🤲🙏
Bismillahibismillahirrahmanirrahim...

#extradirty
Stranger Things
Sade Olutola
Peter Solarz
Fai_Ryy

No title available
official daine visual archive

titsay
art blog(derogatory)

pixel skylines
NASA
No title available

Discoholic 🪩
Cosimo Galluzzi
EXPECTATIONS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
TVSTRANGERTHINGS

ellievsbear
Lint Roller? I Barely Know Her

blake kathryn
seen from Argentina

seen from Russia
seen from Spain

seen from Denmark

seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Saudi Arabia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Saudi Arabia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Latvia

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Belgium

seen from United States

seen from Netherlands
@irawannugrohore
🤲🙏
Bismillahibismillahirrahmanirrahim...
Maiyahan Sinau Syukur: Mas Sabrang
1. Gunakan energi terbesarmu untuk mengontrol dirimu dan meningkatkan kapasitasmu
2. Jodoh sudah ditangan Allah, pantaskan kapasitasmu, kalo sudah waktunya pasti dikasih.
3. Cici kedewasaanmu ialah ketika sudah bisa mentoleransi perbedaan.
Memaknai kehadiran.
Akan ada kehadiran seseorang dalam hidupmu yang mengajarimu untuk melihat hal-hal yang selama ini tampak rumit menjadi lebih sederhana.
Kehadirannya, membenahi cara pandangmu yang selama ini mudah khawatir, untuk tidak menerka masa depan terlalu berlebihan dan tidak memutuskan beberapa pilihan hidup dengan ketergesaan. Dari kehadirannya kau belajar banyak tentang makna kehidupan.
Kehadirannya, mengajarimu untuk tetap merasa tenang.
Kehadirannya, memintamu untuk tetap jadi diri sendiri dan melepaskan seluruh belenggu takut dan ragu yang selama ini membebani.
Kehadirannya, memintamu untuk berani berjalan lagi, meski perlahan-lahan diatas titian mimpi.
Kehadirannya, seperti hujan gerimis yang tiap bulir jatuhnya menumbuhkan harapan-harapan yang pernah mati.
Kehadirannya, seperti bingkisan ajaib dari Tuhan, atas doa-doa yang selama ini tak pernah lelah kau langitkan.
Daripada khawatir dan membenci kehidupan, dirinya memintamu untuk terus belajar berprasangka baik dan bersemoga bahwa; semuanya akan baik-baik saja dan semuanya pasti akan berujung terbaik dalam ketetapan Tuhan. Itu lebih penting, katanya.
Seperti dua daya yang saling mengisi kekuatan, Tuhan mengirimkannya untuk mengajarimu mensyukuri masa kini dengan lebih sadar dan memaafkan masa lalu yang menyakitkan dengan lebih lapang dan sabar.
Kini, kau paham kan, bagaimana rasanya menemukan makna cukup dalam diri seseorang?
Sudut kamar, 12 Juni 2022 19.59
Barusan dengerin maiyahan sinau syukur: mas sabrang.
Ada beberapa point yang salah satunya, jodohmu itu ditangan Allah, kalo kapasitasmu sudah siap, akan dikasihkan olehNya kok.
Pemain Cadangan
Akhir-akhir ini jam tidurku mulai tak teratur, yang biasanya pukul 21.00 udah terlelap, sekarang malah dari pukul 23.00 bahkan sampai pukul 01.00 Pagi seperti sekarang ini, baru ku tarik selimutku. hehe
Bukan kenapa-kenapa, ya keknya wajar sih manusiawi banget ketika dilema percintaan terhadap hambanya.
Sudah dulu basa-basinya. kita ke judul utamanya perihal “pemain cadangan”.
Ya, ketika cinta menemukan waktu dan orang yang tepat dan diizinkan olehNya, niscaya semerbaknya seakaan dunia milik berdua. Namun ya kalo belum ketemu yang demikian ya mohon bersabar.
