Jangan menginginkan kehidupan orang lain. Kau belum tentu sanggup memikul kesulitanya. . . . #kata

Kiana Khansmith
Not today Justin
art blog(derogatory)

tannertan36

pixel skylines

❣ Chile in a Photography ❣
hello vonnie
🩵 avery cochrane 🩵
No title available
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

gracie abrams
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Sweet Seals For You, Always

Product Placement

titsay

Jar Jar Binks Fan Club
𓃗
Cookie Run:Kingdom Official!
almost home
seen from India
seen from Bangladesh

seen from Türkiye

seen from Switzerland
seen from United States
seen from Portugal
seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Colombia
seen from Venezuela

seen from Japan

seen from Canada
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
@iffacahya-blog
Jangan menginginkan kehidupan orang lain. Kau belum tentu sanggup memikul kesulitanya. . . . #kata
Kesempurnaan hanya milik sang pencipta, Nikmatilah hidup, dengan penuh bersyukur dan rasa ikhlas. . . #katabijak #kata #katabijak #muslim #muslimah #motivasi #motivasihidup #motivasidiri #motivasidirisendiri #bijak #inspirations
Menenangkan diri, Menenangkan pikiran, Menenangkan hati, . Berpikir dengan jernih . . . #alam #indahnyaalam #sungai #hijau #air #batu #alami
-Nasrani menggunakan lonceng untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah. 🔔 -Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah. 📣 -Majusi menggunakan Api untuk memanggil jamaahnya ketika beribadah. 🔥 Pada jam 00.00 WiB malam tahun baru, sebagian umat islam menggunakan ketiganya dalam satu waktu. -lonceng berbunyi -teromper berbunyi -kembang api dinyalakan Apa memang benar, apa yg telah disabdakan oleh Rasulullah 14 abad tahun lampau? Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata: Rasulullah bersabda: " Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk kedalam lubangbiawak, niscaya kalianpun akan masuk (mengikuti) kedalamnya. Mereka para sahabat bertanya: "Wahai Rasullula, apakah mereka kaum Yahudi dan Nasrani? Lalu beliau berkata, siapa lagi kalau bukan mereka". [HR. Bukhari dan Muslim] Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah menjelaskan: "Tidak diragukan lagi bahwa umat islam ada yg kelak akan mengikuti jejak Yahudi dan Nasrani dalam sebagian perkara". [Majmu 'Al Fatawa, 27:286] -sadarkah kita? -siapa yang pertama kali merayakan tahun baru? -orang" Kafir atau orang" Muslim? Dan Ingatlah bahwa Rasullulah telah memberi perintah kepada orang" yang menyerupai orang" Kafir. Dari Ibnu 'Umar, Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka" [HR. Ahmad 2:50 dan Abu Daud no 4031] Rasulullah saw bersabda, "Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami".(HR.Tirmidzi no.2695) -semoga bermanfaat dan bila ada kesalahan mohon maaf- -Bukan bermaksud menyinggung, Tapi Alangkah baiknya jangan melakukan hal yang sia" . . #sudahi#saja#yang#siasia
Hati adalah raja, dan anggota badan adalah bala tentaranya. Hati terbagi menjadi 3 golongan, yaitu hati yang sehat, hati yang mati, hati yang sakit. Bagaimana hati kita, Ikut golongan yang mana hati kita? 1. Hati yang sehat Hati yang tidak terhalang untuk menerima al-Haq. Dengan kata lain hati yang sehat adalah hati yang tanggap menerima kebenaran dan sepenuhnya tunduk dan patuh kepadanya. (Hati penuh kelembutan, dan penuh kesadaran) 2. Hati yang mati Hati yang seperti ini menjadi budak selain Allah SWT. Apabila marah karena