
oozey mess
Cosmic Funnies

if i look back, i am lost
Jules of Nature
NASA

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space šø
h
YOU ARE THE REASON
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
almost home

romaā
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her
Claire Keane
noise dept.
occasionally subtle
Alisa U Zemlji Chuda
DEAR READER

Origami Around
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Argentina

seen from Malaysia
seen from Belarus
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from Brazil
seen from Turks & Caicos Islands

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@imagius
Hotma Roni Simamora: vocals, acoustic guitars, VST instruments, sound design. Windra Benyamin: electric guitars, VST instruments, sound design. Raymond Agus Saputra: bass, VST instruments, backing vocal. Written by Hotma Roni Simamora. Music Producer: Windra Benyamin. Mix & recording engineer: Jaya ROXX at Gajah Studio, Jakarta. Mastering engineer: Indra Q at IQ A.L.A. Studio, Jakarta. lyrics: http://floatproject.com/Lyrics/Sementara.html music sheet: http://floatproject.com/Music%20Sheet/Sementara.pdf
Mei 1999
Mei tahun 1999, akhirnya aku bisa menghirup udara bumi ini. Ya, aku telah lahir ke bumi, namun ada yg berbeda denganku, badanku begitu kecil hingga akhirnya aku harus langsung di pindahkan ke ruangan khusus agar badanku tetap hangat. Aku prematur. Di hari itu aku tidak langsung melihat ibuku karena aku berada di ruang kecil khusus hanya ada lampu beberapa watt agar badanku tetap hangat. Aku sedih karena aku tidak bisa langsung melihat ibuku, ingin sekali aku berterima kasih pada ibuku karena telah merawat serta menjagaku hingga aku bisa terlahir dengan selamat, dia rela mempertaruhkan hidupnya untukku, anaknya. Dalam tangisku dan belum kesanggupannku untuk melihat sekitarku, aku merasakan ada 2 orng dari kejauhan memperhatikanku, itu adalah ayah dan kakak laki-lakiku mereka begitu cemas melihatku dan senang ketika tau aku selamat. Aku sangat bahagia karena di hari aku lahir aku telah mempunyai keluarga yg begitu sayang padaku. Terima kasih Tuhan engkau telah memberiku ibu dan ayah yg begitu sayang padaku, serta kakakku yg tak kalah baiknya padaku. Mereka menyayangiku. Sekitar beberapa hari aku di tempat khusus itu akhirnya aku bisa menemui ibuku, begitu cantik. Senyumnya membuatku begitu nyaman ketika aku di pangkunya, begitu hangat dan tulus. Selang beberapa saat ayah dan kakakku datang menengok keberadaan kami, akhirnya aku bisa melihat mereka dri jarak sedekat ini. Ayahku mempunyai aura orang yg tegas, lalu kakakku terlihat seperti anak yg pendiam, dia hanya memandangiku dan tersenyum padaku sembari memegang tanganku yg masih kaku. Aku sangat beruntung hadir di antara mereka. Hari terus berlanjut hingga aku terus tumbuh besar hingga rambutku mulai tumbuh, aku sudah mulai bisa melakukan gerakan2 kecil. Namun aku merasa ada yg aneh denganku. Di usiaku ini aku tak bisa banyak melakukan seperti balita lainnya. Tuhan, ada apa denganku? Apa yg terjadi? Kenapa aku terasa berbeda? Namun di lain sisi kedua orang tuaku tetap tak berubah, mereka masih tetap menyayangiku, malah yg aku rasakan mereka semakin menyayangiku, begitu juga kakakku. Dia selalu mengajakku bermain, mengajakku untuk mengobrol, namun sayang aku belum bisa membalas apa yg di ucapnya, rutinitas itu di lakukannya ketika kakakku pulang sekolah. Lalu kakakku akan pergi bermain bersama teman2nya. Tak mengapa aku seperti ini, aku tetap bahagia karena ada mereka yg selalu tetap menyayangiku. Mempunyai perasaan yg sama dengan ketika aku baru lahir ke bumi ini.
Malang
Jika kau bertanya apakah aku tak bosan jika aku hanya menulis tentangnya? Maka jawabanku hanyalah aku seperti ini karena aku takut jika caraku berbicara langsung bagaimana mengaguminya itu salah. Tau atau tidaknya dia, bukan persoalan. Dia melihatnya saja aku cukup senang
Jika angin berwujud dan rindu berbentuk. Maka setumpuk rindu aku titip pada angin, yg bisa membawanya untukmu. Jika tanganku tak bisa menggenggamu dan lenganku tak bisa memelukmu hanya karena jarak. Aku simpan baik-baik. Aku tunggu ketika kamu kembali. Ah sial, aku rindu tawanya. Aku yakin suatu saat kamu seperti ini
Siang Itu
Ketika siang itulah alam tak sedang membelaku. Aku bersyukur hujan tak datang, rasanya itu akan menjadi beban ketika kau tau ada yg mengganjal. Pikiranmu jauh meninggalkan sekelilingmu, menuju tempat yg kau tuju. Lalu kau bertanya, kau tau bagaimana rasanya saat ini? Aku rasa kau wanita yg bisa berempati. Jangan terlalu naif untuk melihat seseorang ini, bagaimana seseorang ini menyayangimu. Aku rasa kau wanita yg begitu peka.