Ku kira aku sudah “ketemu” dengan seorang yang selama ini juga menungguku, ternyata memang betul katanya dibawah ini :
Seketika baca kejujuran yang diceritakannya, ya kaget. Tapi mau gimana lagi, memang itu keadaannya dan kenyataannya. Dan itu yang dia rasakannya. hehe It’s ok, “makasih ya udah jujur” jawabku lirih pada malam itu. dan setelahnya seperti berkecamuk berantakan, ngga semangat aja ketika berangkat ngantor di hari jum’at pagi itu (27-Mei-2022) , pengen cepet ke cicalengka. dan udah sehari 2 malam disini, Ya masih sama. HAHAHA Akhirnya clue-clue yang mungkin belum diketahui, seketika muncul adanya. dengan secara tidak langsung membuatku tersadar. Oh ternyata memang bukan aku pemain utamanya, (anehnya aku hanya menyimpulkan berdasarkan intuisiku). Untuk seseorang disana yang aku semogakan sampai saat ini, sehat selalu yaa. Jaga kesehatan tubuh, mental dan hatimu. terimakasih telah memberikan secerca harapan yang entah mungkin aku bisa gapai atau tidaknya. (k Terimakasih telah meluangkan waktu hanya untuk mencoba kenalan dengan orang baru sepertiku. Maaf ya, kalo selama ini aku masih ada di depan “pintu” hatimu. Entah sampai kapan.
Akhirnya aku hanya menenangkan diri dengan “Biar allah aja nanti yang atur ya wan”. Toh pada hakitatnya aku hanya mengkhawatirkan yang sebenarnya terhadap perkara ini sudah di jamin olehNya sejak diriku dalam kandungan ibu. Cicalengka, 01:15 WIB. 29th, Mei 2022.
Semoga suatu hari nanti kamu dikasih teman hidup; seseorang yang hatinya, perkataan dan sikapnya ke kamu sangat teramat penuh baik.
Sampai saking baiknya setiap hari kamu selalu dibuat takjub dan mempertanyakan;
"Ya Allah, kenapa seseorang ini luar biasa baik banget ke aku."
"Ya Allah, ternyata aku yang begini adanya bisa menjadi kecukupan ya bagi seseorang."
"Ya Allah, kok bisa ya aku dengan sejuta kurangku bisa diterima dan sangat berharga baginya."
Suatu hari nanti, kamu akan mempertanyakan itu semua. Sembari diiringi rasa syukur yang tak putus karena sudah sabar dan bertahan melalui segala hal yang tidak menyenangkan di masa kini dan masa lalu.
Kotak masuk, 12 April 2022 12.35
Perjalanan Mendalam
Cicalengka-Jati Padang, (Bandung-Jakarta).
Dua tempat yang sudah hampir satu tahun lebih ini aku kunjungi. Perihal itu, aku sangat bersyukur atas apa apa yang sudah, sedang dan akan terjadi nanti.
Jika kucoba telisik lebih dalam terkait apa makna bersyukur, sekecil apapun nikmat dan sebesar apapun kepasrahan kita atas kehendakNya. Pada dasarnya seorang hamba hanya “dipergilirkan” menikmati berbagai kondisi baik-buruk yang pada hakikatnya pasti ada hikmah disetiap kejadian dan sejatinya kita sebagai hamba yang lemah tidak benar-benar tau apa yang dikehendaki-Nya.
Yang terpenting menurutku, kita hanya perlu bersyukur dalam segala kondisi dan segala medan yang kita lalui. Apakah itu terjal ataukah mulus, mudah atau sulit, bagaimanapun tergantung kita melihat dari presepsi mana kita memandangnya. Dzat-Nya yang lebih tau terhadap kita dan segala isi hati kita.
Dewasa ini, di bulan ramadhan 1443H, yang kebetulan disalah satu harinya tepat 27 Tahun. Pernah kutulis dalam sebuah biografi pribadiku, "sedang dalam perjalanan mendalam" yang kuartikan sendiri merupakan perjalanan bagaimana kita menuju-Nya, yang seharusnya kita pelajari dan telaah atas segala ketidaktahuan manusia terhadap kehendak-Nya. Menyingkap tabir dan hijab yang selama ini kita belum atau bahkan tidak tau cara membukanya. Yang terpenting hati kita akan meleleh kalo kita coba telaah nikmat yang diberi oleh-Nya. Mulai dari bernafas, tersenyum dan hal2 lainnya. Loh bukanya kita ini hanya "wayang" yang digerakkan oleh dalang kehidupan.
Perihal “mendalam”, aku sendiri juga masih perlu banyak belajar, membaca dan berdiskusi. Kiranya baru secuil serpihan yang baru kupelajari.
