Saatnya perayaan, baik perayaan keberhasilan maupun kegagalan. Apa saja yang sudah dicapai pada perjalanan di Kampus Ibu Pembaharu kali ini?
Pengumpulan jurnal setiap bulannya
Alhamdulillah, setiap bulan saya berhasil mengumpulkan jurnal Ibu Pembaharu. Meski masuk ke dalam jamaah mefetiyyah (mengumpulkan di jam-jam kritis), saya berusaha mengerjakan jurnal ini dengan sepenuh hati.
Saat perjalanan mulai masuk ke tahap selanjutnya, saya kemudian mengajak suami untuk ikut mencapai tujuan ini. Kenapa suami? Karena saya merasa nyaman berbagi mimpi dan cita-cita dengan orang terdekat saya. Saya mencoba mengajak orang lain yang saya kenal lainnya melalui whatsapp, sayangnya belum ada respon yang memuaskan. Beberapa orang fokus ke pencapaian bahasa, walaupun memang tujuannya adalah studi lanjutan di luar negeri. Namun, karena saya ingin mencapai goal ini, saya tetap berfokus dengan tim yang beranggotakan saya dan suami.
Menemukan tujuan (goals) dengan SDG's
Perjalanan selanjutnya adalah mencari tujuan yang ingin kita capai dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang digaungkan oleh seluruh dunia. Kita mengenalnya dengan Sustainable Development Goals (SDG's). Tujuan pembangunan berkelanjutan ini ada 17, dan tujuan saya sejalan dengan salah satu dari SDG's ini yang berada di nomor empat yakni menciptakan pendidikan yang berkualitas (quality education).
Setelah mengetahui bahwa tujuan saya adalah salah satu dari pembangunan berkelanjutan, selanjutnya saya merancang tujuan dengan metode SMART. Melalui metode ini, tujuan saya lebih jelas, terarah, dan memiliki tahapannya masing-masing.
Menentukan Identifikasi Aksi
Setelah menentukan arah, saatnya saya menentukan cara mencapai tempat tersebut. Identifikasi aksi ini dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dibuat. Saya dan tim juga memutuskan untuk menggunakan platform instagram karena lebih mudah dikontrol dan didesain. Btw, saya belum mencoba menggunakan web. Selain berbayar, saya belum terbiasa dengan desainnya. Selain Instagram, tim saya belum berencana untuk menggunakan media sosial lain karena kami jarang menggunakannya. Sementara media sosial membutuhkan update yang kontinyu untuk menggaet minat audiens.
Membuat to-do list dan cara menggunakannya
Setelah itu, kami membuat sejumlah daftar yang akan diikuti. Alhamdulillah sebagian dari daftar tersebut berhasil diikuti namun sayangnya kami masih belum beruntung dalam memperoleh scholarship.
Saya akhirnya menemukan bahwa aksi yang saya lakukan akan berdampak pada orang lain. Saya menemukan bahwa banyak ibu yang ingin menempuh studi lanjutan di luar negeri (apapun masalah yang ingin dipecahkan oleh mereka). Karena itu, setelah saya berhasil mendapatkan scholarship, saya ingin membuka kelas mentoring yang dikhususkan bagi ibu-ibu yang ingin menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.
Menemukan makna kesalihan pada kelas bunda salihah ini
Pada akhirnya, saya menemukan bahwa kesalihan yang diharapkan tumbuh di kelas ini bukan hanya kesalihan diri melainkan juga kesalihan sosial, yakni berkontribusi dan berdampak pada dunia. Saya harap, dengan mimpi yang saya lakukan, yakni para ibu dapat melanjutkan pendidikan mereka ke luar negeri.
Sementara itu, kegagalan pada kelas bunda salihah kali ini adalah:
Beberapa aksi, terutama terkait dengan postingan di sosial media masih belum konsisten. Sementara untuk aksi yang dilakukan seperti mengikuti webinar atau mentoring telah dilakukan.
Kebiasaan menunda ini memang agak sulit diubah sehingga beberapa tugas masih saja dikerjakan menjelang deadline.
Kurang detail dalam beberapa pengerjaan tugas
Karena menunda tugas, sehingga dalam pengerjaan tugas kurang detail sehingga hal-hal yang sebaiknya masuk dalam tugas lupa tercatat.
Tidak dapat menambah jumlah anggota tim hingga akhir
Sayangnya, hingga akhir perkuliahan, aku belum bisa menambah jumlah tim. Bukan karena tidak mau, tapi ada rasa takut karena aksi-aksi yang dilakukan masih meraba-raba. Mungkin, jika saya sudah lulus dan berhasil nanti akan membuat mentoring dengan pola yang dibuat bersama-sama.
Meski ada kegagalan dan keberhasilan, saya merasa sangat senang dapat belajar di Kampus Ibu Pembaharu dan menikmati setiap ilmu yang diberikan oleh Founding Mothers. Terima kasih Ibu Septi yang telah menginspirasi kami para ibu untuk terus bertumbuh dan berdampak pada sekitar.