--- ❤️❤️❤️

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Singapore
seen from Yemen
seen from Maldives

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
--- ❤️❤️❤️
Pernahkah kau melihat seseorang begitu ngotot dengan pendapatnya? Atau seseorang yang diam-diam keras kepala mempertahankan prinsipnya? Jangan buru-buru melabelinya bebal.
Bagi ku, tidak ada yang salah selama kakinya masih berpijak di dalam pagar Syariat yang Allah tetapkan.
Kita harus sadar, sebuah Opini itu tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah produk akhir dari proses panjang yang berdarah-darah. Ia adalah kesimpulan dari ribuan luka yang pernah ia terima, jutaan kecewa yang ia telan, dan pengorbanan sunyi yang tak pernah ia ceritakan di media sosial.
Kenapa dia berpikir A? Mungkin karena dia pernah hancur saat mencoba jalan B. Kenapa dia begitu defensif tentang X? Mungkin karena X adalah satu-satunya hal yang menyelamatkan kewarasannya dulu.
Kondisi kita berbeda. Privilege kita tidak sama. Sepatu yang kita pakai mungkin ukurannya sama, tapi kerikil tajam di dalamnya berbeda-beda. Maka, adalah sebuah keangkuhan jika kita memaksakan Kebenaran Versi Kita kepada orang yang kurikulum hidupnya berbeda dengan kita.
Selama dia tidak menabrak hukum Tuhan, biarkan dia bertumbuh dengan caranya.
Bijak itu bukan hanya soal tahu mana yang benar dan salah. Tapi juga tahu kapan harus berhenti mengoreksi.
Karena terkadang, orang butuh dimengerti perjalanannya, bukan dihakimi kesimpulannya.
Jangan tergesa menghakimi musim gugur orang lain hanya karena di halamanmu bunga sedang mekar.
Setiap isi kepala memiliki perpustakaan lukanya sendiri. Apa yang bagimu terlihat sebagai kekeliruan berpikir, boleh jadi baginya adalah satu-satunya benteng pertahanan diri yang tersisa.
repost blog @clichemistry
Good Intention without Good Action = NOL
Niat baik tanpa tindakan yang baik sama dengan tidak bernilai.
──────────────
Jika setiap hari kau memberi uang kepada seorang pengemis dengan melemparkannya ke wajahnya, maka pengemis itu punya tiga pilihan respons:
1. Ia berdiri dan memanggilmu, lalu menegur dan memberikan konsekuensi nyata.
2. Ia berdiri sambil marah-marah, memanggilmu sambil mencaci maki.
3. Ia diam saja, tersenyum getir, dan mengambil uang itu dengan hati yang patah.
Begitu juga dalam hubungan:
Implementasi versi 1:
Jika orang terdekatmu memukulmu sambil berkata “Aku melakukan ini demi kebaikanmu” — kau tetap punya tiga opsi. Dan opsi terbaik adalah berdiri dan berkata: cukup.
Implementasi versi 2:
Jika seseorang mencacimu sambil berkata “Aku mencintaimu” — kau tetap punya tiga opsi. Dan opsi terbaik adalah menyatakan batasmu dengan tegas.
──────────────
Sebab tidak ada niat baik yang sah jika cara menyampaikannya merusak martabat orang lain.
Niat baik tidak pernah membenarkan kekerasan. Cinta tidak pernah membenarkan penghinaan. Dan diam di sini bukanlah kesabaran — diam adalah pengkhianatan terhadap diri sendiri.
──────────────
Maka pilihlah opsi 1.
Selalu.
Jika sudah musimnya, hujan akan turun. Jika sudah tiba masanya, bunga akan mekar. Begitupun dengan doa kita. Jika sudah waktunya, doa-doa kita akan dikabulkan dan hal-hal terbaik pun akan datang sesuai dengan linimasanya..
They will call you selfish, They will call you sinner, Let them.
You were not born to be understood, You were born to be free.
Social media is wild, please be aware!!!