Terkait teman sejati, entah dimana kapan dan bagaimana kita akan bertemu, aku hanya berusaha menjadi aku. Aku pernah membaca tulisan Emha Ainun Nadjib atau seringnya dipanggil Cak Nun, salah satu tokoh yang menurutku patut kujadikan guru kehidupan.
Beliau pernah berujar "Yang mendampingimu tidak harus menjadi yang terbaik bagi diri dan hatimu, tapi dirimulah yang harus menjadi yang terbaik bagi siapapun yang mendampingimu".
Aku setuju dengan pernyataan beliau. Dalam setiap kesempatan aku selalu menekankan hal itu pada aku dan diriku. Karena aku ingin menjadi yg terbaik bagi pasangan sejatiku kelak nanti, ya partner dalam menjalani kehidupan fana, semu dan sementara ini.
Kompleksnya menjadi orang dewasa, lika-likunya kehidupan, aku banyak berkaca dari kisah ayah-ibuku dalam mengarungi dunia ini, keluarga kecil kami yang alhamdulillah ya alhamdulillah hehe
Dalam pencarianku untuk menemukan teman sejatiku mengarungi dunia, aku percaya bahwa "rasa" yang kualami saat ini ialah pemberian oleh-Nya, senang mendengarkan suaranya, mentertawakan hal-hal receh, tiba-tiba muncul rindu kangen padahal belum pernah ketemu dan lain sebagainya.
Walaupun aku tak tau apakah itu hanya yang aku rasakan sendiri.
Biarlah ia yang menjawab dengan-Nya. Saat ini aku merasa beruntung bertemu dengannya, yang dari awal sudah kuceritakan semua nya apa adanya.
Dia sosok yang mungkin dihadirkan oleh-Nya, setelah sebelumnya aku "bertemu" dengan beberapa wanita yang penuh dengan embel-embel keduniawian.
Ya memang tidak mudah menemukan teman sejati, yang sama sama ingin menghabiskan sisa hidup, membangun keluarga, bertumbuh belajar bersama dalam mengarungi lika-liku kehidupan.
Aku hanya berdoa dan berusaha sebisa yang aku bisa, keheningan malam yang menyeka jadi tempatku untuk menceritakan apapun itu pada-Nya,
Karena kita tidak benar-benar tau apa yang akan terjadi di depan nanti. Takdir mana yang sedang kutempuh. Sehingga aku meberikan nasihat kepadaku sendiri perihal berharap secukupnya, dan selalu belajar mengelola ekspektasi.
Karena ku yakin apa yang memang sudah digariskan oleh-Nya di lauhul mahfudz, sejak aku dalam 4 bulan kandungan ibukku perihal jodoh, pati dan rezeki, memang sudah terulis, namun aku juga perlu meng-ikhtiarkan untuk menemukan perkara tersebut.
Semoga dalam perjalanan mendalam ini aku dan diriku, semoga.
Cicalengka, 1 Mei 2022 (29 Ramadhan 1443H)
03.02 WIB
What's your the reason not feeling grateful ?
Hi Everyone,
Have a great day !
Today dates, i'll be share a litle bit story from a shed mind and like us experience.
.
In another ways, we already passed all of courageously to starting a war with ourself.
And today we can reach at the position as we hope on our prayer at last night.
However our parent always listening and never left a praying about you till today. Maybe everytime.
At the same time, we must provide all we can do it for the best in a life.
No matter how you grow up in the path, or like finding a highway.
The first look at goal of your target. And make sure how many time we should be a downtime in one way.
Exactly already 423 days ago !
Exactly already 423 ago.
Sesekali dalam seminggu, ku melewati "jalan-jalan" yg penuh dengan pertanyaan.
Tak setiap minggu, namun tetap ku beranikan melewati "jalan" itu.
Entah apapun yang terjadi di depan sana. Setidaknya setelah melewati "jalan" itu, ada sesak dalam dada, sudah sejauh mana persiapanmu wan? Begitulah kiranya.
Tepat 5 hari yg lalu,
Ku tak mau mengira ataupun bertanya langsung.
Melainkan sebuah tanda tanya besar dalam benakku, apakah mulai goyah?
Bisa saja, karena ketidaksabaran, ketidakyakinan atau yang terjelas yaitu ketidakjelasan.
Ya tepatnya memang belum ada ikat-mengikat untuk tolong-menolong dalam agamaNya.
