Almost one year! 😥
No title available

⁂
DEAR READER

blake kathryn
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever
Sweet Seals For You, Always
Cosmic Funnies

pixel skylines
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me

izzy's playlists!
official daine visual archive
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

#extradirty
sheepfilms

PR's Tumblrdome
occasionally subtle
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from Malaysia

seen from Canada

seen from Italy

seen from Ukraine
seen from Türkiye
seen from United Arab Emirates

seen from United States

seen from Cyprus

seen from Singapore

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from T1
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from Kenya
seen from Kenya
seen from United States
seen from India
seen from United States
@iifafiifa
Almost one year! 😥
Desember ini, kenapa terasa begitu lama? hanya merangkak sesekali dan enggan sekali untuk berlari.
Desember ini, kenapa terasa begitu sunyi? Hanya nyanyian burung sesekali yang terdengar, tanpa ada suaramu.
Desember ini,
Ah,
Terlalu banyak asa yang membumbung hingga semuanya hampir pupus.
Desember ini, aku ingin kamu disini, menemaniku 😢
Lelaki Pejuang Shubuh
Tentangmu, lelakiku. Haruskah aku berterima kasih kepada takdir? Yang karenanya, kita, -aku & kamu- dipertemukan. Atau, Haruskah aku berterima kasih kepada waktu? Yang karenanya, kita, -aku & kamu- semakin mendekat.
Tentangmu, lelakiku. Ini kisahmu, kisah tentangmu. Tentang derap langkah di setiap pagimu yang mengendap-endap, aku rindu. Tentang pintu yang kau buka dan kau tutup dengan sangat pelan -nyaris tak ada suara- aku rindu.
Aku rindu kamu, Lelaki Pejuang Shubuhku 😢
Salah satu tragedi besar dalam hidup ini adalah ketika kau tak tahu betapa kau bernilai, berharga, dan betapa kau dicintai.
Tia Setiawati
Suatu saat kau akan berterima kasih pada sosok yang berdiri di hadapanmu. Karena ia telah menguatkanmu di saat-saat terlemahmu. Karena ia telah belajar mencintai dirinya sendiri, dibandingkan siapapun. Karena ia bersedia berjuang, meski pilihan menyerah itu ada. Ya, kau akan berterima kasih pada sosok yang berdiri di depanmu sekarang; sosok yang kau beri senyum saat kau menghadap cermin di tembok kamarmu.
Tia Setiawati
😍😍😍
Darwis Tere Liye bilang tentang Acara Pernikahan
*kalau kita akan menikah (repost utk ke-3 atau ke-4 kalinya, silahkan di share, repots, copas jika bermanfaat) maka demikian, saran dr sy: … 1. tdk usah buat kartu undangan muahal2, sy tahu, ini urusan sekali seumur hidup, mau yg spesial, mewah, tp buat apa? sebagian besar kartu undangan itu berakhir di kotak sampah. kecuali kalau ditulis di kartu undangannya: ‘please, harga kartu undangan ini rp 20.000/buah, jd angpao hadiah pernikahannya minimal 10x dr itu. jadi buatlah yg elegan tp sederhana. berkelas tp murah meriah. well, tips detail soal ini, tanya sama pak tukang bikin undangan. di jakarta, di dekat tebet sana, ada pasar yg penuh ratusan loket bikin kartu undangan, tinggal pilih. … 2. tdk usah pakai musik2 yg aneh2. sy tahu, undangan nanti bengong kalau tdk ada hiburan. hanya saja, terserah, apakah mau lbh ramai dihadiri penghuni langit atau penghuni bumi? musik gamelan, boleh. tradisional boleh. nasyid yg simpel boleh (karena ada juga nasyid yg kencang2, mengganggu). lagu jazz juga boleh. tp jangan pernah dangdutan, organ tunggal dgn