Kuatkanlah genggamanmu dalam genggamku. Karena angin kencang bisa datang kapan saja untuk memisahkan langkah kita. Tak usah membalikan badan agar langkah kita terbantu angin. Karena angin tersebut belum tentu mengarahkan kita ke tujuan. Percayalah, di balik kemarau panjang akan ada hujan datang. Hujan tak pernah memberi warna, tapi setelah hujanlah pelangi datang memberi warna. Tetapi daun tak membutuhkan warna agar dia bisa mencintai embun. Sejauh apapun burung merpati terbang. Dia tetap tau ke arah mana untuk pulang. Dan jika kamu adalah tempatku pulang, terima kasih telah menjadi rumah untukku.
Pagi Ini
Kau tau bagaimana rasanya pagi ini ketika aku bertemu dengamu lagi? masih sama dimana ketika pertama bertemu kembali. Ya, canggung, lucunya hubungan kita ini bukan hanya sebatas teman seperti sebelumnya, sialnya kenapa bisa menyembunyikan perasaan bahwa aku senang kita bisa bertemu. Yah tak banyak yg kau bicarakan pagi itu, kau tauĀ waktu terasa lebih cepat berlalu jika kita menikmatinya.Ā Lalu kau masih seperti biasanya, menyebalkan tapi menyenangkan. Semoga kita selalu bisa meluangkan waktu untuk hanya kita. Terima kasih kamu telah menjadikan aku kita.
Jika kamu bertanya, maka jawabanku. Aku seperti ini seolah2 besok peganganmu tak sekuat hari ini atau kemarin
Tawa Dan Rindu
Rindu, satu kata yg mewakili perasaanmu saat itu. Ketika dimana kita sedang merasa ingin bertemu dengan seseorang karena terus menerus memikirkannya. Ya, aku rindu seseorang itu. Jarak boleh saja menguasai diantara aku dengannya, namun itu bukan persoalan, hanya saja yg jadi persoalannya seseorang itu sangat hebat membuatku rindu seperti ini. Kadang aku selalu membayangkan kita bertemu di bawah pohon yg memberi keteduhan dari teriknya matahari dan angin bersamaku memberi kesejukan, itu semua bisa aku dapatkan ketika melihat sorot matanya, memberi kenyamanan, dimana kau tak ingin segera beranjak dari tempat itu. Dan enggan untuk mengalihkan pandanganmu. Yg paling aku suka ketika mendengar tawanya, dia mempunyai tawa dan senyum yg bagus. Terima kasih kau selalu memberi tawamu begitu saja
Waktu, tak pernah berkompromi bagaimana ia terus melaju. Tak pernah bisa kau rajuk untuk memutar kembali ke masa dimana kau ingin mengubah yg telah terjadi sekarang. Justru waktu terasa semakin melaju dengan cepat ketika kau hanya mengingat sesuatu hal yg buruk, waktu tak pernah menunjukkan lemahnya ia melaju. Waktu memang tak pernah bisa mengulang kembali ke sebelumnya, tapi kita hanya bisa memperbaiki, meski yg kita perbaiki tak akan bisa kembali utuh seperti sebelumnya.
Kau tau bagaimana rasanya mendiamkan perasaanmu untuk seseorang?
Kau tau bagaimana rasanya melihat seseorang itu rapuh yg tak terlihat?
Kau tau bagaimana rasanya menjadi seseorang yg begitu bodoh mendiamkan perasaanmu sendiri?
Terima kasih waktu, walau kau memukulku begitu kuat, setidaknya kau memberiku kesempatan untuk memberi apa yg belum pernah aku beri. Kali ini berjalanlah selaras denganku agar aku bisa mencapai apa yg ingin aku capai. Jangan jadikan dirimu seperti bom waktu yg bisa kau ledakkan aku kapan saja. Ikutlah menjadi bagian cerita yg membahagiakan
Happy Birthday, Sir Paul McCartney! Ā» June 18th, 1942Ā ā”
ā Why would I retire? Sit at home and watch TV? No thanks. Iād rather be out playing. ā
Selama hari itu nikmatilah, mungkin itu bisa menjadi milikmu sepenuhnya. Biar orang berlalu lalang mencari apa yg di inginkannya masing-masing. Kita hidup di lingkungan yg melewati beberapa hal kecil. Mungkin kuatnya panasmu kini tak beraturan, terbukti dengan tiba-tiba hujan datang. Setelahnya terkadang memberi kesejukan dan udara dingin yg begitu menusuk. Matahari dan hujan -Bandung 19 Juni 2014
07 :07
Detik jam dinding seirama dengan detak jantung Keras namun pelan Bisakah kamu disini? Bukan menghentikan, namun merasakan Satu persatu ingatan membawaku jauh Membuatku mengerti apa makna 'kamu' dalam ingatanku Aku tak melarangmu pergi, atau tinggal Silahkan lakukan sesukamu Dan kembali sadar oleh detik jam dinding Menjatuhkan tinggiku hingga tersadar Oh ya dia telah pergi Aku tak tahu apa yang dia bawa dariku, membekas Bisakah kamu di sini? Bukan untuk mengembalikan Hanya melihat apa yang terjadi
Melakukan apa yg belum kamu lakukan dulu, menyenangkan.