Namun pengutaraan yang menurutku sendiri, kok bisa ya aku bertindak se-pengecut itu. Karena setelah kembali merenungi, kenapa tak langsung ke yang membesarkanNya.
Lantas setelah kejadian waktu itu, membuatku untuk kembali istigfar, dan kembali menjaga apa yang perlu dijaga, menahan apa yang belum waktunya,
Karena sebelumnya pun, its already almost ten years ago wan maybe over. How can you lose for fighting with yourself?
Padahal lauhul mahfudz pun sudah mencatatnya, walaupun sejatinya aku tak tau yang akan terjadi kedepanNya.
Yang aku yakinkan dengan diriku, where are you find of ikhlas?
Its time to find it, kemungkinan yang tidakmungkin, dan ketidakmungkinan yang mungkin bisa saja terjadi.
Ya benar sekali, hanya waktu yang akan menjawabNya.
Merpati yang waktunya terbang pun tau, kapan beliau akan terbang dan dia sendiri yang menentukan akankah kembali atau meneruskan ke langit luas.
Karena waktu adalah jawaban atas apapun yang kita usahakan.
Namun jangan lupakan siapa pemberi waktu tersebut, karena dialah yang berhak menentukan.
Intinya antara ra'ja dan khauf, haruslah seimbang.
Karena pemberi rasa ra'ja dan rasa khauf adalah agar kita belajar dalam waktu yang sudah ditentukannya.
Dan point utamanya adalah bagaimana aku menempatkanNya dalam keseharianku? Sudahkah semakin dekat?
Ya dia ialah sang (mahakuasa) almighty for all the life and after wake up again.
Salam hangat,
Irawan Nugroho R
Sunday, 3th March 2019.
Apakah baik menurutku, itu baik juga menurutNya ?
Assalamualaikum, Warrahmatulahi Wabarrakatu. . Well done !!! Long time not posted what u have in our mind, Good Job Wan, Don’t Do It again in our next. NOTED IT. . Look that about title
“ Apakah baik menurutku, itu baik juga menurutNya ? “
and remember :
Ayat 216, Surah Al-Baqarah as below details
And that point, me not yet to be have qualification for interpret this kalam. causes if want to try with my minds, the answer you can misguided. So, I will try to connecting with relation what as my assumed. but not really from my assumption. Im already hear, look and feel that was how it so beautiful happened. . How can do it ? Really ? . If you really curious with my story, please be read carefully as below and sorry if any wrong clauses or sentence, cause till now me not yet care about sentence. (Don’t follow this it no matter how you can do it with the best part of you). . A long time ago, after you finish daily activity as of work, coming to study an islamic, workout or many other activity. Please find and try to hear your heart (?) how can it be? its magic ? or supranatural ?
. OK, lets going to point what me want to announce in this title. You not yet have a good position for work or as jobseeker. what my mean are you feel so badly or angry or anything in your mind about your condition ?
This is good for you? or unlikely ?
please not to be answer with your “mind”. in second condition, you have everything what you want, you have company or the other. But really sure you’re like satisfy or you think all your dream come true in milimiter what you touched.
This is good for you? or unlikely ?
Come on, whereas other people think with logic analyze. That was Reality you know? if you have everything with logic theory it so feelling very well and how can you not satisfied ? Or you right now like as jobseeker, thats so coward to be face up the world. my mean with logic analyze. . STOP IT. DON’T MENTION NEGATIVE SENTENCE TO TALK OURSELF. . It was working not only for job or have everything, That can be relation with other case. Example for you have strong intention to be a lieutenant commander, but you try one year and falling down, try it this year that was not allocate you, or what anything you want its to be FAIL.
This is good for you? or unlikely ?
Yes, in closing statement. me trying to amend of logic analyze. First, are you remember Ayat 216 in Al-Baqarah ? Second, AND ALLAH KNOWS, WHILE YOU KNOW NOT. Third, are you think happines of work, you have everything that was GOODfor you ? Four, are you think to be jobseeker or fail to be lieutenant commander its BAD for you ? . IN CONCLUTION, whatever as happened to you, we are not really know as after a month later or years later. after we got a wisdom. Perhaps at the time of the incident we feeling like BAD or GOOD.
Its no rather know from ALLAH about the best for you.
