,lepas,tidak terjajah lagi dan sebagainya); kebebasan.
Merdeka berarti bebas.
Tujuan dari pengorbanan para Perjuangan kemerdekaan tiada lain ingin bangsanya dapat menghirup udara kebebasan dengan jiwa yang terlepas dari belenggu Tiran.
Dan kini kebebasan yg mustinya berevolusi sesuai ruang dan waktu, kebebasan dalam berdemokrasi serta berekspresi perlahan mulai luput.
2) Kedaulatan
Merdeka, Semestinya Indonesia tak lagi berada di bawah kekuasaan pemerintah negara manapun. Hal ini menjadi penanda bahwa Indonesia merupakan negara yang berdaulat.
Menjadi negara yang berdaulat berarti Indonesia memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur kehidupan seluruh masyarakatnya dan memastikan keadilan serta kemakmurannya.
Kedaulatan pun luput saat Corporations Farmasi negara asing mencekram dalam Imperialis Industri paksakan pemerintah tetapkan program2 Uji mereka.
3) Kemandirian
Kemerdekaan bermakna Indonesia memiliki kemandirian. Setelah menjadi bangsa yg merdeka,Indonesia pada hakikatnya tidak lagi menggantungkan nasib bangsa pada bangsa lain.
Tapi dalam kenyataannya bangsa ini selalu menyandarkan harapannya kepada Bangsa asing solusi saat ini cuma berhutang karna miskin wawasan menghitung kekayaan alam sendiri,atau terlalu sibuk berebut Kursi?
4) Edukasi
Usaha untuk meraih kemerdekaan Indonesia mestinya mengajarkan pentingnya edukasi bagi generasi penerus bangsa.
Kemerdekaan mestinya bisa menstimulasi terbentuknya organisasi-organisasi terpelajar menjadi tanda dimulainya pergerakan pembangunan bangsa secara nasional dengan visi yang jelas.
Pergerakan diplomasi organisasi-organisasi anakk bangsa yang nantinya membawa arah gerak Indonesia ke masa depan harus lebih sadar akan pentingnya edukasi. kemerdekaan Indonesia.
Tapi itupun masih luput, yg terjadi Demokrasi tanpa Demo,langkah2 aspirasi pun banyak terjegal oleh kepentingan Sponsor politik.
5) Sumber Hukum
Kemerdekaan mestinya menjadi awal kelahiran sumber hukum yg mengatur ketatanegaraan secara menyeluruh. Cita-cita bangsa yang tercantum pada proklamasi kemerdekaan menjadi arah gerak bangsa yang juga menjadi acuan jg landasan hukum Indonesia,
Hukum yang bebas dari kolonialisme dan Tirani.
Tapi yg terjadi saat ini hukum di putar balikkan,UU tiap saat berubah berjuta aturan di buat cuma untuk membelenggu Segala Aspirasi yg di anggap Pertikal.
6) Martabat Bangsa
Kemerdekaan harusnya membuat Bangsa ini Bermartabat,tapi yg terjadi dengan banyaknya hutang Indonesia masih dianggap sebagai bangsa rendah oleh negara lain dan tidak memiliki hak yang setara dengan negara-negara berdaulat. MIRIS
7) Hilangnya Ego Pribadi
Kemerdekaan dan kebebasan bangsa ini dari tiran penjajah lahir dari rasa senasib dan sepenaggungan yg menciptakan persatuan dengan tujuan yg tetap (Kemerdekaan Bangsa).
Tapi kini yg terbaca dari media pemberitaan segala cerita haus akan kekuasaan dan mengecilkan atau melupakan tujuan bangsa. Ego pribadi untuk saling merasa lebih dan saling ingin menguasai.