Teman-teman tumblr yang tercinta, kami komunitas Jejaring Biru cukup geram dan turut bersedih atas kejadian yang sedang ramai dibicarakan, yaitu dugaan penipuan mengatasnamakan sedekah yang memakan banyak korban. Untuk itu…
Yuk berhati-hati dalam Memberikan Donasi Online
Teman-teman, bagi yang ingin beramal atau bersedekah, penting untuk berhati-hati, terutama dalam memberikan donasi secara online, jangan karena merasa iba kemudian buru-buru memberikan donasi. Apapun bentuknya, saat berurusan dengan yang bersifat virtual, sebaiknya selalu cari tahu informasi yang jelas dan akurat terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.
Memang, membantu orang lain adalah tindakan yang mulia, dan berbaik sangka sangat dianjurkan. Namun, harus tetap ingat bahwa media sosial seringkali memiliki nuansa yang abu-abu. Kita tidak benar-benar tahu karakter seseorang yang kita temui secara online. Oleh karena itu, penting untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang yang tidak kita kenal, terutama ketika berhubungan dengan uang atau hal-hal lainnya.
Jika teman-teman ingin memberikan sedekah, lebih baik berikan sedekah kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu atau langsung memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan tanpa melalui perantara. Alternatif lainnya, kalian bisa berdonasi melalui lembaga yang sudah memiliki kredibilitas dan reputasi baik. Ini jauh lebih aman daripada memberikan uang kepada orang-orang acak di media sosial yang bisa saja hanya memanfaatkan kebaikan teman-teman.
Yuk kita berbuat baik dengan tetap bijak dan bertanggung jawab.
Salam sayang, Jejaring Biru.
I WILL REJECT DEATH IF I KNOW HAND COME"but .....................We would not be able to resist the will of god.Whenever, wherever you are. may god is ready to take your life.and honestly death is only the secrets of god almighty one.
Vergi Crush
hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, tapi tentang siapa yang paling mampu memahami arti dari setiap langkah, setiap jatuh, dan setiap luka yang tak terlihat. kita hidup dalam dunia yang sering kali terlalu ramai untuk mendengar, terlalu cepat untuk peduli, dan terlalu keras untuk memberi ruang bagi kelembutan. tapi di balik semua itu, kita tetap berjalan, membawa luka yang kita bungkus dengan senyum, menahan tangis yang kita tutupi dengan tawa, dan memeluk harapan yang kadang hampir tak tersisa. kita belajar bahwa orang yang paling sering tertawa, bisa jadi dia menyimpan kesedihan paling dalam. kita belajar bahwa tidak semua perpisahan harus dimaknai sebagai akhir—karena bisa jadi itu adalah awal dari kedewasaan, dari kebangkitan, dari mengenal diri sendiri lebih dalam.
dan seiring waktu berjalan, kita mulai memahami bahwa menerima kenyataan jauh lebih penting daripada terus menggenggam hal-hal yang tak ingin bertahan. kita mulai mengerti bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah menangis, tapi justru berani menangis tanpa kehilangan arah. kita mulai belajar bahwa tidak semua orang bisa kita jaga, tidak semua hubungan bisa kita pertahankan, dan tidak semua cerita layak untuk dipaksa bahagia. tapi dari situ, kita tumbuh. perlahan. diam-diam. dalam sunyi. dalam doa-doa yang tak pernah benar-benar hilang, meski sering kali terasa tak didengar.
karena pada akhirnya, hidup adalah tentang bagaimana kita tetap berdiri, walau semua hal terasa jatuh. tentang bagaimana kita tetap percaya, walau berkali-kali dihianati. tentang bagaimana kita tetap menjadi baik, meskipun dunia tidak selalu baik pada kita. dan jika hari ini terasa berat, jangan takut untuk berhenti sejenak—bukan untuk menyerah, tapi untuk mengingat bahwa kamu masih di sini, masih bernafas, masih diberi kesempatan untuk terus mencoba lagi. sebab seberat apapun perjalanan ini, kamu tidak sendiri.