. But we are realize it, as a servant of Allah. we must have an effort the best what can we do. about the result ? Allah have an authority about this. . Akhirulkalam, me apologize if these sentence of paragraph so many have nothing to be easy understood. . Wassalamualaikum. Warrahmatullahi Wabarrakatu. . Best Regards. Sumedang, 24th January 2019. Irawan Nugroho R 15.17 WIB.
NIKAH connecting People | Halal Way .
Bismillahirahmanirrahim. Assalamualaikum. Wr.Wb
NIKAH connecting People | Halal Way .
Resume Daurah Pra-Nikah Materi Keikhwanan. Awal Ramadhan tahun ini 1438H, saya sengaja mengikuti kegiatan yang diadakan oleh lembaga tarbiyah yang terletak di sudut kota bandung. Ya ternyata masih banyak sekali persiapan yang perlu dipersiapkan untuk menjemput sang pendamping.
Saya pernah mendengar dan membaca tulisan ini dari sang gurunda ust. Salim A Fillah yang kiranya seperti ini “Menikah bukan hanya sekedar peristiwa hati namun juga peristiwa Peradaban”. Harapan tanpa Iman adalah kekecewaan yang menunggu waktu kebahagiaan tanpa barokah. Bagaikan bayang-bayang tanpa cahaya. Orang suci, menjaga kesuciannya dengan Pernikahan, menjaga pernikahannya dengan kesuciannya”
Saya juga pernah mendengar dari salah seorang ustad, bahwa “tandanya jodoh itu ada 3, pertama getaran hati, restu orang tua dan Jalan mencapainya. Jika 3 tanda itu berhasil ditemukan insyaAllah dia adalah orang yang akan mendampingimu kelak” mengenai tanda itu, banyak sekali penjelasan jika diuraikan, namun sekiranya saya hanya akan menuliskan perihal apa saja yang masih perlu dijelaskan.
Pernah mendengar hadist mengenai 3 perkara yang tak akan pernah terpustus sama sekali, setelah kita wafat?
(إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ).
“Jika seorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat atau do’a anak yang sholeh” (HR Muslim No.1631)
Ya hadist tersebut juga ditamparkan kepada kita, yuk kita bahas pertama mengenai sedekah jariah, yakin atum bisa selamat dengan sedekah yang hanya 2000 pas jumatan saja? ilmu yang bermanfaat? Udah sampaimana engkau sebarkan dan berikan manfaat ilmumu kepada yang lain? anak yang sholeh? Antum nikah aja belum ! (kalimat tersebut yang masih terngiang dari salah satu pemateri)
Oke baik kita balik lagi ke tandanya jodoh itu, mengenai getaran hati, percakan saja padaNya. KarenaNya lah sang penggenggam hati, Yaa Muqallibul Qulub Tsabit Qalbi A’la di’nik.
Restu orang tua? Oke, udah pernah bilang ke ortu kita untuk menyatakan keingingan menikah ? kalo belum segera soundingkan, jangan nunggu lama, saya aja soundingnya ke ortu umur 18tahun dan nikah umur 22tahun (ucap ustad darlis) kalian udah sounding dari kapan? Heloooo? Dengan gaya khasnya beliau menendang kami ini. Bukan hanya itu saja, restu kedua belah pihak dari orang tuanya juga penting, biar berkah lirihnya.
Jalan mencapainya? Oke gimana finansial antum? Masih dikasih ortu? Ayolah berusaha, jangan Cuma ngandelin orang tua. Maksudnya disini adalah antum harus bisa mandiri secara Maisyah (penghasilan).
Yaa memang betul petuah beliau (ust darlis). Jangan sampai kita menikah namun karena syahwat? Karena temen temen udah pada nikah muda? Ataupun hal – hal yang berbau duniawi. Sebaiknya urusan Maisyah walaupun hanya cukup, harus udah selesai. Maksudnya sudah tidak ketergantungan biaya sama orang tua, sudah dibiayai dari lahir sampai segede ini, mau nikah minta dibiyayain juga, malu dong brooo. Kecuali kedua belah pihak setuju membiayai kalian sampai selesai itu ceritanya beda lagi. Alhamdulillah namanya itu (pungkas beliau)
Selain hal tersebut kita juga harus bisa membedakan, antara “Bersegera Menikah”,” Menunda Menikah” dan “Tergesa – gesa Menikah”.