penyanyi2 seksi–ada juga jazz dgn penyanyi berpakaian tak sopan. musik arab? jelas tdk boleh kalau pakai penari perut. ngerti kan? arab tdk otomatis islami. … 3. tdk usah pakai foto pre-wedding segala. tdk usah deh. nanti sj, foto post-wedding. sebenarnya buat apa sih foto pre-wedding? sy coba buka kamus tebal, melongok buku2, website, tdk ada alasan kokoh kenapa foto pre-wed harus ada. buat kenangan? hehe, ini argumen lucu sekali–terserah deh kalau ada yg tdk ketawa dan tetap ngotot pre-wed. … 4. pawang hujan. aduh, celaka urusan. seperti tdk punya Tuhan. di hari pernikahan yg mengharap berkah, kita malah menugaskan orang komat-kamit baca mantera mengusir hujan–biar undangan bisa datang kinclong gitu. bagus betul. jika kita membenci hujan, maka kita membenci kitab suci–cek ayat2nya dlm kitab suci. ingatkan seluruh keluarga, jangan pernah pakai pawang hujan. ini juga termasuk berharap berkah dengan tanggal2 tertentu, takut menikah di tanggal lain karena nanti celaka, kramat, dsbgnya. … 5. menyebut2 kebanggaan, gelar, peristiwa dll dalam prosesi pernikahan. ada saja pernikahan yg menghabiskan 10 menit utk membacakan CV pengantin. sy pikir tdk perlu, karena itu tdk ada relevansinya dgn akan selanggeng apa pernikahan kita. … 6. tentu sj, jangan bermewah2. sy tahu, pernikahan itu milik keluarga. ada keinginan orang tua, ada ambisi orang tua. tp berusahalah utk di-rem. karena eh karena, yg paling penting dr sebuah pernikahan adalah pengharapan. apa itu pengharapan? doa. doa2 yg dipanjatkan. ketika doa itu berpilin ke atas, menyatu, maka semoga berbuah keluarga yg baik2, keturunan yg baik2. … 7. terakhir, bukankah kita sepakat bahwa pernikahan itu adalah eh adalah ritual suci? penuh khidmat? maka pastikan, jangan sampai ya, amit2, gara2 resepsi kita jadi meninggalkan shalat, diburu2, dijama’ qashar pula. nah, silahkan. mau dituruti atau tdk sarannya. bebas. namanya juga saran.
Totally agree 😍😍
Dari cinta, selalu akan kembali ke cinta. Sejauh apapun kepergiannya. Bila tidak, berarti memang kau bukan yang dicintainya, apalagi rumahnya.
—
#instapoem #tiasetiawati #karenapuisiituindah
Jogja Selalu Hujan
Jogja selalu basah oleh hujan, yang mengaliri setiap relnya; yang mengguyur sepanjang jalannya; yang mendinginkan setiap siang yang dilaluinya; meski hanya beberapa detik saja.
Ada hujan yang masih sendu, barangkali sebab rindu. Ada hujan yang jatuh menguar, barangkali karena kereta hanya hinggap sebentar.
Jogjakarta, 29 September 2017.
Selamat malam rindu yang makin membuncah Selamat bersemayam untuk entah sampai kapan Semoga tidak bosan, Dan memang gak boleh bosan. Haram. Ruang rindu, 01-09-2017 Iif_
Malam ini merangkak begitu lambat, Kenapa semua masih terasa berat? Ikhlaskan ya Allah Ikhlaskan hati ini untuk kepergiannya Ikhlaskan hati ini untuk ketentuan-Mu ya Allah Ikhlaskan 😥 Tepat 1 tahun Bapak, 3 Syawal 1437- 3 Syawal 1438. Jangan tanya seberapa rindu 😢
Tiba-tiba saja aku merasa bukan siapa-siapa dan bukan apa-apamu hehe. Mungkin memang benar kosong, semua tentangku, tentang duniaku ^___^
Ternyata begini, sesepi ini, tanpamu. Duniaku terasa kosong bahkan aku lupa apakah aku memang benar-benar mempunyai dunia? Ntahlah. Aku termangu, sendiri, tanpamu. Duniaku terasa begitu sepi, bahkan aku lupa apakah aku benar-benar telah mempunyai dunia sebelumnya? Ntahlah. Aku sepi, Aku sendiri, Aku kosong,
Kamar pengap, malam merayap, sendiri, 06-05-2017
