Kehidupan-kehidupan... ya beginilah 2 anak cukup 🤗🤗🤗
No title available
RMH
Three Goblin Art
Lint Roller? I Barely Know Her

★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Stranger Things
trying on a metaphor
occasionally subtle

ellievsbear

titsay
$LAYYYTER
Peter Solarz
Sade Olutola

if i look back, i am lost
No title available
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin
Keni

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Singapore
seen from T1

seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Canada
@idiotboxx-blog
Kehidupan-kehidupan... ya beginilah 2 anak cukup 🤗🤗🤗
Elegan adalah ketika seorang wanita memiliki segalanya untuk dipamerkan. Tetapi memilih tidak menunjukkan apa-apa.
Pujian manusia hanya tipuan belaka
Ya Allah…. Maafkan aku jika sering berjalan di muka bumiMu dengan mata bisa melihat, tetapi buta. Telinga bisa mendengar, tetapi tuli. Mulut bisa berbicara, tetapi bisu. Kaki bisa berjalan, tetapi lumpuh. Dan kami sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya bodoh. Kami berjalan bagai mayat sombong, tertawa terbahak-bahak, tak mengerti untuk apa hidup di dunia ini...
Beautiful is not about how you look like. Beautiful is how inside your heart.
Menyederhanakan pemikiran :)
“Aku mencari Kesenangan bukan untuk Persaingan.” 🚶🚶🚶
DAY
Debu hapus dia kembali Bagai kalender yang berputar begitu rapi Aku lekat dengan savanamu Menyusup disela rindu yang merdu Hingga subuh itu berkumandang kembali Kau telah mengirim penyelinap untuk menguji Aku lekat dengan syahdumu Begitu pula titisanmu
Hukum " Benar pun sulit apalagi salah "
Konyol adalah ketika saling bermusuhan antar sesama manusia hanya karena cinta. Dalam hal perebutan cinta. Bukannya menyatukan tapi mencerai beraikan. Mungkin ini sifat iri. Naudzubillahiminzalik.
SEJUMPUT KECAP
Media sosial atau dunia mu hilang Selaras, serasi dan seimbang itu yang sering didengar dalam kehidupan bersosial di lingkungan masyarakat. Sebelum itu apakah kamu sudah lebih dulu menyapa Tuhanmu? Apakah kamu kemudian menyapa Kitabmu? Apakah kamu berikutnya sudah menyapa Keluargamu? Apakah dari semua sapaan itu kamu lakukan disetiap detiknya? Jika tidak maka dunia mu sudah hilang. Maka jika yang sering kamu sapa setiap detiknya adalah media sosial dunia mu sudah hilang. Banyak bermacam interaksi dari sekedar facebook yang on kemudian off, pindah ke twitter on jadi off, pindah lagi instagram on lalu off, kemudian path on dan off, kemudian WA on lalu off, dan ada line yang on kemudian off, dan juga kakao talk yang on lalu off. Kehidupan orang saat ini tidak bisa di tebak dan dilihat lagi keasliannya. Karena begitu banyaknya solusi untuk melakukan komunikasi dengan orang lain. Dia berkata off dimedia sosial ini tapi on dimedia sosial lainnya. Apakah itu guna dari media sosial? Untuk sebuah topeng kepribadian? Perlu diketahui media sosial itu digunakan hanya untuk satu hal memudahkan kita berhubungan dengan salah satu keluarga kita yang berada ditempat yang jauh. Bukan untuk sebuah ketenaran, bukan untuk sebuah pemalsuan diri. Media sosial bukan wadah untuk sebuah kebohongan tapi wadah untuk mendekatkan yang jauh. Tapi sayangnya yang saya ketahui justru sebaliknya. Media sosial hanya merusak mental dan menjadikan kehidupan bersosial dalam masyarakat sekeliling kita jauh. Sehingga menjauhkan yang dekat. Interaksi itu sudah hilang, saling peduli sudah hilang, saling bercerita pun sudah hilang. Kacau, seperti matahari terbit dari barat. Satu hal cukup letakkan keegoisanmu sapa lah Tuhan dan Kitabmu. Bercengkramalah dengan keluargamu. Karena bahagia letaknya tak sejauh mata dengan hidung, bahagia itu letaknya sangat dekat. Dekat seperti nafasmu dengan Tuhanmu.