1. Bersegera Menikah
Seperti orang yang sedang menyetir mobil, orang yang bersegera tahu kapan harus mengerem, mengganti persneling, menekan gas. Mereka Taat pada tata tertib.
Berhenti jika lampu lalu lintas berubah merah. Mereka pun ingin segera tiba di tujuan, tapi mereka bersiap dan berhati – hati agar selamat dalam perjalanan dan menjadikan perjalanan itu sebagai peristiwa yang bermakna dengan cara menikmatinya.
2. Menunda Menikah
Di ibaratkan orang yang menyetir mobil setelah lampu berubah hijau. Orang yang menunda suka melambat – lambatkan.
3. Tergesa – gesa Menikah
Sedangkan yang tergesa – gesa hanya satu hal : dia harus tiba di tujuan secepat – cepatnya, dengan cara apapun. Akhirnya, dia lupa mempersiapkan bekal yang cukup.
Dia juga tak terlalu menganggap penting rambu – rambu. Yang dia mau hanya satu : “cepat sampai ke tujuan”.Kecepatan penuh pun diambil untuk mewujudkan kemauannya itu. Ia lupa ada resiko kecelakaan.
Di ibaratkan perjalanan, Orang yang bersegera akan menikmati perjalanan. Sedangkan orang yang tergesa – gesa sangat ingin cepat – cepat sampai tujuan, sampai tak terpikir untuk memperhatikan inahnya panorama di kiri dan kanan selama perjalanan.
Yaa kita juga harus tau sudah sampai mana persiapan kita?
Karena antara jodoh dan kematian, entah mana yang akan terlebih dahulu menghampiri, segera persiapkan. Dan yakinlah bahwa rezeki, jodoh dan pati sudah ditetapkan sejak dalam kandungan ibu kita saat berumur 4 bulan (cek syarah arbain nawawi no 4 mengenai tahapan penciptaan manusia amalan terakhirnya)
namun demikian, saya pernah mendengar bahwa pendamping hidup kita kelak, adalah bagaimana kita sendiri dalam menjemputnya.
bukankah sebaik - baiknya rencana, adalah rencanaNya dan sebaik - baiknya ketetapan, adalah ketetapanNya.
tulisan ini sebenarnya untuk diri pribadi, mohon maaf jika masih banyak kekurangan dan tidak ada maksud untuk menggurui. Barakallahufiikum,
Peresume : @irawannugrohore
Cicalengka, Kab. Bandung. 24-Juni-2017. (29 Ramadhan 1438H)
Resume Bedah Buku Salim A Fillah & Felix Siauw "Bersamamu di Jalan Dakwah Berliku" Sabtu, 31-12-2016, 17.36 WIB Masjid Agung TSM. . Kalo antum merasa berat jalanin tugas dakwah, Kalo antum merasa berat dateng syuro tepat waktu, Kalo antum merasa di"kerjain" terus sama pengurus, Kalo antum merasa ada masalah, beban berat, sesak dada. Coba baca QS yusuf. Kata siapa baca QS yusuf bikin ganteng? Kagak ada ceritanya, semua udh ada cetakannya. Karena penilaian fisik sifatnya relatif bro. Justru QS yusuf yg bikin itu semua "clear" Coba apa point penting QS yusuf? Budak, dipenjara atau apa? Jawabannya "Pakaian" yaa, ketika itu yg sobek bagian belakang, coba kalo antum? Sobeknya di pinggir atau dimana? Kalo tetangga saya di jogja bilang "akan lepas sendiri pakaian saya saat posisi saya seperti nabi yusuf" hahaha. Yaa itu dia pelajaran berharga dari seorang Nabi, yg Nasabnya paling baik diantara para nabi lainnya. (cek silisilah keluarganya) . Karena "pakaian" bagi seorang suami adalah istrinya, dan begitu sebaliknya, disini masih pada jomblo fisabilillah kan? Hahaha . Ikhwafillah, jika antum liat jalan dakwah itu tidak ada yg pendek dan mudah ditempuh. Karena Impossible jika antum berdakwah hari ini, besok dunia berubah. Ikhwah jangan mau ambil pahala dakwah sendiri, kerja dakwah sendiri. Antum bagi bagi kerja, bagi bagi pahala sama rekan antum. . Jika zaman antum bagiannya bikin pondasi, bikinlah pondasi yg kuat. Buat pondasi yg paling terbaik. Kalo zaman antum bagian bikin tembok, ya bikin yg halus dan bagus. Karena setelah pondasi yg kuat yg diliat adalah tembok akhi. Kalo bagiannya bikin tembok ya jangan nyongkel pondasi, opo meneh ngritik pondasine