Bermacam-macam Sosok Ular di Mitologi Kuno, Mulai dari Dewi Nuwa Sampai Medusa
Jakarta - Ular miliki reputasi yang kelam sejak zaman dahuku kala. Reputasi ular mampu dilacak di dalam beragam mitologi di beragam penjuru dunia dan seringnya dilukiskan sebagai sosok jahat.
Ambil umpama Medusa berasal dari mitologi Yunani. Ia miliki rambut yang terdiri atas ular-ular hidup dan mampu sebabkan semua orang yang menatapnya beralih jadi batu.
Berbagai dewa pun tercatat miliki ular sebagai musuhnya. Susanoo berasal dari Jepang dan Ra berasal dari Mesir sama-sama pernah mengalahkan sosok ular berbahaya di dalam kisah mereka.
Namun, tidak perlu senantiasa mengasosiasikan ular dengan reputasi negatif. Sebab, tersedia pula catatan positif terhadap simbolisme ular.
Bila pernah melibat lambang ular melilit tongkat di sebuah institusi kesehatan, itu adalah lambang tongkat punya Asklepios yang merupakan dewa pengobatan. World Health Organization (WHO) pun ikut memakai lambang ular tersebut.
Sebagai tambahan, penyanyi Taylor Swift pun pernah memakai lambang ular di album berjudul Reputation (2017). Taylor memakai lambang itu gara-gara sempat disebut "ular" oleh para haters-nya.
Meski mulanya bersedih, ia berani merangkul lambang ular tersebut dan membawanya ke tur album Reputation. Alhasil, ia meraup USD 345 juta atau Rp 4,8 trilun (USD 1 = Rp 13.987).
Dan tersebut banyak ragam sosok ular di beragam mitologi dunia.
Banyak sekali kemunculan ular di dalam mitologi Yunani. Monster-monster layaknya medusa, hydra, dan python seluruhnya mempunyai simbolisme ular.
Medusa merupakan seorang wanita cantik yang dikutuk oleh Dewi Athena sehingga rambutnya beralih jadi ular. Pahlawan Perseus membunuh Medusa dengan mempunyai perisai yang layaknya cermin dan memenggal kepala medusa, demikian lansiran website mitologi Yunani, Theio.com, Jumat (13/12/2019).
Monster Hydra berasal dari rawa-rawa Lerna dilukiskan sebagai ular raksasa dengan sembilan kepala. Bila satu kepalanya dipenggal, makan dapat tumbuh dua kepala.
Pahlawan Heracles (Herkules) sukses membunuh Hydra dengan cara membakarnya dan mengubur kepalanya yang terakhir di bawah batu.
ementara, Dewa Apollo membunuh Python dengan panahnya.
Bila "ular piton" dikenal sebagai ular besar, python di dalam mitos Yunani dilukiskan sebagai wanita setengah ular.
Di samping itu, tersedia simbolisme positif tentang ular di mitologi Yunani, yaitu kemunculannya di tongkat Asklepios, dewa pengobatan Yunani. Ada banyak ragam versi legenda tentang tongkat ular itu.
Greekia menyebut tongkat itu adalah lambang bahwa Asklepios mampu membuat sembuh gigitan ular yang sangat sukar diobati di zaman dulu. Situs Greek Mythology berbicara Asklepios memperoleh rahasia pengobatan berasal dari ular yang ia obati sehingga ia bahkan mampu memunculkan orang mati.
Setelahnya, Asklepios disambar oleh petir Dewa Zeus gara-gara khawatir keahliannya mampu mengganggu keseimbangan kehidupan dan kematian. Namun, sesudah mati ia diangkat jadi dewa dan rasi bintang. Rasi Askelpios pun dilukiskan ditemani seekor ular.
Ular terhitung miliki tempat yang unik di mitologi Mesir. Pada satu sisi, tersedia sosok ular bernama Apophis yang merupakan musuh dewa matahari Dewa Ra.
Pada sisi lain, ular senantiasa jadi lambang di Uraeus, sebuah mahkota yang sering dipakai Firaun.
Ular di Uraeus melambankan otoritas ilahi, kerajaan, kedaulatan, dan supermasi. Situs Ancient Symbols menyebut ular kobra itu adalah lambang Dewi Wadjet dan mampu memelihara Firaun berasal dari musuh-musuhnya.
Di Jepang, tersedia legenda tentang Yamata nomor Orochi dengan kata lain ular berkepala dan berekor delapan. Alkisah, Orochi menghendaki tumbal anak gadis berasal dari sepasang penghuni desa. Ketika tersisa satu anak, Dewa Susanoo yang diusir berasal dari khayangan memastikan menunjang mereka.
Dilansir website mitologi Jepang Yokai.com, Susanoo menjebak ular besar itu dengan sediakan sake yang lezat. Setelah mabuk, kelanjutannya Susanoo memenggal satu-satu kepala Orochi.
Ketika memenggal salah satu ekor Orochi, senjata Susanoo hancur berkeping-keping. Ternyata, ia mendapatkan bahwa tersedia pedang yang tersembunyi di di dalam ular tersebut, yaitu pedang legendaris Kusanagi nomor Tsurugi.
Kini, pedang itu adalah salah satu berasal dari tiga pusaka kekaisaran Jepang dan tidak boleh diamati publik.
Ular terhitung miliki reputasi positif dan negatif di mitologi China. Dewi Nuwa yang menciptakan manusia konon miliki tumbuh setengah ular.
Legenda yang paling populer bisa saja adalah Legenda Ular Putih yang diadaptasi ke serial televisi. Pada kisah ini, seekor ular (Bai Su Zhen) menjelma sebagai manusia dan menikahi seorang pria bernama Xu Xian.
Kisah legenda ular putih sangat penuh nuansa. Dilansir China Daily, Bai Su Zhen sebetulnya adalah siluman yang baik, tetapi seorang biksu bernama Fahai jadi salah sangka dan berpikiran Bai Su Zhen adalah sosok yang jahat.
Fahai pun menjebak Bai Su Zhen sehingga mabuk sampai ia tanpa mengetahui beralih wujud jadi ular putih. Xu Xian yang kaget pun langsung meninggal dunia.
Kisah tak berakhir di sana, Bai Su Zhen dan sahabatnya, Xiaoqin, bertaruh nyawa untuk mengambil alih obat ajaib di Gunung Kunlun demi memunculkan sang kekasih. Upayanya pun sukses memunculkan Xu Xiang, tetapi ia lantas ditangkap oleh Fahai sampai kelanjutannya diselamatkan Xiaoqing.