“Maaf, saya bukan penikmat mimpi sehingga harus melewatkan terbitnya matahari sehingga harus melalaikan doa tiap pagi”.
Miris, iya aku miris melihat kejahatan yang dilakukan orang-orang untuk pelampiasan hawa nafsu kepada anak-anak. Miris, iya aku miris melihat anak-anak tidak lagi mempunyai mimpi menjadikan negaranya sendiri nampak baik dinegara lain. Miris, iya aku miris melihat kekerasan yang dilakukan antar teman satu sekolah dalam lingkungan anak-anak saat ini. Miris, iya aku miris melihat orang tua menomor duakan untuk mendidik anak sendiri. Kita hidup dinegara yang mempunyai banyak kekurangan. Terutama dibidang pendidikan dan kedua ekonomi. Koruptor merajalela, aktivis berjuang sia-sia, dan jutaan keluhan penduduk indonesia di media sosial tanpa ada gerakan wujud nyata (cuma banyak bacot saja). Media sosial tidak lagi menjadikan manusia seutuhnya.
Jika kita sudah tau negara kita mempunyai banyak kekurangan kenapa kita terus mengeluhkannya? Mengeluhkan banyak peristiwa kekerasan dan begitu sedihnya jika rupiah melonjak naik. Bukankah itu sebuah kekeliruan?
Pendidikan, pendidikan adalah sebuah pembetukan anak menjadi seorang anak yang mampu mencapai mimpinya sendiri tanpa ada tuntutan. Pertama dinegara kita mirisnya banyak tuntutan kepada anak-anak untuk menjadi pegawai negeri. Kalau menjadi pegawai negeri itu menjadikan anak-anak kelak seorang penemu atau membanggakan bangsa sampai ke negara lain tak masalah. Tapi yang jadi masalah adalah didikan pemikiran anak-anak sudah terekam bahwa menjadi pegawai negeri adalah gudangnya mencari untung, dimana gaji besar tapi pekerjaan ringan, hanya duduk saja sambil menonton televisi. Bagaimana bisa terciptanya seorang penemu jika sejak anak-anak sudah diajarkan mencari untung keuangan dalam negara kita. Yang ada menjadi koruptor. Sibuk cari untung kemana-mana. Kedua, jauhkan hal macam tontonan yang disebut “Sinetron” dan mengajak anak melihat tontonan penari dangdut yang seronok. Sinetron sarangnya keburukan, lihat saja bagaimana bisa sekolahan meperlihatkan anak-anak didiknya membentuk sebuah perkumpulan yang biasa dinamakan “Geng” setiap perkumpulan mempunyai jumlah anak yang berbeda dan suka menjatuhkan anak-anak lain yang lemah. Maaf sekali hal macam totonan seperti itu jelas sekali membentuk anak menjadi pribadi yang buruk. Dan bully pun merajalela. Daya ingat anak-anak sangatlah tajam dan daya tangkap anak-anak tidak pernah tersaring. Mereka melakukan sesuai apa yang dilihat dan dicontohkan. Melihat tontonan dangdut yang seronok. Yakinkah anak-anak akan baik-baik saja melihat itu? Jelas tidak mereka akan merekam semua kejadian yang mereka lihat. Mereka melakukan apa yang mereka lihat. Ketiga melihat dan mendengar tingkah pembicaraan dalam keluarga yang tidak beraturan. Dibiasakan ikut nimbrung ketika ada tamu. Secara tidak langsung anak akan merekam semua itu. Hal macam itu membuat anak menjadi mengenal. Cukup mereka diberi tahu lalu sudah, beri mereka mainan lain agar tidak ikut nimbrung urusan orang tua. Ketika sudah kenal diajak kemana-manapun