Terhadapmu, aku tak pernah lupa seperti apa rasanya merindu. ❤
SISI AFEKTIF PEMBURU BEASISWA
Saya ingin berbagi (masih) seputar berburu beasiswa tapi saya tidak membicarakan tentang step by step/persyaratan aplikasi beasiswa tertentu, atau cara menulis essay yang baik, atau cara meningkatkan nilai IELTS/TOEFL atau semisal domain kognitif lainnya. Saya yakin sudah banyak blog yang memuat tulisan-tulisan yang mengupas tuntas tentang hal itu.
Kali ini saya ingin menyoroti SISI AFEKTIF pemburu beasiswa.
Karena selain kognitif, seorang pemburu beasiswa juga perlu mengasah sisi afektifnya :)
Agar satu persepsi tentang pengertian afektif, saya tuliskan kembali apa yang dimaksud domain afektif yang oleh Om Bloom:
Afektif berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
Ketika saya mengisi Nurseminar online, ada pertanyaan salah satu peserta yang menurut saya bisa dijadikan entry point tulisan saya kali ini.
Pertanyaan:
“Apa saja kegiatan yang pernah kakak ikuti selama kuliah yang kakak rasa sangat membantu kakak mendapatkan beasiswa tersebut?”
Jawaban:
Ada 4 kegiatan yang menurut saya berkontribusi membentuk karakter saya dan karakter itu membantu saya dalam proses mendapatkan beasiswa:
1. Naik gunung
2. Ikut organisasi keperawatan/kesehatan dan non-keperawatan/kesehatan
3. Belajar ilmu agama: ngaji
4. Jadi relawan
Saya ingin mengejawantahkan ke-4 kegiatan tersebut. Perlu saya garisbawahi bahwa kegiatan ini tidak mutlak dan tidak saklek bentuknya harus persis; artinya kegiatan ini bisa diganti oleh kegiatan lain sesuai dengan minat dan hobi pribadi masing-masing akan tetapi masih memiliki pengaruh dan esensi yang sama terhadap afektif. Selain itu memiliki afektif yang baik, pun kognitif yang luar biasa tidak lantas menjamin kita mendapatkan beasiswa karena banyak faktor lain (diluar kuasa kita) yang bisa mempengaruhi.
#1 NAIK GUNUNG
Yes. Saya suka climbing mountaineering bukan climbing ya. Kalau climbing saya sukanya wall atau cliff climbing, there is no such a thing as mountain climbing. Beda ya tolong, yang masih sering ketuker #eh #fokus Cel.
Dari kegiatan mountaineering ini, saya belajar untuk melatih 4 hal: Konsisten, Persisten, Sabar dan Daya Tahan Fisik.
Naik gunung itu butuh 4 hal ini masyaAllah. Pengalaman ketika saya naik gunung di Annapurna, Nepal dengan membawa tas carrier sekitar 15-20 Kg (yang aslinya itu adalah tas teman saya hahaha) rasanya saya lelah sekali, mau menyerah, dan kembali saja. Lutut saya sudah bergetar karena medan yang kami lewati naik-turun, curam melewati sungai dan hutan. Belum lagi kaki saya yang berdarah karena dihisap lintah beberapa kali sepanjang perjalanan melewati hutan. Saat itu saya ingat betul ada 1 hari dimana kita berjalan sekitar 12 jam, subhanallah kaki rasanya mau copot. Tapi kami sudah memasang target dengan perjalanan total naik dan turun gunung hanya 5 hari, kami harus berjalan rata-rata sehari antara 9 - 10 jam.
Menjadi pemburu beasiswa pun demikian adanya. Harus konsisten, tetapkan target belajar IELTS writing misalnya: sehari harus belajar 1 jam. Lakukan setiap hari seperti ini (konsisten). Setelah target IELTS tercapai jangan berhenti latihan (persisten) supaya tidak lupa kelak jika kita mendapat beasiswa dan kuliah di luar negeri insyallah kemampuan writing ini akan terpakai.
“Konsisten adalah awalan; persisten yang membuat kita bertahan.” -AF