seng besasik (maksudnya kalo bagiannya bikin tembok, ya biki tembok aja. Ngga usah liatin pondasi yg ngga rapih seperti bikin tembok). . Jalan allah itu panjang, dan kita tidak diwajibkan untuk sampai ujungnya, namun selesaikanlah bagian antum dalam kerja dakwah ini dan matilah di jalanNya ~ imam hasan al basri . Bencana yg menimpa umat nabi muhammad SAW itu fitnah bukan adzab. Ya karena pada hakitatnya fitnah itu baik, ngga baik tetep kena, sholeh ngga soleh tetep kena. Beda dengan adzab, coba liat kisah Nabi Nuh, umat yg beriman selamat, dan yg tidak maka tidak selamat ya itulah adzab. . Hati hati mengucapkan adzab ke org lain, apalagi sesama muslim. "ah disana mah orgnya suka maksiat dll makannya kena adzab" Karena kita itu dai, bukan Hakim. . Ya, emang yg mau menempuh jalan dakwah ini sedikit. Karena jalannya penuh kerikil, batu, ujian dll Ana pesan ke antum semua, Kalo antum udh dikasih hidayah di jalan dakwah, namun antum malah keluar dari jalanNya, inget ancamannya ngeri ngeri nyut (cek kisah nabi yunus) sekali kelempar dari kapal 3 kegelapan menghampiri, ditelan ikan paus, ikan paus ditelan ikan yg lebih besar, ikan besar kedasar laut. . Dan pesan ane mengakhiri kajian ini, yg ngomong berbusa busa di depan ini, bisa jadi nilai dakwahnya berbeda menurutNya, bisa jadi yg bikin pamflet yg lebih besar nilainya, bisa jadi yg nyiapin kursi, bisa jadi yg ngasih minum. Bisa jadi yg jemput ana. Karena kita tidak tau nilai maupun pahala mana yg diterima olehNya. . Selesai. Afwan jika dalam penulisan masih banyak kekurangan, bisa jadi yg resume ini tidak lebih baik dari antum semua yg baca, Tertanda Penulis yg masih mencoba meresume @irawannugrohore Cicalengka, Ahad 1 - Januari - 2016, pukul 22.43 WIB
Ketika kamu membaca buku (saat itu) dengan sekarang. . Pasti akan beda presepsi maupun penerangan dalam sebuah bacaan. . Karena pada dasarnya, seseorang yang membaca buku itu dipengaruhi oleh "masa" . "Masa" dahulu 4 tahun lalu, "Masa" dahulu 3 tahun lalu, "Masa" dahulu 2 tahun lalu, "Masa" dahulu 1 tahun lalu, "Masa" sekarang. . Pasti akan menemukan berapa perbedaan ketika membaca "pertama" kali, dengan saat ini. . Karena bukan seberapa "Banyak" buku yang kau habiskan (dibaca), melainkan seberapa "paham" buku yg telah kamu baca berulang. . Saya pernah mendengar beberapa hari kemarin, . "Orang boleh pandai setinggi langit, Tapi selama dia Tidak Menulis, Dia akan Hilanh dari Masyarakat dan Sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." ~Pramoedya Ananta Toer~ . Ya, inilah cara saya dengan ocehan di menjelang dini hari. Yang kadang begitu hebat, berseliweran dipikiran. . Pesan bagi diri saya pribadi, Jangan sampai kita terlena, dengan hal-hal yang "seperti" membuat kita terlena. Karena sesungguhnya, yang paling membutuhkan nasihat adalah diri ini, (diri ane). . Selasa, 13-sep-2016 Pukul 23.43 WIB Desa Panenjoan, Kec. Cicalengka Selamat Pagi, Semangat Pagi. #irawannugrohore (at Stasiun Kereta Api Cicalengka)
Apa sih JARKONI itu ? . Kata orang jawa itu, artinya "ngaJAR tapi ra iso ngelaKONI" (Ngajarin tapi ngga bisa ngelakuin) . Coba kita tengok sebentar ke surat 61 ayat 2 dan 3📖👇 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (2 "Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?" (As-Saff 61 : 2) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ (3) "(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan" (As-Saff 61 : 3) . Serem ya. Yuk lebih "perhatikan" apa-apa yg keluar dari mulut kita. 🙏 . #SelfTalk #ReminderPagi #JanganJARKONI #irawannugrohore (at Cicalengka, Jawa Barat, Indonesia)
No one knows, about your heart. . Ya muqallibul qulub tsabit qalbi ala di'nik. . #irawannugrohore