mau. Mereka akan menjadikan itu semua sebagai contoh. Keempat, bicara keras dan ringan tangan terhadap anak. Ini, ini sungguh tidak benar adanya. Itu akan membentuk anak yang berhati geram penuh dendam. Yang akan mereka lampiasakan dilingkungan mana saja sampai mereka dewasa kelak. Kelima, kenalkan gadget namun bukan untuk kebutuhan pokok yang utama. Bimbinglah mereka, bukan melepaskan mereka dengan telepon genggam ditangan yang seharian dipelajari. Selalulah berada disamping anak-anak ketika mereka bermain dengan gadgetnya.
Setelah melihat itu semua apa bisa hal seperti itu membuat negara kita makin maju? Mana bisa negara kita maju jika pendidikan sudah keliru.
Ekonomi, iya ekonomi yang sering kita lihat naik turunnya rupiah, melemahnya rupiah, gubuk-gubuk dipinggir kali meningkat, dan anak-anak kekurangan gizi tidak terhitung. Ekonomi tidak akan pernah maju jika pendidikan anak sedari kecil sudah sangat keliru seperti yang saya ceritakan tadi tentang pendidikan. Tidak akan pernah.
Perlihatkanlah hal yang mendidik anak supaya mereka berfikir bagaimana caranya bisa menemukan solusi. Bagaimana menanam tanaman dan menjadi tanaman yang subur tumbuh tinggi, memasak menjadikan makanan yang enak dimakan, bermain bersama semacam bermain kelereng, yoyo, layangan, dakon, catur agar dapat menemukan dan menciptakan sebuah ide , berteman tanpa memilih supaya mereka mengenal apa itu menerima keadaan apapun, dan ajarkan bagaimana cara mencintai negara sendiri agar mereka bisa menjadi penerus yang bijak. Hargailah anak-anak dan cintailah tanah kelahiranmu. Jika ingin mengeluhkan tentang kekurangan Tanah Air sendiri coba menilik diri sendiri, sudahkah diri ini membanggakan bangsa sendiri? Sudahkah diri sendiri melakukan tidakan agar negara sendiri lebih dipandang negara lain sebagai negara yang maju? Sudahkah merenungkan hal itu? Ayolah, sama-sama kita merubah pola fikir yang keliru. Bangkaitkan Negara Indonesia sebagai negara yang luar biasa. Dengan cara HARGAI ANAK-ANAK HARGAI MASA DEPAN MEREKA.
“Maaf, saya bukan penikmat mimpi sehingga harus melewatkan terbitnya matahari sehingga harus melalaikan doa tiap pagi, tetapi saya adalah pengejar mimpi".
SAAT TENGGELAM
Aku bersandar pada guling dan bantal dikala sejuk yang berlebih ini datang menyumat tubuh. Aku tertidur pulas disampingmu hingga aku tidak hanyut dalam buaian mimpi yang resah. Aku merasakan setiap detak jantungmu berbunyi melekat ditelinga. Dan ini kenyataan yang fana yang suatu saat nanti ketika malaikat itu datang untuk melepaskannya.
KOLINTANG DEWATA
Dibalik langit terdapat jutaan rahasia Akupun memuja rahasia pada langit Tapi tidak dengannya Mungkin ini suara kolintang menyambut hening deguban jantung Menyambut dipulau dewata Memutar fikir otak atau telah terencana Dan tau kah? Ribuan malaikat berbisik tak lagi terhiraukan Cumbuan itu terjadi disana Entah apa yang terjadi dalam semalam Atau saling memandikan atau saling beirama dalam selimut Begitu saja terjadi hingga esok Hingga esok tiba terpampang sudahlah kenangan sambutan malam yang mereka sebut sebuah keistimewaan Atau mungkin sebuah kesesalan yang ternikmati begitu saja Aku hanya terdiam tahu tentang itu Berharap Tuhan tidak murka dengan nya. Sungguh.
Apakah sudah benar bagaimana jika pertanyaannya adalah "apakah kau bersedia sehidup semati bersama orang tuamu? Sementara kau ingin sehidup semati dengan pasanganmu".