Kita juga harus sabar, ketika kita melihat orang lain sudah sampai ke tujuannya atau mendapatkan beasiswa misalnya. Kita harus fokus kepada apa yang menjadi tujuan kita. Segala sesuatu ada waktunya.
Selain itu daya tahan fisik juga penting. Jaga kesehatan. Saya ga kebayang kalau dalam rentang waktu 5 hari naik gunung saya jatuh sakit. Demikian juga ketika sedang berburu, proses seleksi beasiswa atau pengurusan administrasi keberangkatan, atau di fase-fase genting dan krusial lainnya saya harus fit dan melakukan segala sesuatunya dengan SEKALI benar.
“I have no room for a mistake.” -AF
Sampai sekarang saya pun masih belajar untuk melatih ke-4 hal tersebut meskipun tidak melulu lewat kegiatan naik gunung hehe.
#2 IKUT ORGANISASI
Saya rasa untuk poin yang ini, kita semua dapat mengambil esensinya. Hidup berorganisasi membuat kita belajar menghargai perbedaan, bekerjasama dalam tim, melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, belajar beradaptasi, dan kreatif.
Banyak soft skill seperti komunikasi, variasi networking dari berbagai latar belakang yang saya dapat lewat organisasi.
“Karena investasi tidak hanya dalam bentuk uang melainkan networking.” -AF
Apa hubungannya dengan berburu beasiswa?
Ketika proses berburu beasiswa, kita akan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru. Siapapun yang kita temui, treat them with respect please. Dari yang duduk di struktur organisasinya paling atas sampai ke tenaga pelengkap. Mereka itu adalah aset dan berpotensi sebagai networking kita di masa yang akan datang. You’ll never know, right? But above all your attitude reflect who you really are. Hindari sikap negatif, tidak perlu marah-marah, dst.
“Be positive and you’ll get positive result in return.” -AF
Saya mendapat banyak teman dan networking baru selama proses berburu beasiswa. Ternyata investasi yang berkembang dengan cepat itu bukan uang melainkan networking. Kita bisa sharing ide, sharing proyek, dst.
Jika beasiswa kita diterima dan lanjut kuliah menggunakan beasiswa yang dimaksud, you’ll be surprise on how much networks mean to you.
#3 BELAJAR ILMU AGAMA
Kita harus menyadari, sehebat-hebatnya kita, sebaik-baiknya rencana yang kita buat. Ada Kuasa yang lebih hebat dari itu semua. Supaya kita tidak terlalu bersedih dengan apa yang luput dari kita pun tidak menyombongkan diri terhadap apa yang kita dapatkan. Jika ada pemburu beasiswa yang jalan mendapatkan beasiswanya mudah, bersyukur. Jika ada yang harus berusaha berkali-kali lipat, tetap bersyukur, mungkin ini cara yang Maha Segala untuk mempersiapkan kita kelak ketika kita diterima beasiswa dan harus kuliah di Luar Negeri dengan segala perbedaan sistem pendidikan dan ujiannya.
Agar pilihan-pilihan penting dalam hidup kita selalu melibatkan yang Maha Berkehendak. Sehingga apa pun konsekuensinya insyaallah kita siap menjalani: diterima atau tidak diterima. Luruskan kembali niat berburu beasiswa untuk tujuan dan hasil ke depan yang seperti apa.
Ilmu agama merupakan filter sekaligus pengisi utama kita. Apalagi nanti ketika merantau dan belajar di daerah/negara orang.
#4 JADI RELAWAN
Kegiatan ini sukses bikin saya belajar bahwa kekuatan yang terbentuk pada diri kita adalah hasil kolektif orang-orang disekitar kita yang peduli terhadap kita bukan semata-mata karena kemampuan diri sendiri. Be humble…