hawa nafsu, apabila cinta karena hawa nafsu. Hawa nafsu lebih dicintai dari pada Tuhanya. Pikiranya dipenuhi oleh keinginan untuk duniawi saja, gila kemewahan dunia. (Hati yang kering dan mati) 3. Hati yang sakit Hati ketiga ini adalah hati yang hidup tetapi sakit. Hati seperti ini mempunyai dua materi utama, yang terkadang salah satunya lebih dominan dari yang lain. Dengan kata lain, hati yang sakit itu apabila penyakitnya lebih dominan, maka ia akan bergabung dengan hati yang mati. Apabila kesehatnya lebih dominan, maka akan bergabung dengan hati yang sehat. Dengan demikian hati yang sakit, apakah akan bisa disebuhkan? Apakah ia lebih dekat dengan keselamatan, ataukah lebih dekat dengan kebinasaan. Sumber buku: Ibnu Qoyyim, I,A . 2007. Tombo ati cerdas mengobati hati sendiri(tabibb al-Qulûb). Jakarta: Maghfirah Pustaka
Aku melukiskanmu seperti laut yang tak pernah merubah rasanya. Datang membuat jenuh, Pergi menebar rindu . . #ombakpantai #pantai #piknik #laut #biru
jagalah hati, jangan kau kotori jagalah lah hati cahaya illahi. #love
“Assalamu'alaikum, aku sempat berpikir untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku, sampai saat ini keyakinan itu tumbuh dan membesar dalam hati, tapi adakalanya keyakinan tak sesuai dengan kenyataan atau memang waktu yang menunggu untuk membuktikan.. masih ada impian besar yang harus aku kejar…Tak perlu ada ikatan apapun diantara kita.. kita tak perlu saling menunggu.. kita hanya perlu saling belajar untuk saling melepaskan dan menerima ketentuan-Nya..” Cinta Positif Part 3: Mencintai Kehilangan -> https://www.youtube.com/watch?v=tFo-lIEXRE4
Semoga segera dipertemukan dengan “yang tak disangka…” 😊 Cinta Positif Part 4: Jodoh Dunia Akhirat -> http://t.co/rERGmcFAtF
Bukan mudah dapat menemukan seseorang yang mampu menerima kamu seadanya, Bukan kerana sudah buta mencintai, Tapi kerana mahu membantu kamu memperbaiki diri.
(via
tersenyum-melihat-langit
)
berpisah itu sentiasa lebih baik. sungguh.
berpisah ketika cinta, kerana Tuhan nak temukan kita dengan cinta yang lebih baik. berpisah kerana kematian, Tuhan nak kita tahu hidup ini tak kekal. berpisah dengan harta, Tuhan nak kita tahu segalanya cuma pinjaman.
berpisah itu sentiasa lebih baik, andai kita redha dan percaya dengan takdir-Nya :)
*tapi jangan berpisah dengan-Nya. itu bala.*
Maka kemanakah kamu akan pergi?
Sebuah pertanyaan yang sering terngiang di ingatan. Sebuah pertanyaan yang terkadang sulit untuk mengundang jawaban. Salah satu pertanyaan yang dapat menentukan masa depan. Salah satu pertanyaan abadi dalam kehidupan yang akan terus menerus ditanyakan.
Maka kemanakah kamu akan pergi?
Jika dihubungkan dengan kehidupan, maka ketika saat ini masih sekolah, jawabnya mungkin lanjut kuliah. Jika saat ini menempuh perkuliahan, jawabnya mungkin lanjut mencari penghasilan. Jika saat ini sedang mencari penghasilan, jawabnya mungkin lanjut ke jenjang pernikahan. Begitu seterusnya hingga suatu saat pergi menginggalkan kehidupan. Tapi sepertinya hal ini layak untuk dipikirkan. Bukankah jawaban kebanyakan orang memiliki kesamaan. Layaknya air di sungai, mengalir dari tempat yang tinggi. Mengikuti kemanapun sekitarnya pergi. Meskipin air terjun menanti, tetap saja pergi. Sudah seharusnya kita menjadi diri sendiri. Diri yang mempunyai mimpi dan berikhtiar untuk mewujudkannya di masa depan. Diri yang mengikuti hati nurani dan berpegang teguh pada petunjuk Illahi. Diri yang berani menepi untuk menyebarkan benih-benih kebaikan.
