pe er nya adalah bagaimana tetap bersikap baik terhadap orang yang tidak baik terhadap kita. adalah bagaimana tetap tersenyum terhadap orang yang ‘pura-pura’ senyum terhadap kita. dihadapkan pada kenyataan karena tidak semua suka dengan apa yang kita perbuat, tidak semua ridho dengan jalan yang kita pilih, tidak semua suka dengan kata-kata yang kita share. tapi kita dilahirkan memang bukan untuk menyenangkan semua orang, membuat orang tersenyum dengan apa yang kita lakukan, sebaik apapun kita pasti akan dibicarakan dibelakang, pasti ada yang mengadakan adakan prasangka buruk agar nilai kita turun dimata manusia lainnya, pasti ada orang orang yang sibuk menyusun langkah agar manusia lainnya tidak suka terhadap kita. hidup kita harus tetap tulus, tak mengapa kita terseok ketika mengetahui bahwa orang orang yang terdepan dalam senyum kepada kita adalah orang yang luar biasa ketika menancapkan pisaunya dari belakang. baiknya ketika kita mengusahakan agar selalu tulus dan belum mengetahui itu, allah memberitahukan kita lewat caraNya bahwa ini lho yang kamu harus hati-hati terhadapnya, begitu. setelah mengetahui semuanya, pe er kita adalah tetap bersikap tulus dalam menabur benih kebaikan kepadanya. hidup kita harus tetap baik baik saja meski ada orang yang bencinya luar biasa terhadap kita, entah apa yang menjadi alasannya. padahal kita tak pernah mengusik hidupnya, membongkar aibnya, membicarakan jelek dihadapan manusia lainnya, sekalii lagi tak mengapa, jika niat selalu kita luruskan, dan Allah yang dijadikan sandaran atas segala pusaran kebaikan yang kita lakukan.
tak mengapa… ada Allah. tak mengapa dibicarakan, tak mengapa diprasangkai keburukan, tak mengapa tak dihiraukan, tak mengapa dinilai cacat atas pakaian yang kita kenakan,
mereka yang seperti itu harus selalu kita doakan, “bukalah mata hatinya, tunjukkanlah ia pada jalan cahaya”.
* Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (surat Nisa pada ayat seratus empat).
masih punya allah.. yang barangkali jika ujian itu berat, ini yang mampu menguatkan, “sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan”.
selamat pagi Surabaya, pada pagi ke tiga puluh empat di tahun dua ribu delapan belas.
itu semua karena Allah menginginkan kebaikan untukmu, syl.