Ketika kelak kita diterima menjadi salah satu awardee perlu diingat kita berada di tempat kita yang sekarang bukan karena usaha kita semata (secerdas apa pun kita) melainkan karena doa-doa orang tua kita, orang-orang terdekat kita, guru-guru kita serta semua orang yang peduli terhadap kita. Doa-doa tersebutlah yang kemudian mengetuk pintu langit sehingga Allah kuatkan kita dalam proses perjuangannya, ilmu yang kita pelajari dilekatkan serta dibukakan jalannya.
Pun kelak ketika kita sudah menuai hasil jangan lupakan bahwa ada kepentingan/hak dan kewajiban lain yang perlu dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kepentingan diri.
-AF
Do the best to rich your dream. Ayoo hunting "schoolarship" 💪
🎉FESTIVAL SASTRA🎉 🎓KEMASINDO UNS🎓 _mempersembahkan_
*🏆LOMBA CERPEN🏆* *Nasional*
Hai kamu, iya kamuu… 🤗
_Ayo ikut berpartisipasi dalam lomba ini dengan cara_👇🏻👇🏻 ✅Unduh dan isi formulir serta surat ke orisinalitas di civitas.uns.ac.id/kemasindo ✅ Kirim naskah cerpen serta scan bukti pembayaran, identitas diri, lembar pernyataan orisinalitas, dan formulir ke [email protected] dalam bentur rar/zip dengan nama *Judul cerpen_Fesas2017_nama peserta_bayar1/2 (gelombang)* sebelum tanggal 25 Maret 2017. ✅ Setelah mengirim, peserta wajib melakukan konfirmasi via sms/wa ke 089688502457 dengan format: *judul cerpen_fesas2017_nama peserta_bayar1/2 (gelombang)* ✅wajib mem-follow akun twitter @sasindouns dan ig @sasindo_uns ✅pengumuman pemenang diadakan pada 8 April di acara seminar Festival Sastra 2017.
*✏Ketentuan Lomba:* - *Tema : Potret Masyarakat Urban* -Peserta adalah wni, maksimal usia 30 tahun. -Lomba terbuka untuk umum. -Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya. - Ukuran kertas A4, 5-8 halaman, times new roman, 12 pt, spasi 1.5, margin 4-4-3-3 - Karya merupakan asli buatan sendiri dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba manapun. - Karya harus hasil sendiri tidak boleh mengutip/mengambil dari sumber manapun.
*✏Pendaftaran:* - Batas waktu pendaftaran dan pengiriman: *25 Maret 2017* -Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar: ✅Gelombang I : Rp 15.000,00 dibuka tanggal 15 Februari - 1 Maret ✅Gelombang II : Rp 20.000,00 dibuka pada tanggal 1 Maret - 25 Maret ✅Ke rek BRI a.n. Widy Hastuti Chasana 665101014017531
*🏅HADIAH🏅* I 750.000 + sertifikat + Piala II 500.000 + sertifikat + Piala III 300.000 + sertifikat + Piala ———————————- 📞 089688502457 (Jihan) 🐤 twitter: @sasindouns 📱ig :@sasindo_uns 🏠 website: civitas.uns.ac.id/kemasindo —————————– #cerpen #Kemasindo UNS #FIB #Lomba #uns_solo #infolomba #lombacerpen
Rindu
Masih adakah? Tanyaku tiba-tiba. "Apanya?" Tanyamu. Rindu. Jawabku. "Untuk?" Tanyamu lagi. Untukku. Jawabku, singkat. "Rindu siapa yang kau harapkan, hey?" Tanyamu, mengejek. *tertawa, memandang langit-langit kamar* entahlah. Kemudian berlalu. Sunyi sepi malam, 04032017.
Bukan amarah
Mau sampai kapan begini? Saling memaki untuk kemudian saling mencari, saling melempar amarah untuk kemudian saling merasa bersalah.
Mau sampai kapan?
Sebenarnya sudah sedewasa apa kita? Sudah sejauh mana kita memahami satu dan yang lainnya?
Sebenarnya apa yang kita cari dari masing-masing kita? Kenyamanan? Kebersamaan? Atau hanya pelampiasan emosi sesaat? Atau bahkan hanya sebagai “tempat sampah”?
Tempat berkeluh kesah saat risau, tempat mengadu saat galau, tempat cerita saat sepi?
Ah entahlah, semoga ini bukan amarah. ☺
Gelap malam, Kamar Pengap, 04-03-2017 Selamat malam, koma