Maka kemanakah kamu akan pergi?
Karena kehidupan ini adalah sebuah perjalanan. Perjalan yang hanya sementara, bagaikan selintas awan. Perjalanan yang akan menuntun ke sebuah tujuan. Walaupun terkadang perjalanan itu sendiri bisa melenakan. Membuat para penempuh perjalanan tersebut lupa akan sebuah arti kegigihan. Maka sudah sepatutnya kita untuk saling mengingatkan. Agar tetap teguh dan tidak tenggelam dalam buaian. Agar menjadi pengembara kehidupan yang baik dan meninggalkan jejak-jejak kebaikan.
Maka kemanakah kamu akan pergi?
Pertanyaan ini yang terujar ketika menemui persimpangan. Pertanyaan ini yang terlintas ketika berhenti akibat kelelahan di perjalanan. Pertanyaan ini pula yang terbayangkan ketika sadar setelah teralihkan oleh fatamorgana berwujud khayalan. Namun, terkadang pengembara tersebut lupa akan petunjuk yang sudah jelas keberadaannya. Kurang akan perbekalan yang dia bawa. Petunjuk dan bekal yang akan memimpin manusia ke jalan sebenar-benarnya. Itulah Al-Qur'an. Maka sudah seharusnya kita mengikuti petunjuk itu, agar sampai hingga ke tujuan. Sudah seharusnya kita membekali diri dengan ilmu dari Al-Qur'an (ilmu agama dan pengetahuan), agar setia ke jalan yang benar dan tidak mudah teralihkan dalam perjalanan.
Maka kemanakah kamu akan pergi?
Yakinkan diri bahwa yang pasti adalah menuju kebenaran. Bagaimanapun permulaan, jika ada niatan, maka akan selalu ada jalan. Karena sesulit apapun perjalanan, selalu dimulai dengan satu pijakan. Seburuk apapun keadaan, Allah selalu memberi ampunan. Ingatlah pula bahwa kita tidak berjalan sendirian. Maka ajaklah kawan, mari kita bersama-sama mengarah ke kebaikan, serta menyebarkan kebermanfaatan.
Cukup buat makan orang sekampung..
18 cara merawat hati
ayo bersama-sama, belajar merawat hati kita. :)
yang perlu dilakukan supaya hati kalian dapat dirawat dan terhindar daripada penyakit hati. Perkara-perkara tersebut adalah seperti berikut :
Memperbanyak zikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Melakukan kebaikan kerana ikhlas kepada Allah SWT dan mengharapkan keredaan-Nya.
Melakukan amal dan ibadat berdasarkan perintah Allah dan Rasul.
Beriktikad dengan akidah yang betul.
Sentiasa melakukan muhasabah diri.
Memperuntukkan masa bagi Allah SWT menerusi penggarapan ilmu-ilmu agama.
Memperbanyakkan qiyamullail, berdoa terutamanya pada sepertiga malam.
Tunduk dan khusyuk kepada Allah SWT dalam segenap tindakan dan perbuatan.
Memastikan sumber makanan dan pakaian adalah halal di sisi Allah SWT.
Menundukkan penglihatan kepada perkara-perkara yang diharamkan Allah SWT.
Suka menziarahi kubur dan mengingati mati.
Sentiasa bersyukur dan reda kepada Allah SWT atas segala nikmat yang dikurniakan.
Suka membantu anak-anak yatim dan bermesra dengan mereka.
Suka bersahabat dan duduk dengan orang-orang soleh yang boleh dijadikan teladan.
Sahabat yang dimuliakan,
Mentarbiah hati supaya mencintai Allah SWT dengan sedalam-dalamnya.
Membaca serta bertadarus (menyelidik) makna dan maksud-maksud ayat al-Quran.
Mendekatkan kepada Allah SWT dengan amalan-amalan sunat Khusyuk dalam solat.
Marilah sama-sama kita beramal dengan
18 perkara
di atas yang akan mendekatkan hubungan hati kita dengan Allah SWT dan meningkatkan ilmu dan amal dan istiqamah dengan jalan yang hak. Hanya hati yang bersih, mulia, sejahtera dan ikhlas akan dapat memasuki syurga Allah SWT yang bebas daripada penyakit-penyakit hati.