" Evaluasi Diri " Jika Imam Syafi’i rahimahullah merasa mendapat bencana saat melihat betis seorang gadis yang tak sengaja tersingkap. Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap. . Jika Umar bin Khattab Radhiyallahu 'anhu menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat Ashar. Aku malah biasa saja, berulang kali tertinggal meski azan terdengar berkumandang. . Jika Urwah bin Zubair Radhiyallahu 'anhu tak terganggu salatnya saat pisau mengamputasi kaki. Aku bahkan terganggu, hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari. . Jika Nabi Ibrahim AS sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali. Aku malah santai saja, meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi. . Jika ‘Aisyah Radhiyallahu 'anha menyesal mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi legam dan pekat kehitaman. . Jika Umar bin Abdul Azis Radhiyallahu 'anhu bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara. Aku malah keasyikkan menggunakan fasilitas negara dan atau perusahaan, seakan milikku saja. . Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga. Aku malah enak saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga. . Sudah begitu … pede pula meminta masuk surga. Astaghfirullah! . Memang hari ini dunialah yang nyata, dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita. . Ada pesan nabi SAW, "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani) . Ya Allah, ampunilah hamba.. آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ (at Cicalengka, Jawa Barat, Indonesia)
#SafarHariIni part 2 . Sedikit cerita mengenai malam ini, di lingkaran yang penuh cinta. . Alhamdulillah kita kedatangan ust. Ade dari Al - imarat, yang sudah malang melintang di masyarakat. (Ceritanya murrabi tamu) . Sesi pembukaan, dan tilawah/tasmih telah dilaksanakan, lalu akhirnya pada perkenalan. Masing-masing dari kami memperkenalkan diri 1. Edi zulkarnaen dari Padang Sidimpuan 2. Bima fitriandi dari Lampung 3. Jundi khalifatulah dari Sambas, Kalimantan 4. Irawan Nugroho Retnady dari sukoharjo, solo (ortunya) menetapnya sih di cicalengka wkwk 5. Patroni dari Lombok, NTB. . Daaaan akhirnya tauzih dari ustad ade yang bagi ane sendiri menghujam dan menggairahkan + membakar ruh ruh yang belum terbakar (bahasa apaan wan). . Ada beberapa point yang ana coba terjemahkan, 1. Ukhuwah itu dimana hati dan jiwamu terikat, walaupun tanpa ikatan darah. Hati dari masing-masing pribadi kalian terikat sepenuhnya karena cinta kepadaNya. Misalnya sifulan belum menikah antum carikan akhwatnya (semuanya nyengir karena semuanya blm juga), antum udh dpt kerjaan, antum bantu saudaramu hingga berhasil. Jadi dimana pointnya adalah darimanapun asalmu, percaya saja bahwa ikatan yang kuat dan kamu pupuk tiap minggu, insya allah semoga kita nanti dipertemukan di jannahNya. Aamiin. 2. Ketika beramal jangan sampai mengharapkan surga dan takut neraka, kisah pada zaman dahulu kala si fulan, ditangan kanannya membawa api, dan tangan kirinya membawa air. Lalu ditanya oleh penduduk, "hai fulan, kenapa kamu membawa api di tangan kananmu?" Beliau menjawab, "Jika aku di izinkan, akan aku bakar surga. Karena itu janganlah mengaharapkan surga, tapi berharaplah akan ridhoNya" penduduk kembali berujar "lantas untuk apa air ditangan kirimu?" Beliau pun menjawab "Jika di izinkan akan aku padamkan neraka, maka jangan takutlah kamu terhadap neraka, tapi hanya kepada Allah semata" Jika kita ambil ibrohnya, bahwa tingkatan iman beliau sudah wuuuuh. Dibandingkan kita. . 3. Hormatilah guru (murabbi), siapa tau ketika kita saling memberi hadiah, ilmu beliau ngucur kepada kita. . 4."Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan.....