Hal yang memancing perpecahan. Ego pribadi dan kelompok sepatutnya ditinggikan demi kemerdekaan yg mutlak, Kita perlu merefleksi pada hilangnya ego pribadi di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
(Cepat Sembuh IndonesiaKu)
Di Arab Saudi Turun Salju, Benarkah Pertanda Kiamat Sudah Dekat
JAKARTA – Fenomena salju di Arab Saudi sudah beberapa kali terjadi. Namun hal ini selalu mengejutkan masyarakat dunia, karena disebut sebagai tanda akhir zaman atau kiamat.
Karena dalam sejarahnya, Arab Saudi dikenal sebagai negara bersuhu panas. Akan tetapi, ternyata tak menutup kemungkinan kalau salju turun di daerah arab tersebut.
1. Turaif
Salju yang turun di Turaif terjadi pada 23 November 2016. Dua hari berikutnya, tanggal 25 November, suhunya mencapai -4 derajat celsius di wilayah perbatasan utara. Terdapat pula lapisan salju di wilayah tengah dan timur laut.
Tak hanya salju, perubahan suhu ini juga disertai hujan dan kilat. Bahkan, fenomena langka ini menyebabkan banjir dan dilaporkan 7 orang meninggal akibat musibah ini.
2. Tabuk
Pada bulan Januari 2020, masyarakat di dunia dikejutkan dengan turunnya salju di wilayah Tabuk, Arab Saudi. Mengutip CNN Indonesia, fenomena turun salju di Tabuk berkaitan dengan perubahan musim akibat posisi Bumi terhadap matahari.
Saat itu posisi, matahari tengah berada di belahan bumi selatan. Sehingga Tabuk yang berada di posisi sekitar 27 lintang utara memasuki musim dingin. Perubahan musim juga menyebabkan sirkylasi cuaca yang ada di lingkar kutub utara bergerak ke arah selatan.
Tabuk Berada di Bagian Barat Laut Arab Saudi
Tabuk berada di bagian barat laut Arab Saudi yang berbatasan dengan negara Yordania. Lokasinya cukup jauh dengan negara penting Arab Saudi seperti Makkah, Madinah atau Riyadh.
3. Tabab
Tabab menjadi wilayah Arab Saudi selanjutnya yang mengalami fenomena salju. Tepatnya pada 9 Februari 2021, kota yang biasanya memiliki hamparan padang pasir diselimuti oleh putihnya salju.
Kota Tabab merupakan daerah yang terletak di barat daya Arab Saudi, dekat dengan perbatasan Yaman. Badan Meteorologi Arab Saudi mengungkapkan bahwa salju tang turun di Tabab disertai dengan embusan angin dingin.
Pada tahun 2016, salju juga pernah terjadi di Makkah dan Madinah untuk pertama kalinya setelah 85 tahun. Sedangkan pada tahun 2019 saat umat muslim tengah melaksanakan ibadah haji, hujan es mengguyur kota suci tersebut. Jalan raya pun tergenang air. Di wilayah timur tengah lainnya, pada 22 Desember 2016, wilayah Palestina, Suriah dan daerah lainnya juga pernah mengalami fenomena salju.
Hidup Dan Mati
Bikin hidup lebih hidup…
Membaca atau mendengar kalimat ini rasanya kayak ada energi yang menguatkan semangat hidup yang mau amblas.
Gimana kalau bikin mati lebih mati?!
Aihh, kok nggak enak ya efek bacanya.
Orang bijak bilang, hidup itu harus diisi. Betul! Dan mati itu pasti. Sah!
Hidup dan mati punya misi sendiri-sendiri, tapi nggak bisa dipisah dari diri. Karena sejatinya semua yang hidup pasti dijemput mati. Nggak bisa ditawar, nggak bisa ditunda barang sedetik juga.
Ingat Mati
Kemarin, saat ngopi sore sambil nikmatin kukusan hasil panen pisang kepok di kebun belakang rumah, tetiba diri melanglang ingatan tentang kematian. Menanyakan pada hati tentang apa-apa yang sudah disiapkan jikala mati menjemput di pintu depan rumah? Di jalan? Di kantor? Atau di sajadah kala kening dibawa sujud? Masyaa Allah.
