Cosimo Galluzzi

Andulka
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)
todays bird
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

PR's Tumblrdome
sheepfilms
Stranger Things
dirt enthusiast

Kiana Khansmith
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess
hello vonnie

izzy's playlists!
One Nice Bug Per Day
RMH

@theartofmadeline

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Austria

seen from United States

seen from Tunisia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
@ivantara
#bensmusic19
Kesempatan yang terlewat, kekecewaan, rasa sakit, berantakan, bukan akhir dari dunia. Lihat dari sisi yang lebih jauh, akan lebih masuk akal menyebutnya awal kesempatan bagi peluang yang baru untuk berkembang.
"Payung terbalik, dari pada menolak hujan, akan ku terima semuanya sampai tak mampu menampung lagi"
Solusinya cuman bersama.
Percayalah akan berakhir pada kata "kita". Titik.
Perempuan Milik Orang Tuanya
Perempuan itu harus manut sama orang tua. Orang yang membesarkan, merawat, menjaga, memastikan Ia tumbuh dengan baik. Walau terkadang ada batasan atas apa yang kamu inginkan, tapi mereka memberikan apa yang kamu butuhkan.
Anak perempuan itu milik orang tuanya. Segala apapun tanpa restu darinya kemungkinan akan jadi bahaya. Apalagi tentang pendamping hidup. Maka meminta pendapatnya sangat penting, dengan cara yang baik.
Anak perempuan milik orang tuanya. Memindahkan tanggung jawab penjagaan orang tua kepada 'orang asing' itu sangat berat. Tidak mudah, tidak boleh salah, khawatir 'orang asing' itu hanya baik penampilannya, tapi tidak baik sebenarnya.
Jadi, siapapun yang akan meminangnya pastikan beri penawaran terbaik. Penawaran itu bukan tentang harta benda, tapi tentang karakter yang telah dilatih, kata-kata yang tidak menyakiti, pikiran yang matang, hati yang lapang, wawasan yang luas, dan ilmu agama yang lebih dari cukup.
Anak perempuan milik orang tuanya. Bila kamu ingin datang, maka persiapkan sebaik-baiknya.
Kang Islah | Jaga Diri Baik-baik
Bogor, 9 Maret 2024
kamu masih menjadi rencana jangka panjangku. Doa malam yang kuaminkan dengan luar biasa seriusnya!
Sesuatu yang diinginkan? No, hanya pikirkan apa yang dibutuhkan. Saat semesta berpaling, melepaskan pegangannya, menarik segala angin kearah berlawanan. Detik jam terdengar jelas menggambarkan semuanya, keadaan membawa dunia menjauh, atau hanya aku yang ditinggalkan.
Jangan percaya emote,, apalagi ketikan haha hihi,, aslinya mah hanya dia dan Tuhan yang tau
andai semudah itu, tapi kita diajarkan jangan berandai andai
Kata Tere-Liye daun yang jatuh tidak pernah menyalahkan angin. Hanya mungkin, bagi daun kenyataan bahwa dia akan jatuh tidak bisa lagi di pungkiri, kenyataan bahwa adanya daun bukan untuk selamanya juga sudah bukan lagi rahasia diantara para daun, jika saja mereka bercakap-cakap atau hanya kita yang tidak mendengar, mungkin saat ini mereka sedang mempersiapkan akan jatuh seperti apa, mereka sedang tertawa apakah setelah jatuh angin membawa mereka lebih jauh, atau hanya akan terinjak-injak apapun yang melintas.