Mungkin kita sudah banyak menjejal ilmu tentang bagaimana meraih hidup bahagia, juga mengikuti kajian-kajian yang mengupas jurus mati masuk surga. Lalu, pernahkah kita dengan sengaja membuat kesimpulannya? Sehingga ilmu yang sudah ditimba dapat lebih mudah digunakan. Karena menelan ilmu banyak-banyak lalu menguap tiada berguna, akan jauh lebih bermakna bila mencecapnya pelan-pelan kemudian diterapkan dalam keseharian.
Dalam ruang baca yang sederhana ini, Stora dengan segala kerendahan hati ingin berbagi pandang tentang cara hidup yang membekali mati. Ingat MATI yang ini, mudah-mudahan jadi tambahan wawasan yang berarti.
Di setiap hela nafas kita, dalam berkata-bertindak-merasa ataupun berpikir sekecil-kecilnya sekalipun, selayaknya semua didasari atas niat ingin memberi manfaat kebaikan pada diri sendiri juga orang lain. Jangan biarkan setiap waktu kita menjadi detik-detik yang menghimpun kerugian karena menjalani hidup yang sia-sia. Berkata yang percuma, bertindak yang tiada berguna. Akhirnya hidup menjadi kering manfaat.
Menjadi sosok yang amanah, alias dapat dipercaya. Wiih… ini tugas manusia yang gampang-gampang nggak susah, hehe… bukan sok jagoan bilang ini nggak susah, tapi alih-alih supaya terpancar energi positif dalam diri kita, bahwa menjadi amanah itu tidak susah. Modal utamanya satu, jangan tidak amanah! Lebih konkritnya, menjadi orang yang amanah itu adalah yang bisa diandalkan kata-kata yang diucapkannya dan dapat dipertanggungjawabkan hasil tindakannya. Orang amanah tidak butuh kambing hitam. Ia bertanggung jawab akan hitam-putih dirinya.
Tawadhu atau bahasa kitanya rendah hati, alias nggak jumawa, nggak sombong, dan nggak berlebih-lebihan. Orang-orang tawadhu tidak dipenuhi ambisi, apalagi ambisi yang mengutamakan diri sendiri. Mereka lebih peka hati terhadap orang-orang di sekitarnya. Sekilas pandang, mereka yang tawadhu atau rendah hati ini sangat menjaga diri dari sikap yang kurang pakai hati, macem ngomongin orang, iri-dengki, berucap penuh sindiran, dan sering lupa bilang tolong, maaf dan terima kasih.
Yang satu ini, luar biasa deh efek terapannya. Orang-orang yang sudah memeluk ikhlas menjadi pakaian perilakunya, hidupnya bisa dipastikan dinaungi ketenangan, ketentraman dan kedamaian, Insyaa Allah. Gimana nggak?! Orang ikhlas itu mampu mengelola beban hati. Salah satu beban hati yang paling berat dalam diri adalah nafsu, yakni nafsu meraih keinginan diri semata kurang peduli pada sesama, seperti lupa bahwa ada Yang Maha Mengaturnya.
Jika direfleksikan dalam kehidupan bekerja, formula MATI di atas dapat tercermin dari kebiasaan pekerja memberi layanan terbaik sesuai maklumat layanan yang ada, dan mampu melaksanakan seluruh amanah jabatan tanpa dipilah-pilih, karena menunaikan tanggung jawab pekerjaan bukan seperti beli baju lebaran.
Bekerjalah dengan optimis, jika berprestasi jaga syukurnya dan jika masih kekurangan tidak segan memperbaikinya. Bersikap rendah hati saja bahwa setiap orang ada lebih-kurangnya. Diingat juga, jangan jadi orang yang mudah susah hati, kala bekerja tak banyak diapresiasi, ikhlaskan diri untuk tidak berhenti menjalankan fungsi.
Jika setelah membaca tulisan ini sahabat Stora jadi terinspirasi, semoga jadi tergelitik untuk menyusun rumus MATI.
Merdeka Algoritma
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang…
Petikan puisi AKU-Chairil Anwar
Baris-baris puisi penyair satu ini sering membuat bergidik, merinding merasakan betapa merdekanya jiwa seorang Chairil Anwar, yang melahirkan puisi-puisi bombastis dan liar. Ia pelopor pembaharuan seni sastra di Indonesia. Karya puisi Chairil Anwar sangat jauh dari bahasa basa-basi dan ungkapan yang penuh tata rias, ia lugas tanpa dihias-hias.
Apakah ekspresi kita sudah semerdeka ini?
Bentuk ekspresi dapat lahir dari pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan. Dimana keempat aktivitas diri tersebut sudah pasti melekat pada setiap individu manusia. Semua orang pasti melakukan keempatnya, tapi belum pasti semua melakukannya dengan merdeka. Banyak hal ihwal tetek bengek yang membuat orang ‘membatasi’ kemerdekaan dirinya dalam berpikir, merasa, berkata dan bertindak. Namun penulis mencoba mengurai 4 perkara yang melandasi merdeka dan belum merdekanya ekspresi seseorang.
Kompetensi Intelektual
Kompetensi intelektual meliputi wawasan pengetahuan dan kekayaan pengalaman. Pada umumnya, seseorang dengan muatan penuh pengetahuan dan pengalaman akan lebih merdeka dalam berekspresi. Mereka cukup modal dalam melandasi setiap ekspresinya. Singkat kata, barisan orang-orang ini biasanya pede maksimal berbekal fakta dan data, sehingga mereka mampu mengekspresikan kemerdekaan berkata dan bertindaknya dengan tanggung jawab keilmuan.
Strata Sosial
Di era milenial ini mungkin warisan budaya masyarakat berkasta sudah semakin meluntur. Tidak kental lagi jurang pembedaan antara masyarakat darah biru atau yang bukan darah biru. Merah Putih kita menyatukan bangsa ini bahwa darah semua orang adalah merah. Namun, hirarki kasta tak kasat mata tak bisa dipungkiri keberadaannya. Ambil contoh pembedaan layanan bagi si miskin dan si kaya, padahal miskin ataupun kaya hak merdekanya adalah sama. Sembuhkanlah diri kita dari pembedaan strata sosial yang menindas kesamaan hak merdeka di antara kita, sehingga setiap jiwa menemukan kemerdekaannya.
Kesempurnaan Fisik
Mereka yang memiliki fisik yang sempurna tanpa cacat biasanya tampil lebih percaya diri dibanding mereka yang memiliki kekurangsempurnaan fisik. Namun semestinya tidak berpengaruh pada hak merdekanya. Mereka yang sempurna ataupun yang memiliki cacat fisik di dalam negara sama-sama memiliki hak merdeka dalam berpendapat dan bertindak. Begitu pun orang-orang dengan wajah rupawan tak berarti lebih merdeka dari yang berparas pas-pasan. Hati-hati, jangan tertipu penampilan fisik. Tong kosong tetap nyaring bunyinya.
Karakter Diri
Contoh kemampuan berekspresi secara merdeka dikaitkan dengan karakter diri dapat diambil dari petikan puisi AKU-Chairil Anwar di atas. Contoh tersebut sedikitnya dapat menggambarkan bahwa pembawaan diri/karakter melandasi keberanian seseorang untuk tampil sebagai sosok yang merdeka atau yang masih tertindas. Mereka yang berkarakter optimis akan lebih ekspresif kemerdekaannya dibanding mereka yang berkarakter pesimis. Mereka yang dinamis akan lebih berani berkata ataupun bertindak daripada mereka yang statis.
Keempat uraian di atas tentang kompetensi intelektual, strata sosial, kesempurnaan fisik dan karakter diri, dapat disimpulkan dalam satu rumusan yakni jiwa merdeka tumbuh alami ketika diri telah menemukan jati diri. Jati diri itu adalah segala hal tentang diri kita yakni suatu hal yang ada di dalam diri kita, meliputi karakter, sifat, watak dan kepribadiannya.