Apapun itu percakapan tentang jatuhnya mereka bukanlah hal yang mengerikan, justru hanya sebuah candaan, karena bahkan jika mereka tidak sempat jatuh ulat-ulat pemakan daun akan menggerogoti mereka dengan tenang. Dan anehnya lagi, mungkin, aku hanya bisa membayangkan, saat salah satu diantara mereka ada yang jatuh karena terpaan angin yang membuat seluruh pohon melambai-lambai, keadaan terlihat begitu hening dan sunyi, padahal angin membuat para daun saling bertabrakan dan membuat bunyi yang menggesek pelan. Kenapa semua begitu sunyi, padahal hal ini adalah lelucon sebelum ada yang jatuh, padahal hal ini adalah kenyataan yang bahkan mereka sudah sadar akan mengalami. Saat keadaan kembali tenang tanpa angin, yang tersisa hanya lambaian daun jatuh yang terbawa sisa angin menjauh, seolah mengatakan semua akan baik-baik saja, semua memang sudah pada tempat dan waktu yang sesungguhnya, tidak ada yang salah atau pun benar, tidak ada yang terlambat ataupun terlalu cepat, tanpa disadari tenangnya daun tanpa angin adalah gemuruhnya pohon itu akan kehilangan, karena bagaimanapun mereka serupa, mereka sama, mereka ada pada dasar yang sama, pada penopang yang tak lain saat itu sedang mengikat mereka semua didahan secara
bersamaan, seolah memberi mereka ketakutan bahwa tak selamanya dahan itu mampu memegangi mereka erat, mereka akan jatuh pula, dan seperti yang dikatakan Tere-Liye, para daun tidak pernah menyalahkan angin, karena memang benar adanya mereka hanya akan jatuh,.
Dari hal yang tadinya obrolan lelucon amatiran, kemudian sekarang menjadi hal tabu yang membuat suasana menjadi bisu, entah kenapa angin tak jua datang, rasanya jika ada sekali lagi tiupan angin kearah pohon itu, dahan rantingnya tidak akan mampu untuk mencakup seluruh daun itu, akhirnya mereka hanya bisa tertawa kecil, awalnya hanya satu daun, kemudian bersambut kedaun-daun yang lain, apa hal yang membuat mereka tertawa, seandainya ada yang bisa mendengar atau seandainya mereka memang bercakap, kemungkinan yang akan didengar adalah seruan selamat. Sama hal seperti ketakutan akan disuntik jarum suntik, awalnya semua akan merasa takut, dan setelah suntikan itu terlewat, yang tertinggal hanya cerita, entah kemana perginya sifat pengecut yang awalnya datang memberi ketakutan, setelah terlewat yang tersisa hanya kesadaran bahwa hal itu pernah terjadi. Tidak ada yang bisa didengar dari lambaian daun, yang mereka tau mereka hanya belum tau seperti apa rasanya, untuk itulah alasan setiap hening dan diamnya mereka melihat salah satu dari mereka jatuh untuk tak kembali, mereka hanya benar-benar tidak tau dan tidak mengerti. Yang pasti mereka tidak bisa menyalahkan angin, sejauh yang mereka bisa lihat, angin hanya membantu daun mencapai tempat yang lebih jauh, lebih jauh dan lebih jauh lagi, untuk melihat sesuatu yang tidak akan mereka lihat jika tetap bergantung dan bersikeras tidak ingin terlepas dari ranting. Kenyataan bahwa dunia yang mereka tempati dipohon itu begitu kecil, tidak sebanding dengan luasnya jagat yang akan mereka lihat dengan mengorbankan genggaman itu. Seperti yang kita tau, Daun tidak akan menyalahkan angin.
itthreescript.blogspot.com
Pagi ini datang dengan segala riuh bersamanya, mentari, angin sepoi, guguran daun basah yang enggan jatuh, dengan segala cerita dengan versi berbeda beda. Menikmati segala proses, ntah itu membentuk, menghancurkan, menyatukan, memberai, menjauhkan yang dekat, memisahkan yang memang seharusnya, membersamai embun yang mengalir sebelum hilang. Proses hingga berdirinya waktu saat ini, bahkan sedetikpun tak pernah terpikirkan 7 tahun lalu, keadaan unik yang menjadikan kita tak lagi satu frekuensi, melebur bersama kebiasaan yang menjadi keseharian. Aku percaya, kegagalan versiku, menjadi keberhasilan diriku di dimensi semesta yang lain, menjadikan keunikan dunia ini bahagia, menjadi aku dan kamu yang tak pernah menjadi kita pada versi semesta ini. Akhir apapun yang menanti di ujung, percayalah kamu adalah versi bahagia terbaik yang diciptakan dunia untuk memulihkan versi terbaik kegagalan dimensi ini.
Tamariari Zin