Mari kiita bangun Indonesia dengan jiwa yang merdeka, bukan sekadar upacara dan mengibarkan bendera. Salam Merah-Putih!
Kesombongan Yang Tak Kasat Mata
Dulu, mulutmu harimaumu. Sekarang zamannya jarimu serigalamu.
Yes, zaman terus berubah. Tapi, ada yang masih belum berubah, yaitu sifat hati. Kecenderungan sifat hati manusia adalah menjadi sombong. Sombong yang bahaya itu sombong yang tak kasat mata, atau kita pinjam saja istilah sombong kontemporer. Apa aja sih yang termasuk perilaku sombong kontemporer?
Dalam kaca mata penulis, akar dari sifat sombong adalah rasa yang berlebihan. Berlebihan hingga berat menerima kebenaran, merasa diri paling hebat, dan tidak mau mengakui kelebihan yang ada pada diri orang lain. Sebetulnya orang yang sedang mengidap penyakit sombong itu perlu dikasihani, “Capek kan ya, setiap hari cemas ada yang menggeser kebanggaan atas dirinya”. Padahal daun yang jatuh aja nggak pernah membenci angin, eaa puitisnya Tere Liye ini…
Balik lagi ke topik, apa aja sih sombong kontemporer itu?gan Yang Tak Kasat Mata
1). Kesedihan yang berlebihan juga merupakan bentuk kesombongan karena tidak ikhlas terhadap takdir, seperti rasa kehilangan atas apapun yang teramat mendalam;
2). Berlebihan dalam upaya meraih kemakmuran sehingga lalai bersyukur;
3). Tidak gentar bicara pedas sehingga mencederai perasaan orang lain;
4). Sulit berbaik sangka terhadap keadaan orang lain;
5). Gengsi meminta maaf jika salah;
6). Merasa tidak perlu berterima kasih atas kerendahan hati orang lain;
7). Sulit mengucap kata ‘tolong’ pada saat memerlukan bantuan orang lain;
8). Suka berdebat, ngotot, ngeyel demi pembenaran diri semata;
9). Lihai menelanjangi aib orang lain daripada menutupinya;
10). Bermuka dua. Ini serakah, Tuhan beri satu muka tetapi merasa kurang.
Ah, yang terakhir itu sih semacam satir saja. Mana ada sih orang yang benar-benar mau mukanya ada dua, hahaa…
Sejujurnya, hati ini betul-betul merinding membaca ulasan sendiri, betapa diri ini belum terjaga dari semua yang Allah murkai di atas. Semoga istighfar kita dapat terus mengingatkan diri ketika tergelincir pada perbuatan keji.
Ingat, di atas langit masih ada langit. Dan di atas aspal nggak cuma ada Lamborghini termahal, tapi masih ada sandal modal obral. Sombong itu mewahnya hanya bagi si congkak, namun menjadi perilaku murahan di mata si rendah hati yang bijak.
Yuk, saling mengingatkan mulai sekarang, biar besok kita reuni di Jannah-Nya sama-sama. Insyaa Allah.
Selalu ada cara yang baik ketika ada cinta.
#Ibnuferry
Kerinduan
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
Suatu Pagi Ia Menangis
Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi
itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa
berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang
bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk
memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin
menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan
rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.
Kita Abadi
"Yang fana adalah waktu sedang kita abadi, memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
Tanyamu.
Kita abadi.
Bagian Diri Ku
“Hanya suara burung yang kau dengar
dan tak pernah kaulihat burung itu
tapi tahu burung itu ada di sana
hanya desir angin yang kaurasa
dan tak pernah kaulihat angin itu
tapi percaya angin itu di sekitarmu
hanya doaku yang bergetar malam ini
dan tak pernah kaulihat siapa aku
tapi yakin aku ada dalam dirimu”